
Siang ini dari kejauhan sana seseorang sudah sibuk merapikan penampilannya, karena ingin menemui Rangga.
"Hai maaf mau tanya mba, Rangganya lagi ada di toko gak sekarang?" tanya Anisa
"Oh ada mba" Melly tersenyum ramah.
"Bisa tolong panggilkan? bilang saja saya mau bertemu dengannya." ucap Anisa dengan ramah.
Tak lama kemudian Tania naik ke lantai atas untuk menyampaikan pesan dari Anisa, wanita yang sedang menunggu di bawah sekarang.
"Aduh sebenarnya masih males banget harus lihat muka Rangga lagi, siapa ya wanita tadi? lagian kenapa dia gak langsung menghubungi Rangga saja sih? gak mungkinkan kalau wanita itu gak punya nomor ponselnya." batin Tania.
"Permisi kak?" ucap Tania setelah ada di dapur produksi.
"Ada apa?" Ucap Rangga
"Ada orang mau bertemu kakak di bawah." jawab Tania.
"Siapa?" tanya Rangga.
"Aku lupa tanya nama tadi kak." jawab Tania.
"Oke tunggulah, sebentar lagi aku turun." ucap Rangga.
Tak berapa lama kemudian, akhirnya Rangga turun. namun belum sempat menghampiri wanita itu di meja, langkah Rangga terhenti melihat yang datang adalah Anisa. dengan wajah yang kaku, Rangga menghampiri Anisa.
Sementara Anisa berusaha bersikap setenang mungkin, melihat Rangga sudah ada di depannya sekarang.
"Rangga sudah lama kita gak ketemu, bagaimana kabar kamu sekarang?" sapa Anisa.
"Seperti yang kamu lihat saat ini, kabarku baik." jawab Rangga datar.
"Syukurlah, aku juga mau meminta maaf karena waktu aku pergi begitu saja tanpa pamit dengan kamu." ucap Anisa merasa bersalah.
"Kenapa baru meminta maaf sekarang? sudahlah gak perlu di ungkit lagi." jawab Rangga tanpa menatap wajah Anisa.
"Iya aku terlambat mengatakannya, kuharap kamu mau menerima permintaan maafku sekarang." ucap Anisa.
"Tidak perlu meminta maaf lagi, aku sudah melupakan semuanya. aku sedang sibuk sekarang, kalau sudah tidak ada lagi yang kamu bicarakan aku harus pergi." ucap Rangga.
"Baiklah, maaf sudah mengganggu waktu kamu hari ini." jawab Anisa berusaha tersenyum, menutupi kesedihannya.
Akhirnya Anisa langsung pergi meninggalkan Rangga, sementara Rangga dengan perasaan kecewa langsung berlalu naik ke lantai atas.
"Mel kayaknya lagi galau nih bos kita?" celetuk Tania
"Iyalah Tan, gimana gak galau mantan kak Rangga tiba-tiba datang lagi sekarang." jawab Melly.
"Oh dia mantannya sih Rangga ya?" ucap Tania sambil mengingat wajah Anisa.
Tania dan Melly kaget tiba-tiba Rangga sudah ada di belakang mereka.
__ADS_1
"Mel bisa bantu kakak nyusun dokumen bentar di lantai atas?" Rangga bicara dari tangga
"Dia denger omongan aku tadi gak ya?" Batin Tania khawatir.
"Iya kak cuma Tania gpp sendiri di bawah kak? soalnya Dawiyah kan sudah pulang sore tadi?" Melly yang bingung meninggalkan Tania sendiri.
"Oh iya, Tania gak bisa ngasir? ya sudah kamu aja Tan bantu kakak biar Melly di bawah." jawab Rangga.
"Iya kak !" jawab Tania.
Setelah Tania naik ke lantai atas, Rangga langsung menyerahkan setumpuk dokumen.
"Nih tan kamu susun dokumennya per halaman !" perintah Rangga sembari menatap layar ponsel.
"Oh iya kak." jawab Tania.
"Oh iya buku di sana tolong simpan semuanya ke dalam kardus juga Tan !" ucap Rangga.
"Sebanyak itu harus di masukin kedalam kardus?" batin Tania mengeluh melihat tumpukan bukunya banyak sekali.
"Baik kak." jawab Tania datar.
Rangga yang sedari tadi melamun di depan laptop, tiba-tiba tersadarkan dengan suara Alarm di ponselnya.
"Hari ini tgl berapa ya?" Rangga berbicara sendiri.
"Apa kak?" Tania langsung menoleh pikirnya Rangga bertanya sesuatu.
"Kok aku bisa lupa sih kalau hari ini jadwal ke rumah nenek? bisa ngoceh mama nanti kalau aku ketahuan telat datang." Batin Rangga merutuki dirinya sendiri
Rangga akhirnya bergegas merapikan semua barang di meja kerja, melihat Tania belum selesai akhirnya Rangga memutuskan untuk meninggalkan Tania di ruang kerjanya sendiri.
"Tan kalau sudah nanti letakkan di meja itu saja ya, tolong tutup pintunya kalau sudah selesai." jawab Rangga sambil mengambil kunci mobil.
"Iya kak." jawab Tania
"Akhirnya pergi juga si Rangga, pengap banget aku satu ruangan sama dia dari tadi." batin Tania senang.
Saat Rangga sudah keluar, Tania pun menghentikan aktifitasnya sejenak. Tania berdiri menatap meja kerja Rangga dan tidak sengaja menemukan foto Rangga.
"Foto Rangga masih kecil jelek banget ya?" ejek Tania sambil tertawa
sembari menatap sebuah foto, Tania melihat buku diary Rangga dan kaget kalau seorang Rangga bisa memiliki buku diary juga.
"Hem aku fikir dia menulis semua tentang hidupnya di sini, ternyata cuma catatan harian promosi toko !" batin Tania kecewa tidak menemukan isi tulisan yang menarik di buku Rangga.
Saat sudah selesai mengerjakan tugas dari Rangga, Tania langsung bergegas turun.
"Sudah selesai Tan?" tanya Melly.
"Sudah Mel, capek banget." jawab Tania datar.
__ADS_1
"Cuma nyusun dokumen kan?" tanya Melly.
"Iya habis nyusun dokumen, disuruh masukin buku ke dalam kardus. mana bukunya banyak lagi Mel, apa gak pegal semua tanganku?" keluh Tania.
"Untung bukan aku yang disuruh tadi !" jawab Melly sambil tersenyum.
"Eh sih Rangganya sudah pergi ya? semoga saja pulangnya malam." ucap Tania melihat mobil Rangga sudah tidak ada lagi di depan toko.
"Iya Tan sudah pergi dari tadi, bisa santai kita di toko." sajut Melly.
Melihat suasana toko sepi, tiba-tiba bayu turun dari lantai atas.
"Tumben kamu turun bayu?" tanya Tania.
"Iya nih, bosen kalau toko lagi sepi gini." ucap bayu.
"Bosen apanya, bisa santai tahu." sahut Melly.
"Iya benar banget, kalau rame kita jadi gak bisa istirahat bayu." ucap Tania.
"Btw siapa orang yang mau bertemu kak Rangga tadi?" tanya Bayu penasaran.
"Anisa mantannya kak Rangga, masih ingat gak kamu?" jawab Melly.
"Serius ! Anisa yang datang?" jawab bayu kaget.
"Kok kamu jadi kaget gitu?" tanya Melly.
"Terus gimana mereka ngobrol kayak biasa ya?" tanya balik bayu.
"Iya cuma kita gak kedengaran, orang ngobrolnya di meja luar." ucap Melly.
Tidak berapa lama kemudian, pelanggan datang menghentikan aktifitas mereka yang sibuk bergosip dari tadi. selesai mengantarkan pesanan konsumen, Tania malah membahas foto Rangga yang tidak sengaja dia lihat di ruangan kerja Rangga tadi.
"Mel kamu tahu gak tadi aku gak sengaja, melihat foto sih Rangga waktu masih kecil. jelek banget Mel !" ucap Tania sambil tertawa.
"Coba kamu foto tadi, biar aku bisa lihat juga. kamu nemu di mana fotonya Tan?" tanya Melly.
"Dalam laci meja kerjanya." jawab Tania.
"Berani banget kamu memeriksa lacinya kak Rangga, aku saja gak berani Tan." ucap Melly.
"Hahah mumpung orangnya tadi lagi keluar, terus ada buku diary juga Mel?" ucap Tania.
"Serius kak Rangga punya buku diary? isinya apa saja? aku jadi penasaran." jawab Melly antusias.
"PROMOSI !" jawab Tania santai.
"Maksud kamu promosi penjualan toko? aku kira curhatan dia." jawab Melly.
"Hahah iya Mel aku juga mikir gitu tadi." ucap Tania sambil tertawa.
__ADS_1