True Monster

True Monster
Chapter 21 - Gunung


__ADS_3

Aku melihat dari kejauhan kota itu seperti kota mati, tembok kota yang mengelilinginya sudah terlihat hancur akibat pertempuran.


Kami berjalan mendekati kota itu hingga sampai di gerbang kota tapi dari gerbang tidak terlihat ada warga kota yang terlihat, pemandangan sangat sunyi dan sepi, saat kami masuk ke dalam kota rumah-rumah banyak yang hancur tapi tidak terlihat ada mayat dan darah.


Kami berjalan hingga ke bagian tengah kota dan disana istana juga sudah hampir rata dengan tanah hanya terlihat puing-puingnya saja, dekat istana itu aku melihat ada anak kecil yang berlari sambil membawa kantung berisi makanan.


Kami mengikutinya secara diam-diam hingga anak kecil itu masuk ke dalam suatu rumah kosong yang sudah hancur.


Saat aku masuk ke dalam rumah itu anak itu sudah tidak ada, aku menggunakan Dark Area untuk mendeteksi keberadaan anak itu.


Aku mendapatkan getaran dari bawah tanah dan getaran itu cukup banyak, dan aku juga menemukan pintu bawah tanah di bagian pojok ruangan.


Aku mengetuk pintu itu dan ada seorang pria dewasa yang membukanya.


"Siapa kau? ada urusan apa kau di sini?"


"Aku adalah pengembara, aku mau menanyakan sesuatu"


"Ooo kau pasti ingin menanyakan kenapa keadaan kota seperti ini"


"Iya benar dan juga tentang Saint yang menyembuhkan sakit jiwa"


"kau ada makanan?"


"ada"


"berikan baru kita bicara"


Aku sedikit kesal dengan pria itu tapi aku mengerti keadaannya pasti kota ini sedang dilanda bencana dan makanan menjadi sangat langkah.


Aku memperlihatkan satu rusa utuh dari inventory ku dan orang itu nampak senang sekali dan membiarkan kami untuk masuk.


Kami masuk ke dalam pintu yang terlihat seperti goa kecil dan kami menuruni tangga yang cukup lama, Isabella tidak bisa menuruni tangga dia aku gendong di pundakku.


Saat kami sudah mulai sampai didasar ada ruangan yang cukup luas dan ada orang orang yang hidup disana, penerangan mereka menggunakan batu sihir yang bisa bercahaya, langit-langit goa yang cukup tinggi dan ruangan goa yang cukup lebar dengan ada beberapa perabotan rumah seperti meja bangku tempat tidur dan alat masak.


Keadaan disana tidak terlalu padat karena jumlah orang tidak terlalu banyak tapi mereka terlihat kekurangan makanan karena badan mereka cukup kurus.


Mereka memandang kami dengan tatapan yang penasaran dan ada juga yang terlihat kesal mungkin pikirnya bertambah beban lagi.


Aku mengeluarkan satu ekor rusa dan ku taruh di meja yang dekat dengan tangga, orang-orang langsung mendekati kami dan mereka semua berterimakasih, sejak kami turun Isabella selalu bersembunyi di belakangku.


Kami saling berkenalan dengan orang-orang yang ada di sana "nama ku Cata dan dia adalah adikku Isa."

__ADS_1


Setelah berkenalan pria yang tadi aku temui di pintu datang dan menghampiriku dan dia menceritakan kejadian yang menimpa kota dan yang lainnya sedang memasak rusa yang kubawa.


Pria itu bernama Dion dia bercerita beberapa minggu lalu kota itu seperti biasanya dan tiba-tiba ada monster yang menyerang kota hingga kota itu menjadi medan pertempuran yang hebat.


Setelah beberapa hari bertempur keadaan kota makin kacau karena kekurangan stok bahan makanan dan jumlah prajurit yang terus berkurang karena tidak ada bantuan yang datang.


Setelah itu tiba-tiba ada kabar yang mengatakan jika ibukota telah runtuh dan raja sudah dibunuh, sontak seluruh prajurit yang melindungi kota lari dari kota dan meninggalkan penduduk yang masih ada disini.


"Monster seperti apa?"


"Aku juga kurang tau tapi bentuk monster itu seperti oger(Monster berbentuk manusia dengan tubuh yang besar dengan wajah seperti babi).


Aku menanyakan keberadaan monster itu dan dia berkata jika monster itu datang dari arah timur kota, aku juga menanyakan tentang Saint yang bisa menyembuhkan jiwa.


Dia berkata jika Saint itu pernah lewat dikota ini tapi itu sudah cukup lama dan keberadaannya sekarang tidak diketahui dan kemungkinan dia sedang berada di kuil pusat dan lokasi dari kuil itu tidak diketahui.


Setelah kami berbicara aku memutuskan untuk pergi menuju lokasi monster yang dia katakan, saat aku hendang peri Isabella sudah tidak ada didekatku.


Aku mencarinya dan memanggil namanya dan saat aku sudah berada di bagian belakang gua aku melihatnya yang sedang bersama dengan beberapa anak kecil dan mereka terlihat sedang bermain bersama, pertama kalinya aku melihat senyuman di wajahnya, aku sangat senang melihat senyuman itu.


Tapi tidak ada waktu lagi aku menghampirinya dan membawanya bersamaku untuk pergi menuju tempat monster, aku terus memegang tangannya.


Saat di tangga dia juga tidak bisa naik tangga aku menggendongnya lagi di pundak dan menaiki tangga.


Adad banyak bau busuk yang menyengat dan ada banyak bercak dan garis merah seperti mayat itu diseret menuju suatu tempat.


Kami berjalan keluar dari kota dan Isabella nampak ketakutan dan berada di belakangku sambil memegang pundakku.


Kami mengikuti garis darah itu hingga garis itu mulai pudar didekat bukit pasir yang cukup tinggi.


Kami menaiki bukit itu dan ada badai pasir yang sangat kuat yang menutupi pandangan kami.


Aku membelah badai pasir itu dengan Dark Wall yang cukup besar dikedua sisi untuk menahan badai dari jalur kami.


Setelah beberapa jam kami berjalan badai pasir mulai mengilang aku melihat ada gunung yang sangat besar dan gungung itu seperti susunan balok batu yang sangat manyak dan menumpuk hingga menjulang tinggi dan berbentuk segitiga dan ada pintu yang besarnya setinggi tembok kota Dimos.


Pintu itu memiliki pola-pola tulisan yang terlihat sama dengan pintu yang dulu aku temui, aku mendekati pintu itu dan membaca tulisan yang ada di pintu itu dengan skill analisis karena dulu level skill analisis ku belum cukup untuk membaca tulisan itu.


Tulisan yang berada di pintu berbunyi


"Rahasia Dunia yang terkubur jauh di dalam dan dijaga kebenarannya, siapa pun yang mendapatkan jawaban dari rahasia dunia ini berarti dia menentang Dewa palsu dan akan menjadi penyelamat dari dunia ini"


Penyelamat ya aku tidak memiliki niat untuk menyelamatkan dunia tapi aku akan menjadi petaka bagi dunia ini dan para Dewa palsu itu karena telah membuat dunia yang kacau.

__ADS_1


Aku melihat ada lubang berbentuk bola tepat di bagian tengah pintu aku menggunakan Water Ball karena hanya Water yang belum ku gunakan untuk membuka pintu.


Pintu itu terbuka dengan perlahan dan menjatuhkan pasir dari atas pintu, di balik pintu da lorong yang sangat besar dan gelap dan udara dingin yang berhembus dari luar.


Saat kami melangkahkan kaki kami ada api yang menyala di tiang yang menempel di dinding, api itu terus menyala setiap kami melangkah.


Kami berjalan hingga menemukan altar dan ada banyak sekali darah di altar itu dan di altar itu ada tulisan.


"Persembahan untuk kebangkitan Dewa kematian"


Dan tiba-tiba tempat itu berguncang dengan sangat kuat dan ada aura kematian yang sangat kuat dari atas gunung itu hingga membuat aku merinding dan Isabella terjatuh ketakutan.


Status MC


Nama: Catastrophe


Level: 3


Ras: Void Lord


Title: Kanibal, Human Slayer, Greed, Orang bodoh, Demon Lord, Disaster


Skill:


-Oni Aura lvl 10


-Disaster lvl 10


-analisis lvl 10


-Gluttony lvl 10


-Dark Element lvl 10 : Dark Compress, Dark Barrier, Dark Area, Dark Spear, Dark Camp, Dark Sword, Dark   Bullet, Dark Slash, Dark Snow, Black Hole, Dark Wings


-Void Seed lvl 2


-Light Element lvl 10: Heal, Light Whip, Flash


-Magic Buff lvl 10


-Fire Element lvl 10 : Fire Burst, Fire Ball, Fire Cloak, Explosion, Hell Fire


-Water elemment lvl 10: Needle Rain, Water Sword. Ice Wall, Water Ball

__ADS_1


-Void Element lvl 2: Storage


__ADS_2