
RASA cemas di hati sedikit mulai berkurang tatkala aku melihat keadaan Naysa sudah mulai membaik, setiap kali aku singgah ke tempat Nyai Naysa nampak terlihat lebih segaran, meskipun sembab masih terlihat di raut wajahnya tetapi dia sudah terlihat begitu vit.
Hari-hari ku yang hanya bergelut dengan keranjang,karung dan pucuk-pucuk daun teh segar, sepanjang hari seperti ini terus menerus sehingga entah sampai kapan pekerjaan Ini akan terus ku jalani.
Terkadang ingin rasanya mengeluh sejenak saja hanya sekedar untuk melepaskan segala uneg-uneg yang terkadang menyumbat di dalam hatiku ini, tetapi rasanya semua itu selalu tak bisa ku lepaskan tat kala aku harus melihat Nenekku bekerja banting tulang hanya untuk mencukupi kebutuhan hidupku.
Teriknya matahari yang begitu panas terkadang secara tak langsung membakar gosong kulit lembutku,dan menjadikan kulitku semakin hari semakin gelap.
Aku sadar,aku adalah perempuan biasa yang jauh dari kata sempurna, aku seorang gadis desa yang memiliki kulit sawo matang dan aku pun memiliki lesung pipit yang manis, hehe....hehe...,memuji sendiri tak ada salahnya kan ??
Rambutku yang panjang nan legam terurai menambah kesederhaan akan penampilanku, Aku yang tak pernah kenal dengan polesan make up membuat aku terlihat tidak modern dan jauh dari kata Cantik serta glowing.
Tapi rasanya ada kebahagiaan yang dalam ketika ingat masa kecilku yang selalu di penuhi dengan mimpi mimpi yang indah,yahh walau hanya sekedar sebatas mimipi,tapi aku selalu yakin jika mimpi itu akan menjadi kenyataan kelak.
Aku yang walaupun hitam manis,tapi aku tetap ramah walaupun aku jauh berbeda dengan keadaan gadis gadis yang lainnya.
Senja kembali menjelma menjemputku untuk beristirahat,sejenak menyandarkan segala lara dan penat.
Mimpiku sederhana,aku hanya ingin merubah alur hidupku lebih baik dengan segiat-giatnya aku bekerja tanpa ada rasa letih.
" Anna !! "
Suara cempreng itu mengacaukan lamunanku.
Aku menoleh ke arah suara itu terlihat Naysa menghampiriku yang sedang menimbang keranjang tehku.
" Iya Nay.." Sahutku pelan.
" Temenin aku makan yuk." Ajaknya sambil tersenyum lembut.
Aku mengangkat kedua alisku dan menatap tak mengerti.
" Makan ??" Tanyaku terbata.
" Iya makan ! kamu pasti belum makan kan ?" Tanyanya lagi sambil mendekatiku dan seperti biasa dia selalu menggendeng tanganku.
" Tapi bentar lagi aku mau pulang Nay, aku mau masak sama nenek." Jawabku beralasan.
" Sebentar doang An." Ajak lagi Naysa merengek bak anak kecil minta jajan.
" Aku belom mandi." Ucapku sambil mengendus tubuhku sendiri.
" Aku ajak kamu makan,bukan nyuruh mandi." Sela Naysa merengut.
" Tapi ba..u !" Ucapku dengan tidak pede.
" Ok, kamu mandi di rumah aku saja,gimana ?" Tambah lagi Naiysa dengan kekeh memintaku untuk mengiyakan ajakannya,dengantak henti hentinya dia menyunggingkan senyuman manisnya.
Sejenak aku terdiam lalu menatap ke arah nenekku yang berdiri tidak jauh di sampigku.
Nenek mengangguk pelan dan tersenyum penuh arti ketika aku menatapnya.
" Baiklah." Selaku datar.
Naysa tersenyum begitu antusias setelah aku mengiyakan ajakannya.
" Aku tunggu di dalam ya." Ucap Naysa sambil melangkah menuju kedalam rumahnya.
Tak lama kemudian akupun mengikutinya dari belakang.
Sesaat kemudian.
__ADS_1
" Nih handuknya !kamu bajunya ambil sendiri aja ya." Ucap Naiysa sambil duduk di tepi kasur, aku hanya menurut saja tanpa protes.
Seusai mandi ku hampiri Naysa yang sudah siap menyantap hidangan yang sudah di siapkan beberpa menit yang lalu.
Naysa menoleh ke arahku lalu tersenyum menatapku.
" Kenapa ?" Tanyaku heran setelah melihat senyuman Naysa terasa aneh bagiku,ku amati seluruh badanku.
" Kamu cakep pake baju itu." Puji Naiysa dengan sikap manjanya.
Aku menggeleng setelah mendengar pujian sahabataku itu.
" Ahh !! aku hitam mana cantik warna hijau di kulitku ini." Selaku insecure.
" Anna,kamu itu hitam manis,cakep kok,apa lagi jika kamu mau sedikit saja dandan,pasti kamu akan terlihat lebih cantik lagi." Puji Naysa lagi sambil mencubit pipiku dengan gemas.
Aku meringis,namun diam-diam aku mencoba mencuri curi pandangan lewat kaca besar yang menempel di lemari baju mewahnya Naysa.
" Masa sihh rupaku cantik ?" Batinku sambil mengamati pantulan wajahku di cermin.
" Ayo lah makan ! " Ajak Naysa sambil menariku untuk duduk di sampingnya.
Aku tertegun melihat makanan yang begitu banyak tersaji di meja makan Naysa, aku tidak pernah melihat makanan seenak dan sebanyak ini,Naysa memang begitu baik terhadapku.
" Kamu suka ?" Tanya Naysa sambil mengunyah makananya.Aku mengangguk sambil menikmati suapan demi suapan makanan yang masuk ke mulutku.
" Nyai yang masak loh, sengaja aku minta masakan kesukaanku." Ucap Naiysa dengan riang.
Aku menatapnya dengan berbagai rasa.
" Aku tiba-tiba saja pengen makanan seperti ini.Tapi kamu suka kan ?" Tanya lagi Naysa dengan begitu lahap menikmati makananya.
" Suka banget Nay." Tambahku sambil kembali mencicipi makan yang seenak ini.
Deggg....!!
Tiba-tiba seperti ada yang menghantamku kuat jantungku setelah nama itu Naysa sebut, hampir saja seluruh makanan yang sedang aku kunyah melesat keluar dari mulutku.
Uhukss.....
Tiba-tiba saja aku terbatuk sehingga sulit di tahan lagi.
" Loh kenapa An ? kamu kesedak ?" Tanya Naysa kaget,ia pun segera menyodorkan segelas air minum kehadapanku.
" Tidak apa-apa, aku tadi hanya kesedak doang." Ucapku sambil memperlambat kunyaanku.
" Eh An gimana kalau kita reunian yah kumpul lagi seperti dulu,rasanya kangen usah lama gak ketemu si Dika,hmm seperti apa kira-kira Dika sekarang ya An ?" Tanya Naysa mentatapku dengan penuh bahagia.
Aku terdiam dengan berbagai perasaan.
" Terakhir kita ketemu kelas tiga SMP kan ? berarti kita udah enam tahun lebih lah tidak bertemu sama dia." Ujar Naysa sambil sedikit berpikir.
" Hmmm....,kira-kira seperti apa dia sekarang ?" Tanya lagi Naysa dengan terus berpikir.
" Dika mah kayanya masih gitu-gity aja Nay,beda lah sama aku yang makin hari-makin kusut dan gak jelas." Ucapku lirih dengan rasa minderku.Aku menoleh Naysa yang masih asik makan.
" Hii hii..., ingat gak dulu kita pergi metik teh bareng,pulang sekolah bareng juga,ehh sudah pada kuliah malah pada pisah." Ucap Naysa menatapku lembut.
" Meski berpisah Dika pasti kembali Nay,tempat tinggal dia kan di sini." Ucapku berusaha membuat Naysa senang,agar dia tetap tersenyum.
__ADS_1
Naysa tidak membalas ucapannku dia hanya tersenyum dengan penuh arti.
------------
SINAR mentari terasa menyengat kulitku, namun rasa panas itu sejenak aku abaikan dan aku tetap asyik memetik satu persatu pucuk teh yang nampak mengkilap helaiannya yang tersinari panasnya matahari.Lelah ku abaikan dan penat pun pun tak lagi kurasakan,hanya ada asaku yang terbesar dalam hidupku ingin membahagiakan seluruh hidupku hanya untuk Nenekku tersayang.
Tak terasa waktu bergulir dengan begitu cepatnya,matahari tenggelam menyambut senja, sinar yang panas memuai lembut,berganti senja memuda di sore hari.
Aku menyandar di sebuah pohon besar akan rindang daunnya,hanya sekedar melepas lelah yang menggelayuti seluruh tubuhku.
" Anna !" Seru Neneku dari arah berlawanan memanggilku cukup keras, sontak aku yang sedang larut dalam lamunanku terlonjat mendengar panggilan Nenek yang cukup keras.
" Astagfirullah !! iya nek aku kaget sekali." Ucapku dengan terbata.
" Hari sudah sore, kenapa masih di situ ?" Tanya Nenekku menatap dengan penuh keheranan.
" Anna hanya beristirahat saja,sudah jam berapan ini Nek ?" Tanyaku seraya menghempaskan topiku ke kepala.
" Hari sudah senja, ayo nanti kita tidak sempat masak." Ucap Nenek sambil menggendong kembali keranjang yang sudah penuh dengan pucuk-pucuk teh.
Aku pun tersadar tatkala melihat di sekitarku nampak sudah lenggang, satu persatu pemetik teh pulang,Lalu dengan cepat aku pun segera bergegas menyudahi pekerjaanku dan berlari kecil mengikuti Nenek yang sudah terlebih dahulu berjalan di depanku.
Sepanjang perjalan aku hanya terdiam, entah kenapa hari ini perasaanku tidak menentu,sulit di tebak akan perasaan ini .
Entah merasa jenuh,entah merasa rindu yang tiba- tiba menyeruak dalam batinku tatkala cerita tengang seorang Dika di beberapa hari yang lalu dengan Naysa. Entahlah....,mungkin ini hanya persaanku saja, sudahlah jemu rasanya menanti sebuah janji yang telah usang oleh waktu yang perlahan terus berlalu tanpa ada kepastian.
Aku terhenti dari perasan yang terombang ambing tatkala pandanganku terbentur pada sebuah kendaran mobil Jip biru yang terparkir di sebuah vila mewah di lintasan jalanku menuju pulang.
Aku berusaha menyimak dengan pasti akan keberadaan kendaraan tersebut.
" Dika." Gumanku pelan.
Ada peraaan yang terasa hangat menyergapku,dan sepertinya pertemuan itu akhirnya akan terjadi kembali.
Akan tetapi aku terhenyak sendiri teringat akan kebahagian Naysa yang pastinya dia lebih bahagia menanti hadirnya kembali Dika di tengah-tengah persahabatan kami bertiga.
" Ayo An cepetan atuh !! " Lagi-lagi suara Nenekku mengejutkan dalam lamunan kecilku.
" Oh iya Nek,iya." Selaku gugup.
Entah kenapa terasa sedikit menjengkelkan panggilan nenekku kali ini yang terasa memaksaku untuk terus cepat berjalan.
" Seprtinya kamu lagi banyak pikiran An ?" Tiba-tiba Nenekku bertanya dan menoleh ke arahku.
Tatapannya terasa mencurigaiku.
" Oh..Oh...,tidak Nek.Mungkin Ana hanya sedikit lelah saja Nek jadi agak lambat berjalannya." Ucapku dengan segera mengalihkan pandanganku jauh sana.
" Nenek ini kenal kamu tidak sehari dua hari Anna. Nenek paham jika kamu sedang ada masalah,yaaa seperti ini suka terdiam." Sahut nenekku dengan sikap so tahunya.
" Sungguh atuh nek,Anna teh baik baik saja." Tambahku sembari segera mendahului langkah Nenekku.
Aku hanya berusaha menyembunyikan apa yang kurasakan selama ini terhadap seorang Dika.
" Juragan Koswandi kayanya baru jemput anaknya pulang An." Tiba-tiba nenek menyela di tengah-tengah kecepatan langkahku.
Terpaksa aku pun berhenti dan menoleh ke arah Nenekku.
Nenek tersenyum menggodaku seolah-olah sedang memancing reaksiku,akan tetapi aku tahu percis siapa Nenekku ini,Nenekku adalah seseorang perempuan yang sangat peduli akan keadaanku.
Terlebih-lebih akan sebuah perasaan yang sedang aku rasakan saat ini,dia begitu peka akan hal itu.
__ADS_1
Aku tidak menjawab hanya sedikit mempercepat langkahku untuk segera sampai ke rumah.