
Tak lama kemudian Mama Rita berencana ingin menelpon Rangga, karena ingin memastikan langsung mengenai apa yang di ceritakan nenek Amirah tadi. namun sudah berapa kali Mama Rita menghubungi Rangga tapi tidak di angkat.
"Sudahlah lebih baik kita ke toko Rangga, biar kamu bisa melihat sendiri sih pegawai pacarnya Rangga" ucap nenek Amirah
"Apa Rangga tidak akan marah ma, kalau kita mendadak ke tokonya sekarang?" jawan Mama Rita ragu
"Tenang saja, Rangga tidak akan berani marah kalau neneknya yang langsung datang ke sana" jawab nenek Amirah sembari merapikan penampilannya
Akhirnya karena penasaran, Mama Rita jadi mau datang ke toko bersama nenek Amirah. sampai di Resto Lapizza Mama Rita langsung menanyakan Rangga pada kasir.
"Bisa tolong panggilkan Rangga?" ucap Mama Rita sambil tersenyum ramah
"Ada perlu apa ya bu?" tanya dawiyah sopan
"Sudah panggil saja, bilang pada Rangga kalau mamanya datang" sahut nenek Amirah yang sudah duduk di meja
Mendengar apa yang di katakan nenek, Dawiyah baru sadar kalau yang bertanya sekarang adalah Mama Rangga. baru saja Dawiyah akan naik ke lantai atas, tetapi yang mau di panggil sudah tahu kalau Mama Rita dan nenek Amirah sudah ada di Resto.
"Mama ngapain sih ke sini? pagi tadi kan Rangga udah bilang, akan pulang nanti malam" gerutu Rangga
"Bukan begitu Rangga, nenek kamu yang mengajak mama datang ke sini. lagian mama mau nanya hal penting sama kamu?" ucap Mama Rita
"Kenapa ma?" Rangga yang sudah mulai curiga melihat neneknya
"Apa benar yang di ceritakan nenek sama mama, kalau kamu menjalin hubungan dengan pegawai kamu sendiri?" tanya Mama Rita
"Jadi nenek masih tidak percaya dengan penjelasan Rangga kemarin? ya ampun nenek, harus berapa kali lagi sih Rangga bilang kalau apa yang nenek lihat kemarin itu hanya salah paham" ucap Rangga sambil menatap nenek Amirah
"Maksud kamu Rangga? salah paham bagaimana?" jawab Mama Rita
"Sudah Rangga, mengaku saja ! jelas-jelas nenek melihat kamu di lantai atas sama pegawai itu" sahut nenek
"Udahlah ma, gak usah dengerin omongan nenek ! kemarin itu cuma salah paham, nenek aja yang sembarangan mengambil kesimpulan" bela Rangga
"Iya ma, coba kita dengarkan dulu penjelasan Rangga lagi ya" mama Rita memberi saran
Dan setelah langsung mendengar penjelasan dari Rangga, mama Rita tenang dan lebih meyakini ucapan Rangga. sementara nenek Amirah tetap meyakini apa yang dia lihat. Rangga hanya geleng-geleng kepala mendengar neneknya yang tetap keras kepala mengatakan Tania pacarnya.
"Mana si pegawai?" tanya nenek melihat di meja kasir tidak ada Tania
"Pegawai yang mana ma?" Mama Rita bingung pegawai mana yang di tanya nenek Amirah
"Itu ma, yang Rangga ceritain barusan" jawab Rangga
"Mama ini sembarangan saja menyebut namanya pegawai, dia juga punya nama" ucap Mama Rita
"Tania nek namanya, bukan pegawai" sahut Rangga
Nenek Amira hanya diam saat Rangga menyebut nama Tania.
Akhirnya mama Rita dan nenek Amirah bergegas pulang setelah cukup lama berbicara dengan Rangga. sampai di rumah mama Rita langsung menjelaskan semuanya dengan Papa Hermawan.
------
Siang ini Tania dan Melly berangkat bekerja dengan wajah yang tidak bersemangat. lain halnya dengan Dawiyah yang sudah menantikan mereka datang.
"Eh Mel, Tan, tahu gak pagi tadi Mama nya kak Rangga datang ke sini" Cerita Melly
"Apa? beneran Daw? terus gimana?" tanya Melly penasaran
"Gak tahu sih, kayaknya cuma ngobrol biasa. tapi ngomong-ngomong Mama nya kak Rangga cantik juga ya, mana ramah banget lagi" celoteh dawiyah
"Beneran mba?" sahut Tania
"Iya Tan, beda banget sama nenek nya kak Rangga" balas Dawiyah
"Hahah, kalo yang itu mah jangan di tanya" sahut Melly membayangkan wajah nenek Amirah
Mereka jadi kompak tertawa, saat membahas nenek Amirah
Ketika waktu sudah beranjak pada pukul 19.00 Wib , Rangga sudah bergegas pulang karena mengingat pesan Mama nya harus makan malam di rumah.
"Mel nanti kalo mau laporan sales malam ini, tolong langsung Rekap juga ya ! soalnya malam ini aku gak akan pulang ke toko" pesan Rangga sebelum keluar toko
"Iya kak" jawab Melly
"Eh Mel, mobil kak Rangga gak ada lagi parkiran, apa dia udah keluar ya? " tanya Tania keluar dari Toilet
"Iya Tan, barusan kak Rangga bilang mau pulang ke rumah" jawab Melly
__ADS_1
"Mel bebas kita malam ini, kerja tanpa di awasin kak Rangga" sahut Tania
"Hahah iya Tan. toko lagi sepi nih waktunya karaokean, walaupun gak ada mikrofon nya" ajak Melly bersemangat
Sementara sampai di rumah, Rangga langsung mandi dan ikut duduk makan bersama nenek, Mama, dan Papa nya.
"Rangga, apa benar yang di ceritakan Mama kamu itu cuma salah paham?" tanya Papa Hermawan
"Sudahlah Pa, tidak perlu di bahas lagi" Mama Rita menimpali
"Iya baguslah.. jangan sampai kamu bikin malu keluarga, Rangga !" tegas papa Hermawan
Sementara Rangga hanya diam saja, karena mulai merasa tidak nyaman terus membahas kejadian yang sudah berlalu.
Ketika mereka sudah makan malam, tak berapa lama kemudian Radit teman Rangga datang.
"Malam Om?" sapa Radit di depan pintu
"Eh kamu masuk dit, mau ketemu Rangga ya? naik aja, Rangga di lantai atas dit" ucap Papa Hermawan
"Oke Om, radit naik ya?" Radit langsung berjalan naik ke atas
Saat di kamar, Rangga dan Radit sibuk mengobrol karena sudah lama tidak bertemu.
"Eh bro, kamu datang gak di pernikahan Tama nanti?" tanya Radit
"Belum tahu, males banget mau datang" jawab Rangga
"Ya elah bro, udah di undang juga. gak enak tahu kalo gak datang" saran Radit
"Ntar aku pikirin lagi !" balas Rangga
Sebenarnya Rangga mau datang tapi Rangga takut akan bertemu Anisa lagi di sana, karena Rangga tahu kalau Anisa juga sahabat Tama sejak zaman sekolah.
-------
Saat waktu beranjak pagi, Rangga sudah ada di jalan mengantar orang tuanya ke bandara. hari ini orang tuanya pamit pulang ke luar kota lagi lantaran banyak urusan bisnis orang tuanya di sana, jadi Mama Rita sendiri tidak bisa lama-lama tinggal di rumah nenek Amirah.
Sebelum ke Resto Lapizza, Rangga sudah menitip pesan dengan Melly. sianh saat Tania datang nanti Rangga menyuruhnya untuk membersihkan ruangan lantai tiga karena sudah berapa hari Rangga tidak sempat membersihkan ruangan itu.
Tania pun setelah datang ke Resto, langsung bergegas naik ke lantai atas untuk membersihkan ruangan yang di perintah Rangga pagi tadi.
Setelah hampir selesai mebersihkan ruangan, Tania yang berada di meja baru saja akan melangkahkan kakinya keluar. tiba-tiba Rangga datang membawa membawa laptop dan dokumen di tangannya .
Belum sempat berbicara, Tania langsung sigap mengambilnya dari tangan Rangga.
"Kak laptopnya taruh di mana?" tanya Tania
"Bawa turun saja ! ada temanku Radit di bawah, berikan laptop itu padanya" perintah Rangga
Tania langsung turun sembari membawa laptopnya.
"Kak Radit ya?" tanya Tania
"Iya, Rangga nya mana?" Radit balik tanya melihat laptop ada di tangan Tania
"Masih di atas kak" jawab Tania sembari meletakkan laptopnya ke meja
Tidak lama kemudian Rangga turun menghampiri Radit. mereka pun lama mengobrol mengenai join bisnis baru yang akan mereka jalankan nanti.
"Mel aku ragu mau ngomong nya nih, Di izinin gak ya sama kak Rangga?" tanya Tania ragu
"Gak tahu, coba aja dulu Tan" saran Melly
Akhirnya Tania memberanikan diri untuk minta izin libur minggu besok, karena Tania akan menghadiri acara pernikahan sahabat lama nya.
"Permisi kak, Tania mau izin libur besok boleh gak kak?" ucap Tania
"Ada urusan apa? kalau tidak terlalu penting aku gak bisa kasih izin, kamu tahu sendiri di sini tidak ada yang boleh libur di hari weekend !" jawab Rangga
"Gini kak, besok hari pernikahan sepupuku kalau aku gak datang gak enak sama keluargaku yang lain kak" ucap Tania
Tania terpaksa berbohong, karena kalau menyebut pernikahan sahabatnya mungkin Rangga tidak akan mengizinkannya. setelah lama berfikir akhirnya Rangga memberi izin.
Ketika sudah mendapat izin, Tania dan Melly langsung bergegas pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.15 Wib.
Pagi ini Tania sudah berdandan rapi, semangat menghadiri pernikahan sahabatnya.
"Cie yang libur hari ini, rapi banget Tan" sahut Melly melihat Tania sudah berdandan rapi
__ADS_1
"Hheh iya dong Mel, eh gimana cocok gak aku pake baju ini?" Tania meminta saran
"Bagus kok, eh Tan kamu perginya sama siapa?" tanya Melly penasaran
"Sama temen yang lain, secara aku kan dari dulu jomblo mulu" jawab Tania sambil tersenyum
"Hhaha, makannya cari cowok sana ! umur udah segini gimana mau nikah kalo pacaran aja belum pernah?" Melly mengejek
"Santai aja Mel, lagian aku juga belum kepikiran mau nikah" ujar Tania
"Ya elah Tan, gak bosen apa sendirian terus?"
Tania hanya tertawa mendengar apa yang di ucapkan Melly . di akuinya, dari sejak sekolah SMA sampai bekerja sekarang, Tania tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun.
Waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 Wib , Tania bersama teman nya sudah ada di tempat pesta. mereka sibuk berfoto bersama pengantin sembari memberi ucapan selamat untuk sahabatnya, Nanda.
Dari depan gedung, Rangga datang ke pesta bersama Radit. Rangga terpaksa datang ke pesta karena merasa tidak enak dengan teman sekolah nya dulu.
Dari kejauhan, mata Rangga tidak sengaja melihat Anisa sedang bergandengan tangan dengan seorang pria yang tidak Rangga kenal. sontak hati Rangga pun merasa cemburu melihat kemesraan mereka berdua.
"Melihat apa sih bro? fokus amat ! " ucap Radit
Radit kaget ketika melihat Anisa dengan seorang pria. Radit baru sadar ternyata yang di perhatikan Rangga dari tadi adalah Anisa.
"Udah bro, gak usah di lihatin terus kalian kan udah putus" Ucap Radit
Sebenarnya dalam hati, Rangga masih mencintai Anisa. Rangga berada dalam sebuah di lema antara tidak mau menerima Anisa lagi namun Rangga juga merasa cemburu sekarang bila melihat Anisa dekat dengan pria lain.
Saat Tania masih sibuk berfoto dengan pengantin wanita. tak lama kemudian Radit mengajak Rangga untuk menemui sang pengantin pria sahabat Rangga, untuk memberi ucapan selamat kepada Tama dan Nanda.
"Eh bro, cewek baju putih itu pegawai kamu kan kalo gak salah?" Radit melihat Tania dari kejauhan
"Ngapain tuh anak di sini?" tanya Rangga
"Ya elah, menghadiri acara pernikahan lah Rangga. emangnya mau ngapain lagi kalo bukan untuk itu ! " jawab Radit sekena nya
"Maksud aku emang Tama keluarga nya? atau dari sebelah istri Tama kali ya?" selidik Rangga
"Udah deh, dari pada nebak gak jelas mending tanya langsung" saran Radit
Sementara Anisa tak mau kalah untuk membuat Rangga cemburu, sebenarnya Anisa tahu kalau Rangga melihatnya dengan tatapan kecewa. namun Anisa tetap tenang berpura-pura seakan tak melihat Rangga.
Hari ini niat Anisa datang memang hanya untuk memberi ucapan selamat kepada Tama. tapi melihat Rangga juga ada di pesta ini, Anisa jadi ingin tahu apakah Rangga akan cemburu bila melihat dirinya dekat dengan pria lain.
Tania sibuk tertawa sampai tidak melihat kalau Rangga sudah ada di sampingnya.
"Gawat ! itukan sih Rangga, ngapain dia di sini? mana kemarin aku izin liburnya bohong lagi. semoga aja, Rangga gak tahu kalau Nanda itu temanku bukan keluargaku" batin Tania panik melihat Rangga sekarang sedang bersalaman dengan sahabatnya.
"Udah gak usah sok menghindar ! aku udah lihat kamu dari tadi" sindir Rangga
"Heheh, maaf tadi aku gak lihat kalau ada kak Rangga juga di sini" jawab Tania sambil tersenyum seramah mungkin padahal dalam hati panik
"Oh jadi sih Nanda, sepupu yang kamu bilang kemarin" tanya Rangga sinis
"Iya kak, dia sepupuku" jawab Tania kaku
"Bro aku ke toilet dulu ya, kebelet nih ! " sahut Radit
"Iya pergi sana" jawab Rangga
"Kak aku juga permisi ya, mau turun ngambil makanan" ucap Tania sudah mau mencari alasan untuk menghindari Rangga
"Minggir, aku duluan turun ! " ucap Rangga dingin
"Ya Ampun, sabar Tania ! kalau bukan pemilik Resto Lapizza, udah aku teriakin tuh orang" Tania menggerutu sambil menatap Rangga dari belakang
Tak lama kemudian Anisa juga berjalan ke arah makanan, sengaja ingin menyapa Rangga.
"Rangga, ternyata kamu datang juga ya? aku baru lihat " ucap Anisa setenang mungkin
Rangga hanya terdiam mengabaikan Anisa.
"Kamu pegawai Rangga kan? aku pernah lihat kamu kemarin di Resto" Anisa menyapa Tania dengan ramah
"Iiy...." baru Tania mau menjawab sudah di potong Rangga
"Iya dia pegawaiku sekaligus pacarku juga, iya kan Tania?" Rangga sambil meletakkan tangan nya di pundak Tania
"Bukk...." Tania kaget melihat Rangga langsung menyentuh pipinya
__ADS_1
"Tania, bagaimana bisa ada sisa makanan di dekat pipimu. sini aku bersihin" ucap Rangga santai
Sementara Anisa sangat kaget. orang yang ingin dia buat cemburu, malah dirinya sendiri yang jadi cemburu.