
Saat Seluruh kegelapan mulai menghilang, aku merasakan tubuh ku sudah sangat berubah dan kekuatan sudah tidak bisa dibandingkan dengan yang sebelumnya.
Aku sudah menjadi True Demon Lord(Raja iblis sejati) aku melihat pasukan Undead yang mulai berlari berdatangan dengan tubuh yang dipenuhi oleh aura hitam pekat.
Dengan senjata di tangan tulang mereka, suara dari gertakan tulang terdengar sangat nyaring, aku menggunakan skill Disaster.
Semua pasukan Undead yang jumlahnya sudah tidak terhitung jatuh tergeletak dengan tulang yang retak, sebelum mereka memulihkan diri aku berlari menuju DemiGod yang sedang terdiam di belakang pasukan itu.
Saat aku sudah melewati tumpukan tulang belulang aku dihadang oleh Hades, Ares, dan Poseidon tapi aku bisa melewati mereka dengan mudah dengan menghempaskan Light Sword hingga membuat mereka terpental jauh akibat dari tebasan itu merubah susunan pasir.
Aku melompat dan menusukkan Light Sword Ke DemiGod tapi Light Sword ku seperti terhalang oleh tembok tidak terlihat yang mengelilingi DemiGod.
DemiGod itu berjalan lambat dengan kudanya sambil mengeluarkan tombak hitamnya yang dipenuhi api hijau gelap.
Setiap langkah kudanya membakar apapun bahkan pasir kering menjadi hitam karena langkahnya.
Aku berdiri tegak dan menunggunya menghampiriku, jarak di antara kami semakin menipis, darahku semakin mendidih dan tubuhku panas seperti terbakar.
Saat jarak kami hanya dua meter langkahnya terhenti, kami saling berhadap-hadapan, seluruh tubuhnya dipenuhi oleh armour hitam pekat dengan helm hitam dan ada api di bagian atasnya seperti tali yang menjuntai panjang.
Di tengah situasi itu seakan semua terasa lambat , aku bisa melihat debu pasir yang bertebangan di depan mataku.
Aku memulai serangan terlebih dahulu dengan mengeluarkan Light Sword dari bawahnya tapi sama sekali tidak mempan karena tidak bisa menembus tembok transparan itu.
Dia mulai mengayunkan tombaknya dari kanan dan aku menahan tombaknya dengan Light Sword yang muncul dari bawah.
Saat tombaknya menghantam Light Sword terasa ada hempasan angin yang sangat dahsyat dari pukulannya.
Hanya Dimension Slash yang bisa menembus tembok itu tapi Dimension Slash saja tidak cukup untuk membunuhnya.
Tuab -tiba dia membuka jubah yang ada di punggungnya dan saat dia membuka jubahnya tubuhnya dipenuhi oleh api hijau yang besar.
Dengan cepat kudanya berlari ke arahku dengan tobak yang ingin menusuk dadaku.
Aku menahannya dengan Water Shield karena tombaknya dipenuhi api mungkin air kelemahannya, tapi Water Shield(Perisai air) tidak bisa menghentikan tombaknya yang terus mengelurakan uap panas hingga menembus ke arahku.
Aku melompat ke samping untuk menghindari tombaknya tapi tubuhku masih menerima luka dari serangan itu meskipun aku sudah menghindarinya.
Tangan kiri ku terkena luka gores, Aku mengeluarkan Dark Sword di tangan kiriku dan aku melompat ke atasnya dan menebaskan Dimension Slash ke arahnya.
Dia menghindari tebasan itu tapi tidak dengan tembok transparannya aku dapat merasakan tembok itu terbelah dan ada cela lubang ditembok itu.
Aku menggunakan Explosion di dalam tembok itu, dalam sekejap terjadi ledakan yang sangat besar tapi ledakan itu tidak keluarĀ dari tembok itu hanya terjadi di dalam tembok.
__ADS_1
Dan tiba-tiba asap hitam pekat keluar dan memeluhi udara di gurun itu, aku berdiri terdiam sambil memperhatikannya.
Dia terlihat terdiam dan tembok yang yang melindungi sudah tidak ada, dengan begini aku bisa menyerangnya secara langsung.
Aku mengubah gurun pasir itu menjadi lautan es dengan skill Ice Forest hingga gunung batu yang sudah hancur itu sebagian membeku.
Udara sudah tidak terasa panas lagi melainkan dingin yang menusuk kulit, dia berlari dengan kudanya tanpa ada maslah di atas permukaan es yang licin karena setiap langkanya mencairkan es yang dia injak.
Aku berlari dengan membawa Light Sword dan Dark Sword dikedua tangan dan kami saling menghantam senjata kami, terjadi pertarungan jarak dekat yang sangat hebat hingga es yang menjadi pijakan mulai hancur dan pecah.
Angin akibat hantapan kedua senjata membuat getaran yang hebat, aku terus memukulnya dengan kedua pedangku tapi dia bisa menahan semua seranganku dengan satu tombaknya saja.
Hingga aku menggunakan skill Void world (skill Void element memindahkan dimensi di sekitar menjadi dimensi kehampaan).
Di dalam dunia itu tidak ada apa-apa hanya kekosongan saja sehingga DemiGod itu terjatuh, saat aku ingin keluar dari dunia itu untuk menyegelnya di dalam sana tapi tubuhku terkena kutukan, sepertinya karena aku terbang.
Kutukan di tubuhku seperti memakan tubuhku sedikit demi sedikit, rasa sakit yang sangat hebat ku rasakan seperti tubuhku dikunyah secara perlahan.
Aku membuka kembali dunia dan membiarkan DemiGod itu keluar dari Dunia kehampaan tapi tidak dengan kudanya, karena aku harus membunuhnya sekarang juga jika tidak kutukan ini kan membunuhku.
Saat keluar tubuhku masih terasa sangat sakit dan dia berdiri dengan tegap, dia mengangkat tangannya ke atas dan tiba-tiba ada aura hitam yang berkumpul dan masuk ke dalam tubuhnya dari berbagai arah.
Para prajuritnya satu persatu menghilang, dia menyerap kekuatan dari pasukannya sendiri, tubuhnya menjadi lebih besar dan energinya sudah tidak bisa aku jelaskan dengan kata-kata.
Dan tombaknya berubah menjadi pedang hitam dan ada bola kristal berwarna merah terang ditengah pedang itu.
Tubuhku dipenuhi oleh aura ungu kehitaman dan rasanya seperti benua ini berada di telapak tangan ku.
Aku mengeluarkan Light Sword yang sangat besar dan menebasnya, dia menahannya dengan pedangnya hingga pdang itu bergetar.
Kami saling beradu pedang dan tidak peduli lagi dengan sekitar kami, aku memukulnya dengan sangat kuat hingga membuatnya terpental menjauhi gunung itu.
dan mengeluarkan Light Sword yang sangat besar dan jauh tepat di tubuhnya, tapi tidak bisa menembus pertahanannya.
Aku memegang Light Sword itu dan memadatkan energinya hingga bentuknya menjadi normal dengan cahaya yang sangat terang dan energi yang sangat padat.
Aku menebasnya dengan kedua tanganku dia menahan seranganku hingga pedang ku terbelah menjadi dua.
Tapi pedang , tangan, dan tubuhnya terpotong karena di saat saat terakhir tebasanku aku menggunakan Dimension Slash.
Aku mengangkat tubuh bagian atasnya dan menggunakan Dark Compress untuk memadatkannya dan memakannya.
Saat aku memakannya tubuhku dipenuhi penderitaan dengan panas dan rasa sakit seperti ditusuk dari dalam.
__ADS_1
Setelah beberapa menit kemudian tubuhku mulai tidak merasakan kesakitan dan saat aku melihat statusku aku naik banyak sekali level dan aku melihat ada skill baru yang sangat menarik.
hasil dari pertarungan kami sangatlah luas bahkan dapat mengubah peta karena daratan yang awalnya pegunungan pasir sekarang rata tidak terlihat sedikitpun pasir yang menumpuk.
Aku pergi menuju tubuh bagian bawah yang tersisa dari DemiGod itu untuk mencoba skill baruku.
"Bangkitlah pasukanku" dengan nada tinggi dan senyuman tipis di bibir.
Status MC
Nama: Catastrophe
Level: 50
Ras: Void High Lord
Title: Kanibal, Human Slayer, Greed, Orang bodoh, True Demon Lord, Disaster
Skill:
-Oni Aura lvl 10
-True Demon Lord lvl 10
-Necromancer lvl 10
-Demon Lord Mode lvl 10
-Disaster lvl 10
-analisis lvl 10
-Gluttony lvl 10
-Dark Element lvl 10 : Dark Compress, Dark Barrier, Dark Area, Dark Spear, Dark Camp, Dark Sword, Dark Bullet, Dark Slash, Dark Snow, Black Hole, Dark Wings, Dimension Slash
-Void Seed lvl 2
-Light Element lvl 10: Heal, Light Whip, Flash. light Sword, Light Hole, Light Chain
-Magic Buff lvl 10
-Fire Element lvl 10 : Fire Burst, Fire Ball, Fire Cloak, Explosion, Hell Fire, Fire Cannon
__ADS_1
-Water element lvl 10: Needle Rain, Water Sword. Ice Wall, Ice Forest, Water Shield
-Void Element lvl 10: Storage,Void world