
Matahari sudah menembus terang di jendela kaca. sementara Tania masih mengawang di alam mimpinya berbeda dengan Melly yang sudah sibuk foto sana sini di depan rumah kost mereka yang cukup luas dan pohonnya menghijau tertata rapi.
"Sudah jam berapa sekarang? kok bisa bangun sesiang ini sih." Tania sambil menatap layar ponsel
"Entah kenapa mau kerja hari ini rasanya males banget, mana minggu ini belum dapat libur lagi." batin Tania sambil bangun dan menatap wajahnya di cermin
"Eh sudah bangun kamu Tan? tumben hari ini bangunnya siang banget? aku tadi rencana mau ngajak lari pagi, eh gak jadi melihat kamu tidurnya lelep banget." ucap Melly sambil menatap layar ponsel
"Heheh iya ya mel, habisnya aku kemaleman tidur Mel." sahut Tania yang baru keluar dari kamar mandi
"Eh aku semalam buat status deh kalo gak salah, cek ah !" batin Tania sambil mengeringkan rambutnya.
"Pantes Tan !" jawab Melly.
"Mel kemarin malam aku habis kena semprot lagi sama si Rangga, aku juga kesel banget sama si dawiyah mel" curhat melly sambil mengingat kejadian semalam
"Kok Dawiyah juga? masalahnya apa Tan? Melly yang langsung menatap wajah tania sambil mengambil handuk untuk mandi.
"Gara-gara pembersih lantai ! aku tuh jelas sudah nanya dulu sama mba Dawiyah, boleh dipakai gak tuh pembersih lantai? mba Dawiyah bilang iya pakai saja, yasudah deh aku pakai. nah waktu Rangga datang aku langsung dimarahin, mana mba Dawiyah juga kasih penjelasan yang salah lagi." ujar Tania.
"Oh iya sorry Tan aku juga lupa bilang, kalau merk pembersih lantai itu emang gak boleh dipakai waktu ACnya lagi nyala. pantes kak Rangga ngoceh Tan. tapi kok bisa Dawiyah bilang gitu? apa dia salah denger kali Tan, waktu kamu ngomong !" ucap Melly.
"Entahlah Mel." jawab Tania datar.
Melly pun beranjak masuk ke kamar mandi, lantaran melihat Tania sudah merebahkan badan di ranjang dengan wajah kalutnya.
"Eh aku tadi mau cek status kan? sampe lupa" batin Tania sambil berusaha tersenyum melupakan kejadian semalam
"Ya ampun ! aduh gimana ini? kok aku bisa seceroboh ini sih? benar-benar berakhir hidupku hari ini !" wajah panik Tania sambil memanggil melly di kamar mandi
"Kenapa sih Tan? teriak, teriak dari tadi !" sahut Melly dari kamar mandi
__ADS_1
Tania sudah tidak menanggapi sahutan Melly lagi, lantaran sudah bingung memikirkan apa tanggapan Rangga nanti melihat celotehan Tania di status WA tersebut.
"Ya tuhan kalau hari ini aku langsung di pecat sudah deh pasrah saja ! kenapa semenjak kerja di sana aku selalu bikin masalah sih?" batin Tania kesal.
Pikirnya mungkin kata maaf tidak akan mau di terima Rangga lagi, apalagi mengingat Tania semalam sudah dimarahi habis-habisan oleh Rangga.
"Kenapa sih Tan tadi manggil-manggil? sudah tau aku lagi mandi." Melly yang sambil keluar dari kamar mandi.
"Mel kamu baca deh statusku semalem, kira-kira apa respon pertama kamu?" ucap Tania.
Melly pun bergegas mengambil ponsel dan membaca status Tania dengan biasa saja.
"Lebay tuh status kamu Tan !" Melly tertawa.
"Aduh Mel bukan masalah lebaynya, aku tuh benar-benar lupa kalau nomor ponsel Rangga sudah ke save kemarin dan parahnya tuh anak pake ngebaca statusku lagi." Tania sambil meletakkan tangannya ke pundak Melly.
"Seriusan kamu tan?" Melly kaget.
"Hem itulah buruknya kamu ini ya Tan, sudah hobby bikin masalah eh mau lari dari masalah lagi. saran aku mending hari ini kamu langsung minta maaf saja deh." saran Melly.
"Bukannya gitu Mel, tapi aku benar-benar gak ada nyali mau minta maaf. jangankan ngomong, mau lihat mukanya saja aku sudah pengap banget." curhat Tania.
"Ya mau bagaimana lagi Tan? kalau kamu gak masuk kerja nanti akibatnya lebih parah lagi loh, minimalkan kamu sudah ada niat buat minta maaf. siapa tahu aja mood kak Rangga lagi bagus hari ini?" jawab Melly.
Tania akhirnya mendengarkan saran dari Melly, ketika mereka tiba di tempat kerja Tania sudah sibuk latihan komat kamit buat berbicara dengan Rangga nanti. bagi Tania memberanikan diri menghadap Rangga sekarang, sama seperti mempertaruhkan hidupnya saat ini.
Di ruangan kerjanya, Rangga malah sedang kalut memikirkan pesan Anisa semalam. sementara Tania sekarang sudah ada di depan pintu kerja Rangga, memberanikan diri untuk meminta maaf.
"Permisi kak..." ucap Tania di depan pintu.
"Siapa?" sahut Rangga sambil mengecek CCTV dari dalam kamarnya.
__ADS_1
"Kak aku boleh ngomong sebentar gak? soalnya agak penting kak." ucap Tania ragu.
"Apa dia mau berhenti bekerja ya? karena habis dimarahin kemarin." batin rangga.
Dengan terpaksa karena kata penting, Rangga membuka pintu dan menyuruh Tania masuk.
"Duduklah, apa yang ingin kamu bicarakan?" ucap Rangga santai.
"Begini kak aku mau meminta maaf atas masalah yang aku buat semalam dan..." Tania langsung menghentikan ucapannya antara ragu dan takut.
"Dan? dan apa?" tanya Rangga
"Dan statusku yang semalam aku tidak bermaksud begitu kak, kedepannya aku tidak akan melakukan kesalahan itu lagi kak, aku janji !" kedua tangan Tania sudah memohon, dengan wajah penuh penyesalan.
"Kalau masalah kemarin aku sih sudah gak mau ngebahas lagi ya Tan, karena menurut aku masalah besar ya dikecilkan dan masalah kecil ya dihilangkan. simpel saja Tan ! dan untuk status yang kamu bilang tadi sebenarnya aku tidak ada masalah. hanya saja kalau kamu bisa lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial, itu lebih bagus juga buat kamu sendiri." ucap Rangga.
"Iya maaf ya kak, lain kali aku akan berusaha bekerja dengan lebih baik lagi kak" ucap Tania.
"Oke sudah gak lagi ada yang mau dibahas kan? aku banyak kerjaan sekarang !" ucap Rangga sambil melihat jam dinding.
"Eh iya kak, makasih kak sebelumnya." jawab Tania.
" Akhirnya selesai juga masalahku ! aku fikir siang ini bakal dimarahin lagi, ternyata responnya biasa saja." batin Tania sambil tersenyum.
"Tan kamu habis menghadap kak Rangga ya?" sapa Bayu melihat Tania turun dari lantai tiga.
"Iya kak, habis menyelesaikan masalah." ucap Tania sambil tersenyum.
"Ya elah Tan baru kerja sudah buat masalah kamu !" ucap Bayu.
"Hem iya kak, sial banget aku kemarin..." curhat Tania.
__ADS_1
Belum sempat Tania menjelaskan, tiba-tiba Rangga sudah menyusul Tania turun ke dapur produksi untuk memeriksa pekerjaan mereka. Tania langsung menghentikan ucapannya dan bergegas turun ke lantai bawah. sementara di dapur, suasana langsung menjadi hening ketika Rangga ada di depan mereka.