True Monster

True Monster
Chapter 30 - Menahan senyum lebar


__ADS_3

Suasana di dalam ruang makan itu menjadi tegang, para penjaga yang ada di ruangan itu mengelilingi raja dan Barry menjauh sambil bersiap untuk mengeluarkan pedangnya.


Isabella ketakutan dan dia memelukku dari belakang, aku terlihat cukup tenang dan dengan perlahan aku meraba kristal itu, semua orang melihat tanganku yang sedikit demi sedikit menyentuh kristal itu.


Tapi kristal itu tidak terjadi apa apa, semua rasa tengang seketika hilang dan para penjaga kembali ke sudut ruangan, Barry minta maaf atas perilakunya, raja juga terlihat legah tapi hanya satu orang saja yang masih curiga yaitu Irene.


Aku tau mekanisme dari kristal itu, dia akan menyerap mana dari orang yang memegangnya, monster memiliki mana yang berbeda dari manusia jadi dapat dengan mudah diketahui tapi aku mendapatkan skill Light Element saat aku memakan orang di kota Oseidon dan kemungkinan skill itu dimiliki oleh manusia.


Aku mengeluarkan mana dari skill itu untuk mengelabui kristal itu sehingga kristal itu tidak berubah warna tidak seperti dulu.


Setelah itu kami semua kembali duduk, Isabella tampak masih ketakutan dengan kejadian barusan.


"Maaf kan aku jika aku berbuat sangat lancang mencurigaimu adalah monster karena aku bisa melihat aura negatif yang kau punya seakan kau pernah membunuh banyak sekali manusia" tatapan matanya sangat dingin.


"Yap benar alasan dari kekuatanku adalah aku pernah menjadi pembunuh massal, sebenarnya aku dan adikku kecil pernah diculik di hutan saat kami ingin mencari kayu bakar, hari itu kami mencari kayu hingga sore hari" aku menunjukkan wajah yang sedikit kesal.


"Saat itu Isa sedang berada didekatku dan tiba-tiba ada banyak sekali orang yang berkumpul dan mengelilingi kami dan ada yang memukulku hingga aku tak sadarkan diri hanya tangisan Isa yang aku dengar"


"Saat aku sedang bangun aku melihat jeruji seperti penjara yang terbuat kayu, setelah aku melihat sekeliling aku sedang berada di dalam kandang dan aku mendengar jeritan dari suara Isa" wajahku sangat kesal.


"Di hadapanku ada Isa yang sedang dilecehkan aku sangat kesal melihat itu, aku berusaha untuk keluar dari penjara itu dengan menggigit salah satu jeruji hingga mulutku berdarah, setelah patah aku langsung membunuh mereka semua dari belakang saat itu pikiranku sangat kacau hingga aku tidak bisa mengingat terlalu jelas apa yang ku lakukan tapi aku sadar jika aku membunuh mereka secara brutal karena ada banyak darah di seluruh tubuhku" aku menggigit lidahku sampai berdarah.


Semua orang yang ada di meja itu terlihat prihatin dengan ceritaku padahal itu hanyalah kebohongan hahahaha emang aku berbakat menjadi aktor hahaha.


"Maafkan aku karena mempertanyakan hal yang tidak enak untuk diingat,  pasti kejadian itu salah satu alasan adikmu menjadi seperti ini, aku akan menyembuhkannya" semula mata yang dingin dengan tatapan curiga berubah menjadi wajah penuh bersalah.


"Terimakasih nona Saint"


"Kau bisa memanggilku Irene karena kau adalah wakil jenderal dan mungkin kau bisa menjadi jenderal terkuat di kerajaan ini"


Irene berdiri dari bangkunya dan berjalan ke arah Isabella yang tepat disebelahku, dia menempelkan lututnya ke lantai hingga gaun putihnya ada noda kotor.


Dia memegang tangan Isabella yang terlihat gemetaran karena takut, Isabella sempat memberontak tapi aku memegang punggungnya dari belakang sambil mengusap kepalanya.


"Recovery" suara yang sangat lembut dari bibir Irene.


Tubuh Isabella dalam sekejap dipenuhi oleh cahaya emas terang beberapa detik, setekah itu air mata menetes dari mata Isabella dengan suara sendu yang terdengar pelan.

__ADS_1


Irene berdiri dan kembali ke kursinya dan menghibur Isabella yang terlihat tidak bisa menahan air matanya yang terus keluar.


Aku berterimakasih kepada Irene, Raja , dan Barry karena mereka Isabella bisa sembuh tapi rasa terimakasih ini bukanlah bohong tapi aku sungguh berterimakasih meskipun mereka nantinya akan menjadi musuhku.


Aku keluar bersama Isabella dari istana, Isabella terlihat matanya masih merah, aku memegang tangannya dan sedikit demi sedikit mulai tenang.


Di perjalanan pulang aku memberitahukan rencanaku besok karena ini adalah rencana yang sangat penting, sebenarnya aku ingin membiarkannya tenang dulu tapi pertemuan akan dilakukan besok .


Isabella seperti tidak mau melihat mataku dan pipinya memerah, padahal aku sedang membicarakan hal serius tapi ya sudah yang penting besok harus berjalan lancar.


Dia mendengarkan semua perkataanku tanpa adanya suara yang keluar dari mulutnya, setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Radi untuk beristirahat untuk terakhir kalinya di rumah itu.


Ke esok harinya aku bangun lebih pagi dari biasanya karena aku memiliki tugas untuk menjadi pendamping dari Barry dalam pidatonya nanti di hadapan para perwakilan dari seluruh kerajaan, aku menggunakan pakaian bangsawan yang diberikan Barry.


Aku keluar dari kamar dan membangunkan Isabella untuk melakukan apa yang aku suruh, dia terlihat sedikit sedih yang tergambar dengan jelas di wajahnya.


Aku tidak tau apa yang dipikirkannya tapi sepertinya dia sedang memikirkan ayahnya yang mati dibunuh oleh manusia biadab tenang saja aku akan balas dendam.


Aku pergi keluar rumah dan stadion yang telah dipersiapkan dengan sangat mewah, aku memanggil seluruh pasukanku untuk melakukan patroli sekitar kota untuk memeriksa keadaan.


Aku berjalan-jalan di sekitar istana untuk mencari Barry dan mempertanyakan jadwal apakah ada masalah atau tidak.


Setelah beberapa jam matahari mulai terbit ada suara meriah dari pintu barat kota, aku berdiri menunggu di stadion bersama dengan Barry dan orang penting dari kerajaan Hedom.


Sambutan yang meriah dan sorakan rakyat kota yang terdengar sampai stadion menyambut kedatangan para prajurit pemberani untuk melawan raja iblis.


Setelah beberapa jam semua perwakilan sudah berkumpul di stadion, raja dan semua orang penting dari semua kerajaan duduk di ruang vip di bagian atas.


Setelah itu acara dimulai, acara dimulai dengan tarian pesta dan makan besar kepada seluruh orang yang ada di stadion, setelah itu dilanjutkan dengan pidato dari Barry.


Barry terlihat semakin tegang, aku memegang pundaknya dan.


"Gluttony"


Dalam sekejap Barry menghilang hingga tidak tersisa apapun karena aku sudah memakannya, ah aku sudah tidak bisa menahan momen yang akan terjadi sebentar lagi.


Aku maju menuju ke balik panggung dan ada suara sorakan dan tepuk tangan dari balik tirai yang sedikit demi sedikit terbuka dan cahaya yang terpantul dari lantai kayu yang mengkilap.

__ADS_1


"hahahaha mari kita mulai pesta besar kita" aku berusaha menahan senyum lebarku yang sudah tidak sabar melihat wajah keputusasaan para manusia itu.


Status MC


Nama: Catastrophe


Level: 50


Ras: Void High Lord


Title: Kanibal, Human Slayer, Greed, Orang bodoh, True Demon Lord, Disaster


Skill:


-Oni Aura lvl 10


-True Demon Lord lvl 10


-Necromancer lvl 10


-Demon Lord Mode lvl 10


-Disaster lvl 10


-analisis lvl 10


-Gluttony lvl 10


-Dark Element lvl 10 : Dark Compress, Dark Barrier, Dark Area, Dark Spear, Dark Camp, Dark Sword, Dark Bullet, Dark Slash, Dark Snow, Black Hole, Dark Wings, Dimension Slash


-Void Seed lvl 2


-Light Element lvl 10: Heal, Light Whip, Flash. light Sword, Light Hole, Light Chain


-Magic Buff lvl 10


-Fire Element lvl 10 : Fire Burst, Fire Ball, Fire Cloak, Explosion, Hell Fire, Fire Cannon

__ADS_1


-Water element lvl 10: Needle Rain, Water Sword. Ice Wall, Ice Forest, Water Shield


-Void Element lvl 10: Storage,Void world


__ADS_2