True Monster

True Monster
Chapter 27 - Rindu


__ADS_3

Gerobak kuda yang terus bergoyang karena jalan tanah yang memiliki lubang-lubang kecil akibat banyaknya kereta kuda yang melintas di jalan ini.


Aku terus berbincang dengan kakek yang bernama Radi, dia bercerita dikota Marras dia mempunyai cucu yang sangat cantik dan baik bernama Rize.


Dia sangat bahagia tinggal bersama cucunya, kedua orang tuanya meninggal akibat pembantaian dikota Errad, kedua orangtuanya sedang berdagang dikota itu tapi saat mereka disana penyerangan raja iblis terjadi.


Mendengar cerita itu hatiku sama sekali tidak terbesit rasa kasihan meskipun aku tau mereka tidak salah apa-apa mungkin karena aku sudah tidak memiliki hati.


Kami terus berjalan dan melihat pemandangan yang sangat menyejukkan dengan tanah yang sedikit becek gerobak kuda terus melaju sampai dinding tinggi besar semakin mendekat.


Saat kereta kami terhenti aku melihat banyak sekali antrian kereta yang ingin masuk ke dalam kota.


"Cata apa kau punya kartu identitas?"


"aku tidak punya kartu apa itu?"


"jika kau mau memasuki kota kau harus punya kartu itu, kartu itu juga baru dibuat akibat serangan kota Errad agar tidak ada monster yang bisa masuk ke dalam kota lagi"


Aku sedikit bingung dengan caraku masuk ke dalam karena aku tidak mau membuat keributan dikota ini sebelum aku mencapai tujuanku.


"Tapi tenang saja aku akan bilang kalian adalah cucuku yang baru aku jemput dari kota Errad, mulai hari ini panggil aku kakek ya" wajahnya sambil tersenyum tulus.


"Terimakasih kakek"


Isabella disepanjang perjalanan hanya memeluk tanganku dan menyembunyikan wajahnya di belakangku.


Satu persatu kereta maju menuju gerbang, kereta di belakang kami terlihat sangat mewah  dengan ukiran emas dan warna putih bersih dan banyak sekali prajurit yang mengelilingi kereta itu, aku terus memandangi jendela dari kereta itu karena rasa penasaran orang seperti apa dibalik kemewahan itu.


Saat kain yang menutupi pandangan kereta itu terbua sedikit , aku melihat sosok wanita cantik dengan rambut emas mata hijau dengan pakaian serba putih, wajahnya terlihat sedikit pucat.


Saat aku sedang melihatnya ada kesatria yang menghampiriku dari samping gerobak kami dan mempertanyakan kenapa aku memandang kereta itu terus dari tadi.


"Maaf tuan aku hanya kagum dengan kereta mewah itu karena aku belum pernah melihat kereta semewah itu" aku menahan diriku dengan sedikit menundukkan kepala dan senyuman kecil di wajah.


Kesatria itu pergi dan kembali ke kudanya dan kembali berbaris di kereta mewah itu, kakek memberitahuku jangan berbuat macam-macam karena sekarang kerajaan sedang masa genting dan akan mereka lebih sensitif.


Aku meminta maaf atas kecerobohanku dan kami kembali berbicara tentang cucu kakek.


Setelah beberapa menit kereta kami tiba di tempat pemeriksaan yang dijaga oleh banyak sekali prajurit.


"Kartu identitasnya mana?" kata salah satu prajurit yang menggunakan armour silver yang berbeda dari yang lainnya.


"Maaf tuan kesatria cucuku tidak mempunyai kartu identitas karena aku baru saja menjemput mereka"


"memangnya pa yang terjadi pada mereka?"

__ADS_1


"Saat aku mendengar kota Errad dihancurkan oleh raja iblis aku pergi bergegas untuk memastikan keadaan anakku yang tinggal dikota itu tapi saat di perjalanan aku menemukan mereka dan mereka menceritakan apa yang terjadi pada anakku"


"jadi mereka adalah korban yang selamat dalam peristiwa kota Errad, bocah bisakah kau bantu kami dengan berikan informasi yang terjadi dikota itu?"


Mendengar perkataannya yang memanggilku bocah membuatku sedikit kesal tapi aku harus menahannya.


"Bisa tuan tapi adikku tidak bis karena dia masih trauma dengan kejadian itu, biarkan aku saja yang berbicara"


Kesatria itu melihat ke arah Isabella dan Isabella terlihat sangat takut dan terus memelukku dan menempelkan wajahnya di punggung ku.


"Baiklah semoga adikmu cepat sembuh dari traumanya, kau bisa ikut denganku dan kakekmu boleh menunggu di pos karena hanya sebentar.


Aku turun dari gerobak dengan Isabella yang terus memelukku dari belakang, kami berjalan di tanah yang masih becek dan ada genangan air.


Hinga kami sampai di pintu besi didekat tembok, ada prajurit yang membuka pintu itu dari dalam, kami masuk ke dalam ruangan itu dan dari dalam riangan ada satu meja dan dua kursi.


Ruangan itu cukup kecil sepertinya ruangan itu hanya untuk melakukan interogasi, kesatria dengan baju mencolok itu masuk dan duduk di salah satu kursi dan dia memintaku untuk duduk.


Aku tidak bisa duduk karena Isabella terus memelukku, kesatria itu tertawa kecil karena adikku sangat lucu tidak ingin terpisah dari kakaknya, dia membiarkanku untuk berdiri.


Dia mulai menanyakan kejadian yang aku lihat.


"Siang itu aku dan adikku sedang di luar kota untuk mencari kayu bakar, saat mulai sore, kami berjalan keluar dari hutan dan terlihat cahaya hitam pekat di langit dan cahaya itu berasal dari kota."


"Aku dan adikku mulai berlari menuju kota dan saat kami keluar dari hutan kami sangat kaget melihat langit kota dipenuhi oleh benda hitam, aku dan adikku hanya bisa terdiam melihat benda itu."


"Aku dan adikku hanya bisa menangis melihat itu dan kami berjalan menjauhi kota untuk mencari pertolongan dan kami terus berjalan menuju kota ini dan setelah satu hari kami bertemu dengan kakek." wajahku mulai bersedih.


"Kenapa kau tidak masuk dan memastikan keadaan orang tuamu?"


"aku tidak bisa karena aku membawa adikku dan aku tidak bisa membuatnya dalam bahaya dengan keadaan itu dan aku tidak tau bahaya apa yang berada di dalam kota"


Kesatria itu berdiri dan wajahnya turut prihatin dengan keadaan kami, dia memberikan kami dua potong roti dan mengembalikan kami ke kakek.


Kami berhasil masuk ke dalam kota tanpa ada masalah, aku takut dengan kemampuan aktingku haha mungkin jika aku tidak mati di dunia ku dulu aku sudah menjadi artis haha.


Kakek menanyakan apa yang ditanyakan oleh kesatria dan aku menjelaskan semuanya dan dia menangis dan sangat cemas dengan keadaan kami.


kakek itu menawarkan tempat rumahnya untuk kami tinggal, aku menerima tawarannya karena aku membutuhkan orang untuk menjaga Isabella dan sebagai penyamaran.


Saat kami mulai masuk ke alun-alun kota, kota itu terlihat dipenuhi oleh prajurit dan pria yang menggunakan senjata dan amour ringan, kata kakek pria itu adalah orang yang mendaftar menjadi prajurit bayaran.


Kota itu tampak hidup karena banyak aktifitas perdagangan jela saja karena kota itu sedang ramai-ramainya dipenuhi oleh orang kaya.


Suasana bangunan kota juga mirip dengan kota Errad terlihat maju, banyak bangunan yang terbuat dari batu meskipun masih ada yang terbuat dari kayu dan jalan kotanya sudah terbuat dari batu pantas saja dari tadi aku sudah tidak merasakan getaran.

__ADS_1


Setelah satu jam kami berjalan dikota kereta berhenti di sebuah rumah kayu kecil kakek turun dari gerobaknya, aku juga turun dan membantu Isabella turun.


Pintu rumah itu terbuka dan terdengar suara anak perempuan yang menyambut kedatangan kakeknya.


Aku melihat anak itu pikiranku menjadi hening dan ada air yang menetes di pipi, ah ternyata aku masih memiliki hati.


"Elisabet?" dengan suara yang lemas dan senyuman lebar di bibirku.


 


Status MC


Nama: Catastrophe


Level: 50


Ras: Void High Lord


Title: Kanibal, Human Slayer, Greed, Orang bodoh, True Demon Lord, Disaster


Skill:


-Oni Aura lvl 10


-True Demon Lord lvl 10


-Necromancer lvl 10


-Demon Lord Mode lvl 10


-Disaster lvl 10


-analisis lvl 10


-Gluttony lvl 10


-Dark Element lvl 10 : Dark Compress, Dark Barrier, Dark Area, Dark Spear, Dark Camp, Dark Sword, Dark Bullet, Dark Slash, Dark Snow, Black Hole, Dark Wings, Dimension Slash


-Void Seed lvl 2


-Light Element lvl 10: Heal, Light Whip, Flash. light Sword, Light Hole, Light Chain


-Magic Buff lvl 10


-Fire Element lvl 10 : Fire Burst, Fire Ball, Fire Cloak, Explosion, Hell Fire, Fire Cannon

__ADS_1


-Water element lvl 10: Needle Rain, Water Sword. Ice Wall, Ice Forest, Water Shield


-Void Element lvl 10: Storage,Void world


__ADS_2