The Reason

The Reason
Part 27


__ADS_3

Nenek amirah saat bersemangat menemani tania menjalani pemeriksaan di dokter kandungan, sementara tania sangat merasa malu melihat dirinya sekarang ada di dalam ruangan asing ini.


"Bagaimana dok, apa ada tanda-tanda mengenai kehamilannya?" tanya nenek amirah.


"Belum ada bu, dia hanya kelelahan saja. pola makan kamu harus di jaga dengan teratur ya tania." ujar Dokter


"Sudah di bilang, tania baik-baik saja nek." ucap tania


Nenek Amirah kecewa setelah mendengar penjelasan dari dokter, karena tidak seperti yang di harapkannya. saat pulang ke rumah, wajah nenek amirah tampak muram.


"Bagaimana ma, apa tania baik-baik saja?" tanya Mama rita.


"Dia baik-baik saja. pegawai ini bagaimana mau hamil, pola makannya saja tidak teratur kata dokter tadi." jawab nenek Amirah sambil menatap tania di sampingnya.


Tania hanya bisa menundukkan kepala, mendengar ucapan nenek amirah. dalam hati ingin sekali tania berteriak kalau dia tidak akan mungkin hamil, karena hubungannya dengan rangga hanya sebatas pernikahan sementara saja.


"Ma tania pulang dulu ya, sudah sore." ucap Tania pelan.


"Apa tidak sekalian menunggu rangga pulang saja, biar sekalian dia menjemput kamu di sini." ujar mama rita.


"Tidak usah ma, tania naik taksi saja gpp." jawab Tania


"Oh ya sudah, tunggu sebentar mama tadi baru selesai masak. bawalah capcai ini untuk makan malam kalian di rumah nanti." ucap mama rita sambil memberikan toples makanannya.


"Baiklah, terima kasih ma." ucap tania terharu


"Iya, hati-hati di jalan tania." ucap mama rita, melihat tania membuka pintu pagarnya.


Tania menoleh sambil tersenyum ramah, melihat mama rita melambaikan tangannya dari depan rumah. tak lama kemudian, setelah sampai di rumah tania langsung meletakkan makanannya di dalam kulkas dan beranjak naik ke lantai atas mengetahui rangga akan pulang terlambat malam ini.


Di tempat lain, rangga sedang menunggu kedatangan anisa di sebuah cafe. setelah anisa datang, rangga langsung menanyakan soal cincin pernikahannya dengan tania.


"Apa hanya karena cincin ini, kamu ingin menemui aku malam ini?" tanya anisa


"Bukan begitu, sekalian aku ingin makan malam denganmu sa." jawab rangga merasa tidak enak.


"Kamu berbohong rangga, seharusnya kamu bisa berterus terang saja. aku tidak masalah dengan itu." ucap anisa sambil menyerahkan cincinnya


"Maaf aku tidak bermaksud membohongimu, aku hanya berusaha menghargai perasaan tania walau hubungan kami hanya sebatas pernikahan sementara." ujar rangga berterus terang.


"Rangga entah kenapa, aku merasa takut kalau suatu saat nanti kamu akan benar-benar menyukainya?" ucap anisa.


"Sudahlah jangan berbicara begitu, aku tidak akan menyukainya. percayalah padaku." ucap rangga dengan santai.


"Berjanjilah denganku, aku takut kehilangan kamu untuk yang kesekian kalinya rangga." ucap anisa sambil memegang tangan rangga.


"Iya aku janji." jawab rangga sambil sibuk makan.


Anisa merasa tenang setelah mendengar ucapan dari rangga barusan. selesai makan mereka pun pulang ke rumah masing- masing.


Pagi ini tania kaget melihat rangga tidak berangkat bekerja ke restorannya. selesai sarapan rangga hanya duduk santai di sofa sambil menonton tv. melihat kondisinya cukup tenang, tania berusaha memberanikan diri meminta izin untuk mengajak kevin makan siang bersama di rumahnya.


"Rangga apa kamu tidak kemana-mana hari ini?" tanya tania sambil membersihkan meja di depan rangga.


"Tidak, ada apa?" jawab rangga


"Begini apa kamu masih ingat, temanku yang pernah mencariku ke rumah kemarin?" tanya tania


"Yang mana? aku lupa." jawab rangga


"Maksudku, kak kevin." ucap tania


Mendengar kata kevin, rangga langsung menatap tajam tania.


"Kenapa memangnya?" tanya rangga penasaran.


"Dia ingin bertemu dengan kamu. jadi mumpung hari ini kamu sedang tidak sibuk, apa boleh aku mengundangnya makan siang ke rumah kita?" tanya tania ragu.


"Apa? tidak boleh ! lagian untuk apa juga dia bertemu denganku, aku saja tidak mengenalnya." teriak rangga.


"Dia mengenalku, karena itu kak kevin ingin makan siang bersama kamu juga sebagai suamiku ! " jawab tania mulai merasa kesal mendengar teriakan rangga.


"Tidak boleh, pokoknya dia tidak boleh datang ke rumah ini." tolak rangga


Mendengar rangga menolak permintaannya, tania langsung pergi melangkah ke dapur dengan perasaan kesal.

__ADS_1


"Dasar idiot, egois, aku hanya memintanya untuk makan siang bersama. apa susahnya untuk menerima ajakan itu, dia makan malam bersama anisa saja aku tidak melarangnya." umpat tania di dapur.


Sementara rangga sudah panas hati mendengar ucapan tania barusan, dia tidak habis pikir bagaimana bisa pria itu ingin makan siang di rumahnya. begitulah pemikiran rangga, dia merasa cemburu melihat tania bersama pria lain.


"Akan aku buat dia merasa tidak nyaman, setelah bertemu denganku nanti." ucap rangga merasa mememukan ide yang bagus untuk mengerjai teman tania.


"Otak udang, apa kamu sungguh ingin mengundangnya makan siang di rumah hari ini?" tanya rangga sambil tersenyum manis di depan tania.


"Iya, kenapa memangnya?" jawab tania jutek.


"Baiklah, aku berubah pikiran karena kasihan padamu. kamu pasti sangat bersemangat sekali ingin mengundangnya datang ke rumah, ajaklah dia makan siang bersama kita hari ini." ucap rangga santai


"Benarkah? kamu tidak sedang mengerjaiku kan?" ucap tania merasa aneh.


"Untuk apa melakukan itu otak udang, membuang waktuku saja. ingat jangan memasak capcay untuknya hari ini ! " ucap rangga.


"Tapi ibumu kemarin memberiku capcay, sayang kalau tidak di makan hari ini. lagian kamu tahu sendiri kan, masakanku tidak begitu enak. aku takut mengecewakannya nanti." ujar tania memikirkan kevin akan memakan masakannya nanti.


"Pokoknya masak makanan lain, kalau tidak mau batalkan saja acara makan siangnya." ucap rangga sambil melangkah pergi.


Tania merasa sangat kesal dengan keputusan rangga, padahal sudah jelas dia menyukai makanan capcay. tapi hari ini dia malah melarangnya menghidangkan menu tersebut. dengan berat hati, tania terpaksa memasak makanan baru.


"Aku tidak yakin ini enak, tapi ya sudahlah hanya ini yang bisa aku masak sekarang." ucap tania setelah selesai memasak.


Tak lama kemudian selesai berberes, tania bergegas mandi dan berpakaian rapi. sebelum memasak tadi, tania sudah menghubungi kevin untuk mengundangnya makan siang di rumah hari ini.


Di ujung sana, kevin sangat bersemangat mendengar tania mengajaknya makan siang bersama di rumahnya. saat jam makan siang tiba, kevin pun bergegas melajukan mobilnya ke rumah tania. ketika sudah hampir sampai di rumah tania, kevin tidak sengaja melihat seorang wanita berjalan kaki, memasuki perumahan resort garden.


"Aku seperti mengenal wanita itu, tapi siapa ya?" ucap kevin bertanya-tanya sendiri.


Kevin pun membunyikan klakson sambil membuka jendela mobilnya, untuk menyapa orang tersebut.


"Hai apa kamu melly sahabatnya tania? masih ingat tidak denganku?" tanya kevin bersemangat melihat seseorang yang di temuinya sekarang adalah melly.


Sementara melly sangat kaget, karena sebuah mobil tiba-tiba berhenti di sampingnya.


"Kamu kak kevin kan?" tanya melly ragu.


"Iya ini aku, temannya tania. masuklah mel biar kuantar. kamu mau kemana?" tanya kevin


"Iya kak, aku tidak menyangka akan bertemu kakak di sini. hari ini aku mau menemui tania, dia tinggal di perumahan ini sekarang." jawab melly.


"Kok sama, aku juga mau menemui tania. apa tania juga mengundang kamu makan siang bersama hari ini?" tanya rangga


"Benarkah kak? berarti aku datang di saat yang tidak tepat, sebenarnya tania tidak tahu kalau aku akan ke sini kak. aku tidak mengabarinya sama sekali." ucap melly


"Gpp, berarti kita bisa makan siang bersama siang ini. kebenaran tania ingin mengenalkan aku dengan suaminya." ujar kevin sambil tersenyum ramah


"Apa? jadi kakak tahu kalau tania sudah menikah?" tanya melly kaget mendengar kevin sudah mengetahui pernikahan tania.


"Iya sudah tahu, dan aku terlambat bertemu lagi dengan tania di saat sekarang mel." ucap kevin sambil fokus menyetir mobil.


"Hheh gak kok kak, pernikahan mereka juga tidak akan bertahan lama." ceplos melly


"Maksud kamu?" kevin kaget.


"Iya kak, pernikahan sementara yang tidak akan bertahan lama." jawab melly


"Ya tuhan, apa yang sudah aku katakan? kenapa mulutku bisa keceplosan begini?" batin melly baru menyadari kesalahannya.


"Maafkan aku tania..." ucap melly berbicara sendiri.


"Mel apa barusan yang kamu katakan itu benar?" ucap kevin


"Hhehh kak aku cuma bercanda, sungguh !" jawab melly berusaha meyakinkan kevin.


"Akan aku tanyakan langsung pada tania nanti" ucap kevin mengetes melly.


"Kak aku mohon, jangan katakan semuanya pada tania. apa lagi kalau sampai kak rangga tahu, tamatlah riwayatku." ucap melly sudah kepanikan.


"Baiklah, jelaskan semuanya pada kakak sekarang juga." pinta kevin.


"Tapi kakak janji, jangan menceritakan semuanya pada tania. kasihan dia kak." ucap melly


Kevin pun mengiyakan ucapana melly, tak lama kemudian melly terpaksa menceritakan semuanya secara detail kepada kevin. sementara di rumah tania, rangga sudah tidak sabar menunggu kedatangan kevin.

__ADS_1


"Otak udang, mana dia kenapa belum datang?" tanya rangga sudah mondar mandir di depan meja makan.


"Masih di jalan katanya, tunggulah sebentar lagi." jawab tania sambil merapikan meja makan.


"Kak kevin itu temanku, kenapa malah dia yang bersemangat sekali menunggu kedatangannya. dasar aneh ! " umpat tania di dalam hati.


Di pinggir jalan kevin merasa kaget, mendengar apa yang di jelaskan melly. kevin tidak menyangka kalau sosok tania, yang ia kenal selama ini akan berani membuat keputusan sejauh itu.


"Kak sekarang aku sangat merasa bersalah terhadap tania, janji ya kak jangan mengatakan apapun padanya saat bertemu tania nanti." ucap melly melihat mobilnya sudah terhenti di depan rumah tania.


"Iya, terima kasih sudah mau menjelaskan semuanya padaku." jawab kevin datar.


Melly langsung begegas turun dari mobil, sambil memencet bel rumah tania. ketika tania membuka pintunya, ia kaget melihat yang datang malah melly.


"Melly ! kenapa tidak memberi kabar kalau akan datang ke sini? sekarang sih rangga bos kamu lagi ada di rumah." ucap tania kaget.


"Iya aku baru tahu tadi, makannya lain kali saja mampir ke rumah kamu. ini aku bawakan makanan favoritmu, aku langsung pulang ya tan." ucap melly langsung belalu pergi setelah memberikan makanannya pada tania.


Belum sempat tania berbicara, melly sudah bergegas membuka pintu pagar rumahnya. tania bingung kenapa melly bisa sebegitu paniknya, sampai pergi dengan terburu-buru begitu.


"Hai tan, maaf datang terlambat. kenapa melly langsung pulang?" tanya kevin melihat melly melangkah keluar pagar.


"Hah? iya gpp kak, lagi ada urusan mendadak katanya. apa melly datang bersama kakak ke sini?" tanya balik tania.


"Ah iya aku lupa menjelaskan, tadi aku tidak sengaja bertemu dia di tengah jalan tan." jawab rangga.


"Oh iya, masuklah kak. maaf kalau makanannya mungkin tidak sesuai selera kakak." ujar tania sambil mempersilahkan kevin duduk di meja makan.


Siang ini kevin menatap tania dengan perasaan berbeda, semenjak mengetahui cerita pernikahannya dari melly. ternyata mendengar alasan tania menikah, jauh lebih membuat hati kevin kecewa daripada kabar pernikahan itu sendiri.


"Di mana suami kamu?" tanya kevin santai.


"Dia lagi ada di lantai atas, tunggu sebentar aku panggilkan dulu kak." ucap tania sambil tersenyum.


Tania bergegas naik ke lantai atas, melihat rangga belum juga turun saat kevin sudah tiba di rumahnya.


"Rangga, temanku sudah datang. cepatlah turun ! " teriak tania dari luar kamar.


"Iya tunggu sebentar." ucap rangga sambil merapikan penampilannya di cermin.


"Hai istriku, teman kamu sudah datang ya? baiklah ayo kita turun bersama." ucap rangga tersenyum manis sambil menggengam tangan tania.


Tania terperanjat melihat sikap rangga sekarang, yang tampak berbeda dari hari biasanya.


"Hei idiot apa yang kamu lakukan, lepaskan tanganku ! " ucap tania melepaskan tangannya dari gandengan rangga.


"Sudah diam saja, kamu tidak mau kan kalau dia sampai mencurigai pernikahan kita?" ucap rangga memberi alasan.


"Iya tapi tidak begini juga caranya, aku tidak nyaman." jawab tania merasa kesal.


"Otak udang, walau bagaimanapun kita harus bersikap layaknya seperti pasangan suami istri pada umumnya." bela rangga langsung menarik tangan tania turun ke lantai bawa.


Sepanjang menuruni anak tangga, tania berusaha bersikap setenang mungkin karena sedang ada kevin di hadapannya sekarang.


"Idiot lepaskan tanganku sekarang !" bisik tania pelan ke telinga rangga.


"Kamu kevin kan? kenalkan aku rangga putra wijaya suaminya tania, istriku tercinta." ucap rangga memperkenalkan diri seramah mungkin.


"Senang bertemu denganmu, aku kevin sahabat lama tania. terima kasih sudah mengundangku makan siang hari ini." ucap kevin mengajak rangga berjabat tangan.


"Ya ampun dia kerasukan setan apa, sampai berbicara selebay itu. aku mau muntah mendengarnya." batin tania


"Makanlah kak, hanya menu ini yang bisa kumasak siang ini." ucap tania


"Iya gpp, santai saja. masakannya juga enak kok tan." jawab kevin menatap ke arah tania.


Belum sempat tania menjawab, tiba-tiba rangga langsung menyahuti ucapan kevin begitu saja.


"Apa kamu tahu? biasanya masakan dia bisa lebih buruk dari ini." celetuk rangga.


"Benarkah?" tanya kevin kaget mendengar ucapan rangga.


Tania langsung menatap tajam rangga, karena tidak bisa menjaga ucapannya di depan kevin.


"Hahahh, aku hanya bercanda. maksudnya istriku tidak terlalu pandai memasak karena itu aku tidak menyangka kalau masakannya hari ini bisa seenak ini." puji rangga sambil tertawa menatap tania.

__ADS_1


"Dasar idiot ! awas saja kalau kak kevin sudah pulang nanti, akan kupukul dia habis-habisan. bagaimana bisa dia bersikap kekanak-kanakan begitu di depan kak kevin. membuatku malu saja ! " batin tania bertambah kesal melihat sikap rangga sekarang.


__ADS_2