True Monster

True Monster
Chapter 8 - Apel


__ADS_3

Aku membuka mataku dan tubuhku terasa sangat berat, aku tidak bisa menggerakkan kaki dan tangan ku, semua indra perabaku mati, mataku pun juga sangat berat.


Aku menggunakan skill Fire Cloak untuk menghangatkan seluruh tubuhku hingga satu jam tubuhku sudah mulai kembali bisa digerakan tapi ada yang aneh kaki kanan dan tangan kiriku tidak bisa ku gerakan.


Saat aku melihat tangan dan kaki ku mereka sudah terputus dari tubuhku dan pecah berkeling keping, aku tidak tau harus berekspresi apa lagi karena aku juga sudah tau pasti akan terjadi, benar saja kaki dan tanganku hancur berkeping keping.


Aku mulai merangkak ke altar tempat bunga itu tadi, untuk menyenderkan tubuhku di altar itu, tanganku menggapai altar itu dengan cukup sulit karena bagian pinggangku masih sangat kaku.


Saat tanganku sudah dapat memegang ujung altar itu aku menarik badanku dan bersender, aku melihat statusku dan ada skill baru yaitu Water Element level 1.


Tapi sebelum itu kaur harus bisa berjalan dengan baik, aku menggunakan skill Dark Leg untuk membuat kaki kanan dari kegelapan dan Fire Arm untuk tangan kiriku.


Saat aku sudah mulai terbiasa dengan kaki dan tangan baruku aku berjalan mencari petunjuk di ruangan itu, aku menemukan tulisan yang membentuk lingkaran, aku menganalisis tulisan itu dan itu adalah tulisan sihir teleportasi.


Aku berjalan ke dalam lingkaran itu dan seluruh tubuhku dipenuhi cahaya yang terang menyilaukan membuat aku menutup mata, saat aku membuka mata aku sudah berada di hutan yang aku kenal.


Aku akhirnya kembali ke permukaan udara yang segar matahari yang hangat birunya langit aku sudah kesepian tanpa kalian selama ini, ditengah kesenanganku perutku mulai terasa sakit karena lapar.


Semua persediaan daging yang ku simpan dalam tas semuanya sudah menjadi pecahan kristal akibat membeku, ah aku sudah sangat lapar aku harus berburu binatang untuk makan.


Aku berjalan mengelilingi hutan dan saat aku melihat danau disana ada rusa yang sedang minum didanau, aku menembakkan Dark Bullet dengan tangan kiriku melalui ujung dari telunjukku.


Dan tepat mengenai kepala rusa itu dan dia jatuh, aku berjalan ke arah rusa itu dan membuat api unggun dan menguliti rusa itu lalu membakarnya dengan seluruh tubuhnya masih utuh.


Aku melihat kepalanya berputar putar dan matanya seperti melihatku, karena aku sedikit takut dengan tatapan matanya aku memotong kepalanya dan menguburnya karena matanya seperti marah melihatku.


Saat aku sudah selesai makan ada suara seperti benda jatuh tepat di belakang ku, aku melirik ke belakang dan ternyata ada seorang manusia, gadis kecil berambut mata merah seperti batu permata ruby dibalik kecantikannya dia menggunakan baju yang sangat lusuh dan terlihat sudah ada banyak tambalan di seluruh bajunya dan dia tidak memakai alas kaki.


Dia menunduk dan mengambil kembali bakul dan memasukkan apel yang berceceran ke tanah, tanpa sadar aku mendekatinya dan membantu dia mengambil dan mengumpulkan apel itu.


Dia tampak sedikit takut terlihat dari tubuhnya yang gemetaran dan matanya tidak berani melihatku, saat semua apel sudah berada di dalam keranjang dan dia memberikanku satu apel dengan tangan mungilnya.


Aku mengambil apel yang diberikannya dengan tangan kiriku tapi dia menjadi lebih takut karena tangan kanan ku dipenuhi oleh api, aku mengganti tangan kanan untuk mengambil apel itu dan saat sudah kuambil gadis itu tersenyum dan berlari masuk ke dalam hutan.


Aku memakan apel itu dengan satu kali gigitan dan apel itu terasa sangatlah manis apel termanis yang pernah ku makan dan hatiku terasa hangat.

__ADS_1


Aku melihat diriku didanau dan aku melihat sosok monster yang sangat aneh dan buruk rupa bagi manusia dan aku penasaran kenapa gadis itu tidak lari saat melihat wajah dan tubuhku yang aneh ini.


Aku penasaran dengan gadis itu aku mengikuti langkahnya menuju ke dalam hutan ,hingga beberapa jam aku melihat suara seperti orang berbicara.


Aku mengintip dibalik rumput dan aku melihat kota manusia dengan penduduk yang sangat banyak, aku melihat gadis itu yang sedang berjalan dengan seorang manusia dewasa.


Terlihat jika manusia dewasa itu sedang memarahi dan memukul gadis itu hingga terjatuh, melihat itu hatiku terasa sedikit kesal tapi aku tidak tau kenapa aku bisa merasa kesal.


Aku kembali ke danau dan membuat rumah kecil dari ranting dan rumput untukku tinggal sementara karena aku masih belum tau tentang kondisi sekitar, aku menghabiskan waktuku untuk berkeliling dan melihat keadaan sekitar dan berburu hewan liar untuk menaikkan skill ku.


Setelah dua hari aku menetap didanau itu, gadis itu kembali ke danau dan menghampiriku yang sedang membakar hewan buruan.


Dia berjalan dengan tubuh yang gemetaran dan memberikanku apel, aku mengambil apel itu dan memakan apel itu, wajah gadis itu tersenyum lagi dan tubuhnya yang bergetar sudah mulai berhenti.


Dia duduk di sampingku dengan jarak yang cukup jauh, aku melihat telapak kakinya yang lecet karena tidak menggunakan sendal.


Aku mengambil rumput kering dari rumahku dan membawanya keluar, aku merajut rumput itu hingga berbentuk sendal jerami meskipun bentuknya sedikit aneh.


Aku mendekati gadis itu dan memberikan sedal jerami itu kepadanya karena aku berterimakasih atas apel yang manis itu, gadis itu membalasnya dengan senyuman manis, hatiku terasa sangat hangat melihat senyumannya.


Sejak saat itu aku tertarik untuk belajar bahasa manusia aku kembali ke kota melalui semak-semak aku mendengarkan setiap percakapan mereka dan menggunakan skill analisisku untuk mengetahui arti dari bahasa mereka.


Setelah dua hari dia kembali lagi ke danau dan membawakanku satu apel lagi, dan aku melihat kakinya sudah tidak menggunakan sedal yang ku buat waktu itu, aku berpikir jika sendal itu sudah rusak karena terbuat dari rumput kering.


Gadis itu duduk dan memberikan apelnya dan aku memakan apel itu dan mengambil rumput kering dan membuat sendal yang bentuknya lebih bagus dan lebih kuat dan kuberikan kepada gadis itu, wajahnya tapak senang tapi entah mengapa dibalik senyumannya ada sebuah kesedihan.


"siapa na mu?" dengan kata yang masih berantakan aku berbicara kepadanya.


"Huh namaku Elisabet namamu siapa?" wajahnya menjadi sangat senang.


"Aku Catastrophe" senyuman kecil di bibirku.


"Wah aku baru tau monster bisa berbicara, apa kau mau menjadi temanku?"


Teman yah aku sudah lama sekali mendengar kata itu, aku merindukan keluargaku, penduduk desa, dan semua monster.

__ADS_1


"Ya"


"Wah senangnya akhirnya aku memiliki teman hehe"


Elisabet mengajariku bahasa manusia, dia menjelaskan banyak hal tentang kota itu, mulai dari restoran yang kata orang enak, makanan yang sangat dia ingin coba, lokasi militer, perumahan, dan lain-lain.


Tapi saat aku bertanya tentang kenapa dia tidak bisa memakan makanan yang dia ingin wajahnya menjadi sedih dan dalam semua ceritanya dia sama sekali tidak menyebutkan cerita tentang dirinya.


Dia kembali ke kota dan berkata jika dia sangat senang karena bisa mendapatkan teman pertamanya.


 


Status MC


Nama: Catastrophe


Level 5


Skill


-analisis lvl 4


-Gluttony lvl 6


-Dark Element lvl 8 : Dark Compress, Dark Barrier, Dark Area, Dark Spear, Dark Camp, Dark Sword, Dark Bullet, Dark Slash


-Void Seed lvl 1


-Magic Buff lvl 7


-Fire Element lvl 5 : Fire Burst, Fire Ball, Fire Cloak, Explosion


-water elemment lvl 2


Ras: Oni Disaster

__ADS_1


Title: Kanibal,Elementalis


__ADS_2