The Reason

The Reason
Part 22


__ADS_3

Sore saat Tania akan pulang bekerja, tiba-tiba dering ponsel menghentikan langkah Tania di depan pintu lift.


"Halo, ini siapa?" tanya Tania mengangkat telepon


"Aku Kevin, ini nomorku di save ya." ucap Kevin


"Oh kak Kevin, Oke kak nanti aku save." tanya Tania


"Jam berapa kamu pulang kerja Tan? bisakah kita bertemu sore ini?" ucap Kevin


"Ini sekarang aku sudah mau pulang kerja. ketemunya di mana kak?" ucap Tania


"Tunggulah di depan Mall, aku jemput." ucap Kevin


Tania pun mengiyakan ucapan Kevin, karena tidak enak untuk menolak. tak lama kemudian mobil Kevin tiba di depan Mall, Tania langsung menghampirinya sambil tersenyum ramah.


"Apa sudah lama menunggu?" tanya Kevin


"Gak juga kak." jawab Tania santai


"Apa kakak sekarang pindah tugas di kota ini lagi?" tanya Tania


"Iya, aku sengaja minta pindah tugas di sini." jawab Kevin sambil menyetir mobil


"Berarti kak Arini juga ikut pindah ke sini juga ya?" tanya Tania penasaran


"Lima tahun yang lalu aku tidak jadi menikah Tan. tidak lama kami bertunangan, Arini meninggal kecelakaan." ucap Kevin menoleh ke arah Tania


"Ya tuhan kak Arini sudah meninggal? maaf kak, aku sungguh gak bermaksud mengungkit kesedihan kakak. aku fikir saat kakak pindah tugas kemarin kalian sudah melangsungkan pernikahan di sana." ujar Tania sangat merasa kaget


"Tidak apa-apa, iya rencananya dua hari sebelum kecelakaan kami akan mengadakan acara pernikahan. namun tuhan berkata lain." ucap Kevin tersenyum tegar


Tidak lama kemudian mereka sampai di sebuah Cafe dan makan bersama. selesai makan, Tania pulang bersama Kevin. di jalan tiba-tiba ponsel Tania berbunyi, melihat yang menelepon adalah Rangga Tania langsung mengangkatnya.


"Ada apa?" tanya Tania


"Hei otak udang di mana kamu? malam-malam begini belum pulang." tanya Rangga dari ujung telepon


"Di jalan baru mau pulang." jawab Tania pelan takut terdengar oleh Kevin


"Cepat pulang ! dapur berantakan dan makanan juga tidak ada di meja, apa kamu sudah mulai mau melanggar..." belum selesai Rangga bicara, Tania sudah mematikan ponselnya


Mendengar omelan Rangga di telepon tadi, Tania sudah hampir terbawa emosi. melihat dirinya sekarang sedang bersama Kevin, Tania berusaha bersikap setenang mungkin.


Di ujung sana Rangga sangat kesal melihat Tania mematikan teleponnya begitu saja, padahal dia belum selesai bicara. tidak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan pagar rumah Rangga.


"Apa ini rumah kamu sekarang?" tanya Kevin kaget melihat Tania tinggal di rumah itu.


"Bukan kak, ini rumah temanku. aku hanya numpang tinggal di sini." jawab Tania sambil tersenyum.


"Siapa yang datang malam-malam begini?" ucap Rangga berbicara sendiri di balik jendela rumahnya.


Melihat yang keluar dari dalam mobil itu adalah seorang pria berpakaian polisi, Rangga sangat kaget. dan yang lebih membuat Rangga terperangah lagi, polisi itu membukakan pintu mobilnya untuk Tania.


"Apa aku tidak salah lihat?" ucap Rangga berbicara sendiri


Rangga tertegun melihat Tania begitu akrab dengan pria itu, lama mereka mengobrol di depan pagar rumah Rangga. tanpa sadar Rangga terus memperhatikan mereka dari balik jendela.


"Ya sudah aku pulang dulu ya Tan." ucap Kevin mengakhiri percakapannya


"Iya kak, hati-hati di jalan." ucap Tania sambil tersenyum melambaikan tangannya


Entah kenapa Rangga merasa tidak senang melihat Tania bersama pria berpakaian polisi itu.


"Sok manis sekali dia tersenyum begitu." ucap Rangga mengumpat sendiri


Saat Tania beranjak masuk ke dalam rumah, Rangga langsung lari dan duduk di sofa sambil berpura-pura membaca buku.


"Aku pulang." ucap Tania membuka pintu


Melihat Rangga tidak bereaksi sama sekali, Tania langsung bergegas ke dapur untuk mencuci piring karena pagi tadi tidak sempat ia kerjakan.


"Hari yang melelahkan." ucap Tania sembari membereskan semua piring kotor di dapur


"Hei Tania ! mulai besok aku tidak mau tahu, saat aku pulang semua tugas rumah sudah beres." ucap Rangga menghampiri Tania di dapur


"Apa kamu tidak dengar?" ucap Rangga melihat Tania tidak mengiyakan perkataannya.


"Iya baiklah." jawab Tania datar


"Sopan santun kamu juga perlu di tingkatkan Tania." ucap Rangga


"Maksud kamu?" Tania mulai tersulut emosi mendengar ucapan Rangga


"Apa kamu lupa perbuatan yang kamu lakukan di telepon tadi?" ucap Rangga


"Hei dengar ya, kamu juga perlu meningkatkan sopan santunmu." balas Tania sambil berhenti mencuci piring


"Apa berani sekali kamu berbicara begitu, apa kamu lupa siapa aku?" ucap Rangga berteriak


"Kenapa? memang cuma kamu yang perlu di hargai di rumah ini." jawab Tania

__ADS_1


"Apa? percuma saja berbicara dengan orang seperti kamu, tidak akan bisa mengerti." ucap Rangga sambil minum


"Dengar ya, kalau kamu berbicara baik-baik di telepon tadi aku tidak akan mematikan ponselnya. perbaiki dulu cara berbicara kamu, kalau mau di hargai orang lain."


"Otak udang jaga cara bicaramu ya ! " ucap Rangga


"Kenapa, tidak terima? memang cuma kamu yang bisa marah-marah." jawab Tania


Tidak lama kemudian suara telepon menghentikan perdebatan mereka yang kian memanas dari tadi.


"Iya, ada apa Anisa?" jawab Rangga mengangkat telepon


Tania langsung melangkah pergi mendengar yang di telepon Rangga adalah Anisa.


"Rangga apa kamu sedang sibuk?" tanya Anisa


" Tidak, ada apa sa?" tanya balik Rangga


"Bisa kita bertemu besok?" tanya Anisa


"Apa kamu sudah pulang dari kota x?" ucap Rangga kaget


"Iya ada hal penting yang ingin aku katakan sama kamu."


"Baiklah, besok kita bertemu di tempat biasa." ucap Rangga


"Oke ga." jawab Anisa mengakhiri sambungan teleponnya


Karena hari sudah beranjak malam, Rangga memutuskan langsung naik ke lantai atas tanpa makan malam.


"Menyebalkan sekali melihat tingkahnya malam ini, bagaimana bisa Anisa menyukai orang seperti dia." ucap Tania mengumpat sendiri di kamarnya.


Pagi ini Tania sudah mengerjakan semua tugas rumah dengan tepat waktu. di meja makan sekarang Rangga dan Tania tetap makan bersama walaupun semalam habis bertengkar.


"Otak udang apa kamu masih marah?" tanya Rangga menyapa duluan


"Tidak, ada apa?" jawab Tania sambil fokus makan


"Siapa pria yang mengantar kamu pulang kemarin?" tanya Rangga ragu


"Oh kak Kevin, tahu dari mana kalau aku di antar kevin semalam?" tanya balik Tania


"Apa kamu semalam melihat aku diam-diam dari jendela?" tebak Tania


Mendengar ucapan itu, Rangga langsung tersendak saat makan.


"Hahah Minumlah, aku hanya bercanda." ucap Tania sambil memberikan segelas air putih


"Ucapan kamu terlalu konyol untuk di dengar, aku tidak sengaja melihatnya kemarin." jawab Rangga berbohong


"Memangnya kenapa?" jawab Tania


"Orang seperti dia biasanya, ada begitu banyak wanita di sampingnya. bukan hanya kamu saja. apa kamu mengerti?" ucap Rangga membodohi Tania


"Ya gpp, apa urusannya denganku?" jawab Tania datar


"Hei aku mengatakan ini, biar kamu tidak sakit hati nantinya." ucap Rangga


"Hahhah aku dan kak Rangga itu hanya berteman, kenapa juga aku harus sakit hati?" ucap Tania sambil tertawa


"Sudahlah Rangga, aku duluan pergi ya? terima atas wejangannya pagi ini." ucap Tania terus tertawa sambil meninggalkan Rangga di meja makan.


"Kenapa juga aku harus repot-repot bicara begini, membuang waktuku saja." ucap Rangga berbicara sendiri sambil melanjutkan sarapannya.


Saat Rangga baru saja menyelesaikan makannya, tiba-tiba Radit mengiriminya sebuah pesan. Rangga sangat kaget dalam pesan itu Radit mengatakan kalau dirinya tidak sengaja keceplosan mengatakan awal terjadinya pernikahannya dengan Tania.


"Pantas saja Anisa ingin bertemu hari ini." gumam Rangga


Di tempat bekerja Anisa mengawali aktifitasnya dengan penuh semangat, saat Tania sedang fokus ke ponselnya tiba-tiba suara seseorang membuatnya kaget.


"Aku tadi cukup lama berkeliling mencari tenant toko kamu di mall ini." sapa Kevin


"Kenapa tidak menghubungiku saja tadi?" tanya Tania baru sadar kalau di depan tokonya sudah ada Kevin.


"Tidak enak, takut mengganggu kamu bekerja." jawab Kevin sambil tersenyum


Kevin langsung memesan makanan di toko Tania, Setelah pesanannya selesai, sebelum pergi Kevin mengatakan akan menjemputnya sepulang bekerja nanti. dan Tania hanya mengiyakan ucapan Kevin.


Sementara Rangga di tokonya sudah di penuhi perasaan panik, memikirkan Anisa sudah mengetahui rahasia pernikahannya dengan Tania.


"Anisa sorry siang ini aku sedang banyak pekerjaan, bisa kita bertemu sore nanti saja?" tanya Kevin mengirim pesan pada Anisa


"Oke Rangga." jawab Anisa


Setelah sore Rangga bergegas turun dari lantai atas.


"Mel nanti tolong rekap penjualan seperti biasa ya?" perintah Rangga


"Oh iya kak." jawab Melly


Sampai di sebuah Cafe, tidak sengaja Rangga melihat Tania duduk di salah satu meja Cafe tersebut. sementara Tania tidak menyadari kedatangan Rangga, dia malah sibuk tertawa mendengar Kevin menceritakan hal yang lucu.

__ADS_1


Rangga menutupi wajahnya sambil memilih meja yang menurutnya cukup aman, agar Tania tidak melihatnya bersama Anisa.


"Rangga, apa yang kamu lihat." tanya Anisa melihat Rangga tidak menyadari kedatangannya.


"Hah? tidak ada apa-apa." ucap Rangga


Tidak lama kemudian mereka pun mengobrol dan saling menanyakan kabar masing-masing. sampai pada suatu ketika, Anisa langsung keinti cerita yang ingin dia katakan langsung pada Rangga.


"Rangga apa Radit sudah memberitahu kamu?" tanya Anisa ragu


"Oh iya pagi tadi dia mengabariku, boleh aku meminta tolong?" tanya balik Rangga


"Katakanlah." ucap Anisa dengan semangat


"Tolong jangan memberitahu semuanya pada keluargaku sebelum waktunya tiba, aku tidak ingin mengecewakan nenekku begitu saja." ucap Rangga


"Ah iya, percayalah padaku. aku tidak akan melakukannya Rangga. aku memahami keputusanmu setelah mendengar semuanya dari Radit." ujar Anisa meyakinkan Rangga


"Syukurlah, terima kasih Anisa." ucap Rangga merasa tenang


"Tapi Rangga, sampai kapan kamu akan menutupi kebohongan ini. apa lagi kalian sama-sama tidak saling mencintai." tanya Anisa penasaran


"Saat aku menemukan alasan yang tepat, untuk menjelaskan semuanya pada nenek nanti." ucap Rangga sambil menatap ke arah Tania


"Oh iya Rangga aku mengerti." ucap Anisa merasa tenang mendengar penjelasan dari Rangga


"Rangga tidak peduli seberapa lama masa itu tiba aku, aku bersedia menunggumu. aku masih sangat mencintaimu, apa kamu juga masih memiliki perasaan yang sama denganku?" ucap Anisa langsung menggenggam tangan Rangga


Rangga terperanjat mendengar ucapan Anisa yang masih tetap mencintainya sampai sekarang.


"Rangga bagaimana jawaban kamu?" ucap Anisa menyadarkan lamunan Rangga


"Perasaanku juga masih sama seperti kamu, maaf atas apa yang sudah aku lakukan kemarin terhadapamu." ucap Rangga dengan tulus


"Gpp Rangga, kita sama-sama pernah melakukan kesalahan. aku juga akan memaafkan kamu dalam pernikahan ini." jawab Anisa


"Kedepannya aku akan berusaha untuk tidak membuat kamu kecewa lagi." ucap Rangga


"Eh itukan Tania?" ucap Anisa kaget saat matanya tidak sengaja menatapa Tania dari kejauhan.


"Oh iya ya" ucap Rangga berpura-pura baru melihat Tania


"Apa itu kekasihnya?" tanya Anisa ragu


"Entah aku juga baru melihatnya, sudahlah lanjutkan makanmu." ucap Rangga


Mereka pun melanjutkan makan, dalam hati Anisa senang kalau Tania juga memiliki seorang kekasih.


"Eh kak, aku ke toilet dulu ya?" ucap Tania


"Oke silahkan." jawab Rangga sambil tersenyum


Dari kejauhan melihat Tania melangkah ke arah toilet, dia pun bergegas mengikuti Tania dari belakang. setelah di dalam toilet, Tania kaget melihat Anisa sudah ada di sampingnya.


"Hei Tan, apa kabar?" ucap Anisa tersenyum ramah


"Baik." jawab Tania datar


"Tania terima kasih sudah mau mengorbankan hidupmu untuk membantu keluarga Rangga, aku tulus mengatakan ini." ucap Anisa mengawali percakapannya.


"Maksud kamu?" jawab Tania kaget mendengar ucapan Anisa


"Sudahlah lupakan, nanti kamu juga akan mengerti apa maksudku." ucap Anisa


"Tan apakah pria yang bersama kamu di Cafe ini adalah pacar kamu?" tanya Anisa penasaran


"Bukan, Anisa aku duluan ya." ucap Tania menyudahi obrolannya


Setelah keluar dari toilet, Tania langsung menatap ke semua ruangan meja makan. dari jauh Tania baru menyadari kalau sejak tadi sudah ada Rangga di Cafe ini.


"Benar, berarti Anisa sedang makan bersama Rangga. kenapa aku merasa kecewa ya? sudahlah Tania sadar, mereka memang sepasang kekasih." ucap Tania langsung melangkah pergi ke arah mejanya bersama Kevin.


"Ada apa? kenapa setelah keluar dari toilet wajahmu murung begitu, apa ada masalah?" tanya Rangga melihat raut wajah Tania berubah sendu.


"Kak ayo kita pulang." ucap Tania datar


Kevin pun mengiyakan ajakan Tania, namun di dalam mobil Kevin bingung mengapa Tania berubah menjadi diam lain dari biasanya.


"Tania mau kuceritakan kisah yang lucu lagi?" ucap Kevin sambil menyetir


"Boleh kak." jawab Tania sambil menoleh ke arah Kevin


Tania pun tertawa melihat Kevin dengan sangat antusias menceritakan hal yang lucu untuk menghiburnya. hingga tidak sadar, kalau sekarang sudah sampai di depan rumah.


"Kak terima kasih ya sudah menghiburku sedari tadi." ucap Tania saat keluar dari mobil Kevin


"Hem aku hanya bercerita, kalau kamu merasa terhibur aku ikut senang." jawab Rangga


"Apa tidak mau mampir dulu ke rumah?" ajak Tania


"Lain kali aku akan mampir." jawab Kevin sambil menatap jam di tangannya.

__ADS_1


Kevin melajukan mobilnya beranjak pulang, sementara Tania juga berjalan masuk ke dalam rumah. melihat Rangga belum juga pulang, entah kenapa Tania benar-benar merasa sedih tanpa ada sebabnya.


"Rangga kenapa aku tidak senang melihat kamu kembali bersamanya?" batin Tania sambil bersandar di sofa.


__ADS_2