The Reason

The Reason
Part 14


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Rangga sangat mengkhawatirkan nenek Amirah, mungkin Rangga tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri kalau sampai terjadi sesuatu pada neneknya. maklum saja dari kecil Rangga lebih banyak menghabiskan waktu bersama nenek Amirah daripada Orang tuanya sendiri.


Setelah tiba Di rumah sakit Rangga langsung menuju ke ruang kamar nenek Amirah.


"Syukurlah kamu sudah datang nak, nenek terus memanggil nama kamu tadi" ujar Mama Rita melihat Rangga sudah ada di depan pintu


"Rangga..." panggil nenek Amirah dari tempat tidurnya free


"Iya nek, Rangga ada di sini. sekarang nenek istirahatlah" saran Rangga sembari menggenggam tangan nenek Amirah


"Kapan kamu akan menikah dengan sih pegawai itu?" tanya nenek Amirah dengan suaranya yang semakin lemah


"Nek mengenai kejadian pagi tadi sungguh, tidak terjadi apapun di antara kami berdua nek" ujar Rangga menjelaskan


"Bagaimana nenek bisa mempercayai kamu, setelah melihat kalian sengaja tidur di ranjang yang sama Rangga. segera lah urus pernikahan kalian, mungkin umur nenek tidak akan lama lagi" jawab nenek Amirah mengancam dengan ucapan nya.


"Nek, jangan bicara begitu. maafkan Rangga nek" ucap Rangga karena merasa bersalah


"Setidaknya sebelum pergi, nenek ingin melihat kalian menikah dulu" nenek Rangga meneruskan ucapannya lagi


Rangga panik ketika melihat mata nenek Amirah sudah terpejam, Mama Rita pun segera memanggil Dokter gunawan untuk memeriksa keadaan nenek Amirah.


"Bagaimana Dok keadaannya?" tanya Mama Rita setelah melihat Dokter Gunawan keluar dari pintu


"Kondisi kesehatan nya semakin menurun, untuk sementara biarkan nenek Amirah banyak beristirahat dulu. mengingat keadaan nafasnya yang kadang tidak stabil" ujar Dokter Gunawan memberi penjelasan


Setelah Dokter Gunawan pergi, Mama Rita langsung menghampiri Rangga di kursi.


"Rangga, Mama tidak tahu bagaimana hubungan kamu dengan wanita itu. tapi Mama mohon tolong turutilah apa keinginan nenek kamu, Melihat kondisinya yang semakin menurun Mama takut terjadi sesuatu sama Nenek kamu Rangga" Mama Rita sembari memegang tangan Rangga


"Besok ajaklah wanita itu menghadap Papa dan Mama Rangga ! setelah itu baru mengurus pernikahan kalian" Ucap Papa Hermawan menimpali


"Tapi Pa, Rangga sungguh belum ingin menikah dengan siapapun. lagian sungguh, waktu itu tidak terjadi apapun di antara kami Pa" bela Rangga


"Bukan saatnya untuk mendengarkan penjelasan kamu Rangga. itu adalah konsekuensi atas semua yang sudah kamu lakukan, hingga menyebabkan nenek kamu sakit begini" ujar Papa Hermawan


"Papa tidak pernah mendidik kamu untuk menjadi orang yang tidak bertanggung jawab ! turuti apa kemauan nenek kamu, besok bawalah dia ke Rumah" perintah Papa Hermawan dengan tegas sambil berlalu pergi meninggalkan Rangga


Rangga hanya terdiam dan bingung harus memulai semuanya dari mana. yang jelas mendengar perintah Papa nya, sudah membuat Rangga kalang kabut. belum lagi menyangkut masalah Tania, Rangga ragu kalau Tania akan menerima penjelasan nya, apalagi sampai membahas pernikahan.


Sementara siang ini Tania sengaja bolos bekerja tanpa meminta izin dari Rangga. di Cafe Tania duduk dan minum sendiri melamunkan bagaimana nasibnya bekerja besok.


"Ya ampun Tania, apa yang sudah kamu lakukan. mengapa kamu bertindak sebodoh ini? cobalah bersikap realistis Tania, kamu masih butuh pekerjaan itu untuk menyambung hidup ! " Tania sibuk berbicara sendiri sambil memukul kepalanya karena menyesali tindakan nya hari ini


"Bagaimana ini, apa aku telpon saja ya? tapi apa kak Rangga akan memaafkan kesalahanku hari ini?" ucap Tania ragu karena melibur kerja tanpa izin, pasti termasuk kesalahan fatal di mata Rangga


Akhirnya Tania memberanikan diri untuk menelpon Rangga. entah apa jawaban dari Rangga nanti, Tania sendiri sudah pasrah.


"Ayo Tania, kumpulkan semua keberanianmu ! Oke Tania, bersikap tenang dan yang terpenting jangan lupa untuk mengucapkan kata maaf sebaik mungkin. semangat ! " batin Tania


Sementara di rumah sakit, lama Rangga terdiam di kursi memikirkan jalan keluar untuk masalah nya. tiba-tiba suara ponsel menyadarkan lamunan nya.


"Akhirnya anak ini menghubungiku juga, aku fikir dia benar-benar sudah kabur karena masalah pagi tadi" batin Rangga sembari mengangkat telepon dari Tania


"Ada apa?" jawab Rangga berpura-pura marah


"Kak mohon maaf sebelumnya, Tania sudah melibur kerja dengan lancang hari ini" ucap Tania di seberang sana dengan wajah yang panik


"Urusan itu Akan aku pertimbangkan nanti ! sekarang datanglah ke Cafe Storia, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan kamu ! dan ingat aku tidak suka menunggu lama, jangan terlambat dua puluh menit dari sekarang !" perintah Rangga langsung mematikan ponselnya


"Apa dua puluh menit? bagaimana bisa dia mematikan ponselnya begitu saja, tanpa mendengar apa jawaban dariku. sabar Tania... lakukan saja yang penting besok kamu masih bisa masuk kerja ! " ucap Tania memberi kekuatan pada diri sendiri


Tania akhirnya bergegas memesan ojek online dan langsung menujuh ke tempat yang di perintah Rangga. sampai di depan Tania merapikan rambutnya dan mengawali langkahnya dengan senyuman.

__ADS_1


"Permisi kak" sapa Tania di depan Rangga


"Duduklah ! " ucap Rangga sembari meminum kopi yang baru di pesannya


"Apa yang mau kak Rangga bicarakan?" tanya Tania penasaran


"Aku ingin menikah dengan kamu" ucap Rangga mengawali percakapan nya tanpa basa basi


"Apa? apa aku tidak salah dengar? jadi hal penting yang ingin kak Rangga bicarakan cuma ini?" Tania kaget


"Aku ingin menikahimu demi nenekku" jawab Rangga


"Maksud nya? apa hubungannya denganku?" Tania masih tidak mengerti


"Jelas ada hubungan nya Tania ! kalau tidak, mana mungkin aku mengatakan hal sekonyol ini dengan kamu" jawab Rangga dingin


"Apa jangan-jangan karena insiden pagi tadi?" Tania menyelidik


"Iya, karena syok melihat kejadian pagi tadi. nenekku sekarang masuk rumah sakit dan kondisinya semakin melemah" ucap Rangga dengan raut wajah yang merasa bersalah


"Aku minta maaf untuk insiden itu kak. lagian kakak tahu sendiri, tidak terjadi apapun antara kita berdua semalam. dan menurut Tania, pernikahan yang kakak katakan tadi terlalu konyol untuk di dengar " ucap Tania berterus terang


"Iya menurut kamu ini terlalu konyol. bisa kamu bayangkan kalau keluarga kamu melihat kita berdua tidur di ranjang yang sama, sementara di dalam ruangan itu tidak ada siapapun. bagaimana reaksi keluarga kamu Tania?" jawab Rangga yang sudah mulai kesal


Tania hanya terdiam, yang di katakan Rangga ada benarnya. kalau keluarganya sampai melihat tahu kejadian pagi tadi, mungkin Orang tuanya juga akan melakukan hal yang sama.


"Bayangkan Tania kalau salah satu keluarga kamu terbaring di rumah sakit, apa yang akan kamu lakukan?" melihat Tania terdiam Rangga pun meneruskan ucapannya


"Aku mengerti kak, hanya saja sebuah pernikahan bukanlah sesuatu hal yang sembarangan untuk di lakukan" jawab Tania sambil menunduk


"Aku juga berfikir demikian, tapi aku tidak punya cara dan bukti untuk meyakinkan nenekku" ucap Rangga yang sudah bingung harus berbuat apa


"Lalu kita harus bagaimana kak? yang jelas aku tidak mau melakukan pernikahan itu" ucap Tania tegas


"Apa kamu bilang?" Tania jadi panas hati mendengar ucapan Rangga


"Apa kamu tidak berfikir kalau saja di pesta itu kamu tidak melibatkan aku ke dalam masalah percintaan kamu yang menyedihkan itu, mungkin aku tidak akan mengalami kerugian sejauh ini" jawab Tania yang tidak mau kalah


"Apa katamu? kerugian? maksud kamu aku sudah merugikan hidup kamu? sadar Tania kamu masih bekerja di bawahku saat ini" jawab Rangga sinis


"Terserah ! mulai sekarang aku berhenti bekerja dengan kamu, siapa juga yang akan tahan hati menghadapi orang yang mulutnya kasar seperti kamu" jawab Tania yang sudah berdiri dari kursinya


"Dengar ya Rangga, tadinya aku merasa kasihan mendengar nenek kamu sakit. tapi melihat sikap kamu yang tidak tahu diri seperti ini, lebih baik aku pergi ! aku tidak peduli dengan urusan keluarga kamu" Tania langsung pergi meninggalkan Rangga


"Apa dia bilang, wanita bodoh? pembuat masalah? yang benar saja, bagaimana aku bisa bertemu dengan orang sekasar dia?" batin Tania merutuki Rangga sambil berjalan ke arah halte bus


"Tadinya aku berniat mau meminta maaf dengan tulus, namun melihat perlakuannya seperti itu lebih baik aku berhenti bekerja saja sekalian. menyebalkan ! " ucap Tania berbicara sendiri di halte


Sementara Rangga malah bertambah kesal setelah bertemu Tania. Melihat Tania sudah pergi, Rangga juga bergegas meninggalkan Cafe.


"Apa katanya, percintaan yang menyedihkan? berani sekali dia bilang begitu di depanku" ucap Rangga sembari masuk ke dalam mobil


Sepanjang perjalanan Rangga menjadi tidak karuan, niatnya bertemu Tania untuk mencari jalan keluar malah berakhir dengan pertengkaran. karena tidak mau bertemu Papa nya malam ini, akhirnya Rangga memutuskan untuk pulang ke Resto Lapizza .


Sementara Tania saat pulang ke rumah wajahnya masih di penuhi kebencian dengan ucapan Rangga siang tadi.


"Mel buka mel, ini aku Tania" Tania mengetuk pintu dari luar


"Ya Ampun Tania, dari mana saja kamu ini? pergi seharian, mana libur gak izin dulu sama kak Rangga lagi" Celoteh Melly saat melihat Tania di depan pintu


"Panjang ceritanya Mel, yang jelas aku mau berhenti bekerja Mel. aku tidak sudi bekerja dengan orang kasar seperti dia" ucap Tania dengan perasaan jengkel


"Nih minum dulu Tan, ada apa sih mendadak bilang mau berhenti? apa kak Rangga memarahi kamu di telepon gara-gara melibur kerja hari ini?" tanya Melly penasaran

__ADS_1


"Sudahlah, nanti aku cerita Mel. aku mau mandi dulu ! " jawab Tania sembari meletakkan gelasnya di atas meja


Melly hanya mengiyakan ucapan Tania. dalam hati Melly penasaran apa yang sudah terjadi, melihat Tania pulang dengan wajah yang sekesal itu.


Selesai mandi pikiran Tania menjadi cukup tenang, akhirnya Tania menceritakan semuanya dengan Melly . dari awal kejadian di pesta sampai insiden pertengkaran siang ini. Melly yang mendengar cerita itu dengan seksama, menjadi sangat kaget. apa lagi Tania bisa tidur satu ranjang dengan Rangga. kalau tidak mengenal Tania, Melly pun mungkin bisa memiliki pemikiran yang sama, seperti apa yang di fikirkan keluarga Rangga terutama nenek nya.


"Jadi kamu yakin Tan mau berhenti bekerja?" tanya Melly lagi


"Iya Mel, tadinya aku masih mau bekerja Mel. cuma kalau mengingat ucapan Rangga siang tadi, aku sangat sakit hati Mel" jelas Tania


"Tan kalau masalah masih bisa di selesaikan secara baik-baik, mending pikirin lagi keputusan kamu dengan matang. zaman sekarang tidak mudah mencari pekerjaan yang bisa langsung di terima, apa lagi mengingat usia kita yang sudah cukup dewasa sekarang" Melly berusaha memberi saran


"Aku tahu Mel, kalau kamu dikatain bodoh dan pembuat masalah apa kamu tidak sakit hati Mel?" Tania balik bertanya


"Iya aku juga sakit hati Tan, cuma menurut aku mengalah untuk menang itu jauh lebih baik daripada membesarkan ego kita sendiri Tan ! kamu mengerti kan maksud aku?" tanya Melly


"Apalagi posisinya kita yang membutuhkan orang itu. jadi selagi sikapnya masih tidak kelewatan, gak usah di masukin ke hati Tan kalo kak Rangga ngoceh" sambung Melly


"Tahu Ah Mel, tadi aja aku udah ngatain dia habis-habisan" ucap Tania


"Sebenarnya kak Rangga itu gak terlalu kasar kok Tan, asal kita bisa mengambil hatinya aja" ucap Melly


Tania hanya terdiam mendengar ucapan Melly , sejujurnya Tania masih membutuhkan pekerjaan itu. akan tetapi Tania tidak menyangka kalau kejadiannya akan berakhir seperti ini.


Hari ini Tania menyambut pagi hari dengan perasaan yang cukup kalut. bagaimana tidak, siapa yang bisa menduga kalau sekarang Tania sudah menyandang status pengangguran. lebih tepatnya tidak bekerja lagi di Resto Lapizza .


Tania terpaku menatap Melly yang sudah bersiap untuk berangkat bekerja. dalam hati Tania merasa iri kenapa hidup Melly selalu lancar-lancar saja, sangat berbeda jauh dengannya. di mana tempat, selalu saja membuat masalah.


"Mungkin perkataan Rangga juga ada benarnya, aku selalu ceroboh dan membuat masalah di mana-mana ! " batin Tania dalam lamunan nya


"Hei Tan..Tania?" ucap Melly melihat Tania di panggil dari tadi tidak menyahut


"Hah? iya Mel, ada apa?" jawab Tania tersadar mendengar namanya di panggil


"Pagi-pagi gini udah melamun aja, mikirin apa sih?" tanya Melly


"Gpp aku lagi iri aja sama kehidupan kamu" jawab Tania seadanya


"Hahah kamu iri, apa lagi mikirin kak Rangga?" tanya Melly iseng


"Issss Ogah Mel, ngapain mikirin dia ! " jawab Tania walaupun dalam hati ucapan Melly ada benarnya


"Makannya jangan kebanyakan ngelamun, ntar kesambet kamu baru tahu rasa ! " ucap Melly sembari merapikan penampilan nya di cermin


"Ya udah aku berangkat dulu ya Tan, masalah pekerjaan kamu tadi kabarin aja kalau emang jadi mau berhenti" ucap Melly sembari menutup pintu


Kelang beberapa menit Melly pergi tiba-tiba, ada orang mengetuk pintu dari luar. Tania pun membuka pintu dengan santai, pikirnya Melly kembali ke rumah lagi karena ada barangnya yang tertinggal


"Ada apa lagi Mel" ucap Tania sembari membuka pintu


Saat pintu terbuka betapa kagetnya Tania, Tania terperangah menatap penampilan orang yang ada di depannya, dengan pakaian yang rapi dan tersenyum ramah kepada Tania.


"Kamu Tania ya?" sapa Mama Rita


"Iya, ibu siapa ya?" Tania kaget orang ini bisa mengetahui namanya


"Saya Mama nya Rangga, boleh saya masuk?" ucap Mama Rita


"Gawat Tania, mimpi apa kamu semalam? pagi gini udah di hadapkan dengan masalah baru lagi" gerutu Tania dalam hati


"Halo?" sapa Mama Rita melihat Tania hanya terdiam dari tadi


"Hah? iya masuk Bu.." ucap Tania baru tersadar

__ADS_1


"Ada masalah apa ya, Mama Rangga sampai datang ke sini? apa jangan-jangan dia mau memarahiku karena aku kemarin habis mengatakan hal buruk terhadap Rangga. Ya tuhan tolong aku.." batin Tania panik dengan pikirannya sendiri.


__ADS_2