True Monster

True Monster
Chapter 38 - Hanya kami berdua


__ADS_3

Aku membuka mata dan terlihat dinding yang berlapis ukiran emas dan kasur yang sangat besar dan mewah yang menadah tubuhku.


 


 


Aku berdiri dari kasurku dan mengganti baju tidurku dan aku aku melihat wajahku di kaca dan terlihat wajahku seperti kurang tidur.


 


 


Sudah satu minggu aku susah tidur sejak hari itu, aku berjalan keluar dari ruanganku dan terlihat disana ada dua penjaga yang berjaga, mereka memberiku hormat dengan menundukkan sedikit badannya ke lantai.


 


 


Aku berjalan menuju perpustakaan karena waktu masih sangat pagi bahkan langit masih gelap, untuk mengisi waktu luangku sebelum bekerja aku pergi ke perpustakaan.


 


 


Perpustakaan terletak di bagian paling ujung belakang istana dengan melalui lorong utama.


 


 


Saat sampai di depan pintu perpustakaan dengan perlahan aku membuka pintu dan terlihat perpustakaan sedikit gelap karena pengurus perpustakaan belum ada.


 


 


Aku berjalan menuju rak rak buku dan mencari buku yang berkaitan dengan pintu dan gunung yang hancur akibat pertarunganku dengan Demigod dulu.


 


 


Setelah beberapa menit aku mencarinya tapi aku tidak menemukan bukuyang tepat, aku sedikit kecewa tapi aku melihat satu buku yang sangat memikat hatiku.


 


 


Dengan sampul berwarna merah terang dan tulisannya berwarna emas, aku mengambil buku itu di rak paling atas.


 


 


Judul buku itu adalah "Path" dengan menggunakan skill analisis aku bisa membaca buku itu karena bahasa yang digunakan bukan bahasa manusia tapi bahasa itu sangat familiar tapi aku tidak ingat bahasa apa itu, aku duduk di meja dekat pintu masuk dan menyalakan batu cahaya untuk menerangi mejaku.


 


 


Aku membuka buku itu dengan perlahan dan terlihat itu adalah buku bergambar.


 


 


Halaman pertama ada gambar seorang manusia yang menggunakan armour yang mengkilat dan dia sedang bersujud dengan lutut yang menyentuh tanah.


 


 


Dan wajahnya sedang melihat ke langit yang berawan putih seperti susu.


 


 


Di halaman kedua manusia itu terlihat sedang bertarung dengan banyak sekali monster.


 


 


Dan semakin aku membalik halaman yang ada di buku itu semakin banyak pula manusia itu membunuh monster bahkan jumlahnya sudah tidak terhitung.


 


 


Hingga tangaku terhenti di suatu halaman terlihat manusia itu di sembah oleh banyak manusia yang lainnya.


 


 


Wajahnya menjadi sangat senang senyuman yang sangat lebar ada di wajahnya, dia terbang menuju langit hingga tidak terlihat lagi.


 


 


Di halaman selanjutnya manusia itu terlihat sedang berada di istana yang sangat besar dan mewah dan istana itu terletak di atas awan.


 


 


Manusia itu sedang melihat kebawah dan memandangi manusia yang lainnya.


 


 


Halaman demi halaman aku terus membukanya, sedikit mulai sedikit senyuman yang menghiasi wajahnya mulai pudar dan hanya kesedihan yang tertinggal karena melihat manusia yang semakin lama semakin kejam saling menyiksa satu  sama lain.


 


 


Dan di akhir halaman dia berkata "Apakah pilihanku salah?, bagaimana jika diriku yang berbeda menjadi aku apakah dunia ini akan damai?".


 


 


Saan aku selesai membacanya tiba-tiba ada suara dari belakangku yang memanggilku.

__ADS_1


 


 


"Raja, raja"


 


 


Aku membalikkan kepalaku ke samping dan terlihat penjaga perpustakaan yang memanggilku.


 


 


"Maaf raja mengganggumu bukankah sebentar lagi tuan ada rapat?"


 


 


Ah sudah saatnya yah aku berdiri dan meletakkan buku itu di meja dan bergegas pergi ke ruang rapat.


 


 


Di rapat semuanya sama seperti biasa tapi ada topik baru di akhir rapat ini yaitu pesta pernikahan karena besok lusa aku akan menikahi Isabella dan satu kota akan menjadi panggung pesta kami.


 


 


Argg aku sama sekali tidak bisa tidur memikirkan pernikahan itu, wajah Isabella terlihat biasa saja lagi tapi belakangan ini dia mulai sedikit berbicara denganku bahkan sikapnya sudah sedikit berbeda, apakah aku punya salah?.


 


 


Setelah rapat aku melakukan pengecekan persiapan pernikahan kami hingga malam dan malam ini sepertinya aku hanya tidur dua jam seperti biasanya.


 


 


Dan tak terasa hari sudah berganti lagi dan hari ini adalah hari pernikahan ku dan hari itu aku sama sekali tidak bisa tidur.


 


 


Ahh tenang Cata kau adalah raja iblis dan kau juga sudah dewasa meskipun aku sudah lupa menghitung umurku di dunia ini tapi secara mental aku sudah berumur lebih dari 30 tahun jadi memang sudah saatnya.


 


 


Aku bangun dari kasurku dan mendengar suara ketukan di pintu.


"Masuk"


 


 


Ada empat wanita pelayan yang masuk ke dalam kamarku, mereka mempersiapkan penampilanku untuk acara pernikahan.


 


 


 


 


"Raja sudah selesai bagaimana?"


 


 


Aku memandangi diriku di depan kaca yang tingginya lebih dari tinggiku, baju berwarna putih susu dan di setiap pinggir baju ada jahitan benang emas yang berkilau, hahaha  aku memang sangat tampan hehehe.


 


 


"Ehemm sudah bagus kalian boleh pergi"


"Baik raja"


 


 


Para pelayan itu pergi dengan perlahan.


 


 


Setelah mereka semua keluar aku duduk di atas kasur dan berlatih ekspresi wajah yang karena aku tidak menjadi bahan tertawaan.


 


 


"Rajaku sudah saatnya"


 


 


Aku keluar dari kamar dengan cahaya matahari pagi yang tembus melalui kaca dan menerangi lorong istana.


 


 


Aku berjalan menuju halaman istana dan di belakangku ada banyak sekali pelayan yang menggunakan baju hitam untuk pria dan putih untuk wanita.


 


 


Saat aku sampai di halaman itu terlihat banyak sekali penduduk yang berkumpul di bagian luar istana untuk menonton.

__ADS_1


 


 


"Hidup raja, hidup kerajaan Eisi" sorakan yang sangat meriah dari para penduduk.


 


 


Aku berjalan sambil melambaikan tanganku kepada mereka, aku berdiri di  panggung yang cukup tinggi dan di sampingku sudah ada Dion yang menggunakan jubah putih.


 


 


Dan setelah beberapa saat terdengar musik yang sangat meriah dan megah dan banyak sekali kelopak bunga yang berjatuhan dari langit.


 


 


Pintu istana terbuka dengan sangat lebar dan terlihat Isabella yang sangat cantik dengan gaun pitih yang sangat menawan dengan ukiran benang merah yang menghiasi gaunnya.


 


 


Dia berjalan di karpet merah menuju panggung yang sama denganku, rasa gugupku seketika hilang karena melihat kecantikannya.


 


 


Setiap langkah kakinya di atas karpet merah terlihat sangat menawan dengan perlahan dia mulai menaiki tangga panggung dan berdiri di hadapanku.


 


 


Dan saat itu rasa gugupku kembali lagi dan kali ini keringat sebesar biji jagung keluar dari kulitku.


 


 


Wajah Isabella terlihat biasa saja apakah dia sama sekali tidak gugup? atau dia terpaksa menikahiku?.


 


 


"Para hadirin sebentar lagi hari ini akan menjadi hari yang sakral bagi kerajaan Eisi ini karena raja pertama Catastrophe dan Isabella akan menjadi raja dan ratu yang akan membawa perdamaian bagi benua ini".


 


 


Suara musik dan sorakan sangat meriah terdengar di kupingku.


 


 


"Baiklah sebagai lambang dari cinta dan hubungan kalian dipersilahkan untuk berciuman"


 


 


Ahh aku sudah tidak tau apa-apa lagi karena aku secepatnya ingin turun dari sini karena sangat malu.


 


 


Aku membuka cadar Isabella dan saat aku membukanya terlihat wajah Isabella yang terlihat biasa saja berubah menjadi sanga merah dan aneh.


 


 


Hahahahaha ternyata selama ini dia sedang menahan ekspresi wajahnya hahaha.


 


 


"Hahaha hebat juga kau bisa menahan ekspresi mu itu" bisikku.


"Berisik sudah cepat cium aku"


 


 


Dan aku baru terpikirkan bagaimana caranya cium? harusnya waktu di perpustakaan aku mencari buku panduan berciuman arggg bodohnya aku.


 


 


"Buruan"  Isabella dengan wajah yang sudah sangat malu.


"Isabella bagaimana berciuman itu?"


"Huhhhhhhh?"


 


 


Isabella memegang wajahku dan wajahnya mendekat dengan cepat ke wajahku hingga mata kami saling bertatapan dan dari bibirku terasa ada sesuatu yang sangat lembut.


 


 


Kupingku terasa aneh karena suara sorakan dan alunan musik yang keras seketika menghilang seakan hanya ada kami berdua disini dan pikiranku menjadi sangatlah damai.


 


 


Dan setelah beberapa saat sensasi lembut itu hilang dan terlihat Isabella yang sedang menutupi wajahnya sebagian dengan satu tangannya, wajahnya sangat merah dan lucu.


 

__ADS_1


 


"Bodoh jadi raja iblis bisa tapi ciuman tidak tau, harus istrinya yang mencium"


__ADS_2