Tunjuk Satu Bintang Untuk NAIYSA

Tunjuk Satu Bintang Untuk NAIYSA
TSBUN episode 13


__ADS_3

AKU terus memejamkan kedua mata ini menyimak apa yang akan Naysa ungkapkan, aku berharap apa yang Naysa ucapkan tidak ada sangkut pautnya dengan perasaanku ini.Sejenak hening,hanya ada tiupan angin yang begitu semilir.


" Anna,Dika.Aku ingin mengatakan sesuatu hal buat kalian." Ucapnya dengan suara pelan, sejenak dia terlihat menarik napas panjang.


" Aku ingin harapanku saat ini,aku hanya ingin sembuh,aku ingin sehat kembali,aku ingin tetap berkumpul dengan keluargaku maupun kalian. Pokonya aku tidak memiliki harapan yang banyak, aku hanya ingin tetap ada di dekat orang-orang yang aku sanyangi termasuk kalian berdua." Ungkapnya dengan suara bergetar.


Aku terenyuh di buatnya,begitu besar harapan Naysa untuk bisa sembuh dari sakit Leukumianya itu.


Perasaanku menguap entah kemana, aku merasa aku telah mendengarkan sebuah rintihan serta do'a yang begitu menyayat hatiku.


" Dan perasaannya.!!" Tuturnya lagi dengan santai.


" Perasaanku sekarang,hmmmm.Boleh gak sih aku jujur." Ucapnya dengan setengah berbisik.


" Katakanlah! ." Ucap Dika menimpali, aku menoleh Dika yang menanti lanjutan perkataanya Naysa.


" Aku sedang jatuh cinta." Ungkap Naysa singkat namun cukup membuatku membisu.


" Wooww !! " SahutDika penuh sanjung dia mengeserkan kepalanya dan menoleh ke arah aku yang masih tetap memandang jauh ke langit sana.


"Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa terganggu dengan perasaanku ini,padahal sebelumya aku tidak pernah merasakan hal apa pun terhadapnya." Ungkap Naysa sambil tersipu-sipu.


" Waw !! cowok mana nih yang udah bikin seorang Naysa jatuh cinta..?" Tanya Dika sambil menoleh Naysa, di tatapnya lekat gadis berparas cantik nan jelita itu dalam-dalam oleh Dika, Naysa tidak menjawab dia hanya tersenyum malu menoleh ke arah Dika.


" Kasih tau kita dong cowok mana yang sudah bikin kamu jatuh cinta !" Ucap lagi Dika penasaran, Naysa menoleh ke arahku dia mencubit kecil pahaku lalu terdengar dia tertawa kecil.


" Jadi penasaran nih" Selaku antusias.


" Ha..ha... !! sudahlah ini cuman jatuh cinta biasa saja kali." Ucap Naysa seraya menyilangkan tangan di atas dadanya dan tersenyum-senyum sendiri seolah- olah dia sedang menikmati indahnya perasaan jatuh cintanya tersebut.


" Ah sudahlah.Yang pasti aku sedang jatuh cinta aja." Potong Naysa mengakhiri perkataanya.


" Ikh curang dong,masa gak di kasih tau cowoknya." Sergahku dengan cepat.


" Aku tau siapa kamu Nay,kamu itu cewek yang tak mudah jatuh cinta, kamu itu kan suka jutek sama cowok, tidak gampang lah cowok bisa mendekatimu." Jelas Dika sambil tetap menatap lurus ke langit sana, Nay terdiam hanya terlihat tersenyum simpul.


" Ahh sudahlah !! " Sela lagi Naysa dengan menahan rasa malunya.


" Tak biasa juga aku sejujur ini sama kalian." Sambung lagi Naysa dengan tersenyum manis.


" Ah payah,gak seru jika gak di sebutin nama cowoknya." Guman Dika terdengar kecewa.


" Dika,jangan bikin aku gak enak ik,aku hanya belum berani saja mengatakan siapa sosok cowok itu." Balas Naysa terlihat meraju.


Aku tau Nay,siapa sosok cowok itu,cowok yang telah membuatmu jatuh cinta.Batinku seraya menatap kosong langit sana.


" Sekarang giliran kamu An" Ucap Naysa mencolek tanganku.


" Hah,kok aku sih !" Ucapku kaget.


" Yaa gak apa,kamu duluan aja !" Sela Dika menimpali.


Aku terdiam dengan berbagai perasaan.Harapan apa dan ungkapan apa yang harus aku katakan.


Aku memejamkan kedua mataku ini,aku melupakan semua harapan dan perasaanku yang selama ini aku gadang-gadangkan untuk seseorang.


" Harapanku untuk saat ini....," Ucapanku mengantung tatkala tangan Dika tiba-tiba meraih tanganku dan menggenggamnya dengan erat.


Tiba-tiba dia meraih tanganku dengan begitu cepat.Sontak membuat perasaan ini menjadi tidak menentu di buatnya.


Yaa TUHAN untuk yang pertamakalinya tanganku di genggamnya,dan membuat Adrenalinku membuncah bukan main,yaa rasanya ini menjadi sulit di kendalikan.


" Apa An... ??" Tanya Naysa menyelaku dengan tak sabar.


" Harapanku,aku hanya ingin melihat kamu sehat Nay." Ucapku lirih.


" An !! " Pekik Naysa seraya meliriku dengan cepat lalu ia pun meraih tangan bagian kiriku.


" Ahh so sweet kamu Anna,I love you pull !." Decap haru Nasya menggenggam erat tanganku seraya bersikap begitu manja.


" Thank's ya Anna atas harapan kamu untukku." Ucap Naysa dengan terharu.


Sementara tanganku yang kanan masih erat Dika genggam.


Entah apa yang ada dalam perasaanku saat ini aku benar-benar linglung dengan perasaan ini harus apa yang aku utarakan tentang harapan dan perasaan ini.


" Itu saja An harapan kamu ??" Tanya Dika dengan penuh harapan jika aku mengatakan harapannya unguk dia,tapi aku tidak bisa mengatakan harapan yang lain selain darpada itu.

__ADS_1


" Hmmm,nenekku sehat,panjang umur." Tambahku lagi


" Terus ??" Lagi-lagi Dika menyela dengan penuh rasa penasarannya.


" Aku ingin lebih baik dari kondisiku saat ini." Pungkasku pelan.


" Semoga An." Sela Naysa menolehku.


Terlihat Dika sepertinya tidak puas akan harapan yang aku ungkapkan.


" Perasaannya An." Naysa kembali menyela dengan tak sabar.


" Perasaanku saat ini.....,bahagia !! " Tandasku pelan.


" Bahagia...??" Sela Dika lirih dengan intonasi penuh tanya.


" Yaa bahagia.Bahagia bisa kumpul lagi bersama kalian." Imbuhku dengan penuh arti.


" Itu aja ?" Tanya Dika dengan nada sedikit kecewa.


Aku yakin jika Dika ingin mendengar ungkapan perasaan aku yang sesungguhnya terhadap dirinya,namun sayang,maafkan aku Dika lidahku tidak sampai ke kata-kata itu, rasanya menjadi kelu.Ada perasaan yang harus aku jaga.


" Itu saja." Ucapku lirih.


Perlahan Dika melepaskan gengaman tanganya dan sepertinya dia kecewa mendengarkan apa yang aku ungakapan semua tidak ada yang menyangkut dirinya sama sekali.Aku bisa menebak dengan apa yang di rasakan oleh Dika,dan aku tak ingin memperdulikan perasaan Dika.


" Dikit amat see An,gak seruu ah !" Guman Naysa melengos.


" Aku tak berani mengungkapkan perasaanku Nay." Ucapku pelan.


" Loh kenapa ??," Tanya Naysa cepat dengan nada heran.


" Tidak lah Nay,aku sadar siapa aku ini." Ungkapku dengan suara meredup.


" Yaa ampyun An ! kamu kadang suka bikin masalah ya ! memangnya kamu ini siapa sih ??" Tanya Naysa sambil menyikut tangannku hingga aku meringis kecil.


" Aku tidak seperti kalian berdua Nay." Selaku pelan.


" Stop deh An kamu membeda-bedakan keadaan kita,kamu mah kebiasaan!! aku,Dika dan Kamu itu sama gak berbeda." Naysa segera menyela dengan perasaan geramnya.


" Kadang kamu itu suka merendahhh ya An." Sela Dika melirikku tak enak hati.


Entah kenapa rasanya semakin kelu lidah ini.


" Kamu itu berhak bermimpi dan kamu itu berhak juga memiliki harapan besar untuk meraih kebahagiaanmu an.Sudah dehh kamu gak usah kaya gitu insecure mulu." Sela lagi Nay benar-benar jengkel setelah mendengar ucapanku.


" Buktinya tak ada yang mau sama aku Nay." Olokku dengan enteng.


" Jika Ada gimana ?" Tiba-tiba Dika menyela.


Membuat aku terkesiap.


" Siapa juga yang mau sama aku." Balasku melengos.


" Ha.. haa..,kamu tuh An terlalu serius banget sih,aku yakin pasti akan ada seseorang yang tulus mencintaimu.." Ucap Naysa menyemangatiku.


" Yap !! aku juga yakin seperti itu." Sela Dika sambil kembali meraih tanganku, perasaanku benar benar terasa terombang ambing, aku tidak bisa menebak arah perasaan ini akan bermuara dimana, aku harus menyikapi seperti apa tentang perasaan ini.


" Ada lagi An perasaanmu ? Tanya lagi Dika pelan


" Tidak ada." jawabku menggeleng.


" Berharaplah kamu mendapatkan apa yang kamu harapkan An." Sela Naysa sambil menggemgam kembali tanganku, aku terdiam hanya mencoba tersenyum di balik kepalsuan rasaku ini.


" Sekarang giliran kamu Dik! " Titah Naysa penuh semangat.


Dika terlihat menarik napas panjang, aku berharap dia tidak mengatakan perasaanya selama ini tentang perasaanku.


Dan setibanya aku menjadi cemas serta was was di buatnya.


Tiba-tiba aku merasakan panas dingin di sekujur tubuhku dan aku pun berdoa dalam hatiku agar Dika tidak berkata yang dapat melukai perasaan Naysa,dan berharap tidak mendengar ungkapan tentang perasaan atas harapannya Dika selama ini kepadaku, semoga dan semoga teriak batinku.


" Harapanku !! aku ingin sukses" Ucap Dika singkat


Pyuhh......


Selamat !!

__ADS_1


Sorak batinku lega.


" Lalu pertemuan ini Dik ?" Tiba tiba Naysa menyela.


" Semoga setelah ini akan ada pertemuan lagi yang begitu sangat istimewa." Ungkapnya pelan.


" Pertemuan dengan siapa nih ?cie cie !! " Goda Naysa antusias.


Aku mencoba menekan tangan Dika yang masih menggenggamku, Dika menoleh aku mencoba untuk memberi isyarat untuk tidak lagi mengungkapkan harapannya tentang perasaanya.


" Harapannya pasti yang baik-baik saja lah..." Selanya dengan sedikit tak bergairah, tiba-tiba saja raut wajahnya berubah lesu saat kode keras ku tujukan kepadanya dan syukurlah Dika bisa secepatnya paham atas isyaratku ini.


" Ahh kamu juga gak asyik." Ucap Naysa melengos


" Ya lah Nay,aku berharap yang baik-baik saja untuk kita." Jawab Dika tak kalah singkat.


" Lalu perasaan kamu ?" Tanya Naysa sedikit kaku.


"Perasaanku,hmm...," Dika termenung sejenak membuat aku dan Naysa semakin penasaran.


" Aku sepertinya semakin jatuh cinta deh terhadap seseorang." Ungkapnya pelan namun membuat telingaku terasa peka.


Glekkk.....


pliss Dika jangan katakan apa yang ada di antara kita selama ini,ucapku membati,entah kenapa aku menjadi degdegan ga karuan.


" Maksud kamu ??kamu sudah punya cewekk Dik." Tanya Naysa terperanjat dan dia segera terbangun.Naysa mengubah posisinya menjadi duduk dan menghadap ke arah Dika yang masih terbaring di atas hamparan rumput nan hijau.


Dengan repleks Dika melepaskan gengaman tangannya itu begitupun aku terkejut bukan main melihat Naysa terbangun dan menatap dalam ke arah Dika.


" Kamu serius sudah punya cewek??? " Tanya Naysa dengan tak percaya.


" Tidak,tidak seperti itu,aku tidak memiliki pacar,hanya saja aku jatuh cinta kepada seseorang tanpa sepengetahuannya." jawab Dika ikut terbangun.


" Oh my God !! kamu sedang jatuh cinta juga ???" Tanya Naysa antusias.


Dika mengangguk pelan.


" Bisa kamu kasih tau cewek mana yang sudah buat kamu makin jatuh cinta ??" Tanya Naysa tak sabar.


" Ha..ha...haa.." Dika terlihat tertawa kecil ke arah Naysa hingga membuat aku Dan Naysa saling bertatapan satu sama lain.


Sementara aku semakin tak karuan,benar-benar menegangkan,kondisi macam apa ini.Rutukku dengan kesal.


" Pasti cewek kamu cantik ya ? orang Jakarta kah ?? atau Bandung ya ??" Tanya Naysa dengan wajah berubah drasti, entah kenapa aku tak tega melihat perubahan raut wajah Naysa yang telihat muram.


" Tidak !! dia dekat denganku." Tutur lagi Dika semakin menjadi.


Kedua mataku terbeliak menatap semakin tajam ke arah Dika.Aku berusaha mengisyaratkan lain terjadap Dika.


Wajah Naysa semakin tak karuan.


" Siapa ??" Tanya Naysa mengernyitkan keuda alisnya tinggi-tinggi.


Aku terdiam mencoba untuk tidak berantusias lagi menanggapi ungkapan Dika, aku merasa tegang sendiri dengan sikap yang di tunjukan Dika.


Dika membagi pandangannya ke arah aku dan Naysa.


" Katakanlah Dik !! " Bujuk Nay merengek. Sementara aku sibuk dengan perasaan serta ketakutan yang membuatku terasa migran.


" Hmmmm....,," Dika menatap ke atas langit sana seakan-akan dia sedang berpikir keras.


Nasya terlihat duduk tak tenang sementara aku pun lebih tak tenang lagi.


" Makin jatuh cinta kepada kalian berdua." Celoteh Dika sambil di akhiri tertawa geli.


Aku menghela, Dika memang tinggi akan selera humornya, hampir aku mati kutu di buatnya.


Naysa terlihat shok,namun sejurus kemudian dia terlihat mendengus kesal.


" Dikaa !! kamuu ya.Dikira kita ini mau di madu kamu." Ucap Naysa sambil menghujani Dika dengan pukulan manjanya.


Dika kewalahan menahan pukulan tangan Naysa yang terus memukulin badannya.


Dika pun bangkit dan berlari, Naysa tetap mengejarnya tanpa henti-henti di belakangnya, aku menarik napas panjang, Dika sepertinya tau akan kegalauan hatiku akan perasaanku selama ini, aku yakin Dika juga tidak akan mampu melukai perasaan Naysa untuk saat ini.


Aku terus menyaksikan aksi mereka yang tengah berlari- lari kecil di padang rumput yang luas,Naysa terlihat bahagia bisa berada di samping Dika, aku tidak menduga jika perasaan Naysa bisa berubah terhadap Dika, dia telah jatuh cinta kepadanya.

__ADS_1


# bersambung#


__ADS_2