
"Bohong kan ini, wakil jenderal tidak mungkin kau mengkhianati kami, kami semua menjadi kuat karena kau, pasti ini hanya bercanda kan?" salah satu prajurit di pasukan Cata.
"Hemm sebenarnya aku sedang melakukan eksperimen, aku ingin melihat perubahan level kalian ketika menjadi pasukan Undeadku apakah level mereka saat hidup akan berpengaruh dengan level setelah menjadi Undead".
Para prajurit itu berlari sambil mengarahkan pedangnya menujuku, Hanya satu kata untuk menjelaskan keadaan mereka yaitu putus asa.
Aku hanya bisa tertawa dan tersenyum karena rasa kepuasan ini sangatlah nikmat.
"Disaster".
Semua manusia yang memiliki level rendah di sekitar ku dengan jarak 1km mereka semua mati dengan tubuh meledak seperti balon yang pecah, warna merah dan bau besi memenuhi stadion itu.
Para prajurit yang berlari itu langkahnya terhenti karena melihat satu persatu penduduk kota mati dengan mengenaskan hingga membuat hujan merah yang menetes di baju mereka.
Wajah mereka semakin menarik dengan tubuh yang bergetar hingga senjata yang mereka pegang terjatuh karena tubuh mereka sudah tidak memiliki kekuatan lagi.
"Bangkitlah"
Semua mayat yang tergeletak di tanah tiba-tiba bergerak dan anggota tubuh yang sudah terbelah dan hancur kembali menyatu.
Para orang-orang yang telah mati itu sedikit demi sedikit kembali berdiri dan menyerang para kesatria yang tersisa di stadion itu.
Mental yang sudah hancur dan keputusasaan membuat mereka menjadi makanan yang sangat mudah, para undead ku terus menggerogoti tubuh mereka hidup-hidup.
Terdengar suara jeritan yang kertas dan mereka bersujud minta pengampunan kepadaku tapi semua itu hanyalah sia-sia karena tidak mungkin aku membiarkan pemandangan indah ini hancur.
Ada suara langkah kaki dengan sepatu besi yang terdengar dan semakin mendekat di tenga suara rintihan dan jeritan, akhirnya mereka sudah sampai.
Dari ketujuh orang itu aku tau mereka semua dan salah satu di antara mereka ada orang yang paling aku benci yaitu Daniel dan namanya yang sekarang adalah Astorfo Georda.
Senyumanku semakin lebar dan rasa ingin membunuhku semakin kuat, aku ingin membunuh mereka dengan perlahan.
Tapi ekspresi mereka tidak seperti yang aku harapkan, wajah mereka semua terlihat tenang itu menghancurkan moodku, ini sama sekali tidak menarik.
"Apakah kau Gabi?" kata Astorfo
"heee dari mana kau tau?"
"Aku bisa melihat nama seseorang dengan skill ku"
"Yap aku adalah Gabi teman kalian dulu, ayolah mari kita bermain."
Dalam sekejap wajah dari ketujuh orang itu terlihat kaget dan adanya ketakutan dari wajah mereka, heee lagi tunjukkan lagi.
"Tapi ini sangat tidak menyenangkan karena wajah kalian tidak seperti yang aku harapkan, mari kita bermain game, jika kalian tidak ingin ikut dalam game ini semua orang yang berada dikota ini akan aku bunuh tapi jika kalian membuatku terhibur aku akan melepaskannya" dengan senyuman tipis.
"Tidak kami akan membunuhmu disini karena jika tidak dunia ini akan hancur"
"Hee memangnya kalian bisa membunuhku?"
__ADS_1
Aku sudah memeriksa status mereka semua tapi hanya Astorfo yang memiliki status yang unik, ras dia berbeda dari yang lain dan skill yang cukup kuat dan dia juga memiliki skill Analisis, dari skill itu dia bisa tau namaku ya.
Aku mengeluarkan lima orang prajurit dari bayanganku dan mereka adalah Ares, Hades, poseidon, dan Dark Knight dengan kudanya.
Aura mereka sangat mencekam hingga ekspresi percaya diri dari mereka lenyeap dalam sekejap berubah menjadi ketakutan kecuali Astorfo wajahnya masih terlihat percaya diri.
Aku memerintahkan Dark Knight untuk tinggal dan sisanya pergi ke seluruh penjuru kota untuk membunuh semua manusia yang mereka lihat.
"Astorfo mari kita terima saja permainannya, karena tidak hanya kita yang sedang dalam bahaya tapi ribuan orang penduduk kota dalam bahaya" kata Martinus salah satu anggota Divine Squad.
"Aku tau jika kau ingin balas dendam tapi kita juga tidak boleh mengorbankan para penduduk kota yang tidak bersalah" Dorry Reinhard.
Ke enam orang itu meletakkan senjatanya ke tanah dengan wajah yang sangat terpaksa Alfonso melempar senjatanya ke tanah.
Dalam sekejap ada bayangan hitam yang mengikat tubuh mereka semua hingga mereka semua tidak bisa bergerak dan hanya bisa bersujud dengan lutut mereka yang menempel di tanah.
"pilihan yang bagus" Aku mengangkat tanganku ke atas dan seluruh pasukan yang ada di sana berhenti menyerang manusia dan hanya terdiam sambil berbaris dengan rapi.
"Baiklah mari kita mulai gamenya, oh ya untuk nama gamenya adalah siapa yang Astorfo pilih bagaimana sangat bagus bukan namanya hahaha"
"Baiklah peraturan dari game ini sangatlah mudah yaitu Astorfo harus memilih siapa orang yang ingin dia selamatkan dan aku akan menghitung waktunya satu sampai lima jika kau tidak memilih maka semua akan mati"
Wajah mereka terkjut dan Amellisa menagis hingga celanyanya basah hahahah sangat bagus angat menarik sangat nikmat hahahaha aku hanya bisa tertawa dengan keras.
Astorfo memberontak ingin melepaskan ikatan dari Dark Elementku.
"Satu"
"Tepat sekali jika kalian memberontak maka akan ada duri yang bisa membunuh kalian dengan perlahan hahaha"
"Maafkan aku, aku tau jika dulu aku berbuat kejam mohon ampuni aku aku akan melakukan apapun tapi jangan menyiksaku tolong" kata Amellisa dengan tangis yang semakin menjadi.
Wajah penuh kepercayaan diri Astorfo pun memudar dan sekarang wajahnya penuh dengan penderitaan dan ketakutan karena nyawa temannya ada dipilihannya.
"dua"
"Baiklah mari kita mulai, dali yang paling ujung Riot dan Seth siapa yang kau pilih Astorfo?"
Astorfo gemetaran dan wajahnya sangat bingung hingga keringat terus keluar dari wajahnya.
"Aku Astorfo kita sudah berteman dengan sangat lama bukan, dulu kau kesusahan aku membantu kau" Riot dengan wajah yang memelas.
"Aku Astorfo Seth aku tau jika kau membicarakan Astorfo dari belakang, kau cemburu dengan semua yang dimiliki Astorfo bahkan saat di dunia i ni kau masih menyebarkan kebencian" Seth wajahnya kesal sambil memaki Riot.
"tiga"
"Apa yang kau katakan apakah kau sudah gila mana mungkin aku melakukan itu, aku dan Astorfo teman baik"
"Jika kau teman baik kenapa dulu kau pernah bilang jika kau akan merebut Rihana dari Astorfo"
__ADS_1
Wajah Riot mengeluarkan keringat yang sangat banyak dan dia berusaha untuk menghindar tapi semua orang tau jika dia itu sedang berbohong.
"Empat"
"Aku memilih Riot" suara yang tipis dan wajahnya hanya melihat ke tanah.
"Kau bercanda kan Astorfo semua yang dikatakan Seth hanyalah bohong kau jangan percaya dia" dengan suara yang memelas hingga ingus keluar dari tubuhnya.
Ahhh aku hanya bisa tertawa melihat mereka saling bertengkar dan membuka aib hahahaha ini sangat menyenangkan.
Dalam sekejap terdengar suara teriakan yang sangat keras dan tulang yang remuk dan daging yang sobek, tubuh Riot dipelintir perlahan hingga sobek menjadi dua.
"Mari kita lanjutkan game ini, sekarang Astorfo siapa yang kau pilih"
Status MC
Nama: Catastrophe
Level: 60
Ras: Void High Lord
Title: Kanibal, Human Slayer, Greed, Orang bodoh, True Demon Lord, Disaster
Skill:
-Oni Aura lvl 10
-True Demon Lord lvl 10
-Necromancer lvl 10
-Demon Lord Mode lvl 10
-Disaster lvl 10
-analisis lvl 10
-Gluttony lvl 10
-Dark Element lvl 10 : Dark Compress, Dark Barrier, Dark Area, Dark Spear, Dark Camp, Dark Sword, Dark Bullet, Dark Slash, Dark Snow, Black Hole, Dark Wings, Dimension Slash
-Void Seed lvl 2
-Light Element lvl 10: Heal, Light Whip, Flash. light Sword, Light Hole, Light Chain
-Magic Buff lvl 10
-Fire Element lvl 10 : Fire Burst, Fire Ball, Fire Cloak, Explosion, Hell Fire, Fire Cannon
__ADS_1
-Water element lvl 10: Needle Rain, Water Sword. Ice Wall, Ice Forest, Water Shield
-Void Element lvl 10: Storage,Void world