
Sudut pandang Astorfo.
Saat aku dan party ku berjumlah lima orang yaitu aku, Merlando, Alfonso, Rihana, Verry. kami pergi menuju kota Oseidon karena adanya monster yang menyerang kota itu, kami pergi ke kota dengan berjalan kaki dan kami akan menyelidiki setiap orang yang lewat, karena bisa saja monster itu mempunyai skill untuk merubah wujudnya dan mampuh menahan aura monsternya.
Pihak kuil memberikan kami batu putih yang bernama Orb, fungsi dari batu ini adalah untuk melacak monster dengan cara orang tersebut harus menyentuhnya.
Party kami sudah terbilang cukup kuat karena kami sudah banyak berlatih di dunia ini dan aku memiliki gelar pahlawan(Gelar pahlawan adalah title yang diberikan oleh dewa kepada manusia dan jika seseorang yang memiliki gelar ini dia akan menjadi sangat kuat karena Dewa memberikan sedikit kekuatannya pada pahlawan).
Merlando bertugas sebagai pemanah karena dia memiliki title sebagai pemanah hebat, cara bertarung dia seperti assassin dia akan bersembunyi dan menghilangkan dirinya dan menembakkan panah dari titik buta musuh.
Alfonso bertugas memiliki title sebagai kesatria dengan pertahanan dan skill yang yang berfokus pada pertahanan, dia perannya sangat penting dalam party kami, dia sebagai pelindung dari anggota party.
Verry sebagai penyihir, dia dapat menggunakan tiga skill element dan sudah termasuk sangat hebat karena prajurit biasa hanya dapat menggunakan satu skill element saja.
Rihana bertugas sebagai Apostle(Perawat karena dia memiliki skill untuk membantu dan menyembuhkan), peran ini sangatlah penting karena skill untuk menyebuhkan hanya skill Light Element, skill ini sangatlah langkah.
Dia anggota party sekaligus tunanganku, setelah misi ini selesai kami akan menikah di kerajaanku aku sangat menantikan hari itu karena dia adalah orang yang paling berharga di dunia lamaku maupun di dunia sekarang bahkan dia lebih penting dari nyawaku sendiri.
Di kehidupan ku dulu aku bukanlah orang baik karena aku memiliki segalanya, aku mulai menggunakan semua yang ku miliki untuk berbuat jahat, mabuk, foya foya, dan melakukan pembullyan yang sangat kejam kepada teman sekelasku.
__ADS_1
Dia membantuku untuk merubah semua sifat burukku mulai berkurang, dia selalu berada di sisiku dan selalu menerima aku apa adanya meskipun melakukan bully masih sulit sekali untuk dikurangi tapi sekarang aku ingin sekali bertemu dengan Gabi dan minta maaf kepadanya karena telah berbuat jahat.
Dan terakhir adalah aku, aku bertugas sebagai warrior(Penyerang utama) karena aku memiliki banyak skill yang membuatku sangat flexible dalam medan pertarungan, aku memiliki skill bertahan dan skill menyerang dan kekuatan dari skill ku sangat hebat karena aku memiliki berkah pahlawan.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup lama menuju kota Oseidon melewati hutan dan bukit-bukit rendah, akhirnya kami sampai di lokasi dari kota Oseidon.
Semua deskripsi kota sama sekali tidak mirip dengan apa yang kami lihat, dinding besar yang mengelilingi kota sudah seperti bongkahan batu yang kapan saja bisa runtuh.
Ada banyak sekali kawah yang membuat tanah dikota itu seperti dihantam banyak sekali meteor, istana yang katanya megah dan tingginya melebihi tembok sehingga dari atas bukit kita bisa melihat setengah dari istana tapi sekarang sudah tidak terlihat lagi bangunan tinggi.
Kami berjalan memasuki kota itu dan pemandangan dari kota itu sudah tidak bisa disebut bekas peperangan tapi seperti neraka yang tiba-tiba muncul dan menyeret semua orang ke neraka.
Sepanjang jalan kami sama sekali tidak melihat mayat, hanya banyak baju dan celana yang tergeletak di tanah dengan noda darah.
Karena seharusnya jika terjadi pertempuran ada burung pemakan bangkai untuk memakan bangkai para mayat tapi sekarang langit bersih dari burung pemakan bangkai.
Kami berjalan menuju lokasi istana dan kami hanya bisa melihat reruntuhan istana yang tingginya tidak sampai dua meter, kami berjalan menuju belakang istana karena kami ingin melacak tempat jalur pelarian.
Kami berjalan dan menemukan armour dari jenderal elite dan tidak jauh dari armour itu ada baju dari pangeran, dan banyak sekali noda darah di sekitar tangannya dan ada robekan di pergelangan tangan.
__ADS_1
Kami berpencar untuk melakukan pemeriksaan secara luas untuk menemukan petunjuk tentang monster itu.
Dan saat hari mulai malam kami berkumpul kembali di istana dan kami sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun dan bahkan mayat sama sekali tidak ditemukan.
Apa yang terjadi apakah mayat-mayat ini dimakan oleh hewan dan monster? tapi meskipun mayat mayat ini dimakan harus membutuhkan banyak sekali hewan atau monster karena pertempuran hanya terjadi beberapa hari lalu dan harusnya ada bekas potongan danging dan tulang tapi ini sama sekali tidak ada.
Dan menurut kesaksian dari orang yang selamat dari insiden itu, dia sedang berada di luar kota dan hendak masuk ke dalam kota, tapi hari itu sangat aneh karena tidak ada penjaga yang menjaga gerbang, saat dia masuk ke dalam kota seluruh kota sudah dipenuhi oleh kekacauan.
Api ada dimana-mana waktu kejadian adalah malam tapi malam itu seperti sore karena kobaran api yang sangat besar, dia belari keluar kota dan menjauh tiba-tiba ada bola hitam yang memenuhi tembok kota dan dalam sekejap bola itu membesar dan mengecil kembali, tembok kota yang besar dan lebar itu menghilang setekah bola itu mengecil untuk kedua kalinya.
Bahkan orang yang menjadi saksi itu seperti orang gila, aku penasaran monster seperti apa yang memiliki skill sekala besar dan mana yang banyak hingga mampu untuk menghancurkan satu kota hingga seperti ini, mungkin dia menggunakan barang khusus untuk melakukan itu karena waktu saat aku melawan raja iblis meskipun kami ber sepuluh tapi kekuatan raja iblis itu tidak terlalu kuat bahkan aku sendiri sepertinya mampu untuk mengalahkannya.
Kami berkemah direruntuhan istana untuk beristirahat dan kami akan melanjutkan pencariannya besok, kami membuat dua tenda aku dengan Rihana dan tiga lainnya berbeda tenda.
Meskipun kami setenda kami tidak melakukan apapun kami hanya tidur meskipun dalam hati kecil ku yang sangat amat dalam aku ingin sekali membuatnya tidur di lengan ku meskipun itu dapat membuat keram yang sangat sakit tapi rasa sakit itu setimpal.
Paginya aku bangun dan melihat kasur Rihana yang sudah kosong, aku keluar tenda dan semua orang sudah berada di depan dan berkumpul.
Karena Verry mendapatkan pesan dari skill telepatinya dan isi pesan itu monster yang menyerang kota Oseidon sudah tertangkap oleh anggota Divine Squad dan sedang dibawa menuju ibukota kerajaan Hedom yaitu kota Errad dan kami di tugaskan untuk pergi ke kota Errad.
__ADS_1