
"Kau kenapa menangis?, dia cucuku Rize siapa Elisabet?"
Rize dan kakek terliha bingung melihatku yang mengis tiba-tiba, aku mengusap pipi dan mataku untuk membersihkan air mata.
"Maafkan aku bertingkah aneh, hanya saja cucu mu terlihat sangat mirip dengan sahabat ku yang lama sudah meninggal"
Rize mendekatiku dan memberikan sapu tangannya yang berwana putih dengan ukiran bunga di bagian ujungnya.
Aku mengambilnya dan memberikan senyuman kepada Rize dan berterimakasih kepadanya, Rize terhat senang dan berkata.
"Jangan menangis lagi aku akan menjadi sahabatmu kakak"
"Iya Rize aku sangat senang kau mau menjadi sahabatku"
Kakek terlihat sangat senang melihat kami sudah akrab, dia membuka pintu rumahnya dan membawa kami masuk ke dalam rumahnya.
Rumah itu cukup kecil dengan perabotan yang seadanya tapi aku bisa merasakan kehangatan yang luar biasa dari dalam rumah itu.
Aku, Isabella, dan Rize duduk di meja makan sedangkan kakek pergi untuk mengambilkan makanan, Rize terus mendekati Isabella dan terus berbicara kepadanya.
Pada awalnya Isabella sedikit takut tapi sedikit demi sedikit dia mulai membuka hatinya kepada Rize, aku sangat senang dengan perkembangan mental Isabella.
Setelah beberapa saat kakek membawa mangkuk yang berisi sup dan baunyanya sangat lezat, aku tidak bisa menahan rasa lapar hingga perutku berbunyi dengan keras.
Semua yang ada di sana tertawa termasuk Isabella, aku hanya bisa tersenyum tipis dan menahan rasa malu.
Saat aku memakan masakan kakek membuatku terharu dengan rasanya bahkan rasanya lebih enak dari makanan yang pernah ku makan dulu di restoran, aku makan dengan lahap, wajah kekek terlihat sangat senang karena aku sangat menyukai masakannya
sambil makan kami membicarakan banyak hal tentang kehidupan kami, Rize terlihat sudah bisa menerima kematian orang tuanya dia benar-benar anak perempuan yang sangat hebat.
Setelah dia tinggal dengan kakeknya dia mulai membantu kakeknya bekerja di ladang yang berada di halaman belakang rumahnya, mereka sedang menanam sayuran.
Kakek menanyakan apa yang akan kami lakukan seterusnya, aku berkata jika aku akan menjadi prajurit karena aku membutuhkan informasi tentang Saint itu.
"Tapi bagaimana dengan adikmu? kau tidak bisa membawanya saat kau menjadi prajurit kan?"
Benar juga apa yang harus ku lakukan kepada Isabella, aku terdiam dan memikirkan cara yang aman untuk Isabella tap ditengah kebingunganku kakek itu menawarkan tempat tinggalnya untuk kami tingal.
Rize setuju dengan usulan kakek dan dia akan menjaga Isabella selama aku tidak ada didekatnya, aku menerima tawaran itu dan aku juga akan membantu pekerjaan berladang.
Kakek dan Rize terlihat sangat senang dengan perkataan ku dan Rize memeluk Isabella yang sudah tidak takut lagi kepadanya.
Setelah makan kekek menunjukkan kamar tidurku di pojok kanan rumah, kamar itu kecil hanya ada tempat tidur dan bantal tapi aku tidak masalah karena aku tau kakek itu sudah memberikan yang terbaik.
Isabella akan tidur dengan Rize karena sudah tidak ada lagi kamar di rumah itu.
Hari sudah malam dan aku tidur di kasur yang sempit itu dan melepas semua lelahku.
Saat aku membuka mata ada sinar yang tembus melalui sela dinding kayu kamar, aku keluar dari kamar dan terlihat Rize dan isabella yang sedang makan di meja.
Kakek yang sedang menggunakan baju petani dan yang siap melakukan pekerjaannya, kakek menyuruhku untuk makan terlebih dahulu baru membantunya.
__ADS_1
Aku makan dengan cepat dan senang karena masakannya sangat enak, setelah makan aku, Isabella, dan Rize pergi ke ladang dan menggunakan baju petani lengkap dengan topinya.
Ladang itu tidaklah besar dan terlihat hanya kakek yang mengerjakan ladang itu, dia sedang menyiram.
Aku menggunakan water cannon dengan ukuran yang sangat kecil untuk menyiram tanaman dari jarak jauh.
Kakek dan Rize terkejut bahwa aku bisa menggunakan skill air dan mereka sangat tertolong karena dalam sekejap seluruh tumbuhan sudah disiram air.
Setelah membantu ladang aku izin pamit untuk pergi mendaftar prajurit, aku menitipkan Isabella kepada Rize di rumah itu, aku juga tidak terlalu kawatir karena ada sepuluh pasukan yang menjaganya dan aku bisa tau jika dia sedang dalam bahaya.
Aku pergi ke bagian tengah kota dekat dengan istana karena kata kakek disanalah tempat untuk mendaftarkan diri menjadi prajurit.
Saat sampai aku melihat kerumunan orang dengan membawa senjata dan armournya, sepertinya mereka sedang mengantri untuk mendaftar.
Aku masuk ke barisan di bagian paling belakang dan satu persatu orang mulai masuk ke dalam sebuah pintu.
Setelah beberapa saat tiba giliranku ada kesatria yang menjelaskan aturan dari perekrutan prajurit.
Kemampuan bertarungku akan diuji dan dari pengujian itu akan ditentukan pangkat dan posisiku dan dia sempat menanyakan armour dan pedangku tapi aku tidak terlalu peduli aku tetap maju ke arah pintu.
Setelah itu pintu terbuka dan aku masuk ke dalam pintu itu dan terlihat arena kecil dan ada kesatria yang menonton di kursi penonton.
Di salah satu kesatria ada kesatria yang kemarin yang menggunakan armour silver mencolok, dari wajahnya dia masih ingat denganku.
Semua penonton terlihat ragu dan membicarakanku karena aku tidak menggunakan armour maupun pedang.
Ada kesatria yang berdiri di hadapanku dengan peralatan perang yang lengkap dan ada suara bel yang terdengar dari kursi penonton.
Terdengar suara nyaring seperti besi yang dihantam dengan palu, dalam sekejap prajurit itu terpental beberapa meter dengan armour nya yang penyok.
Aku merasa cemas aku takut dia mati padahal aku hanya memukulnya dengan sangat pelan sekali.
Ada suara tepukan tangan yang terdengar dari bangku penonton dan saat aku melihatnya mereka semua berdiri dan memberikanku tepuk tangan yang meriah, aku hanya bisa tersenyum dan merasa legah.
Setelah itu aku diarahkan keluar dari arena itu dan bertemu dengan kesatria silver itu di luar arena.
"Kau memiliki kemampuan yang sangat hebat yah, apa tujuanmu bergabung dengan prajurit?" wajahnya terlihat serius.
"Untuk membalaskan dendam orang tuaku dan seluruh orang yang ku kasihi" aku memasang wajah yang serius dan sedikit sedih.
"baiklah bergabunglah ke dalam pasukanku, kau akan ku sambut dengan sangat meriah dan aku akan memberikanmu pangkat yang tinggi juga jika kau bergabung dengan pasukanku."
Aku menerima tawarannya dan bergabung dengan pasukannya.
Setelah itu kami saling memperkenalkan diri namanya adalah Barry Steward, dia adalah bangsawan dan salah satu komandan yang akan memimpin peperangan besar nanti.
Aku sangat beruntung karena bisa masuk ke pasukannya karena bisa mendapatkan informasi yang mungkin berguna.
Aku bertanya tentang Saint yang bisa menyembuhkan sakit jiwa, dan barry berkata dia tau dengan Saint itu dengan alasan untuk menyembuhkan adikku aku bertanya bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengannya, dia terlihat diam dan terus berjalan.
Setelah beberapa saat aku melihat lapangan yang sangat luas dekat dengan istana, banyak orang yang sedang berlatih bertarung.
__ADS_1
Dengan berbagai macam senjata, Barry membawaku ke menuju panggung kecil yang menghadap lapangan.
Dan memerintahkan seluruh orang yang ada di sana untuk berbaris, dalam sekejap mereka semua berbaris dengan rapi.
"Mulai hari ini dia akan menjadi pelatih kalian"
"Baik tuan" seluruh orang memberikan hormat ke arahku.
Aku hanya bisa bingung mendengar perkataan Barry dan dia berbisik.
"Jika kau ingin menyembuhkan adikmu kau harus memiliki prestasi terlebih dahulu" dengan kedipan mata rasanya seperti aku sedang di jebak.
Status MC
Nama: Catastrophe
Level: 50
Ras: Void High Lord
Title: Kanibal, Human Slayer, Greed, Orang bodoh, True Demon Lord, Disaster
Skill:
-Oni Aura lvl 10
-True Demon Lord lvl 10
-Necromancer lvl 10
-Demon Lord Mode lvl 10
-Disaster lvl 10
-analisis lvl 10
-Gluttony lvl 10
-Dark Element lvl 10 : Dark Compress, Dark Barrier, Dark Area, Dark Spear, Dark Camp, Dark Sword, Dark Bullet, Dark Slash, Dark Snow, Black Hole, Dark Wings, Dimension Slash
-Void Seed lvl 2
-Light Element lvl 10: Heal, Light Whip, Flash. light Sword, Light Hole, Light Chain
-Magic Buff lvl 10
-Fire Element lvl 10 : Fire Burst, Fire Ball, Fire Cloak, Explosion, Hell Fire, Fire Cannon
-Water element lvl 10: Needle Rain, Water Sword. Ice Wall, Ice Forest, Water Shield
-Void Element lvl 10: Storage,Void world
__ADS_1