True Monster

True Monster
Chapter 18 - takdir Yang dicintai Dewa dan yang tidak


__ADS_3

Setelah kami mendapat pesan itu kami segera membereskan tenda dan mematikan api unggun, setelah itu kami pergi menuju kota Errad dengan skill teleportasi Verry, aku sudah tidak sabar untuk melihatnya di eksekusi.


Skill teleportasi adalah skill yang sangat langkah karena sedikit sekali yang bisa menggunakannya dan sang pengguna ini harus memiliki tanda lingkar teleportasi di tujuannya untuk bisa bertelorportasi, (jika Verry ingin ke kota Errad dikota Errad dia harus membuat lingkar teleportasi dan baru bisa dia menggunakan skill nya menuju kota Errad).


Verry sudah membuat lingkar teleportasi didekat kota Errad karena pada saat kami menemui raja Verry sudah memasangnya di hutan dekat tembok selatan kota.


Verry merapal skill nya kami semua berkumpul di sekeliling Verry dan ada lingkaran sihir yang di tanah dan mengelilingi kami dan dalam sekejap kami berpindah tempat.


Verry langsung muntah akibat skill itu karena dia menjadi sangat pusing setelah menggunakan skill itu, kami semua menertawakannya karena bakatnya dia menjadi tersiksa, lingkar teleportasi juga menghilang karena hanya dapat digunakan sekali.


Verry membuat lingkar itu lagi di tempat yang sama, sambil tertawa kecil kami berjalan menuju pintu masuk kota Errad.


Seperti biasanya kota itu sangatlah ramai karena menjadi pusat jalur pedagangan benua dan raja tidak memberikan pajak yang tinggi bagi pedagang.


Saat kami jalan menuju istana rakyat dikota itu memuji kami karena keberhasilan kami dalam membunuh raja iblis, kami tetap melanjutkan perjalanan menuju istana sambil memberikan senyuman kepada semua orang.


istana berada ditengah kota dan kota itu cukup besar sehingga perjalanan dengan jalan kaki memakan waktu dua jam, setelah sampai didepan istana penjaga langsung membiarkan kami masuk ke istana karena biasanya semua orang yang masuk ke istana harus diperiksa terlebih dahulu.


Kami pergi menuju ruang tahta yang berada di lantai dasar istana dan tepat ditengah istana, kami berdiri di depan pintu tahta yang sangat besar dengan ukiran meas yang mewah, para kesatria yang berada di kiri kanan pintu itu mendorong pintu dan kami masuk.


Di dalam ruang tahta ada Darius dan raja yang sedang berbincang, kami masuk dan berjalan hingga dua puluh peter di depan tahta raja, lalu kami semua sujud, melihat kami pembicaraan raja dengan Darius terhenti.


"oo selamat datang para pahlawan, terimakasih karena telah datang kalian boleh berdiri" kata raja dengan wajah yang senang.


"Terimakasih raja, raja di mana monster itu?"


"Sedang berada di dalam pengawasan kuil, kau bisa bergabung dengan kami tadi aku sedang berbicara dengan Darius tentang monster itu karena Darius adalah orang yang menangkapnya."


"ooo hebat sekali tuan Darius boleh kami bergabung dengan pembicaraan mu?"


"Tentu saja silahkan kalian maju, tidak apa kan raja?" kata Darius


"Boleh, kalian silahkan maju" kata raja.


Kami semua maju dan mendengarkan Darius tentang monster itu, monster itu memiliki wajah dan tubuh seperti manusia, wajahnya seperti om om dan tanduk di kepalanya, saat dia bertemu dengan Darius monster itu sedang berkemah di hutan dan mereka sempat berbincang-bincang hingga menginap bersama.


Saat itu dia ingin pergi ke kota Errad tapi tujuannya belum jelas dan ada kemungkinan dia ingin menghancurkan kota ini, aku bertanya tentang kekuatan monster itu Darius bilang jika kemampuan monster itu sangat besar terlebih skill penghancur sekala besar, tapi dia tidak terlalu bagus untuk pertarungan jarak dekat tapi untuk menghancurkan kota dia sangat mengerikan.

__ADS_1


Aku bertanya kapan monster itu di eksekusi kata raja semua itu tergantung dari keputusan kuil tapi bagi raja dia ingin sesegera mungkin melihatnya di eksekusi, raja juga menjelaskan tugas kami dikota Errad, kami hanya perlu mengawal raja saat eksekusi itu berlangsung dan misi kami selesai, misi yang cukup mudah.


Setelah pembicaraan yang panjang itu kami izin pamit kepada raja untuk keluar, raja menawarkan kami kamar di istana tapi kami menolaknya karena Verry tidak nyaman tinggal di ruangan besar dan mewah hanya sendirian, meskipun dia adalah bangsawan kamarnya tidak besar dan sederhana karena dia lebih nyaman.


Kami keluar dari ruang tahta dan menuju ke penginapan langganan kami yang berada di ujung tembok dekat dengan pintu gerbang kota, pemilik penginapan memiliki anak dan anak itu ditaksir oleh Merlando meskipun gadis itu bukan bangsawan tapi kami akan mendukungnya karena Merlando sangat mencintai gadis itu.


Di sepanjang jalan Merlando terlihat sangat senang sekali terlihat jelas di wajahnya terkadang senyumannya sedikit mengerikan tapi kami tau senyumannya itu bukan bermasuk buruk tapi emang aneh senyumannya.


Hampir dua jam kami berjalan dan penginapan itu sudah terlihat Merlando langsung berlari menuju penginapan itu, kami tertawa karena tingkah Merlando sangatlah dewasa tapi jika bertemu dengan gadis pujaannya kedewasaannya menghilang seperti memiliki kepribadian ganda.


Saat kami masuk tidak ada pelanggan selain kami dan Merlando sudah berbincang berdua dengan gadis pujaannya yang bernama Maria, ayah Maria membiakan putrinya berbicara dengan Merlando dan dia melayani kami.


"haha seperti biasa Merlando sangat bersemangat hahaha" kata ayah Maria.


"Kau setuju kan owner(Pemilik penginapan disebut owner)"


"Tentu saja aku hanya ingin melihat Marry bahagia dan hidupnya tidak sulit, Merlando bangsawan dan kaya dia juga kuat, kepribadiannya bagus meskipun senyumannya aneh tapi dia sangat pantas untuk gadisku hahaha"


Ditengah perbincangan kami tiba tiba wajah Verry berubah menjadi sangat pucat dan dia berteriak kepada kami semua.


"Larii dari kota semuanya!"


Aku melihat ke atas dan terlihat ada banyak sekali benda hitam di langit menutupi seluruh kota, dalam sekejap suasana kota yang damai menjadi kepanikan yang luar biasa, semua orang berlari menuju gerbang kota.


Dan benda hitam itu jatuh ke ke permukaan kota, Verry menggunakan skill element untuk menahan benda hitam itu sambil berlari, aku terus menarik Rihana dan aku berada dipaling depan, aku sudah tidak peduli lagi dengan apapun aku harus menyelamatkan Rihana.


Suara teriak terdengar dari sekitarku dan getaran tanah yang kuat akbibat hantaman benda itu di tanah, aku melihat ke belakang untuk memastikan keadaan teman-temanku.


Verry terlihat sanga kesulitan menahan benda hitam yang ternyata berbentuk pedang hitam, Merlando yang sedang menggendong Mari dengan punggungnya yang sudah banyak tertancap pedang hitam dan Maria terus menangis sambil memeluk Merlando dan aku sudah tidak melihat anggota party yang lainnya.


Saat kami berlari aku menginjak tumpukan mahat mayat yang sudah berjatuhan, dan tiba-tiba tengan kananku yang menggegam tangan Rihana terasa sangat ringan dan aku melihat kebelakang di tanganku hanya tersisa tangan Rihana yang sudah terputus.


Rihana terlihat tergeletak dengan banyak pedang yang sudah menusuk di punggungnya, aku menangis dengan kencang dan memeluk Rihana yang sudah tidak bernyawa, aku terus memanggil namanya hingga membasahi pipinya, aku melihat Merlando dan maria yang sudah terbaring di tanah dan hanya aku yang tersisa.


Aku melihat ke atas dan masih ada banyak sekali pedang dan pedang itu menuju ke arahku, aku sudah menerima kematianku karena jika Rihana tidak ada aku sudah tidak memiliki tujuan hidup lagi.


Saat air mata ku yang terus menetes di pipi Rihana tapi pedang itu seperi tidak terjatuh aku melihat ke atas semua pedang itu terlihat diam dan tak bergerak, saat aku berkedip aku sudah berada di luar tembok dan Rihana masih dipelukanku dan terdengar suara dari langit.

__ADS_1


"Pahlawan pilihan Dewa kau tidak boleh mati sekarang kau masih memiliki tugas untuk membunuh sumber kejahatan yang tepat berada di hadapanmu, aku melihat matahari menjadi merah dan ada cairan merah di atas istana yang menutupi matahari, aku sangat putus asa karena melihat pemandangan mengerikan itu, tubuhku lemas dan aku baru tau kengerian dari dunia ini.


"Kau harus membunuh iblis itu, kau akan kami berikan berkat Dewa yang melimpah sehingga kau mampu untuk membunuh sumber kejahatan dan memurnikan dunia ini"


"Kenapa kau hanya menyelamatkanku selamatkan Rihana kau Dewa bukan" aku berteriak dengan keras ke langit hingga air mataku menjadi darah.


"Kami bisa membangkitkannya jika kau sudah membunuh iblis itu"


Dalam sekejap otakku dipenuhi oleh informasi tentang dunia ini dan aku bisa melihat tulisan tulisan dan dalam tulisan itu aku melihat nama, level, skill, dan yang lainnya seperti game MMORPG dan tubuhku dipenuhi oleh kekuatan, seluruh tubuhku dipenuhi dengan cahaya dan ada tulisan evolus.


Tapi sekarang tujuan hidupku hanya satu yaitu membunuh iblis itu dan menghidupkan kembali Rihana aku sangat marah dan menggigit bibirku hingga berdarah dan menatap kota yang sudah hancur dan seluruh kota yang telah menjadi merah.


Status


Nama :Astorfo Georda


Level: 1


Ras : Human Sage(sudah berevolusi dari Human)


Title: Son Of God, Hero, monster slayer


Skill:


-Analisis lvl 1


-Light Element lvl 1


-Mana Sword lvl 10


-Hero Will lvl 10


-Hero Aura lvl 10


-Judgement lvl 1


-Holy Element lvl 1

__ADS_1


-Weapon mastery lvl 10


__ADS_2