Waktu Dan Kamu

Waktu Dan Kamu
Creepy zone


__ADS_3

Sejak kapan aku selalu memandang keluar jendela dan menatap awan seakan pikiranku terbang kesana.


Setiap malam aku selalu merasa dia ada disampingku.Tetapi yang ku dapat hanya khayalanku semata.


Sambil berkemas dan memasukan Ipad ke tas kuliahnya Ditya membuka kulkas dan meminum juice buah dan memakan roti yang dia buat untuk sarapan.


"Morning..Beb..".Arnella Mengecup pipi Ditya.


"Morning..Kalian udah jadiian ya?.Mesra banget uh.. so sweet.Aku juga mau begitu."Ledek Bianca.


"Krutuk...Krutuk..krutuk..Morning..Have you eaten for this morning?.I'm so hungry."Danies memegang perutnya yang keoncongan.


"I'm not couple with Arnella..Just friend with Arnella."Tukas Ditya yang cemberut.


"Come on..Lets go to burger king."Berusaha mencairkan suasana yang tegang.


Ditya dan teman temannya pergi ke Burger king didekat universitas mereka.Disana mereka makan sambil curhat bersama.Dari jauh Ditya melihat Bram bersama dengan seorang wanita bule.


"Bram...Bram..Bram.." Ditya berteriak memanggil dan berlari ke arah Bram.


"Sorry siapa ya?"Bingung dan mengkerutkan dahinya.


"Aku adit teman SMA kamu.."


"Adit brother.Apa kabar beda banget kamu yang dulu sama sekarang?.Masih sama adikku kan kamu?"Memeluk Ditya.


"Gak tahu nih bram lagi berantem LDR kita.Aku biasa aja gak ada yang berubah cuma mungkin tubuhku rada kurusan kali y bram."Melepaskan pelukan Bram.


"Kenalin istri aku Ruthstefani pricilia helen.


kamu pangil aja helen."


"Hi..i'm helen..I'm from new zeland but my father from indonesia mix china and my mom from Jerman..Nice to meet you."


"Nice too meet you.Ini istri lo ke berapa dulu kan lu bukan sama dia."


"Ya begitulah waktu aku dibodohin sama istri pertama dan kedua aku yang akhirnya berujung perceraian.Sekarang aku bahagia bertemu dia Helen.Orang yang membuat aku bangkit dari kebangkrutan dan membuatku percaya akan Tuhan.Dia juga membuatku semakin dekat dengan adikku yang sejak lama aku tak pernah mengangapnya dan iri padanya."


"Senang kamu akhirnya sadar.Lalu mama kamu dimana?"


"Mama nikah lagi dan tinggal di Italia bersama keluarga barunya.Ya gitu lah dit.Semuanya hancur.Mama yang aku bela ternyata orang yang salah."


"Sabar ya bro."Merangkul ditya.


"Iya.."


"Honey..lets go pick up the child.."Mengengam tangan Bram.


"Okey honey.Dit aku jemput anak angkat aku dulu next time kita ketemu lagi.Jangan lupa berkabar lewat email sama aku."


"Ok..Nanti aku hubungi kamu."


Arnella yang tidak sengaja menguping pembicaraan tadi.Menitihkan air mata seakan akan tersayat hatinya.

__ADS_1


"I'm back to home guys."Arnella Berlari sambil menangis.


"Arnella..wait me.."Bianca berusaha mengejar memanggil arnella dan mencegah arnella pergi.


Danies yang baru saja memesan burger dengan membawa nampan kembali ke meja dan melihat Bianca yang sedang bingung.


"Hi bianca are you ok?"Tatap danies.


"Arnella back to home.She cry about something.I confused the arnella reason back to home."Bianca memegang kepalanya.


"Keep calm..Maybe arnella have been any problem.Please ate your burger."Danies Menenangkan bianca.


"Ok.."Bianca memakan burger yang dia pesan.


Ditya kembali ke meja tempat mereka kerja kelompok.Hp ditya berbunyi.Tante ane menelepon.


Tante ane(Sekertaris seksi):Bos adit..


Ditya:Hallo tante..Apa kabar?..


Tante Ane(Sekertaris Seksi):Hallo dit....tut...tuttt..(Tiba tiba ada sesuatu suara aneh di handphone tante ane berualang kali tante berkata hallo namun tidak ada jawaban).


Ditya:Aneh kok kaya ada suara triakan ya..padahal gak biasanya kaya gini.(Dalam hati ditya bertanya tanya)


Setelah selesai belajar bersama tepat pukul 11.30 p.m ditya pulang dengan mobilnya.Tanpa sadar mobilnya melesat melewati tempat asing yang belum pernah dia lewati.


"Ini dimana?"Ditya Menengok ke samping kanan kiri namun tak ada satupun orang disitu."


Singkat cerita Q station adalah tempat karantina imigran yang berada di Australia.Banyak Imigran yang meningal tanpa sebab disana sebanyak 50 roh masih bersemayam disana.


Marien:Hi.Tok tok tok..(Mengetuk pintu kaca mobil ditya?Who are you?..(Muka dingin pucat).


Ditya:I'm ditya.I'm get lost in this place.


Marien:Please,Follow me..You are so tired..spend the night in here.


Ditya:Yes,Thank you.I'm so tired.


Tanpa pikiran curiga ditya mengikuti Marien.Yang ditya lihat adalah tempat penginapan mewah tua di sebuah tempat indah terpencil.Ditya yang kelelahan langsung mandi dan berbaring di ranjang.Todak beberapa lama berbaring tiba tiba dia mendengar suara aneh..


"Hey...Who are you???..Berteriak panik.


"This is your blanket.."Marien memberikan selimut bludru putih.


"Thank you.Sorry i have any question for you.."


"Sorry..I'm busy."Merien meninggalkan kamar Ditya.


Marien meninggalkan ditya di kamar.Masih terdengar suara jejak kaki dan teriakan pekikan yang keras.Membuat Ditya semalaman tak bisa tidur.Esok paginya ditya berkemas untuk pulang ke apartemennya.Sebelum pulang dia berdoa.


Namun tiba tiba ketika dia melihat sekelilingnya.Tidak ada kamar maupun kasur yang dia tiduri semalam.Bulu kuduk dia merinding.Dia yang tidak percaya dengan makhluk halus seketika berubah menjadi percaya.Ditya menyalakan mesin mobilnya tanpa berpikiran panjang berkali kali mesin tidak menyala hingga percobaan ke 5 menyala.Ditya memacu kecepatan mobilnya.Dia menuju capel terdekat dan bertanya soal kejadian itu pada romo.


"Please come in..Ada apa anakku?."Romo Yohanes menyuruh Ditya masuk.

__ADS_1


"Romo semalam saya lelah dan melewati perbatasan Q station.Tanpa sadar saya dibawa ke alam mereka."Jelas ditya panik.


"Mereka tidak menyakiti kamu kan?"


"Tidak romo.Saya hanya panik.Saya takut ada roh jahat yang mengikuti saya."


"Tenanglah anakku.Berdoalah dengan rosariomu nak.Pasti tidak ada roh yang berani menembus itu."


"Baik romo akan saya lakukan."


Setelah kejadian itu ditya terus dihantui rasa curiga seperti terbayang akan gubuk itu dan bayangan Nita.Depresi yang dideritanya naik satu tingkat.Setiap malam dia mengkonsumsi obat tidur dan alkohol agar bisa tidur nyenyak.Namun itu semua tidak bertahan lama.


Setiap 4jam sekali ditya masih suka terbangun dengan kepanikan dan keringat yang mendingin.Terkadang dia menyakiti dirinya dan menyayat tangannya.


Ketika tengah malam dia selalu mendengar suara jeritan.Namun ketika dia bangun dan melihat kaca dia hanya melihat dirinya saja.


"Apa aku gila?..Aaahhhh..."Berteriak sambil menghantamkan tangan ke cermin hingga luka.


Arnella yang mulai khawatir dengan keadaan ditya yang sudah 2minggu jarang berangkat akhirnya memutuskan mendatangi apartemen ditya.


"Dit..ting tong..ting tong...Any body home?."Memencet tombol bel dari apartemen Ditya.


Arnella yang panik membuka paksa pintu apartemen ditya dengan sistem bantuan pengawas apartemen agar bisa masuk ke dalam kamar ditya.


Apartemen ditya berantakan.Arnella berlahan masuk dan mendapati Ditya yang sedang tidur di samping kaca dengan luka ditangannya.


"Dit bangun...Dit.."Menepuk pipi ditya dan melihat jemarinya telah bersimpah darah.


Ditya tak kunjung sadar arnella membersihkan tangan luka ditya dan mengobatinya.


"Huftttt..Aku kenapa?"Membuka mata


"Udah siuman?..Ini makan dulu.."Masuk kamar ditya sambil membawa bubur.


"Aku kenapa nel?Aku gak inget apa apa."


"Kamu tadi pingsang.Aku banguning gak bangun bangun..Udah makan dulu buburnya."


"Thanks ya."


"Kamu harus sembuh.Aku khawatir banget sama kamu.."Memeluk Ditya sambil menitihkan air mata.


"Makasih banget ya nel."


Setelah makan ditya meminum obat penenang dan tidur.Sementara itu Arnella tidur disofa untuk menjaga Ditya.


Disaat itu juga dalam hati Arnella bersumpah akan selalu menjadi yang terbaik untuk Ditya.Walaupun entah kapan perasaannya akan terbalaskan.


Yuk dukung terus author carany like❣


vote dan selalu fav karyanya


maksih kakak*

__ADS_1


__ADS_2