
Saat sampai di rumah, Tania langsung membersihkan rumah dan memasak. entah kenapa setelah belajar memasak di rumah nenek Amirah tadi, Tania kepikiran untuk mencoba memasaknya ulang di rumah.
"Aku yakin setelah Rangga pulang nanti, dia pasti senang melihat aku memasak makanan favoritnya." ucap Tania berbicara sendiri
Setelah masakannya selesai, Tania duduk di sofa sambil menunggu Rangga pulang. namun ketika hari semakin larut malam, yang di tunggu pun tak kunjung datang.
"Apa dia tidak pulang malam ini, padahal aku sudah memasaknya dengan susah payah." keluh Tania di depan teras rumah
Akhirnya Tania mencoba menghubungi Rangga namun tidak di angkat, karena kelelahan tidak sadar Tania tertidur di kursi luar. setelah beberapa jam kemudian, terdengar suara mobil dari luar pagar yang menyadarkan tidur Tania. saat Rangga keluar dari mobil, dia kaget kenapa Tania sampai menunggunya di depan rumah.
"Rangga kamu sudah pulang." ucap Tania sambil tersenyum
"Kenapa kamu menungguku di sini?" tanya Rangga langsung membuka pintu rumah
"Aku sengaja menunggu kamu, karena malam ini aku memasak makanan kesukaanmu." jelas Tania sambil mengikuti Rangga ke dapur
"Tidak biasanya kamu begini, dari mana kamu tahu kalau aku suka makanan capcay?" tanya Rangga sambil duduk di meja makan
"Nenek kamu yang memberitahu." jawab Tania
"Masalah cincin pagi tadi aku minta maaf, lain kali akan selalu aku pakai." ucap Rangga merasa bersalah
"Baguslah, cepat cicipi masakannya pasti enak." ucap Tania dengan percaya diri
"Yakin sekali kamu." ucap Rangga sambil tersenyum mendengar ucapan Tania
Setelah di cicipi Rangga langsung memuntahkan makanannya ke wastafel, karena rasanya sangat begitu asin.
"Kenapa? apa rasanya tidak enak?" ucap Tania kaget
"Hei dengar ya, masakan kamu ini buruk sekali. lain kali tidak perlu memasaknya kalau tidak bisa." celoteh Rangga
"Tidak bisakah kamu menghargai masakan ini walau rasanya tidak enak, aku sudah bersusah payah memasaknya." ucap Tania merasa kecewa dengan perkataan Rangga
"Kalau aku bilang tidak enak, aku tidak akan memakannya." jawab Rangga
"Kenapa malam ini aku harus repot begini hanya untuk membuat masakan kesukaan kamu? aku bahkan sampai menunggu kamu pulang di depan pintu rumah." ucap Tania dengan tulus
Rangga hanya terdiam mendengar Tania berkata seperti itu.
"Apa aku sudah kerasukan hantu di dapur ini?" ucap Tania menakut-nakuti Rangga
"Apa?" Rangga kaget mendengar melihat Tania berbicara seperti itu.
"Rangga, Rangga, aku adalah hantu penghuni rumah ini?" ucap Tania mempraktekkan dirinya menjadi hantu
"Hei Tania, berhentilah. apa kamu sudah tidak waras?" teriak Rangga mulai kesal melihat tingkah Tania yang sengaja menakutinya.
Akhirnya belum sempat Rangga makan lagi, dia langsung berlalu pergi naik ke lantai atas. melihat Rangga pergi, Tania langsung tertawa karena merasa puas bisa membuat Rangga kesal malam ini. meskipun sebenarnya Tania merasa kecewa dengan sikap Rangga yang tidak menghargai masakannya sama sekali.
"Masa iya sih, rasanya gak enak." Tania penasaran dan mencicipi ulang masakannya
"Tidak terlalu buruk, dasar dia saja yang berlebihan." ucap Tania sambil melanjutkan makan.
Paginya turun dari tangga, Tania langsung berteriak memanggil Rangga di lantai bawah.dengan begitu semangatnya Tania melangkah menghampiri Rangga di dapur.
"Rangga apa kamu tahu, pagi tadi seseorang meneleponku. katanya aku akan mulai bekerja besok." ucap Tania
"Di mana?" tanya Rangga sambil memasak
"Di mall, tenant Corner lite." jawab Tania penuh semangat
__ADS_1
"Oh." jawab Rangga
"Apa ! hanya Oh saja, tidak bisakah kamu memberiku ucapan selamat?" ucap Tania merasa kesal melihat reaksi Rangga
"Memangnya kamu siapa, sampai harus kuberi selamat." jawab Rangga
Mendengar jawaban Rangga, rasanya Tania ingin sekali memukul kepala Rangga dari belakang.
"Ya ampun ada angin apa, pagi begini kamu sudah memasak sendiri?" ucap Tania baru sadar melihat nasi goreng Rangga di meja makan
"Masakan kamu sangat tidak enak, aku bosan." ucap sambil mengambil sendok untuk makan
"Apa kamu tidak akan membagi nasi gorengnya untukku?" tanya Tania melihat Rangga sudah makan sendirian
"Masak sendiri." jawab Rangga
"Baiklah selamat makan pak Rangga." jawab Tania sambil tersenyum, langsung naik ke lantai atas lagi.
Di kamar dengan perasaan bahagia, Tania membuka lemari untuk menyiapkan pakaian kerjanya besok. hampir satu minggu menganggur di rumah, karena bantuan Melly kemarin akhirnya Tania bisa di terima bekerja juga hari ini.
"Melly masuk kerja sift apa ya hari ini? aku telepon saja deh" batin Tania
"Halo Mel, lagi di mana?" tanya Tania
"Di tempat kerja Tan, sift pagi aku hari ini." jawab Melly di seberang telepon
"Pulang kerja nanti kita makan-makan yuk, aku yang traktir." ucap Tania
"Ada acara apa, tiba-tiba mau mentraktir makan." ucap Melly
"Aku di terima bekerja Mel, di tempat yang kamu tawarin kemarin." jawab Tania
"Serius? Cie selamat ya Tan, ya sudah pulang kerja nanti kita ketemuan di halte dishub saja gimana?" tanya Melly
"Oke sudah dulu ya Tan, mau beres-beres di toko. biasa, nanti kak Rangga datang ngoceh lagi melihat toko berantakan" ucap Melly
"Hhahah Oke Mel." jawab Tania sambil menyudahi teleponnya.
Setelah hari beranjak sore, Tania dan Melly pun jadi bertemu di sebuah cafe. malamnya Tania menginap di kosan dan tidak pulang ke rumah Rangga.
"Mel ngomong-ngomong Rangga sama Anisa sudah saling sapa lagi loh sekarang." ucap Tania
"Serius Tan, dari mana kamu tahu?" tanya Melly
"Kemarin aku gak sengaja lihat mereka makan bareng di cafe." jawab Tania datar
"Ya ampun aku gak nyangka, kok bisa ya?" ucap Melly
"Tan, Tania? kok kamu melamun sih?" ucap Melly melihat Tania tidak merespon perkataannya barusan
"Hah? sorry Mel, kamu ngomong apa tadi?" tanya Tania
"Lagi ngelamunin apa sih? jangan bilang kamu lagi mikirin kak Rangga sama Anisa?" tebak Melly
"Hem iya sih aku lagi mikirin mereka, seandainya mereka berbaikan sebelum terjadi pernikahan antara aku dengan Rangga. mungkin hidupku gak akan serumit sekarang" ujar Tania
"Iya juga sih Tan, kalau mereka sudah berbaikan sekarang berarti gak menutup kemungkinan kan mereka balikan lagi, secara mereka kan sudah cukup lama pacarannya." ucap Melly
"Iya Mel, tapi terserah juga sih toh pernikahanku dengan Rangga juga hanya sementara." ucap Tania
"Eh iya Tan besok hari pertama kamu kerja kan? buruan kita tidur nanti kamu kesiangan lagi." ucap Melly menyudahi obrolan sendunya malam ini
__ADS_1
Sedangkan di rumahnya, malam ini Rangga kaget melihat Tania tidak pulang ke rumah. mengingat Tania tidak memberi kabar sama sekali, akhirnya Rangga berpura-pura menonton tv sebagai alasan menunggu Tania pulang.
"Kenapa dia pulang malam ya? apa aku telepon saja?" ucap Rangga sambil memperhatikan jam di tangannya
Niat untuk menelepon Tania pun di urungkannya, karena gengsi. tidak lama kemudian Rangga tertidur di sofa karena menunggu Tania. sampai pagi tiba Rangga baru sadar melihat dirinya tidur di ruang tamu semalaman.
"Jadi dia benar-benar tidak pulang dari semalam?" ucap Rangga memeriksa seluruh ruangan
Akhirnya Rangga memutuskan untuk membuat sarapan sendiri, mengingat semalam Rangga tidak makan sama sekali. dalam hati Rangga merasa kesal dengan dirinya sendiri, mengapa bisa bertindak sebodoh itu menunggu Tania pulang sampai ketiduran di sofa.
"Aku pulang." jawab Tania di ruang tamu
Tania langsung naik ke lantai atas, sebelum masuk ke kamarnya Tania memeriksa kamar Rangga. karena melihat kamarnya kosong, akhirnya Tania bergegas turun memeriksa Rangga di dapur.
"Ya ampun aku kira kamu sudah ke Resto tadi, melihat kamar kamu tidak ada orang." ucap Tania menyapa Rangga
"Tania mulai sekarang, kalau salah satu di antara kita tidak pulang ke rumah wajib memberi kabar." ucap Rangga sambil makan
"Oh iya sorry aku lupa memberitahu kamu, apa kamu menungguku semalaman?" tanya Tania
"Memangnya aku punya banyak waktu hanya untuk menunggu kamu pulang." ucap Rangga berbohong
"Kali saja, baiklah mari saling memberitahu keberadaan kita masing-masing saat tidak pulang ke rumah." ucap Tania sambil tersenyum
"Ya ampun aku harus bergegas mandi, ini hari pertamaku bekerja aku tidak mau terlambat." ucap Tania panik melihat jam di tangannya
Setelah rapi Tania bergegas turun ke lantai bawah, akan tetapi saat hendak keluar rumah seseorang menghentikan langkahnya.
"Tania sebelum kamu pergi cuci dulu semua piring kotornya, aku tidak mau melihat dapur itu berantakan." perintah Rangga
"Aku sudah telat, nanti saja akan aku bersihkan setelah pulang bekerja." jawab Tania langsung bergegas pergi meninggalkan Rangga.
Sampai di mall karena terburu-buru Tania tidak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf, maaf" ucap Tania sambil menunduk dan langsung ingin pergi
"Tunggu ! apa kamu Tania anindiyah?" Kevin bertanya karena merasa tidak asing melihat wajahnya
"Iya, kamu siapa?" jawab Tania menoleh ke arah kevin
"Apa kabar, apa kamu tidak mengenaliku lagi?" tanya Kevin
"Eh iya kamu pak polisi yang dulu sering mampir ke kampoeng cemara kan?" ucap Tania baru sadar setelah melihat wajah Kevin
"Hem benar, apa kamu sudah pindah bekerja sekarang?" tanya Kevin
"Kak nanti aku kita sambung lagi ya, aku buru-buru sekarang." ucap Tania sambil berlari menuju pintu lift
Tidak lama kemudian Kevin mengikuti langkah Tania dari belakang, karena ingin mengatakan sesuatu sebelum Tania berlalu pergi.
"Berikan aku nomor telepon kamu yang baru, yang kemarin sudah tidak aktif lagi kan?" tanya Kevin langsung menyodorkan ponselnya di depan Tania
"Ya tuhan Kakak membuatku kaget saja, apa kakak mengikutiku sampai ke sini?" ucap Tania sambil menyimpan nomornya di Hp Kevin.
Belum sempat Kevin menjelaskan, melihat pintu liftnya sudah terbuka Tania langsung mengakhiri percakapannya dengan Kevin. dari dalam lift Tania melambaikan tangannya, sementara Kevin hanya tersenyum ramah melihat Tania.
"Dia sama sekali tidak berubah." batin Kevin sambil tersenyum sendiri membayangkan wajah Tania.
Di tempat kerjanya, Tania sangat bahagia sekali bisa bertemu lagi dengan seseorang dia kagumi selama bertahun-tahun. tetapi di dalam hati Tania penasaran kenapa Kevin bisa ada di kota ini lagi, padahal lima tahun yang lalu dia sudah pindah tugas.
"Sadar Tania dia sudah menikah, bagaimana bisa perasaan suka kamu masih sama seperti dulu?" batin Tania memukul kepalanya sendiri
__ADS_1
"Tapi kenapa dia memintak nomor ponselku lagi ya? harusnya kan sudah tidak penting." ucap Tania berbicara sendiri.