
Semua berawal dari salahnya diriku jatuh cinta pada lelaki yang salah.Lelaki yang hanya perduli pada dirinya sendiri.Lelaki arogan yang hanya mencintai uang.Saat itu umurku masih sangat muda.Aku masih sangat menginggat pertemuanku dengan lelaki yang berpura pura mencintaiku.
Starbuck coffe, Tivoli Arcade, 235-251 Bourke St, Melbourne VIC 3000, Australia.12Juli 2018, 16.00 waktu austaralia.
"Hemm..aku masih santai santai saja sih.Padahal akhir bulan ini mau ada kontes busana musim dingin.Apa yang harus aku gambar.Apa yang harus aku ciptakan untuk kontes itu."Joanna memukul mukul kepalanya.
Handphone Joanna berdering.Kring, kring, kring.Yang membuatnya harus berhenti pada sesuatu yang dia pikirkan saat itu.
"Aigo, lagi pusing siapa lagi pakai telepon telepon aku."Menggangkat telepon.
Joanna:Hallo
Mama Joanna:Joanna kamu dimana?mama cari dikamar gak ada?
Joanna:Lagi cari inspirasi ma.Aku distarbuck kok
Mama Joanna:Mama kan sudah sering bilang ke kamu Jo.Kalau mau keluar bilang bilang.Apalagi kamar masih berantakan.Mau jadi apa kamu nanti kalau sudah menikah
Joanna:Maaf ma, Joanna stress sama schadule kerjaan.Jadi lupa beres beres kamar
Mama Joanna:Mama khawatir sama kamu.Jangan diulangi lagi.Kalau stress bilang sama mama.Biar mama temani kamu untuk bekerja
Joanna:Ma, Joanna udah besar.Masa masih mama kintilin terus
Mama Joanna:Tapi Jo, bagi mama sebelum kamu menikah kamu tetap anak kecil untuk mama.Tolonglah, kalau pergi bilang bilang mama.Kamu mau mama mati kena serangan jantung?
Joanna:Iya ma, maafin Joanna
Mama Joanna:Yasudah, pulang jangan terlalu larut malam.Kalau ada masalah apa apa ngomong sama mama
Joanna:Iya ma(Mematikan teleponnya)
"Mama tuh pakai marah marah segala bikin tambah pusing saja."Melanjutkan mencari inspirasi gambar.
"Ehem, ehem, sorry, kursi ini kosong ya?"Tanya Edward.
"Iya kosong."
"Boleh, saya duduk disini?"
"Tentu saja boleh.Silahkan duduk."
"Terimakasih."Edward mendorong kursi untuk duduk dan menaruh pesanannya dimeja yang kosong."
"Sama sama."Tersenyum tipis.
Edward memandang Joanna dengan terang terangan.Membuat Joanna deg degan parah bercampur curiga.Edward masih memandang dengan tatapan berbeda pada sosok Joanna.
Entah, apa yang membuat Edward terasa menyeramkan bagi Joanna.Tapi tatapan itu membuatnya sedikit tidak nyaman.Seolah olah setiap gerak geriknya diawasi sesuatu hal yang membuatnya aneh didepan matanya.
"Dari tadi aku datang ke sini.Aku lihat lihat kamu sedang marah marah sendiri.Kalau tidak keberatan.Aku mau tanya ke kamu.Kamu kenapa marah marah?"
"Ehmm..keliatan banget ya aku marah marahnya?"
__ADS_1
"Iya begitulah."
"Hahaha, kamu lucu deh.Ngomong ngomong siapa nama kamu?"Memandany dengan tatapan kosong.
"Saya, oh iya sampai lupa kenalan.Aku Edward, Kamu siapa cantik namanya?"Menggulurkan tangannya.
"Joanna Elrise.Call my nickname:Joanna."
Saling bersalaman.
"Senang berkenalan denganmu."Tersenyum penuh perhatian.
"Nice to meet you."Tersenyum.
"Oh, iya pertanyaan aku belum dijawab.Kenapa kamu tadi marah marah?"
"Oh, itu aku mau ada peragaan busana dengan tema musim dingin.Aku binggung harus membuat konsep seperti apa."Melihat ipad yang masih kosong ruang designnya.
"Boleh aku bantu."
"Apakah tidak merepotkanmu?"
"Tentu saja tidak."
"Jadi aku mau medesign baju salju tapi aku binggung arahnya untuk apa bagusnya."Memperlihatkan ipadnya.
Joanna, memeperlihatkan hasil sketsa kasar busana yang dia design di buku sketsa dia.Dia memperlihatkanya pada Edward.
"Bagaimana menurutmu design kasarnya?"
"Ini kamu yang gambar?"
"Iya,jelek ya?"
"Gak kok bagus cuma butuh disempurnakan dikit."
"Iyakah, apa yang harus aku sempurnakan menurut kamu Edward?"
"Karena, kamu mendesign busana musim dingin lebih baik ditambahkan lengan yang panjang.Kamu sudah tahu kan?musim dingin adalah musim salju.Lebih dominan dengan lengan panjang.Dan kalau bisa kamu juga memfokuskan ke wanita dewasa dan pria.Karena, kebutuhan baju hangat sangat tinggi dikalangan itu."
"Ide yang bagus.Terimakasih atas sarannya."Mulai menggambar dengan ipadnya.
"Aku boleh menemanimu disini?"
"Apa kau tidak kembali ke kantormu.Bukannya ini masih jam kerja?"
"Hemm..srup..srup..sup?.saya hari ini luang.Dan saya butuh teman mengobrol."Menyeruput kopi.
"Memangnya kamu bekerja dimana?"
"Suatu saat, ketika kau sudah akrab kepadaku.Aku akan memberi tahumu tentang siapa aku."Memandang Joanna sambil tersenyum penuh tanda tanya.
"Menarik, sepertinya kehidupanmu penuh tantangan dan menarik."Berbicara sambil terus bekerja didepan buku sketsa dan ipad miliknya.
"Tidak, seperti yang kau bayangkan Joan."Menatap sambil meminum kopi yang digenggamnya.
__ADS_1
"Huft."Menarik nafas panjang.
"Kenapa Joanna?"
"Tidak apa apa."Kembali fokus pada pekerjaannya.
Berjam jam Edward terus memandang Joanna tanpa berkedip sedikitpun.Joanna merasa sedikit terintimidasi dengan lalaki didepannya.
"Mengapa dia menatapku terus?"Joanna berbicara dalam hati sambil terus berfikir keras.
"Jo, jo, joanna."
"Hem..iya."
"Apa kamu gak lapar Jo.Dari tadi kamu sibuk sama design kamu."Meraih tangan Joanna.
"Gak tuh!i'm happy to my work and enjoy this place."Menggelengkan kepalanya sedikit.
"I have interest to you for the first look."Edward masih tersenyum dan makin intens memandang Joanna.
"Please, stop jangan lihat aku terus dengan tatapanmu yang seperti itu."
"Kenapa Jo?"
"Aku merasa risih dan tidak bisa fokus dengan perilaku yang kau tunjukan untukku."
"Hahaha, kamu lucu Joanna."Edward mengigit bawah bibirnya dengan tatapan menggoda.
"Stop menatapku seperti itu."
"Okey."Berhenti menatap.
Edward membuka pembicaraan lebih dalam tentang kehidupan Joanna.Edward juga mencari tahu apa yang Joanna sukai dan tidak dia sukai.
"Emm..Joan."
"Iya."Menatap perlahan.
"Apa makanan favorite kamu?"
"Aku suka Red Valvet, beberapa jungfood,coklat,dll.Kalau kamu?"
"Aku suka makanan berbau eropa dan Asia.Spesial food aku suka pizza sama burger.Parfum yang kamu suka apa Joanna?"
"Dior Miss,anna sui and dolce&galbana light blue.Kalau kamu?"
"Yves saint laurent la nuit de l'homme, Tom ford tabacco oud,dll."
"Hem..aku mau nanya ke kamu.Jawab dengan jujur.Kamu suka cewek seperti apa?"
"Emm..aku suka cewek yang:look so smart, ramah, mau menerimaku apa adanya, dan like a money to the life.Kalau kamu?"
"Aku suka cowok yang gak main tangan, yang perduli sama aku, pekrja keras dan tidak menyusahkan hidupku."
"Kenapa kamu memilih jenjang karir menjadi designer?"
"Aku mencintai teknik menggambar sedari aku kecil dan aku suka membuat orang bahagia dengan hasil tanganku atau dengan apa yang aku buat."
__ADS_1
"Dengan kata lain kamu menyukai jika membuat orang lain tersenyum bukan?"
"Ya begitulah."Terdiam.