Waktu Dan Kamu

Waktu Dan Kamu
SE02-Operation room part 2


__ADS_3

Ngiung..ngiungg..ngiung..sirine ambulance dari Singapore General Hospital.Pasien diturunkan dan masuk ke ruang emergency.



Gledek..gledek..gledek...roda ranjang yang diturunkan berdesis diruang emergency Mount Elizabeth.


"Mama sakit."Rintih Ragitta


"Sabar ya nak.Sebentar lagi kamu tidak akan sakit lagi."Mama Ragitta mengenggam erat tangannya.


Dokter Adrian Raka Wijaya beserta dokter lain turun ke emergency room.Pasien Raggita tidak sadarkan diri.


"Nak, bangun."Teriak Mama Ragitta.


"Mrs, maaf bisa minggir sebentar.Biar dokter Adrian melakukan tindakan medis?"Pinta suster Milani.


"Tentu saja."Mama Raggita minggir dari ranjang Raggita.


"Permisi ya nyonya."


"Lakukan yang terbaik dok."Menepuk pundak Adrian.


"Saya usahakan yang terbaik."


"Suster, tolong ambilkan masker CPR."


"Baik dok."


"Pompa dengan cepat."


"Baik dok."Suster Milani terus memompa.



Dokter Adrian Raka Wijaya melakukan RJP(Resustansi Jantung Paru).Prosedur RJP dilakukan pada kondisi ketika pernapasan dan detak jantung terhenti seperti pada kondisi serangan jantung atau tenggelam.


Pada kondisi tersebut, RJP diperlukan untuk tetap mempertahankan jalannya sirkulasi aliran darah, terutama ke daerah otak dan organ vital lain.


"Suster Milani cepat angkat sedikit kepala anak ini agar pasien trakeanya dapat menerima oksigen."


"Baik dok."Menaikan kepala Raggita.


"Suster Mikha, terus pompa agar udara tidak berhenti masuk."


"Baik dok."


"1,2,3 menekan bagian jantung dengan teknik RJP pada umumnya."


"Uhuk..uhukk..uhukk.."Raggita mulai membuka matanya.


"Syukurlah, pasien bisa bernafas kembali."


"Suster Mikha, tolong pasangkan masker oksigen untuk Raggita."


"Baik dok."


"Gita sayang."Mama Raggita memeluknya.


"Mama."


"Mama, sudah ketakutan kehilangan kamu nak."Menangis dan memeluk


"Raggita, sementara menginap diruangan emergency ya nyonyah.Biar saya dan profesor Rengga observasi dulu.Kita tidak mau salah tindakan."


"Baik dok."


"Suster, Milea tolong suapin Raggita minum air putih hangat dan sedikit makan bubur yang nanti saya racik."


"Baik dok."


Adrian Raka Wijaya menuju ruang officenya.Ketika dia akan menelepon Rengga.Renita menelepon dirinya.


Renita:Hallo Drian

__ADS_1


Adrian:Hallo ren


Renita:Gimana obat yang aku minta tolong carikan?


Adrian:Maaf, aku belum sempat ke drug store.Hari ini aku baru sampai singapore dan ini aku lagi nanganin pasien emergency


Renita:Oh, yaudah gak apa apa Drian.Kamu yang semangat ya.Jangan pantang menyerah.Aku selalu percaya kamu lebih pintar dariku.Selamatkanlah banyak jiwa dan buat aku bangga.Walaupun, kamu sekarang hanya kakakku bukan siapa siapa yang penting dihatiku.Tapi kamu tahu kan Drian.Aku selalu menyayangimu


Adrian:Makasih, aku pasti bakal cariin pesanan kamu.Gimana Lee Sung kabarnya?


Renita:Baik kok, dia selalu nanyain kamu sama bang Adit.Aku sering cerita sama dia kalau kamu om terbaik yang dia miliki


Adrian:Makasih ya Ren.Renita aku matiin teleponnya ya aku harus ke ruang Emergency dulu


Renita:Iya, semangat ya


Adrian:Makasih(Mematikan telepon)


Hati Adrian sakit sekali mendengar suara dari Renita.Tapi dia sadar kalau nasi sudah menjadi bubur dan semua itu salah dia.Entah, sampai kapan dia bisa menggantikan posisi Renita dihatinya.Cuma waktu yang bisa menjawabnya.


"Gila ya aku, kenapa aku suka berfikir kalau Renita cerai aku mau sama dia.Jahat banget sih pikiranku.Semua salahku seandainya aku lebih perhatian dan lebih perduli sama dia.Dia pasti jadi milikku sekarang."Menangis sambil memandang cincin yang dia kalungkan.


"Tok..tok..tok..dokter."


"Siapa disana?"


"Professor Rengga."


"Masuk professor."


"Okey, ceklek..ceklek..ceklek.."Membuka pintu ruang kerja Adrian.



Professor Rengga masuk ke ruang kerja dokter Adrian.Dia duduk disofa tamu miliknya.


"Dokter, kenapa berdiri saja sambil lihat kaca ke arah jalan raya?"


"Tidak apa apa professor."Menyeka air matanya.


"Iya, professor saya kurang tidur.Lagi stress juga.Tapi kamu tidak tremor memeggang alat alat operasi kan?"


"Tidak dok."Berjalan dan duduk didepan Professor Rengga.


"Saya barusan sudah mendapatkan laporan soal pasien rujukan dari general hospital dok.Saya juga sudah baca diagnosa dari sana."


"Iya dok.Barusan pasien anak anak bernama Raggita itu pingsan dok.Tapi, syukurlah sudah kembali sadar."


"Professor, sepertinya kita harus menunggu kondisi anak ini stabil baru bisa menggambil tindakan selanjutnya."


"Iya dok, anda benar tapi kita tidak bisa terlalu lama menstabilkan kondisi anak ini.Karena, kalau operasi tidak secepatnya dilakukan.Bisa bisa usus buntu yang seharusnya mudah ditangani menjadi makin berbahaya dan usus juga bisa membusuk."


"Iya prof, saya akan coba memberi dia treatment untuk mengembalikan kestabillan daya tahan tubuh anak ini."


"Baiklah dok, saya akan menunggu kabar selanjutnya dari dokter.Saya harus visited ke pasien saya dulu ya dok."Professor Rengga keluar dari ruangan Adrian.


Dokter Adrian Raka Wijaya menuju dapur rumah sakit.Membuat bubur yang dia racik untuk menambah stamina.Dia menyalakan kompor dan membuat bubur dipanci kecil.


"Hemm..baunya enak dok.Dokter bikin apa?"Tanya pegawai bagian makanan pasien Rasya.


"Ini bikin bubur sayuran untuk pasien saya."


"Oh, semangat ya dok.Dengar dengar dokter baru pulang tadi pagi ya?"Tanya Rasya pegawai bagian makanan pasien.


"Iya, saya sama sekali belum pulang ke rumah."


"Dokter, mau saya bikinkan sesuatu?biar sedikit bersemangat.Akhir akhir ini dokter kelihatan sangat lelah sekali."


"Hemm..saya cuma pinggin susu panas coklat sama bubur ayam.Apa kamu bisa membuatkannya?"


"Tentu saja dok.Setelah saya antar makanan terakhir saya bikinkan makanan untuk dokter ya."


"Terimakasih."

__ADS_1


Bubur yang Adrian masak sudah jadi.Dia memasukkannya ke mangkuk.Dan membawanya ke ruang emergency ranjang Raggita.



"Malam Raggita."


"Malam dok."Sapa mama Raggita.


"Ini bubur yang saya racik untuk Raggita.Tolong, dimakan dan dihabiskan.Sekitar 1jam lagi saya akan visit ke sini untuk mengecek kondisi Raggita."


"Baik dok."


Suster Milea, datang membawa air putih hangat yang diinstruksikan oleh dokter Adrian.Dia menaruh air itu dimeja dekat ranjang Raggita.


"Biar saya saja yang suapi Raggita nyonya?"Senyum suster Milea.


"Saya saja sus.Raggita saya yang suapin saja."Balas halus mama Raggita.


"Yasudah, nyonya minumnya saya taruh disini ya."Memberi tahu tempat air hangat ditaruh.


"Baik sus, terimakasih."


"Saya tinggal dulu ya nyonyah."Meninggalkan ruang emergency menuju kursi receptionist ruang emergency.



Mama Raggita menyuapi sedikit demi sedikit makanan yang diberikan Dokter Adrian.Walaupun, lidahnya terasa pahit.Tapi Raggita mencoba untuk memakannya perlahan.


"Akkhhh sayang."


"Aemm..aemm..ma dikit dikit suapinnya perutku sakit."Membuka mulutnya pelan.


"Iya sayang."


Raggita memakan bubur dari dokter Adrian.Tapi tidak mampu menghabiskannya.Selang 1jam setelah makan dokter Adrian visit ke ruang emergency.



Raggita tidak bisa tidur.Mamanya menenangkan dan mencoba membuat Raggita agar dapat tertidur malam ini.


"Malam nyonya.Bagaimana makannanya sudah dihabiskan?"


"Malam dok, Raggita cuma mau makan sedikit dok."


"Oh..tidak apa apa nyonya.Raggita, diperiksa dulu ya nak."


"Iya dok."Mengangguk.


"Gak bisa tidur ya?"


"Iya dok."


"Tarik nafas panjang keluarkan lewat mulut."


"Huuu..haaah..huu..haah.."Menarik nafas dan mengeluarkannya lewat mulut.


"Anak pintar.Sekarang mulutnya dibuka."


"Akkhh.."Raggita membuka mulut.


"Saya kasih suntikan obat tidur dosis rendah ya."


"Gak sakit kan dok?"


"Gak sayang."


Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...


yuk baca 2karya aku yang baru


#Cinta untuk merylia


#Sweet heart

__ADS_1


Yuk like👍 dan vote ⚡serta rate karyaku ya kakak kakak..🥰🥰🥰


__ADS_2