
Seluruh dunia sadar jika dunia akan melukis sejarah penting yang bisa merubah dunia ini.
Cahaya ungu yang terpancar terang di langit membuat seluruh dunia sadar jika ancaman sebentar lagi akan datang.
Berita tentang kebangkitan raja iblis dan pembantaian aliansi dikota Marrss sudah didengar oleh banyak sekali telinga.
Raja-raja dan para manusia gemetar mendengar berita itu dan cahaya ungu di langit pada hari itu merupakan tanda era baru.
Para monster yang terpecah belah ke seluruh penjuru dunia mulai berjalan menuju sumber cahaya ungu itu karena mereka tau jika raja iblis yang baru telah bangkit.
Ribuan monster berjalan meninggalkan lubang yang besar akibat hentakan kaki dari ribuan monster hingga beberapa hari.
Berbagai jenis monster terus berdatangan ke kota Marras hingga seluruh tembok luar kota di kelilingi oleh monster.
Aku berjalan menuju atas tembok kota Marras, seluruh pandanganku dipenuhi oleh wajah para monster dengan wajah penuh dengan penderitaan.
Langit yang yang cerah dengan arah angin yang tiba-tiba berubah arah aku memgang tongkat yang sangat besar dan panjang dan disebelahku ada Isabella.
Aku berdiri dengan tegap sambil menghentakkan tombak di tangan kananku ke lantai.
"Para rakyatku, aku tau penderitaan kalian, aku tau pahitnya hidup ini, aku tau bahasa air mata kalian".
"Orang yang kalian cintai, rumah kalian, semuanya direbut oleh manusia yang biadab itu".
"Mereka menyebut kami jelek, mereka menyebut kami menyeramkan, mereka menyebut kami monster".
"padahal merekalah monster yang sesungguhnya, raja iblis sebelumnya sudah berusaha sebaik mungkin untuk hidup damai menerima para manusia itu tapi manusia itu malah menghancurkan kami"
"Aku tau penderitaan kalian karena sebelum aku menjadi raja iblis semua orang yang ku cinta, desa, semuanya direbut dihancurkan di depan mataku"
"Sejak saat itu aku hanya memiliki satu tujuan yaitu kebangkitan dari rasku, kaumku, dan negeriku"
Aku membusungkan dadaku ke depan dan mengambil nafas yang panjang dengan wajah yang sangat serius menatap mata mereka.
__ADS_1
"Bangkitlah rakyatku, bangkitlah semangat kalian, bangkitlah para pejuang ku, mari kita akhiri penderitaan ini dengan tangan kita, mari kita buat masa depan yang cerah bagi anak-anak kita, mari kita sambut era yang baru" ucapku dengan sangat lantang.
Terdengar sorakan dari sekala penjuru hingga membuat udara dan langit bergetar dengan semangat mereka.
Aku mengangkat tombakku ke atas langit dan menjulangkan mata pedangnya ke matahari.
"Mulai hari ini kami bukan lagi monster tapi kami adalah Eisi, mulai sekarang semua mahkluk akan memanggil kita Eisi bukan lagi monster Eisi adalah mahkluk terhormat yang akan menguasai dunia baru nanti"
"Mulai hari aku deklarasikan kepada dunia aku Catastrophe akan menjadi raja baru dari para Eisi dan mendirikan kerajaan Eisi sekarang ini"
Tombak yang ku angkat dari mata pedang muncul bendera hitam dengan lambang pedang ungu yang akan menjadi lambang dari negara Eisi ini.
Seluruh pandanganku berubah menjadi sangat terang dan dari setiap sudut mataku para Eisi bersujud di hadapanku tidak ada yang berdiri satupun.
"Mulai hari ini aku bersumpah atas namaku, aku akan menjadi Dewa dari dunia ini dan akan membasmi kalian manusia yang berhati monster dan para Dewa yang telah membuat dunia yang busuk ini".
Angin berhembus ke lain arah lagi.
Di suatu tempat di sebuah ruangan yang sangat besar dan mewah, seluruh ruangan itu dihiasi oleh batu dan emas.
"Bagaimana bisa semua ini terjadi?" pertanyaan yang ada di semua kepala yang ada di ruangan itu.
"Bagaimana raja iblis tau kita akan mengadakan aliansi dikota itu? A. bukannya kota itu sudah dijaga dengan sangat ketat bagaimana kau ingin menjelaskannya pangeran ke dua maaf raja Hedom yang baru" B.
"Maafkan kakakku karena telah membuat kalian dari setiap kerajaan mengalami kerugian yang sangat besar, aku tidak tau secara pasti sepertinya ada yang berkhianat di antara para manusia" C.
"Apa berkhianat?, apa kau punya buktinya?" A.
"Penyidik elite kami sedang menyelidikinya" C.
"Hooo karena rasa malu akibat kebodohan raja terdahulu kau membuat propaganda dengan menyebut ada pengkhianat di antara kita" B.
"Tidak bukan seperti itu karena dari seluruh laporan sebelum terjadi pembantaian itu tidak ada masalah, surat itu dikirim langsung melalui burung pos di hari sebelum terjadi pembantaian itu" C.
__ADS_1
"Halah kau hanya malu dengan keadaan kerajaanmu yang sudah sangat menyedihkan" A.
Salah satu penjaga raja Hedom merasa sangat kesal dan mengertakkan giginya dengan sangat keras.
"Sabar, kau tidak boleh melakukan hal yang bodoh" ucap teman di sebelangnya sambil memegang tangannya.
"Lihat saja para orang menyedihkan itu tidak bisa mengajarkan anjingnya sendiri untuk patuh" A.
"Sudah-sudah tidak ada gunanya kita berkelahi di sini karena sebentar lagi bukan hanya negara Hedom yang akan runtuh tapi kita semua, lebih baik kita mendiskusikan kedepannya yang sudah lewat biarkan saja" D.
"Tapi kemampuan militer kita sudah sangat berkurang sedangkan raja iblis yang baru ini sudah pasti lebih kuat dari raja iblis sebelumnya dan party pahlawan juga belum ada kabar terburuknya mereka sudah mati dikota itu" B.
"tenang saja aku masih memiliki rencana, kita akan meminta pertolongan kepada hewan suci" C.
"Kenapa tidak dari dulu kalian minta bantu dari hewan suci itu" dengan nada membentak A.
"Tidak semudah itu meminta bantuan hewan suci, sekarang kita bisa meminta bantuannya karena keadaan dunia sedang gawat, jika manusia musnah maka hewan suci juga merasakan imbasnya karena para monster pasti akan menyerang mereka" C.
"apa kau bisa menjamin hewan suci pasti akan membantu kita?" D.
"Bisa tapi aku memerlukan bantuan dari kalian semua" C.
Para Eisi masuk ke dalam kota, mereka mulai membangun ulang kota itu agar bisa dihuni oleh para Eisi, aku tidak menghancurkan kota dengan skill yang besar hanya menggunakan prajuritku sehingga bisa meminimallisir kerusakan kota, para prajurit Undeadku juga ikut membantu kota.
Aku berjalan berkeliling kota untuk melihat keadaan, wajah mereka sebelumnya di luar kota terlihat sangat putus asa tapi sekarang semua dipenuhi oleh senyuman, anak-anak yang berlari bermain dengan riang.
Semua Eisi yang melihatku bersujud menyembaku, tapi aku memerintahkan mereka untuk berdiri dan tidak usah menyembahku karena mereka juga sedang sibuk dengan urusan masing-masing.
"Hidup raja, hidup raja, hidup raja".
Sujud mereka digantikan oleh sorakan kemuliaan, Isabella bertugas untuk mengatur tata kerajaan karena aku tidak pandai mengatur itu semua.
Saat hari pertama menjadi raja aku sama sekali tidak terlalu mengerti pekerjaan raja, aku hanya bisa tertawa sambil menyerahkan segalanya pada Isabella dan wajahnya terlihat menyeramkan dan dia marah-marah kepadaku.
__ADS_1
Dan beginilah permulaan kerajaan Eisi yang akan menjadi lukisan sejarah baru.
Nanti akan ada ilustrasi Isabella di nantikan yaa.