Waktu Dan Kamu

Waktu Dan Kamu
Hujan


__ADS_3

Hari ini awan mendung.Sudah 1 bulan Bandung di guyur hujan.Hawa dinginnya Bandung bercampur dengan suara hujan yang sangat deras.



"Berr...Bang dingin.."Nita Melipatkan tangannya.


"Iya sayang.Ini aku kecilin ac mobilnya aku hangatin."


"Bang....Dingin banget."


Ditya mengambil jacketnya di kursi belakang mobilnya.Saat lampu merah dia merangkulkan jaketnya ke pundak nita.


"Makasih ya bang."


"Iya sayang.."Memeluk Nita sambil mengecup bibirnya.


"Bang jangan gigit bibir aku sakit."Rengek Nita.


"Habis mungil gak tahan sayang."Melepaskan ciuman dan memeluk Nita.


Sampailah mereka ke sekolah tempat Nita bersekolah.Ditya menyuruh Nita masuk ke kelas membawa jaketnya.


"Ini jaketnya gimana bang?".


"Pakek kamu dulu aja yank."


"Sayang kamu."Mencium punggung tangan Ditya.


"Aku juga sayang kamu.Ya udah sana masuk kelas keburu bel masuk."Mengacak acak rambut Nita.


"Yah..diacak acak lagi..Jangan lupa masakanku dimakan."Mengerutu.


"Siap sayang.Sayang kamu..Muachhh.."Kiss bye.


"iya."Berlari menuju kelas.


Kepala sekolah memasuki kelas dan mengatakan hari ini.Sekolah dipulangkan lebih awal karena ada rapat komite.


"Selamat pagi anak anak."Kepala sekolah pak Noel masuk.


Seluruh anak 11 IPA 1:Pagi pak.


"Hari ini kita ada rapat kelas saya bubarkan sekarang.Silahkan berkemas dan pulang."Kepala sekolah pak noel memberikan instruksi.


Seluruh anak 11 IPA 1:Yesss..Pulang awal..


Nita yang berkemas menelepon Ditya hari saat itu mendung ditambah hujan petir.Namun telepon tak diangkat oleh ditya karena hari itu dia ada kelas dan ada ujian mendadak.Nita yang bingung hanya pasrah sama keadaan.Dari kejauhan terdengar suara Drian.


"Nit..kamu gak dijemput sama bang Ditya?."Sapa drian.


"Aku telepon gak diangkat angkat."


"Mungkin dia sibuk."


"Mungkin..Terus aku pulangnya gimana.."Mata Nita berkaca kaca menatap Drian.


"Mau, pulang bareng aku? udah lama kan kita gak pulang bareng."


"Gak ngrepotin nih?"


"Gak kok, sejak kapan kamu ngerepotin aku?"Tunggu disini ya aku ambil jas ujan sama mantel.


"I..i..iya sih, makasih ya."


"Hemmm..iya, kaya sama siapa aja."Mengacak acak rambut Renita.


"Uhh..drian rambutku rusak."


"Biarin wek.."Mengejek Renita.


"Ih..ngeselin banget."


"Tunggu, disini bentar ya aku ke parkiran dulu."


"Iya."Mengangguk.


Brumm..brumm..brumm..Adrian memanaskan motor diparkiran.Dan Adrian memacu motor CBR nya ke depan lobby tempat Nita menunggu.Dia sudah bersiap memakai jas hujan.


"Lama ya?"


"Gak kok."Menanti sambil berdiri di lobby depan.


"Ini pake helm sama mantelnya."Membantu mengunakan mantel.


"Makasih ya."Menatap Drian.


"Hemmm..iya".


"Bisa kaitin sabuk helmnya gak?.Mau aku bantu?."


"Boleh.."Menatap dalam muka Drian.


Dalam hati nita berkata"Kamu ganteng juga ya ian".Termenung sambil menatap Drian.


"Nit..Hallo?."Melambaikan tangan ke mata Nita.


"I..Iya.."Mengaruk kepalanya untuk mengurangi grogi.


"Kok bengong kenapa? terpesona sama aku?.Aku tau kok aku emank ganteng."Ledek Drian.


"Apaan sih? masih sempet sempetnya ngelawak."Dengan muka memerah dan Mencubit lengan Drian.


"Ih sakit kali Nit."Mengacak rambut Nita.


"Udah ah..ayo..keburu makin deras hujanya terus hujan petir.Ada pemberitahuan dari hp gue ada hujan petir jam 2 sore.Ayo pulang."


"Iya iya.Ayo.Pegangan yang erat ya."Menghidupkan mesin motornya dan memacu motornya.


"Kamu jangan ngebut ngebut ya."


"Pegangan ya.Aku mau ngebut mumpung sepi..Keburu makin basah baju kamu nanti sakit."


"Ian..pelan pelan..aku takut.."Bertriak kencang sambil memeluk erat pinggang ian.


"Hahaha..Gitu donk meluk aku erat.."


"Ih...masih sempat bercanda."Mencubit perut Drian.


"Aduhduh..Sakit."


Hujan makin deras petir menyambar Drian mengajak Nita untuk berteduh di rumah pribadi dia yang dia beli tanpa sepengetahuan oma.


"Kamu kedinginan?."Berteriak ke Nita.


"I..i..Iya dingin banget."Wajah nita memucat dan bibirnya dingin mengelupas.

__ADS_1


"Kita berteduh yuk."


"Dimana?"


"Ada deh.."


"Kok gitu."Sambil kedinginan memeluk pinggang Drian.


"Udah sampai."


"Ini dimana?."Terbengong sesaat.


"Udah masuk aja.Ayo masuk.."Menarik tangan Nita.


"Bagus ya rumahnya."


"Makasih..Ini rumah yang aku beli dari hasil tabungan aku."


"Wah hebat ya.."Terpesona.


Petir kencang tiba tiba menyambar kencang membuat Nita ketakutan.Nita langsung memeluk Drian.


"Iannnn....Takut..."Reflek memeluk drian.


"Kamu takut petir?..Hahaha lucu mukanya."


"Hatcih..hatcihhh.."Bersin ke baju Drian yang basah.


"Kamu gak apa apa?"


"Sinusku kambuh sepertinya."


"Ya ampun aku ambilin handuk ya."


"Dingin banget."Memeluk erat drian sambil mengigil.


"Lepasin baju kamu yang basah aku peluk biar lebih hangat."


"Ih..Maksud kamu apa?Mesum deh."


"Udah lepas aja aku gak lihat kok."Berbalik memblakangi Nita.


Derrr...Derr...Derr⚡⚡.Lampu padam karena hujan dan petir yang makin kencang.


"Driannn....Takut ian.."


"Tenang ada aku.Aku bantu lepas baju sekolah kamu ya.Dingin soalnya."


"Jangan ngintip ya tapi."


"Iya..Udahkan selesai".


"Makasih ya."


"Untuk apa?"


"Untuk kamu yang selalu ada buat aku kalau aku susah."


"Iya sama sama."Tersenyum dingin.


Drian mengambil handuk di lemari kamar dia.Dengan refleks dia memeluk Nita dari belakang yang hanya mengunakan pakaian dalam dan celana pendek.


"Huppp..."Merangkulkan handuk dari belakang ke Nita.


"Ahhh..geli ian.."Dengan muka memerah.


"Aku takut.."


"Takut apa?.."


"Takut kalau kak Ditya ninggalin aku ian."Menyenderkan kepalanya ke pundak Drian.


"Aku bakal selalu disamping kamu ta."Memeluk Nita.


"Jangan tinggalin aku ya."


"Iya.."sambil mencium bibir Nita.


"Hahhh...Ahhh..Gak bisa nafas.."memukul punggung drian.


"Sorry,Aku kelepasan.Maaf ya ta.."


"Iya gak apa apa."


"Kamu tidur aja dulu ta.Begitu ujan berhenti aku telepon bang Ditya biar jemput kamu."


"Makasih ya."


"Is ok.."


Nita tertidur pulas di kursi tamu.sementara itu Drian masuk ke kamar dan menangis melihat foto tunangannya disaat kecil dahulu.


"Kamu kemana Nit?.Aku kangen banget sama kamu.Aku putus asa cari kamu dimana."Menatap foto tunangan kecilnya.


Nita yang tertidur pulas terbangun karena kepalanya pusing.Dia mencari kamar Drian tetapi ketika dia ingin mengetuk pintu kamar Drian.Nita mendengar drian menangis terisak isak sambil memandang foto seseorang.


"Kenapa ada suara tangisan ya.Drian kenapa?".mengintip dari pintu yang terbuka sedikit.


"Gue ketuk pintu kamar dia apa gak ya?."bertanya dalam hati.


"Ya udah deh gue ketuk aja pintunya lagian kepalaku pusing."Berbicara dalam hati.


"Tok..tok..tok...Driann..."Mengetuk pintu kamar drian.


"Iya..Masuk.."Menyeka air matanya.


"Sorry..Aku ganggu ya?"


"Gak kok Nit.Kok kamu bisa tahu ini kamarku?."


"Iya tadi pintunya agak kebuka dikit.Aku intip dikit dari pintu hehe...jadi aku ketuk pintu kamar kamu.Maaf ya."


"Iya gak apa apa.Kamu kok udah bangun?".


"Iya..Aku pusing banget.."


"Aku ambilin obat ya sama minum bentar.Kamu tiduran aja dikamar aku."


"Maaf ya ngerepotin."


"Iya gak apa apa kamu boleh lihat lihat kamar aku kok.Tapi jangan sentuh apapun yang ada di meja belajar aku."


"Ok.."Nita melihat lihat kamar drian dan membuka foto yang dilihat drian.


"Kenapa anak kecil difoto itu mirip aku di waktu kecil?"Berbicara dalam hati.

__ADS_1


"Nit..Aku masuk ya..ini aku bawain obat pusing sama bubur ayam biar kamu hangat."


"Ya..ampun Drian..Aku teh ngerepotin kamu banget atuh..makasih banget ya."


"Iya gak apa apa.Abisin ya.Aku tak tidur di ruang tamu aja nanti kalau kamu sudah enakan aku anterin kamu pulang atau aku telepon bang ditya biar jemput kamu."


"Iya makasih ya."


Nita terpejamkan hingga waktu menunjukan pukul 6 sore hari.Wa dari ditya pun masuk ke hp Nita yang berada disebelah meja tempat tidur Drian.


Ditya:Sayang..Sayang..Sayang..Kamu dimana?:


Nita:Maaf bang ketiduran.Aku tadi pulang lebih awal terus ini aku lagi dirumah Drian.


Ditya:Sama siapa disana?


Nita:Sendiri soalnya tadi hujan. Jadi aku berteduh dirumah dia.


Ditya:Kamu share location ke aku.Aku jemput kamu sekarang juga.


Nita:Gak usah bang aku pulang sama Drian aja.


Ditya:Oh ya udah deh.Aku tunggu di rumah ya..Love you..


Nita:Love you too.


Nita bergegas mandi dan berganti maju.Dia berlari turun ke ruang tamu untuk membangunkan ian yang tertidur pulas.


"Driann..Drian...bangunnn..."Mengoyangkan badan drian.


"Apaan sih lagi mimpi indah juga."


"Please, bangun anterin aku pulang."


"Eh sorry..aku ketiduran.."mengusap matanya.


"Iya gak apa apa."


"Tunggu sebentar ya aku cuci muka terus anterin kamu pulang."Melihat sudah terang cuacanya dari jendela kamarnya.


"Okey."Menunggu sambil duduk diruang tamu.


"Yuk..aku udah siap.Pakai helmnya yang kencang ya.Biar gak jatuh."Menarik tangan Nita dan menyalakan motornya.


"Iya iya bawel."Menaiki motor Drian.


Sesampainya didepan rumah Ditya yang terbakar api cemburu datang menghajar Drian.Drian yang kaget langsung tersungkur dijalan depan rumah Nita.


"Kurang ajar kamu ya."menghajar bibir drian.


"Bang apa salah aku?."Tiba tiba mukul gituh aja.


"Gue gak suka lu deket deket sama cewek gue.Lu cuma diangap sahabat dia gak lebih dari itu."Menunjuk Drian.


"Jangan salah paham bang.Aku cuma anterin Nita."Menjelaskan.


"Stop kalian apaan banget sih.Bang ditya juga kasar banget.Drian tu cuma anterin aku pulang.Minta maaf sekarang sama dia."Memapah Drian untuk berdiri.


"Gue gak sudih minta maaf sama tu orang."Membalikan badannya.


"Minta maaf sekarang.Atau kita putus."


"Iya iya..Gue minta maaf sama lu ian..Gue kasar sama lu maaf ya."Memeluk Drian.


"Iya gak apa apa."Saling berpelukan.


"Sayang aku pulang dulu mau nenangin pikiran."


"Iya..hati hari ya bang."


"Iya sayang.muach."mencium kening nita.


"Drian aku obatin luka kamu.Ayo masuk aku kompres pake es dulu.."Merangkul Drian masuk ke rumahnya dan mendudukan drian di ruang tamu.


"Iya makasih ya.Maaf aku buat kamu berantem sama bang ditya.Gara gara aku kalian mau putus."


"Udah gak usah dibahas nanti juga dia membaik kok.Santai aja ya."mengompres luka drian.


"Pelan pelan dong sakit tau.."reflek memegang pergelangan tangan Nita.


"Sorry.Kekencengan ya."sambil bertatapan.


"Gak apa apa kok."


"Udah selesai aku obatin ya luka kamu."


"Makasih ya.Aku balik dulu."


"Kok cepat banget."


"Kasian oma sendrian di toko.Maaf ya ngerepotin kamu."


"Gak apa apa kok.Aku makasih banget sama kamu.Aku yang harusnya minta maaf sama kamu.Gara gara bang ditya kamu jadi luka kaya gitu."


"Gak apa apa kok.Toh juga udah clear kan masalahnya."


"Iya sih."


Nita mengantarkan Drian ke depan rumah tempat Drian memarkir motornya.


"Ya udah gue balik ya ta."Bersalaman dan berpamitan.


"Iya..makasih ya."


"Sama sama".sambil mengacak acak rambut Nita.


"Ih ian kebiasaan deh."


"Biarin kan gak ada yang acak acak rambut kamu selain aku."Sambil naik ke atas motor CBR nya.


"Iya deh iya teraserah kamu lah."


"Balik dulu ya."


"Iya hati hati."


"Okey..sampai ketemu besok ya."Memakai helem dan memanaskan motornya.


"Iya..Makasih ya."


"Is okey.Ada apa apa kabarin aku."


"Siap bosku..."


Merekapun berpisah Drian memacu motornya ke toko oma.

__ADS_1


Jangan lupa y temen* smua..


Always like dan love serta vote karyaku..⭐😘


__ADS_2