
Hari itu juga aku menjadi pelatih di tempat itu, para prajurit yang aku latih adalah pasukan dari prajurit Barry bangsawan dari kerjaan Hedom.
Saat Barry pergi meninggalkanku para prajurit yang ada disana seperti mengolok-olokku karena penampilanku seperti orang biasa dan mereka seakan tidak memperdulikanku dan kembali berlatih masing-masing.
Demi bisa mendapat informasi tentang Saint aku membutuhkan prestasi yang tinggi, aku harus melatih mereka.
Aku menganalisis mereka dan rata-rata level mereka adalah 30 ada beberapa yang mempunyai level 40 dan Barry level 70.
Aku tidak tau cara menilai kekuatan manusia karena pada saat di arena saja dia hanya memukul dengan sangat pelan manusia itu hampir mati.
Aku turun dari panggung, aku berjalan kehadapan mereka dan memukul mereka satu persatu dengan sangat pelan untuk tidak membunuh mereka.
Satu persatu manusia ku pukul hingga terpental, mereka yang melihat temannya dipukul balik melawanku, tapi perlawanan mereka sia-sia.
Tidak ada seorangpun yang berdiri di lapangan itu kecuali aku, mereka semua terbaring di tanah dengan jeritan rasa sakit.
Aku sedikit menikmati hal itu karena rasanya sedikit nikmat menyisa mereka tapi aku tidak boleh berlebihan mereka bisa mati.
Tatapan mereka melihatku berubah dalam sekejap mata dan wajah mereka seakan sedang melihat seorang iblis.
Sejak saat itu mereka melakukan semua perintahku, aku melatih mereka dengan sangat keras sebenarnya bagi ku itu tidak keras tapi terlihat dari wajah mereka yang sangat menderita.
Padahal aku hanya memerintahkan mereka keliling kota sebanyak seratus kali sehari, berenang melawan arus sungai selama seratus menit tanpa henti, latihan angkat beban batu sebanyak seratus kali dan beberapa teknik bertarung.
Keseharianku dikota adalah membantu kebun kakek, melatih para prajurit sambil mencari informasi di militer.
Hingga beberapa hari aku mendapat promosi jabatan karena hasil aku melatih prajurit karena mereka berkembang dengan sangat pesat dalam waktu singkat, rata-rata dari level mereka meningkat menjadi level 45.
Barry terlihat senang atas kerjaku dalam melatih pasukan Elitenya sejak saat itu Barry mengangkatku menjadi tangan kanannya yaitu salah satu kapten pasukan.
Sejak saat itu Barry sangat terbuka dengan informasi militer karena aku memiliki pangkat yang cukup tinggi dan aku memiliki unit pasukan ku sendiri yang terdiri dari seratus orang.
Kota itu sebentar lagi akan menjadi pertemuan antara keempat kerajaan untuk melakukan aliansi untuk melawan raja iblis baru.
Dan dalam aliansi itu aku bisa bertemu dengan Saints yang bisa menyembuhkan Isabella, dan aku harus memiliki pangkat yang cukup tinggi sehingga aku bisa bertemu dengan Saint itu.
Setelah satu bulan kemudian aku tinggal dikota itu berbaur dengan penduduk kota itu dan melatih para prajurit dan pangkatku naik menjadi wakil komandan Barry.
Selama satu bulan itu kota melakukan pembangunan besar-besaran dengan membangun lapangan yang berbentuk seperti panggung yang besar dan mewah.
Fasilitas penginapan diperbanyak untuk tempat tinggal para prajurit dan orang penting yang akan berkumpul nanti dan pemasangan alat sihir yang bisa memberitakan seluruh kejadian secara langsung ke seluruh penjuru kota(singkatnya seperti kamera yang merekam acara tv secara live dan disiarkan ke seluruh kota).
__ADS_1
Sebelum satu hari diadakan pertemuan, paginya Barry memberikan pesan jika dia akan mempertemukanku dengan Saint itu untuk menyembuhkan Isabella di malam harinya, aku sangat senang dengan kabar itu.
Malam harinya aku membawa Isabella aku menggunakan pakaian yang rapi dan Isabella menggunakan pakaian cantik seperti seorang putri yang pakaian kami dibuat langsung oleh kakek Radi sebagai hadiah, kami pergi menuju lokasi yang telah ditentukan oleh Barry yaitu di dalam istana.
Itu pertama kalinya aku masuk ke istana itu, saat kami di depan gerbang istana kami disambut oleh banyak sekali maid yang memberikan hormat dengan membungkuk.
Isabella terus bersembunyi di belakangku, kami berjalan masuk melewati pintu istana yang besar dan mewah itu.
Di dalam sudah ada Barry yang sudah menunggu kami, Barry memberikan salam kepada kami dan tertawa karena gemas melihat Isabella yang bersembunyi.
Barry langsung membawa kami menuju ruang makan yang terletak tidak jauh dari pintu istana.
Saat kami masuk ke ruang makan disana ada beberapa prajurit yang berdiri di setiap sudut ruangan dan dua orang wanita dan pria.
Aku tau wanita itu dia adalah orang yang kulihat di dalam kereta mewah dulu saat aku pertama kali masuk ke kota ini dan pria yang duduk ditengah ujung meja dengan kursi dan mahkota meas dengan setiap sudutnya memiliki batu ruby besar dan indah di kepalanya sudah terlihat dia adalah raja baru dari Hedom.
Kami duduk didekat Barry, wajah dari raja itu terlihat sangat senang dengan kedatangan kami, saat aku melihat ke arah wanita itu dia seperti memperhatikanku dengan tajam apa penyamaranku terbongkar.
"Tuan ku raja dia adalah wakil ku dan dia memiliki kemampuan yang luar biasa, dia akan sangat berpengaruh dalam pertempuran nanti" kat Barry dengan nada hormat, aku menundukkan kepala sebagai salam hormatku kepada raja.
"Selamat datang aku sudah mendengar banyak tentangmu dari Barry, aku sangat senang bisa bertemu dengan orang kuat sepertimu namaku adalah
"Aku adalah Irene Magius, salah satu petinggi Saint di kuil" matanya masih terlihat tajam menatapku.
"Salam hormat kepada Raja dan Saint namaku Cata dan ini adikku Isa" sambil menundukkan kepala.
Makanan mulai berdatangan hingga memenuhi meja, aroma yang keluar dari makanan itu sangatlah lezat bahkan dari aromanya saja aku bisa tau perbandingan dari makanan buatan kakek dengan makanan raja sangatlah berbeda jauh, aku sangat tidak sabar untuk mencicipi makanan raja.
Setelah semua makanan datang raja memulai acara makan bersama, dengan cepat aku mencicipi setiap makanan di atas meja, Isabella terlihat takut tapi aku menyuapinya dan dia terlihat sangat terkejut dengan rasa makanan itu.
Dia melupakan rasa takutnya dan makan setiap makanan yang aku taruh di piringnya, aku sangat senang melihatnya bahagia dan bisa melupakan rasa takutnya walau sesaat.
Setelah kami selesai makan Barry menceritakan penyakit Isabella kepada raja dan Irene, raja terlihat khawatir dan memerintahkan Irene untuk menyembuhkan Isabella.
Irene berdiri dari bangkunya dan dia berkata dengan nada yang datar.
"Maafkan kelancangan ku, sebelum aku menyembuhkannya bolehkah aku memeriksa mereka terlebih dahulu?"
"apa maksudmu memeriksa Irene" kata raja.
Irene mengeluarkan bola kristal putih dari skillnya, bola kristal itu adalah bola yang sama saat aku bertemu dengan Divine Squad, ternyata benar dia curiga kepada kami.
__ADS_1
"Bisakah kau memegang bola ini?" kata Irene dengan nada curiga.
Status MC
Nama: Catastrophe
Level: 50
Ras: Void High Lord
Title: Kanibal, Human Slayer, Greed, Orang bodoh, True Demon Lord, Disaster
Skill:
-Oni Aura lvl 10
-True Demon Lord lvl 10
-Necromancer lvl 10
-Demon Lord Mode lvl 10
-Disaster lvl 10
-analisis lvl 10
-Gluttony lvl 10
-Dark Element lvl 10 : Dark Compress, Dark Barrier, Dark Area, Dark Spear, Dark Camp, Dark Sword, Dark Bullet, Dark Slash, Dark Snow, Black Hole, Dark Wings, Dimension Slash
-Void Seed lvl 2
-Light Element lvl 10: Heal, Light Whip, Flash. light Sword, Light Hole, Light Chain
-Magic Buff lvl 10
-Fire Element lvl 10 : Fire Burst, Fire Ball, Fire Cloak, Explosion, Hell Fire, Fire Cannon
-Water element lvl 10: Needle Rain, Water Sword. Ice Wall, Ice Forest, Water Shield
-Void Element lvl 10: Storage,Void world
__ADS_1