
Setelah dua hari kemudian Elisabet kembali untuk bertemu dengan ku dengan membawa satu apel seperti biasanya.
Dan sendal yang kuberikan sebelum sudah hilang lagi, aku mengabil sendal baru dari rumahku karena sebelum dia kemari aku sudah berlatih untuk menemuiku membuat sendal dan kali ini sendalnya sangat pas di kakinya dan bentuknya sudah bagus dengan hiasan bunga.
Dia memakai sendal itu sangat senang hingga memelukku tanpa ragu, aku merasakan kehangatan yang sangat kurindukan dalam hatiku.
Dia baru mau berbicara tentang dirinya kepadaku dengan wajah yang sedih dan takut.
Dia sekarang ini berumur sepuluh tahun dan orang tuanya sudah tidak ada karena meninggal dunia akibat dibunuh oleh monster di desanya, saat kejadian itu dia masih berumur delapan tahun dan dia berlari menuju hutan karena ayahnya memerintahkan dia lari dan dia tersesat didalam hutan dan bertemu dengan bandit sehingga dia dijual oleh bandit itu.
Dan akhirnya dia berada dikota ini kota ini, mendengar itu aku tidak tau harus kesal atau marah karena monster yang menyerang desa itu karena manusia juga melakukan penyerangan kepada desa monster.
Dia bercerita jika penyerangan itu terjadi pada saat malam hari Sekarang dia tinggal dengan orang kaya dan dia sudah dibeli oleh tuannya yang sekarang, mendengar itu merasa kesal karena manusia memiliki sistem budak padahal sesama manusia kenapa mereka bisa begitu kejam.
Karena itu dia merasa sangat senang bertemu dengan aku karena aku adalah teman pertamanya sejak dia dikota ini, mendengar itu aku bilang jika aku juga senang bisa berteman dengan dia karena selama ini aku sangat kesepian seperti dia.
Aku mengajaknya untuk lari bersama sehingga dia tidak harus menjadi budak lagi, tapi dia menolak karena budak memiliki sihir budak, jika dia melawan perintah tuannya maka dia akan merasakan kesakitan yang luar biasa dan bisa mati.
Menganalisa tubuhnya dan menemukan skill perbudakan itu tapi aku tidak bisa membaca skill itu mungkin skill analisa ku masih kurang levelnya.
Saat kami sedang berbicara tiba-tiba terdengar suara dari semak-semak di sekitar danau dan ada manusia dewasa yang melihat kami dan mereka berteriak dan berlari.
Elisabet terkejut dan langsung menyuruhku untuk lari dan dia langsung kemali ke kota, aku bersembunyi di atas phon dan berdiam diri dipohon yang sangat lebat daunnya dan melihat ke arah danau.
Prajurit manusia datang dan mencari di sekitar danau, rumahku dibakar dan para prajurit terus berdatangan hingga memenuhi daerah itu, aku ingin membunuh mereka tapi aku lebih khawatir dengan Elisabet karena aku memiliki perasaan yang tidak enak.
Dengan meloncati pohon ke pohon aku ke kota manusia yang bernama kota Oseidon yang berada di kerajaan Hedom. saat aku berada di semak semak dekat perbatasan kota, aku melihat Elisabet yang sedang di pukuli oleh seorang pria dan sendal pemberianku diambil dan dibuang.
Elisabet ditarik oleh pria itu hingga membuatnya terjatuh dan pria itu terus menariknya hingga dia terseret dan lututnya mengeluarkan darah dan membekas di jalan.
Melihat itu aku sangat murka dan sangat kesal dengan pria itu aku ingin sekali membunuhnya tapi aku tidak bisa bertindak gegabah karena kota ini pasti memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan ada orang kuat yang menjaganya.
Dengan hati seperti teriris aku melihat Elisabet kesakitan dengan lutut yang terseret di jalan batu.
__ADS_1
Saat sudah malam para prajurit sudah mulai pergi dari danau ku dan aku juga sudah tidak bisa tinggal didanau itu, aku ingin menemui Elisabet dan membawanya pergi karena bagiku dia sangatlah murni tidak cocok tinggal dikota manusia yang menjijikkan ini.
Saat aku sedang memata matai kota untuk mencari Elisabet, aku melihat kerumunan warga kota itu sedang berjalan ke tengah-tengah kota di langan yang cukup luas.
Karena penasaran aku mengikuti mereka dengan menutupi tubuh dan wajahku dengan kulit binatang yang sudah buat menjadi baju, karena tubuhku masih 150 cm jadi aku dengan mudah menutupinya dan membawa sendal Elisabet.
Aku terus mengikuti mereka dari belakang hingga aku mendengar sorakan yang sangat banyak dan obor dimana-mana dan aku mendengar caci maki dari banyak orang.
Tercium bau seperti bau kain dan kayu terbakar dari tenga kerumunan, aku meloncat-loncat untuk dapat melihat tapi aku masih tidak sampai, aku menerobos masuk hingga ke barisan paling depan.
Hatiku hancur saat melihat Elisabet dibakar hidup-hidup di tengah tiang kayu yang besar dan di ikat Elisabbet beriak kesakitan dan teriakan itu sangat keras dan kulitnya sudah mulai menjadi ke hitaman dan rambutny sudah mulai habis.
Aku menggunakan Skill Water Element untuk memadamkan api itu, sontak seluruh orang melihatku dan para penjaga juga langsung berlari ke arahku, aku melihat Elisabet seluruh tubuhnya hampir terbakar dan dia tersenyum kepadaku dengan bibirnya yang sudah hitam.
Pikiranku sudah kacau hanya satu kata yang terlintas di otakku musnahkan.
Aku menggunakan Skill Hell Fire(skill api yang membuat area di sekitarnya menjadi lautan api).
Api itu tidak akan padam hingga mereka sudah tidak bisa dibakar lagi, tangisan dan jeritan kesakitan sudah tidak kudengar lagi, aku memeluk Elisabbet dan mencoba untuk menyembuhkannya tapi aku tidak mempunyai skill penyembuhan, aku bingung aku harus berbuat apa.
Aku melepas bajuku dan memakaikannya kepadanya, dengan keadaan sekarat dia memengang pipiku.
"Makasih yah sudah menyelamatkan aku, tapi kamu harus pergi dari sini nanti kamu bisa di serang"
Aku tak kuasa menahan tangisku hingga air mata menetes di pipinya, dia hanya tersenyum dan tubuhnya sudah lemas dan dia sudah tidak bernafas lagi.
Aku menaruhnya ke lantai dengan posisi duduk, di sekelilingku sudah ada banyak sekali prajurit yang berdatangan, dalam keadaan itu aku mengerti aku hanya menginginkan seorang teman karena kesepian dan saat aku sudah memiliki teman lagi dia mati karena aku, karena aku adalah monster.
Prajurit yang banyak itu mulai mendekati aku, aku menebas mereka dengan tangan kiriku yang putus ku ubah menjadi Fire Sword(pedang api) yang cukup panjang, setiap tebasan membuat armour mereka meleleh dan tercium aroma danging panggang.
Ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas ku tebas hingga semua orang yang ada disana mati lantai yang dipenuhi darah dan tubuh yang bermandikan darah aku tertawa ditengah cairan merah di bawah kakiku dan aroma gosong yang menusuk hidung.
Aku naik ke menara jam yang ada di lapangan itu dan melihat lebih banyak prajurit datang dan ada orang yang terlihat kuat dari kerumunan itu.
__ADS_1
Aku menggunakan skill Dark Compress berukuran besar menghancurkan kota itu semua prajurit, rumah, apapun yang kulihat ku hancurkan hingga setengah kota itu sudah tidak beraturan adanya lubang lubang besar akibat skill Dark Compress.
Aku menggunakan Dark Snow(skill seperti salju yang turun dari atas tapi berwarna hitam) dan ku gabungkan dengan skill Explosion, jika Dark Snow menyentuh sesuatu maka akan meledak.
Dalam sekejap Dark Snow menyebar ke seluruh penjuru kota dan membuat ledakan dimana-mana dan kota itu sekarang seperti lautan api, rumah orang, prajurit terbakar semua.
Hanya tersisa satu tempat yang belum terbakar yaitu istana yang berada paling ujung dari posisi ku saat ini.
Status MC
Nama: Catastrophe
Level 10
Ras: Oni Disaster
Title: Kanibal, Human Slayer
Skill:
-analisis lvl 4
-Gluttony lvl 6
-Dark Element lvl 10 : Dark Compress, Dark Barrier, Dark Area, Dark Spear, Dark Camp, Dark Sword, Dark Bullet, Dark Slash, Dark Snow
-Void Seed lvl 1
-Magic Buff lvl 7
-Fire Element lvl 7 : Fire Burst, Fire Ball, Fire Cloak, Explosion, Hell Fire
-water elemment lvl 2
__ADS_1