The Reason

The Reason
Part 18


__ADS_3

Pagi hari ini Tania sudah bergegas mengerjakan tugas rumah karena akan pergi interview kerja. dengan penuh semangat Tania meletakkan semua makanan ke meja untuk sarapan pagi.


"Apa sarapan pagi sudah di siapkan?" tanya Rangga yang baru turun dari lantai atas


"Baru selesai." jawab Tania sembari duduk untuk sarapan


Saat mereka makan bersama, Rangga memperhatikan pakaian Tania yang begitu rapi.


"Kamu mau kemana? pagi begini sudah serapi itu." tanya Rangga penasaran


"Aku mau melamar kerja, kemarin ada info loker di sebuah mall." jawab Tania


"Oh." ucap Rangga


"Kalau nanti di terima bekerja, aku tidak akan mengerjakan semua tugas rumah lagi. bersiaplah untuk mencari pembantu baru di rumah ini Rangga." ucap Tania sambil tersenyum percaya diri


"Hah, yakin sekali kamu akan di terima bekerja di sana. palingan kamu datang nanti cuma di suruh interview, jangan terlalu percaya diri dulu Tania." jawab Rangga


"Iya lah harus yakin dong, sudah ya aku mau pergi dulu selamat tinggal." ucap Tania langsung beranjak pergi


Setelah Tania pergi, Rangga tersenyum sendiri Melihat tingkah Tania yang terlalu yakin akan di terima bekerja.


Di dalam Mall Tania kaget melihat antrean untuk interview panjang sekali. pikirnya hanya ada beberapa orang yang akan melamar bekerja di tempat itu, rupanya lebih banyak dari yang dia bayangkan. hampir satu jam Tania menunggu giliran untuk masuk ke ruangan interview dan apesnya lagi, Tania sekali di panggil untuk mengikuti interview malah gagal.


"Maaf usia pelamar bagian Pramuniaga maksimal 23 tahun. anda belum bisa mengikuti interview di bagian ini." ucap HRD dengan sopan


Seketika Tania merasa malu dan kaget karena tidak membaca syarat usianya terlebih dahulu saat mengajukan surat lamaran kerja. mendengar apa yang di ucapkan HRD, Tania hanya bisa meminta maaf dan pergi melangkah keluar pintu. akhirnya Tania pulang ke rumah dengan perasaan kecewa karena tidak memenuhi syarat sebagai pelamar pekerja di toko tersebut.


Tania masuk ke rumah dari pintu belakang dan tidak sengaja melihat Rangga sedang duduk santai di ayunan sambil membaca buku.


"Aduh ada dia lagi, apa Rangga hari ini tidak bekerja ya?" batin Tania bertanya sendiri


"Minggir." ucap Tania menggeser tempat duduk Rangga karena ingin duduk di ayunan juga


Rangga kaget melihat Tania pulang dengan wajah kecewanya, dalam hati Rangga sudah menebak kalau Tania tidak lolos interview hari ini.


"Melihat aura wajah kamu yang muram begitu, aku yakin kamu tidak di terima bekerja di sana." ucap Rangga mengejek Tania sambil mengipaskan bukunya.


"Sok tahu sekali kamu." jawab Tania kesal


"Tebakanku benarkan? sudahlah Tania tidak mudah melamar bekerja di zaman sekarang, apa lagi melihat usia kamu yang sudah dewasa." ucap Rangga sambil tersenyum dengan pecaya diri.

__ADS_1


Dalam hati Tania terdiam, tebakan Rangga benar kalau dirinya memang gagal melamar bekerja hari ini. karena kesal akhirnya Tania langsung melangkah pergi tanpa menjawab pertanyaan Rangga barusan.


Waktu Tania ingin segera masuk ke dalam rumah, tidak sengaja kakinya menginjak sebuah benda yang tertutup rumput hijau. ternyata setelah di ambil Tania, benda yang di injaknya adalah sebuah cincin.


"Rangga lihat, aku menemukan sebuah cincin." ucap Tania berteriak memberitahu Rangga


Rangga hanya terdiam melihat Tania menunjukkan cincin di depannya. Rangga jadi teringat kalau cincin itu dulu di buangnya begitu saja, lantaran Anisa menolak lamarannya kala itu.


"Sepertinya cincin ini mahal, lumayan juga uangnya kalau ku jual." batin Tania sembari memasang cincin itu di jari manisnya.


Namun karena tidak terima Tania memakai cincin tersebut, akhirnya Rangga ingin meminta kembali cincin itu.


"Berikan padaku, cincin ini dulu milikku yang tidak sengaja ku buang kala itu." ucap Rangga datar


"Tidak bisa Rangga, kalau sudah di buang berarti pemiliknya bukan kamu lagi." ucap Tania menolak permintaan Rangga


Tania langsung melangkah masuk ke rumah meninggalkan Rangga di taman. sementara Rangga merasa kesal karena Tania sudah lancang memakai cincin itu di tangannya.


Tiba-tiba dari belakang, Tania kaget kalau Rangga langsung melepas paksa cincin itu di jari Tania. melihat sikap Rangga yang keterlaluan begitu, akhirnya Tania jadi semakin ingin mempertahankan cincin itu di tangannya.


Di dapur perebutan cincin itu cukup berlangsung lama, Tania dan Rangga tidak mau saling mengalah satu sama lain untuk memiliki cincin tersebut. Tania yang sudah terbawa emosi dengan sekuat tenaga menarik tangannya untuk mempertahankan cincin itu dan malah menggigit tangan Rangga.


"Sekarang aku tuan pemilik cincin ini, karena aku yang menemukannya barusan." ucap Tania dari atas tangga sebelum masuk ke kamarnya.


Mendengar ucapan Tania, Rangga malah tambah emosi dan lebih parahnya lagi Rangga tidak menyangka kalau Tania berani bersikap setidak sopan itu terhadapnya sebagai pemilik rumah.


"Buka Tania !" ucap Rangga langsung menggedor pintu kamar Tania


Tania hanya terdiam mengabaikan ucapan Rangga dan sengaja memakai headset di telinganya untuk menghindari teriakan Rangga di depan pintu kamarnya.


Merasa kesal panggilannya di abaikan, Rangga langsung mendobrak pintu kamar Tania. sementara Tania sangat kaget melihat aksi Rangga langsung main dobrak pintu kamarnya begitu saja.


"Berani sekali kamu bersikap kurang ajar seperti tadi, di mana sopan santun kamu Tania?" ucap Rangga menatap Tania dengan perasaan jengkel


"Apa kamu bilang? dengar ya pria brengsek, kamu yang memulainya duluan. tanpa meminta izin, lancang sekali kamu menarik tanganku hanya karena ingin mengambil cincin ini" balas Tania tidak mau kalah.


"Baiklah ambil cincinnya dan keluar dari rumahku sekarang, aku tidak mau satu rumah dengan wanita yang tidak memiliki etika seperti kamu." ucap Rangga


"Oke ! siapa juga yang betah tinggal satu atap sama pria yang tidak berperasaan dan kasar seperti kamu." jawab Tania


Mendengar ucapan Rangga membuat Tania semakin emosi dan langsung mengambil koper di atas lemari untuk mengemasi barangnya. setelah selesai tanpa berbicara apapun lagi, Tania bergegas turun meninggalkan Rangga di kamarnya.

__ADS_1


Saat baru mau keluar rumah, rupanya Rangga sudah berdiri di belakang Tania. dengan kasar Rangga langsung mendorong badan Tania dan mengusirnya.


"Pergi sana." ucap Rangga masih tidak mau kalah dari Tania


"Dasar manusia tidak punya hati." umpat Tania sambil membuka pintu pagar rumah Rangga.


Di jalan Tania memutuskan untuk pulang ke rumah Melly, karena hanya Melly orang terdekatnya yang ada di kota ini. sampai di rumah Melly, tanpa mengetuk pintu Tania langsung masuk ke dalam rumah. beruntungnya sore ini Melly sudah pulang bekerja, sementara Melly sangat kaget melihat orang yang datang adalah Tania.


"Tania, kok kamu bawa koper sebesar itu datang ke sini?" tanya Melly


"Panjang ceritanya Mel, bos kamu itu sikapnya sangat kasar dan tidak punya perasaan Mel." celoteh Tania langsung masuk ke dalam kamar Melly


"Ya ampun Tan, baru beberapa hari kamu tinggal satu rumah sudah ribut separah ini." jawab Melly


"Gak tahu Mel, dia yang cari masalah duluan cuma karena cincin yang sudah di buangnya." ucap Tania


Akhirnya Tania menceritakan semua akar masalah pertengkarannya sama Rangga siang tadi. mendengar penjelasannya, Melly bingung siapa yang benar dan siapa yang salah di antara Tania dan Rangga soal cincin itu.


"Menurut aku Tan, mending kamu ngalah aja walaupun kamu gak salah juga sih. mungkin pikir kak Rangga, kalau kamu memakai cincinnya nanti secara tidak langsung kak Rangga jadi terus terkenang ke masa lalunya sama Anisa." ucap Melly


"Siapa juga yang mau memakai cincin ini Mel, rencana tadi mau aku jual." ucap Tania sambil menatap cincin itu di tangannya.


"Kak Rangga tahu gak, kalau kamu mau jual cincin itu?" tanya Melly


"Belum sempat cerita Mel." jawab Tania


"Ya sudah istirahat dulu saja Tan, kalau kamu mau makan ambil saja di dapur. aku mau mandi dulu." ucap Melly melihat hari sudah semakin sore


Saat hari semakin menjelang malam, Melly sudah tertidur dengan begitu pulasnya. berbeda dengan Tania, dari tadi dirinya tidak bisa tidur karena masih teringat ucapan kasar Rangga siang tadi. Tania begitu kesal hati, saat mengingat perlakuan Rangga yang semena-mena terhadapnya.


Ketika hari sudah menjelang pagi, Tania di kagetkan oleh panggilan dari nomor yang tidak di kenal di ponselnya. Tania mengangkat telepon itu dengan rasa malas, namun mendengar orang yang berbicara di seberang sana adalah Mama Rangga sontak Tania langsung bangun dari tempat tidurnya.


"Halo Tania, apa kalian ada di rumah sekarang? siang nanti Mama dan Nenek kamu akan mampir ke rumah kalian." ucap Mama Rita


"Hah? iya Ma." jawab Tania spontan


"Ya sudah nanti Mama kabari lagi kalau sudah mau jalan ke sana." ucap Mama Rita langsung mematikan teleponnya.


"Gawat ini, aku perlu telepon Rangga gak ya?" ucap Tania berbicara sendiri karena panik


Lama berfikir karena ragu akhirnya Tania memutuskan untuk segera pulang. meski Tania sudah sangat membenci Rangga namun Tania tidak sampai hati untuk membuat Mama dan Nenek Rangga kecewa karena sikapnya.

__ADS_1


__ADS_2