The Reason

The Reason
Part 32


__ADS_3

Ketika perasaan Tania sudah membaik, Kevin langsung mengantar Tania pulang. saat akan memasuki rumah, Tania berusaha tersenyum dan menyemangati dirinya sendiri.


"Otak udang, kapan kamu pulang?" ucap Rangga langsung berdiri dari sofa.


"Baru saja, kenapa kamu jarang ke toko belakangan ini?" tanya Tania.


"Aku lagi malas ! " jawab Rangga.


"Aku tidak menyangka kalau seorang Rangga bisa berbicara begitu hari ini?" ejek Tania.


"Sudahlah tidak perlu mengataiku." ucap Rangga.


"Rangga tadi aku habis bertemu mama kamu, dan mungkin mama kamu marah denganku sekarang?" ucap Tania


"Kenapa mamaku bisa marah sama kamu?" tanya Rangga.


"Mama kamu gak sengaja, melihat aku makan siang bersama kak kevin hari ini.." ujar Tania.


"Apa ! jadi kamu bertemu Kevin siang tadi?" teriak Rangga.


"Iya maafkan aku, aku beneran gak tahu kalau mama kamu juga ada di sana." jawab Tania.


"Pantas saja saat pergi tadi, kamu sengaja gak mau memakai cincin pernikahan kita. jadi karena bertemu dia? otak udang walaupun pernikahan kita ini hanya sementara, setidaknya kamu bisa menghargai hubungan kita selama menikah !" teriak Rangga merasa kesal.


"Kenapa kamu jadi mengataiku begini? iya aku sengaja gak mau pakai cincinnya lagi. apa kamu puas ! lagian selama ini, kamu sering bertemu Anisa, aku tidak pernah marah? kamu menjemputnya kapanpun, makan bersamanya, apa aku pernah melarangmu? seharusnya kamu berkaca diri dulu sebelum bicara !" teriak Tania meluapkan segala kekesalannya.


"Aku dan Anisa memang sudah saling kenal sejak dulu, keluargaku tahu itu. sedangkan pria itu, mamaku sama sekali tidak mengenalnya. entah apa yang akan mamaku pikirkan, melihat kamu makan bersamanya hari ini." bela Rangga.


"Iya aku tahu, aku memang salah ! sekarang pikirkan, apa kamu bisa menolongku untuk menjelaskan semuanya pada mama lagi?" tanya Tania.


"Sudahlah, semua sudah terjadi. mau bagaimana lagi?" jawab Rangga.


Tania hanya terdiam dan langsung meninggalkan Rangga di lantai bawah. sementara Rangga, dia merasa kesal kenapa kevin masih terus menemui Tania. padahal jelas dia tahu, kalau Tania sudah menikah.


Akhirnya Rangga berpura-pura meminjam ponsel tania, untuk menyimpan nomor Kevin. setelah mendapatkan nomornya, Rangga langsung menghubungi kevin untuk mengajaknya bertemu di sebuah cafe.


Tak lama kemudian, mereka pun bertemu dan minum bersama. Kevin bertanya apa alasan Rangga, tiba-tiba mengajaknya bertemu.


"Lain kali tolong jangan mengajak Tania makan bersama lagi, kecuali denganku juga." ucap Rangga.


"Kenapa? apa kamu cemburu?" jawab Kevin dengan santai.

__ADS_1


"Tania sudah menikah, apa kejadian siang tadi gak cukup membuat kamu sadar?" sindir Rangga.


"Aku meminta maaf untuk masalah siang tadi, namun selain dari itu aku minta kamu juga menghargai pernikahan kamu selama bersamanya." sindir balik Kevin.


"Maksud kamu?" tanya Rangga.


"Kamu egois sekali Rangga, bagaimana bisa kamu membiarkan dua orang wanita ada di sisi kamu secara bersamaan?" ucap Kevin.


Mendengar hal itu, rangga hanya bisa terdiam.


"Jaga dia selagi masih bersama kamu, kelak kalau aku diberikan kesempatan bersamanya aku tidak akan membuat dia merasa terluka seperti sekarang !" ucap Kevin langsung berlalu pergi meninggalkan Rangga.


Rangga kesal setelah mendengar ucapan terakhir Kevin barusan, dia tidak menyangka kalau Kevin akan mengatakan hal seperti itu.


Saat pulang Tania memperhatikan raut wajah rangga yang tampak murung.


"Tania boleh aku bertanya?" tanya Rangga datar.


"Katakan saja, apa yang ingin kamu tanyakan?" jawab Tania.


"Apa kamu menyukai Kevin?" tanya Rangga ragu.


"Jelas aku menyukainya, memangnya kenapa?" ucap Tania sambil tersenyum.


"Tumben kamu berbicara begini? apa kamu sakit? wajah kamu terlihat lesu sekali." ucap tania sambil memeriksa kening rangga.


"Sudahlah lepaskan, apa yang kamu lakukan?" Rangga menepis tangan Tania.


"Iya baiklah, aku hanya mengkhawatirkan kamu saja. ngomong-ngomong saat kita bercerai nanti, kamu akan menikah dengan Anisa bukan?" tanya Tania ragu.


"Tidak tahu !" jawab Rangga langsung pergi meninggalkan Tania.


"Dia bahkan tidak mau menceritakannya denganku, padahal aku sudah tahu semuanya." umpat Tania melihat rangga pergi begitu saja.


Pagi ini Tania bergegas berberes, karena ingin merayakan ulang tahunnya bersama Melly.


Saat tania pergi, Rangga baru bangun tidur. melihat sebuah pesan tertempel di dinding kulkas, rangga baru menyadari kalau Tania sudah pergi.


"Bukankah hari ini dia berulang tahun?" ucap Rangga berbicara sendiri.


Akhirnya hari ini Rangga dengan semangat menghias taman di belakang rumah, untuk memberi kejutan pada Tania. sambil meniup semua balon, Rangga berusaha menghubungi Tania.

__ADS_1


Di ujung sana selesai bermain di mall, tania dan melly langsung pulang ke rumah. sambil membawa beberapa makanan, untuk mereka makan di rumah nanti. saat baru saja sampai di rumah, tiba-tiba Rangga menelponnya.


"Iya ada apa Rangga?" tanya Tania.


"Di mana kamu?" tanya Rangga.


"Di rumah Melly, memangnya kenapa?" tanya balik Tania.


"Jam berapa kamu akan pulang?" ucap Rangga.


"Sore nanti aku akan pulang." jawab Tania.


"Baiklah, aku tutup teleponnya." ucap Rangga.


Melihat tania akan pulang sore, Rangga bersemangat menyelesaikan hiasan tamannya. sementara mama Rita di ujung sana sudah tiba di restoran Rangga, namun melihat Rangga sedang tidak di toko akhirnya dia langsung menelpon Rangga.


"Halo Rangga kamu di mana, ini mama lagi di toko kamu?" ucap mama Rita.


"Rangga tidak ke toko hari ini ma, ada apa ma?" ucap Rangga.


"Gpp apa tania ada di rumah? mama ingin berbicara dengannya." tanya mama Rita.


"Tania sedang di rumah sepupunya, sore nanti baru pulang." jawab Rangga sambil sibuk meniup balon satu persatu.


"Oh ya sudah, mama matikan dulu teleponnya." ucap mama Rita mengakhiri percakapannya.


Akhirnya mama Rita makan sendirian di restoran Rangga, saat hendak pulang dia baru menyadari kalau tempat tinggal sepupu Tania tidak jauh dari toko Rangga. tanpa menghubungi Tania terlebih dahulu, mama Rita langsung menghampiri Tania di rumah Melly.


Sementara di rumahnya, Tania dan Melly sibuk mengobrol. sepanjang Tania bicara, dia tidak menyadari kalau mama Rita sudah berdiri di depan pintu.


"Mel gak terasa bentar lagi pernikahan kami akan berakhir, tapi aku malah sedih menunggu hari itu tiba?" curhat tania.


"Jadi setelah kalian bercerai nanti, apa kamu akan tetap tinggal di rumah itu?" tanya Melly.


"Tidak mel, mungkin aku tidak akan mengambil rumah itu sama sekali." jawab Tania datar.


"Serius kamu Tan? kamu sudah melangkah sejauh ini, bagaimana bisa kamu melepaskan semuanya begitu saja?" ucap Melly.


"Iya hanya itu yang bisa aku lakukan, untuk membalas semua kebaikan keluarga Rangga terhadapku. selama ini mereka sangat memperlakukan aku dengan baik layaknya keluarga mereka sendiri, aku sudah cukup membawa kenangan itu saat pergi nanti." ucap tania sambil meneteskan air matanya.


Lama tania menangis karena merasa sedih dengan keadaannya sendiri. sedangkan mama Rita, karena merasa pintunya tidak terkunci dia langsung masuk begitu saja ke dalam rumah Melly.

__ADS_1


"Aku dan Rangga menikah diatas kesepakatan, bukan atas dasar cinta. mungkin inilah yang namanya pernikahan kontrak, seperti apa yang aku jalani sekarang." ucap Tania.


Saat ada di dekat pintu kamar Melly, mama Rita kaget mendengar apa yang di ucapkan Tania barusan. karena terlalu syok, mama rita langsung keluar dari rumah Melly. di dalam mobil mama Rita berusaha menenangkan pikirannya. dia mencoba mencerna lagi, apa maksud ucapan Tania barusan.


__ADS_2