True Monster

True Monster
Chapter 37 - Setuju?


__ADS_3

Matahari dan bulan terus berganti dan tidak terasa waktu berputar sangatlah cepat hingga satu bulan telah lewat, dikota Catas seperti biasa ada rapat harian di pagi harinya.


Dalam beberapa bulan ini aku memiliki hobi baru yaitu melatih ekspresi wajah, cara bicara, dan cara gerak tubuhku agar terlihat seperti raja hebat dan gagah, aku cukup yakin dengan kemampuanku ini hahaha.


"Hemmm lihatlah cermin ajaib siapa yang paling tampan dan gagah di dunia ini huh?" sambil membuat ekspresi dan gaya keren di depan cermin besar.


"Yah cukup untuk latihan hari ini"


Aku membalikkan tubuhku dan melihat ada cahaya di kasurku dan sumber cahaya itu berasal dari pintu kamar.


Aku berlari menuju pintu dan terlihat Isabella yang sedang menahan tawanya dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya rapat-rapat.


"Hahahahahahahahahahahahahaha apa cermin ajaib itu sudah menjawab pertanyaanmu hahahahahaha"


Arggg terlihat kelas sekali dia melihat ku dari awal sampai akhir dan ini sangat memalukan bahkan tawanya sangat keras.


"Apakah raja tidak memiliki ruangan privasi huh?, lagian kenapa kau tidak mengetuk pintu? ah ini sangat memalukan kau tau?" sambil menutupi sebagian wajah dengan satu tangan.


"Maaf Cata hahahaha ini sangat lucu, aku sudah mengetuk pintu dan kau tidak menjawabnya, aku masuk untuk membangunkanmu mungkin kau masih tertidur tapi hahaha kau melakukan hal aneh hahahaha jadinya kebablasan aku menonton mu hahaha".


"Bisakah kau berhenti tertawa, kita akan terlambat pada rapat hari ini kau tau?"


"Huuuuuu baiklah aku sudah cukup tenang" tapi masih ada senyuman di wajahnya.


Ahh sangat memalukan, yah hubungan kami semakin dekat karena dia merupakan asisten pribadiku dan menjabat sebagai menteri hukum.


Isabella keluar dari kamar dan menungguku di luar, aku berganti pakaian raja yang sangat mewah dan elegan.


Baju seperti jenderal dari dunia ku dulu dengan jubah yang melambai di pundakku dengan warna dasar hitam dan sedikit ungu.


Aku sangat ingin menggunakan baju ini dari kehidupanku yang lalu karena sangat keren dan akhirnya aku bisa menggunakannya meskipun dalam proses pembuatannya memakan waktu yang lama karena aku tidak terlalu pandai menjelaskan baju ini kepada pengrajin baju.


Aku keluar kamar dengan gaya seorang raja yang menurutku sangatlah keren dan di depan kamar sudah ada dua kesatria dan Isabella.


Aku berjalan dengan Isabella yang tepat di sampingku dan dua kesatria tadi berjalan di belakang.


Masih terdengar tawa dan senyuman kecil dari Isabella.


"Raja tampan sudah mau sampai di pintu hihihi"


"Kau jangan bilang ke siapa-siapa ya"

__ADS_1


"Tenang saja raja tampan sudah bersusah payah melatih gayanya mana mungkin aku mempermalukannya hihi".


Aku cukup ragu dengan jawabannya tapi mau bagaimana lagi aku harus fokus dengan gayaku.


Para kesatria membukakan pintu besar itu dan terliha disana sudah ada delapan orang yang duduk.


Aku berjalan di atas karpet merah yang berukirkan emas di sudut karpet, berjalan dengan tegap dan jubahku yang sedikit terangkat karena gerakan bahuku yang tegap.


Aku duduk di bangku tengah yang paling mewah dan Isabella duduk disebelahku dan rapat dimulai.


Susunan politik sudah diubah dan ditambahkan alasan kursi itu bertambah karena kebutuhan yang semakin luar dan usulanku dari pengetahuanku dari dunia ku yang dulu untuk membangun kerajaan yang maju.


Dan pemilihan dari menteri baru atas pilihan kami berdua aku dan Isabella karena satu bulan yang lalu aku mengetahui ada kemungkinan pengkhianat tapi dari hasil penemuan surat itu masih belum ada kabar lanjut dari Corto yang sekarang menjadi pemimpin pasukan khusus raja hanya raja yang boleh memerintahkan pasukan khusus.


Para menteri yang sekarang ini ada sembilan yaitu menteri hukum(Isabella), menteri pertanian(Doni adik Dion), menteri pertahanan(Eriot), menteri pendidikan(Rude), menteri kesehatan(Venny), menteri komunikasi(Cori), menteri pembangunan(Dion), Menteri pengintai(Corto), Silon menteri perbatasan.


Rapat dimulai dengan pelaporan dari masing-masing menteri tentang tugas yang sedang mereka laksanakan dan seperti biasa semua berjalan lancar tanpa adanya hambatan yang berarti.


Setelah semua menteri memberikan laporan kepada ku rapatpun sudah di penghujung.


"Apakah tidak ada lagi yang ingin dilaporkan dari setiap bagian?" Isabella.


"Raja ku jika boleh aku memberikan masukkan?" Dion.


"Rajaku kau sudah melupakan hal yang terpenting dari suatu susnan kerajaan yaitu keturunan".


Wajah keren dan bijaksanaku sedikit tergores dengan alis yang kaget, ehemmmm tenang.


"Keturunan yah sepertinya aku tidak terlalu membutuhkannya sekarang, karena kita harus fokus mengurus kerajaan dulu" Cata.


"Tapi raja meskipun begitu dalam kerajaan membutuhkan keturunan agar menjadi ahli waris apalagi kerajaan kita sedang bertempur tidak ada yang tau kedepannya bagaimana".


Aku melihat Isabella di sampingku wajahnya terlihat datar dan matanya tidak tau memandang ke mana.


"Hei Isabella bantu a..aku belum siap dengan pernikahan kau tau, aku sama sekali tidak ada pengalman seperti itu" aku berbicara dengan suara berbisik ke Isabella.


Tapi tidak ada jawaban darinya bahkan wajahnya tetap sama tidak ada perubahan tapi aku tau pasti dalam hatinya dia sedang menertawakanku.


Ahh bagaimana mana mungkin aku bilang ke hadapan para menteri "maaf raja mu ini sangat malu untuk menikah karena sama sekali tidak memiliki pengalaman romantis" mana bisa oi aku sudah mempertahankan tingkah raja bijaksana dan keren mana mungkin bisa argg akan ku lewati rintangan ini dan menaiki tangga kedewasaan.


"Baiklah menurut kalian siapa yang paling pantas menjadi ratu?" Cata.

__ADS_1


"Terserah raja, apakah dihati raja ada wanita yang anda tertarik?" Dion.


"Raja bagaimana dengan anakku saja, anakku kuat beroto dan sangat cantik" Eriot.


Huh kuat berotot dan cantik aku tidak bisa membayangkannya apalagi tubuhnya setengah singa? tidak tidak tidak aku tidak mau pasti wanita itu seperti bencong arggg mengerikan dan sekarang bagaimana aku menolaknya huuuu.


"Tidak raja dengan putriku saja" Silon.


"Tidak raja putriku lebih hebat" Cori.


"Apakau bilang putriku lebih kuat daripada putri kalian yang loyo" Eriot.


"Apa katamu?" Sion, Cori.


Dan terjadi adu mulut di antara tiga menteri itu, ah aku pusing sekali memikirkan ini tapi aku bisa menghindari dari Eriot.


"Kalian diamlah, kalian sedang di hadapan raja tidak sopan kalian" Doni dengan suara yang sangat keras dan nada yang membentak.


Suara pertengkaran dari tiga menteri dalam seketika berhenti dan ruangan kembali hening.


"Aku punya usulan bagaimana Isabella saja yang menjadi ratu, karena dia adalah orang terdekat dengan raja sekaligus putri dari raja iblis sebelumnya, bagaimana kalian setuju?".


Apa apa apa aku dan Isabella menikah, aku tidak dekat kalian tau dia sering menjahiliku jika kalian tidak ada huuu.


"Setuju"


"Setuju"


"Setuju"


"Setuju"


"Setuju"


"Setuju"


"Setuju"


"Baiklah kami semua setuju bagaimana dengan raja dan Isabella?" Dion.


Ahh mati aku aku harus bilang apa, aku melihat Isabella dan wajahnya terlihat biasa saja dan mulutnya terbuka hendak memberikan jawaban.

__ADS_1


"Aku".


Note: maaf ya beberapa hari lalu jarang up soalnya sakit tapi aku bakal crazy up cerita sudah ada di otak, di tunggu ya.


__ADS_2