
"Aku sangat rindu padamu kak."Peluk lembut Rafle.
"Kakak juga."
"Permisi saya dan professor keluar ya nyonya."Dokter Adrian pamit.
"Silahkan."
Ketika Adrian Raka Wijaya membuka pintu ada bayangan anak kecil yang menghampirinya.Bayangan anak perempuan Gabby.
"Dokter Adrian, terimakasih untuk hari ini operasi berjalan lancar.Pasien selamat sesuai perkiraan saya."Reggy memeluk Adrian.
"Puk..puk..puk..tanpa professor saya juga tidak percaya diri."Menepuk pundak Reggy.
"Yasudah saya ke ruangan dulu ya."
"Baik prof."
"Om Adrian, om Adrian, om Adrian."Teriak Na Heun Cassie.
"Suara siapa itu?"Berbicara pelan sambil melihat ke kanan dan kirinya.
"Om Adrian."Teriak Na Heun Cassie.
"Siapa?kok aneh sih.Kenapa gak ada siapa siapa."
Adrian Raka Wijaya yang bulu kuduknya merinding berlari menuju ke ruangannya.Dia mengalihkan perhatiannya dengan membaca dan menulis di ruang kerjanya.
Adrian merasa lelah dan mengantuk.Dia berlahan memejamkan matanya dimeja kantornya.
"Hi, Adrian apa kau masih menginggatku?"Cahaya putih menyelimuti sosok aneh memanggil namanya.
"Siapa kamu?"
"Kamu akan tahu siapa aku."
"Maksudnya?"
Cahaya itu mengilang membuat Adrian terhentak dan terbangun.Selang beberapa menit dia menggendong tas kerjanya dan beranjak keluar dari rumah sakit.
"Dokter Adrian, dokter, dokter tunggu."Suster Mila mengejar Adrian yang beranjak keluar dari pintu lobby.
"Iya."Langkah Adrian terhenti.
"Duh, dokter jalannya cepat sekali.Dokter ini ada surat dari seseorang."
"Dari siapa suster Mila?"
"Gak tahu dok.Tadi pagi pagi ada orang pakai baju serba putih ganteng pakai topi hitam gaya Belanda klasik memberikan ini padaku."Memberi selembar surat.
"Oh gitu sus, terimakasih ya."
"Sama sama dok.Ngomong ngomong dokter jangan terlalu lelah ya.Kantong mata dokter makin menghitam."
"Duh, sampai ditegur sama suster jadi malu saya."
"Dokter, sudah banyak berjasa untuk rumah sakit ini.Saya kagum sama dokter.Masih muda, belum menikah tapi semangat bekerja keras, dedikasi untuk anak anak sangat besar dan tidak pernah mengeluh sama pekerjaannya."
"Terimakasih suster.Saya pulang dulu.Tubuh saya sakit semua kalau ada apa apa sama pasien yang saya pantau perkembangannya.Kamu hubungi saya saja."Memberi instruksi pada suster.
"Baik dok."
"Saya pulang dulu ya."
"Hati hati dijalan dokter."Melambaikan tangannya dan masuk ke dalam rumah sakit lagi.
Adrian Raka Wijaya berjalan menuju mobil.Didalam mobil dia menyalakan mesin mobilnya.Saat dia ingin mencari tissue didasbor mobil.Box berisi gelang kristal misterius terjatuh.
__ADS_1
"Kok bisa jatuh sih?"
"Ada hubungan apa gelang ini sama surat ini?"
"Hem..mencurigakan."
Waktu saat itu sediki creepy dari biasanya.Saat memacu mobil miliknya keluar.Tidak biasanya ada kabut tebal menyelimuti jalanan.Bulu kuduk Adrian Raka Wijaya makin meninggi.
"Kenapa aneh sekali hari ini."
"Apa karena aku sudah lama tidak ke gereja dan Tuhan menghukumku?"
Rasa merinding terus menghantuinya.
Membuatnya memacu gas mobil lebih kencang menuju apartement miliknya.
304 Orchard Rd, Singapura 23886.00.00SGT, 28Juli 2026.Adrian membuka kamar apartemennya dan langsung loncat ke tempat tidurnya.
"Ahhk, rasanya lelah sekali hari ini."
"Biasanya, aku minta tidur sama Renita waktu dia masih tunanganku.Sekarang, aku harus lampiasin kebosanan aku dengan apa?masa sama guling.Nanti, dikira aneh lagi aku."Berbicara dalam hati sambil membrantakan rambutnya.
Adrian Raka Wijaya memutuskan membersihkan wajahnya dan melepas sepatunya.Dia langsung merebahkan badannya ke kasur nyamannya.
"Ahh..ahhh..koko ian sakit."
"Tahan sayang."
Baru 1jam dia tertidur.Tiba tiba dia bermimpi saat pertama kali Adrian bercinta dengan Renita.Karena pengaruh alkohol.Membuat jantungnya kembali bergetar hebat.
"Kenapa sih mimpiin itu?aku bodoh banget ngerusak dia.Aku kenapa terlahir tidak peka.Aku tuh, sayang dia? apa cuma mau tidur sama dia saja?aku masih binggung sama perasaanku."Menunduk sambil memeggang kepalanya.
"Bodohnya, aku melepaskan dia begitu saja tanpa berjuang mempertahankannya.Apakah aku salah?Aku masih mencintainya.Ini sudah 6tahun dan aku hidup dikotak yang sama.Dikotak besar bersama kenangan yang pernah kulewati dengannya."
3C River Valley Road, Clarke Quay, #01-05 to #02-06, The Cannery, Singapura 179022.01.00 SGT, malam yang ramai Dj Lula sedang memainkan lagu remix:Like a G 6 dan lain lain yang dijadikan satu.Adrian mencoba larut dalam lagu.
"Mau pesan apa tuan?"Tanya Bartender.
"1botol haineken dan 1botol bintang rasa lime."
"Baik segara datang tuan."Mengambil botol yang dipesan Adrian.
Bartender datang membawa pesanan dan menuangkan pesanan ke beberapa gelas.Adrian meminum satu persatu gelas itu dan menuangkannya lagi.Mencoba melepaskan rasa sesal yang dia rasakan malam itu.
"Silahkan, tuan ini pesanannya."Bartender menaruh pesanan dimeja.
"Terimakasih."
Adrian meminum minuman yang disediakan sampai habis untuk membuat dirinya tenang.Sambil memikirkan Renita yang dahulu selalu mengisi hatinya.
"Hahaha, kamu buatku makin menggila Ren."Meminum alkohol sambil berbicara sendiri.
"I love you Ren."
"I miss touch your body again."Membayangkan pertama kali bercinta dengan Renita saat masih menjadi tunangannya.
"Glekk..glekk..glekk..akhh.."Meminum habis 8 tuang gelas sloki.
"Jangan tinggalin aku Ren.Aku gak bisa hidup tanpa kamu."Adrian menidurkan kepalanya diatas meja tempat dia minum.
"Hahaha, bodohnya diriku."Membentur benturkan kepalanya ke meja sambil mabok.
"Haha, Renita.I love you sayang.Ayo kita bikin anak yang banyak."Berbicara sendiri sambil meminum 1gelas sloki alkohol.
__ADS_1
"Glek..glekk..glekk..akh..cheers untuk kegagalanku."Menanggis sambil ngefly.
Adrian Raka Wijaya yang berada dipuncak stressnya.Masih menikmati lagu sambil meminum setiap botol alkohol yang dia tuang di slokinya.
"Akhh, dasar bodoh.Kenapa?kenapa?kenapa aku melepaskannya."Menanggis sambil memeggang kepalanya.
"Srup..srup..srup..bodohnya aku."Menarik ingusnya sambil menyalahkan dirinya.
"Aku benar benar manusia paling bodoh yang pernah hidup didunia ini."
"Cur..curr.."Menuang minuman ke sloki.
"Cheers, untuk kehidupan yang hampa."Bersulang sendirian dan meminum sloki yang terisi minuman dari botol yang dia tuang.
"Tuan, apakah mau pesan tambahan lain?"Bartender mendekat dan menanyakan pelan.
"TIdak, aku cuma mau sendiri."
"Yasudah, saya tinggal dulu ya tuan."Keluar dari ruangan yang Adrian pesan.
Dj Lula memainkan lagu Damage-Shayne Ward
Remember those photographs we took on that boat in Spain
I took 'em down and ripped 'em up and threw them all away
Remember on the back of one you wrote we were meant to be
That doesn't really matter now 'cause you don't mean a thing to me
Baby, you should've told me
Told me from the start
I thought that I was your only
Till you put me on the shelf and found somebody else
I never thought that you would ever do that
Everything we had is gone
You said you love me, said you'll never leave
Maybe I just heard you wrong
'Cause I'm damaged, I'm damaged
Don't know what to do
Baby, I'm damaged, so, so damaged
Because of you...
"Ayo semuanya bernyanyi."Teriak Dj Lula.
Adria Raka Wijaya larut dan semakin hancur mendengar dj memainkan lagu yang melambangkan hatinya saat ini.Adrian masih terus mencoba bergulat dengan perasaannya.
Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...
yuk baca 2karya aku yang baru
#Cinta untuk merylia
#Sweet heart
Yuk likeš dan vote ā”serta rate karyaku ya kakak kakak..š„°š„°š„°
__ADS_1