
Setelah pidatoku beberapa jam kemudian ketiga pasukan itu keluar menuju pintu kota dengan dihiasi oleh parade dan pesta keberangkatan prajurit disepanjang jalan terlihat penduduk kota yang berbaris mengiringi setiap hentakan kaki prajurit dengan sorakan dan pujian.
Aku berdiri ditembok istana sambil melihat kepergian mereka, setelah para prajurit sudah keluar dati tembok aku kembali masuk ke istana dan mencari Isabella yang ada di ruang kerja ku.
Aku berjalan menyusuri lorong menuju ruang kerjaku, di deoan pintu terlihat ada dua penjaga yang mengawasi pintu.
Saat aku hendak masuk mereka memberiku salam hormat dan aku membuka pintu dengan perlahan.
Di dalam ada Isabella yang duduk di mejanya tepat disebelah mejaku.
"Upacaranya sudah selesai ya?" kata Isabella sambil menulis dokumen di mejanya.
"Sudah, prajurit sudah pergi dari kota" aku masih terpikirkan apakah Isabella masih menentang rencanaku.
"Isabella apakah kau masih menentang keputusanku?"
"Dalam hatiku aku masih menentangnya tapi aku juga harus berpikir realistis dan tidak boleh naik karena kita sedang memegang banyak sekali nyawa yang harus di lindungi jadi untuk sekarang aku hanya bisa setuju"
Baguslah Isabella sudah mulai mengerti meskipun dalam hatinya masih ada keraguan tapi tidak apa-apa yang terpenting kedepannya nanti, aku harus bisa menyukseskan rencana ini jika tidak akan banyak sekali pengorbanan yang sia-sia.
Aku duduk di mejaku dan melihat tumpukan kertas yang sangat banyak, hadeh aku benci jadi raja.
Aku mulai membaca dokumen di meja, kertas demi kertas aku baca dan sambil berdiskusi dengan Isabella tentang isi dokumen tersebut.
Isi dokumen itu tentang pembangunan, informasi kota sekarang ini, keluhan penduduk, masukan dari para menteri dan lain-lain.
Di tengah pekerjaan aku berbicara kepada Isabella.
"Isabella besok aku akan pergi"
"Pergi kemana jangan bilang kau ingin melemparkan semua tugasmu kepadaku huh?"
"Tidak tidak tidak mana mungkin" sebenarnya itu adalah rencana keduanya hehe.
"Aku ingin pergi menyelidiki tempat yang dulu pernah aku ceritakan kepadamu waktu itu".
Aku sudah menceritakan seluruh kisahku kepada Isabella, dia mendengarkan dengan sangat serius dan wajahnya sangat bersimpati kepadaku meskipun dalam cerita itu ada kejadian pahit yang menimpanya.
"Oh pintu itu yah boleh tapi jangan lama-lama karena lihat mejaku sudah lebih banyak kertas dibanding mejamu apalagi jika aku harus mengerjakan pekerjaanmu terlalu lama bisa mati lemas aku"
"Tenang tidak lama kok" yes bebas dari pekerjaan membosankan ini hahaha.
Setelah itu aku kembali mengerjakan seluruh tugas hari ini hingga ke esok harinya saat pagi-pagi buta aku berangkat menuju pintu itu.
Aku menggunakan skill teleport(Skill ini bisa memindahkanku secara instan ke tempat yang pernah aku kunjungi).
Secara cepat tidak sampai mili detik tiba-tiba mataku menjadi gelap gulita dan aku teringat dengan saat itu saat aku terjatuh ke lubang yang sangat gelap.
__ADS_1
Aku menggunakan skill Light Ball(Bola cahaya yang mengeluarkan cahaya yang bisa diatur tingkat kecerahannya).
Dan terlihat pintu yang sama persis seperti dulu dan aku membaca tulisan yang ada di pintu itu dengan skill analisisku dan isi dari tulisan itu.
"Lubang neraka, lubang penderitaanku yang aku sesali"
Aku tidak terlalu mengerti maksudnya tapi bahasa dari tulisan itu entah mengapa sangatlah familiar tapi aku tidak bisa mengingatnya.
Ah entahlah aku mengeluarkan Dark Ball dan memasukkannya kembali ke lubang yang ada di pintu lalu masuk ke dalam sana untuk kedua kalinya.
Aku terjatuh sangat dalam dengan posisi tubuh yang tegak aku menunggu kakiku menyentuh tanah.
Hingga beberapa detik kemudian aku mendarat dengan sangat mulus ke atas tanah.
"Ah sangat nostalgia sekali yah tempat ini" Sambil menyebarkan Light Ball ke seluruh tempat.
"Oh ternyata seperti ini ya tempatnya, dulu aku sama sekali tidak bisa melihat apapun dan sekarang aku sudah bisa melihatnya.
Tempat itu ternyata adalah makam, bentuk makam itu diukir ditembok gua yang berbentuk seperti lubang yang besar.
Dari dalam makam itu kosong tidak ada apa-apa dan bentuk dari makam itu sudah hancur dan retak, hanya ada beberapa yang masih terlihat bagus.
Aku terus berjalan lurus sambil melihat ke sekeliling, langkahku terhenti di tangga besar yang melingkar ke bawah dulu tempat itu cukup terang karena ada api yang terletak bagian bawahnya tapi sekarang tempat itu menjadi gelap karena apinya sudah ku makan hehe.
Aku kembali berjalan dan menyusuri tangga itu dengan perlahan sejauh ini tampak tidak ada yang aneh.
"Jika aku dalam kondisi dan lingkungan yang berbeda mana yang akan aku pilih? apakah pilihan ku itu akan mengubah takdir ini?"
Hemm semakin aku baca semakin membingungkan ah untuk sekarang aku melanjutkan perjalanan dulu.
Di belakang altar itu ada lubang dan di dalam lubang itu ada tangga yang sangat aku ingat aku benci sekali tangga ini karena kecil dan sangatlah panjang hingga dulu aku sempat pegal menuruni tangga ini .
Tapi kali ini aku tidak turun melalui tangga tapi loncat hahaha, aku melompat ke dalam lubang.
Beberapa menit kemudian.
Hemmm meskipun aku sudah melompat tapi menuruni lubang ini masih sangat lama, aku sambil tidur-tiduran dengan angin yang cukup kencang dari bawah.
Aku melihat sekeliling dinding tapi tidak ada tulisan apapun lagi hingga.
Dukkkk.
Ahhh kepalaku terbentuk sedikit sakit, akhirnya aku sampai juga ke dasar, dan masih ada noda darah para Guardian yang ku makan dulu.
Aku melihat pintu besar dan dengan perlahan aku membuka pintu itu, aku penasaran dengan tempat bersalju itu dan para Guardian yang ada di dalamnya.
Saat pintu itu terbuka sedikit idak ada hawa dingin yang masuk, ah mungkin tubuhku sudah semakin kuat dan tahan dengan dingin lagi pula aku juga ada skill element es jadi suhu dingin tidak akan berpengaruh.
__ADS_1
Tapi dugaan ku salah hawa dingin yang tidak terasa bukan karena tubuhku sudah kebal dengan dingin melainkan tempat itu sudah tidak ada es sama sekali.
"Huhhh apa yang terjadi seluruh es sudah mencair"
Di hadapanku terbentang padang rumput yang luas dan hutan yang lebat.
"Apa-apaan ini aku hanya beberapa tahun meninggalkan tempatkan tempat ini tapi tempat ini sudah seperti daratan dan yang paling aneh dari mana sumber panas dan cahaya ini"
Saat aku melihat ke langit dan terlihat bola cahaya yang sangat besar dan panas.
"Huhhh ada matahari di dalam gua ini? dan siapa yang membuat tempat ini huh?"
Nama: Catastrophe
Level: 60
Ras: Void High Lord
Title: Kanibal, Human Slayer, Greed, Orang bodoh, True Demon Lord, Disaster
Skill:
-Oni Aura lvl 10
-True Demon Lord lvl 10
-Necromancer lvl 10
-Demon Lord Mode lvl 10
-Disaster lvl 10
-analisis lvl 10
-Gluttony lvl 10
-Dark Element lvl 10 : Dark Compress, Dark Barrier, Dark Area, Dark Spear, Dark Camp, Dark Sword, Dark Bullet, Dark Slash, Dark Snow, Black Hole, Dark Wings, Dimension Slash
-Void Seed lvl 2
-Light Element lvl 10: Heal, Light Whip, Flash. light Sword, Light Hole, Light Chain, Light Ball
-Magic Buff lvl 10
-Fire Element lvl 10 : Fire Burst, Fire Ball, Fire Cloak, Explosion, Hell Fire, Fire Cannon
-Water element lvl 10: Needle Rain, Water Sword. Ice Wall, Ice Forest, Water Shield
__ADS_1
-Void Element lvl 10: Storage,Void world, Teleport.