True Monster

True Monster
Chapter 42 - Awal #1


__ADS_3

Sudut pandang catastrophe.


 


 


Dari ujung mata hanya terlihat hamparan rumput dan bunga yang luas, aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat ini bahkan ada matahari yang menyinari tempat ini padahal tempat ini dulunya hanyalah tumpukan salju yang sangat tebal dan dalam beberapa tahun saja sudah menjadi tempat seindah ini.


 


 


Aku berjalan dengan perlahan, terdengar suara rumput yang menggores kakiku dengan lembut dan suara angin entah dari mana seperti bersiul dengan nada indah.


 


 


Hingga beberapa menit kemudian aku melihat seekor rusa kecil yang sedang minum didanau yang tidak jauh dari pintu masuk.


 


 


Aku mendekati rusa itu dengan sangat hati-hati agar rusa itu tidak takut, aku sangat penasaran kenapa ada rusa yang hidup di sini datang dari mana dia karena tidak mungkin rusa itu sudah ada sejak es itu tidak mungkin rusa bisa hidup di tempat seperti itu.


 


 


Kakiku terus melangkah dengan lambat hingga aku menginjak air danau itu dan melihat ke bawah bahkan didanau ini ada ikan yang sangat cantik menghiasi danau.


 


 


Aku kembali melihat rusa itu dan rusa itu sudah menyadari keberadaanku tapi dia tidak lah lari melainkan dia menatapku dengan aneh seakan dia sedang berbicara kepadaku.


 


 


Lalu rusa itu berlari menuju hutan, aku hanya melihat rusa itu berlari tapi tiba-tiba rusa itu berhenti dan melirik ke arahku lagi dan berlari lagi.


 


 


Aku tau jika rusa itu ingin menunjukan sesuatu sehingga aku berlari mengikutinya.


 


 


Aku berlari ke dalam hutan yang lebat, di dalam hutan ini sangatlah aneh rasanya, kehangatan dan rasa nostalgia yang sangat dalam ku rasakan.


 


 


Hingga beberapa saat aku mulai bisa melihat ujung hutan ini karena hutan ini tidaklah besar.


 


 


Setelah keluar dari hutan ini aku melihat ladang bunga yang sangat luas, banyak sekali hewan yang bermain di sana, dan aku menyadari jika semua hewan yang aku lihat di sini berbeda dari hewan yang berada di luar dan aku baru sadar seluruh yang ada di sini adalah alam dari dunia ku dulu.


 


 


yang tadinya ku pikir itu bayi rusa ternyata itu rusa dewasa tubuhnya tidaklah besar seperti di dunia ini dan bentuk dan akuran dari semua hewan yang aku lihat sama persisi waktu dulu aku pergi ke kebun binatang.


 


 


Bahkan bunga yang aku lihat ini pernah aku baca di buku yang ku pinjam dari perpustakaan.


 


 

__ADS_1


Apa-apaan ini semua kenapa ini bisa terjadi? apakah dua dunia ini saling terhubung.


 


 


Para bintang itu berkumpul ditengah padang rumput dan di sana ada rumah kayu kecil.


 


 


Dan ada yang lebih aneh lagi semua hewan yang ada di sini hanya hewan yang aku pernah lihat saja, anjing, macan, singa, gajah, rusa, kerbau, monyet, beruang, gajah, kucing, jerapah, elang, kuda.


 


 


Mereka berbaris seakan memberiku jalan menuju rumah kayu itu, aku berjalan dengan perlahan sambil melihat sekeliling dengan rasa yang sangat aneh dihati.


 


 


Hingga aku berdiri tepat di depan pintu masuk rumah itu, aku mendorong pintu kayu yang terlihat sangat kokoh itu.


 


 


Di dalam rumah itu terlihat di bagian kanan ada tempat tidur yang terbuat dari rumput kering yang ditutupi oleh kain yang halus, di bagian tengah ada banyak sekali alat rumah tangga mulai dari panci, sedong, garpu, pisau yang masih layak pakai.


 


 


Di bagian kiri ada meja dan kursi, aku berjalan menuju meja itu dan di atas meja itu ada buku merah yang sudah sangat usang terlihat dari kertas dan warna yang mulai menguning.


 


 


Aku menyentuh cover buku itu dan saat itu air mataku ingin keluar, entah kenapa bisa begini.


 


 


 


 


"Kisah orang bodoh".


 


 


Hidup manusia sudah ditentukan sejak awal, seorang yang di takdirkan miskin mau berjuang sekeras apapun tidak akan kaya, seorang yang di takdirkan kaya mau semalas apapun dia tidak akan miskin tapi lain cerita jika Dewa mengubah takdir mereka.


 


 


Kenapa aku bisa berkata begitu karena aku tau cara kerja dunia ini.


 


 


Pada awalnya aku hidup aku hanyalah manusia biasa, penuh dengan harta karena orang tuaku sangatlah kaya, dengan harta itu mataku di butakan, hidupku seakan tidak memiliki tujuan kehampaan dihatiku terasa sangat menusuk hingga aku masuk ke jalur yang salah.


 


 


Kekerasan, caci maki semua itu ku lakukan untuk menindas orang yang lemah karena bagiku mereka hanyalah mainan hiburanku karena menindas yang lemah itu cukup menyenangkan.


 


 


Hingga suatu hari aku bertemu dengan wanita yang cukup aneh menurutku karena aku memiliki sifat yang kasar kepada semua orang bahkan kepada wanita, tapi dia terus mendekatiku, apakah dia ingin uangku atau apapun itu aku jijik.

__ADS_1


 


 


Hingga suatu hari wanita itu berkata


"Apakah hidupmu hambar? tidak ada rasanya? apakah hatimu kosong?"


 


 


Aku hanya bisa terdiam mendengar kalimat itu.


"Biar aku ajarkan bagaimana hidup"


 


 


Saat aku mendengar itu hatiku terasa sedikit terisi dan aku sangat penasaran dengan yang dia ucapkan, pada awalnya kami berdua berjalan kaki ditengah kota yang padat.


 


 


Aku ingat sekali udara saat itu sangatlah panas dengan cahaya terik sekali.


"Kita mau ke mana sih? ini panas banget lagian kenapa jalan kaki dah"


"Udah ikut ajah sih, nanti kamu juga tau" wanita itu terus tersenyum sambil berjalan di depanku.


 


 


"Nah ini tujuan kita tada" sambil menunjuk gedung panti asuhan hehe dengan senyuman di bibirnya.


 


 


"Huh? ngapain kita ke sini?".


"mau bantu bantu lah".


"Kamu gila kali ya, mana mau aku jadi pembantu anak-anak, aku benci anak-anak".


 


 


"Udah coba dulu masuk lagian ini belum pernah kamu coba kan seumur hidup kamu pasti kamu suka, lagian kan sekarang kita sedang mencari apa yang bisa mengisi kekosongan hatimu itu jadi harus coba semua hal"


 


 


Aku hanya bisa mengikutinya karena dia terus menarik tanganku, hingga kami masuk ke dalam pintu utama itu.


 


 


"Wah kamu datang lagi ya, terimakasih yang mau bantu-bantu di sini"


"iya gapapa kok bu, lagian aku juga nganggur"


"Eh itu siapa temen kamu atau pacar? hehe"


"Engga kok ini temen aku, dia mau ikut bantu-bantu"


 


 


"Wah makasih ya sudah mau datang"


"iya" aku hanya bisa berkata iya karena sudah terlanjur masuk aduh apa-apaan ini.


 


 

__ADS_1


Dia terus menarik tanganku tapi aneh aku tidak marah karena semua orang tidak ada yang berani kepadaku bahkan mereka ingin menyentukku saja harus izin jika tidak pasti sudah aku hajar mereka, tapi dengan wanita ini aku merasa sedikit senang.


__ADS_2