Waktu Dan Kamu

Waktu Dan Kamu
SE02-Deep Heart 02


__ADS_3

"Om, om ian, om, hello om, om Adrian."Cassie memanggil manggil Adrian dan menggoyangkan pundak Adrian.


"I, i, iya Cassie."


"Om, kenapa sih bengong.Aku aneh ya?"


"Gak kok."


"Om, gak bohong kan?"


"Gak kok, itu kaki kamu berdarah.Om, obatin dulu dengkul kaki kamu."


"Oh iya, auch sakit om."Cassie berakting lebay didepan Adrian.


"Bisa berdiri gak?"


"Gak bisa om."


"Hupp, hupp, hupp." Menggendong depan Na Heun Cassie.


"Om, om, om Adrian, aaaa..mau ngapain om?"Cassie berteriak histeris.


"Thanks pa."Memberikan jempol pada Diko dari punggung belakang Adrian..


"Okey."Membalas dengan kode tangan Cassie dan mengedipkan satu matanya.


"Om, turunin Cassie."Berbicara manja


"Udah, diem ah."Menggendong Cassie.


"Adrian, hati hati sampai anakku kenapa kenapa habis hidupmu ditanganku."Ancam Gabby.


"Bye ,bye, bye Gab, aku pergi dulu ya."Adrian menggendong Cassie ke mobilnya.


"Yaampun, so sweet banget sih.Kita kapan gitu yank?"Diko merangkul Gabby.


"Mimpi kali kamu."Gabby masuk dan meninggalkan Diko.


"Sayang tungguin."


Diko dan Gabby masih berada dikamar hotel menunggu Haneul Cavero selesai mandi.Adrian Raka Wijaya telah sampai dimobil dia menurunkan Cassie.Dan mengeluarkan kotak obat obatan dari dashboard mobil.


"Pelan pelan om."


"Iya." Adrian menurunkan Cassie ke kursi mobil.


"Om, makasih ya."


"Untuk, apa makasih?"Mengobati Cassie dan menutup lukanya.


"Untuk nyulik aku.Aku makin suka sama kamu om."Mengelus rambut poni lempar Adrian."


"Udah selesai aku obatin."


"Makasih ya om."


"Iya sama sama, tolong masukin ini ke mobil."Adrian memberikan kotak P3K ke Cassie.


Srak, srak, srak Na Heun Cassie membuka dasboard mobil.Kotak yang berisi gelang kristal terjatuh.


"Om, ini gelang apa?"


"Gak tahu om juga dikasih orang.Cassie mau gelangnya?"


"Iya om."


"Yaudah, kamu pakai aja ditangan kamu gelangnya."


"Yeyy, makasih om.Bantuin pakai om."


"Okey."Membantu memakaikan gelang.


Dari kejauhan kakek tua yang memberikan gelang itu melihat Adrian dan Cassie.Membuatnya tersenyum dengan kedua anak manusia ini.


"Luar biasa, anak kecil itu yang dia pilih.Aku kira dia akan kembali kepada kekasih masa lalunya.Ternyata dia memilih kisah yang baru."


"Selamat datang, dikehidupan bersama jodohmu yang baru Adrian Raka Wijaya."


Kakek tua menghilang dengan seberkas cahaya.Kristal dipergelangan tangan Na Heun Cassie makin bersinar terang.



"Om, makasih ya kadonya lucu."


"Iya sama sama."


"Om, nanti kalau aku udah dewasa om mau ya nikah sama aku."Menyenderkan kepalanya ke pundak Cassie.


"Iya Cassie kecil."


"Om, nyalain lagu donk.Ada lagu apa dimobil om."


"Okey."Menyalakan tv mobil.


"Itu om yang track ke 2 How deep is your love-Calvin Hariss."

__ADS_1


"Okey, aku klik ya."


"Iya, Cassie boleh nyanyi kan om."


"Boleh."Menyalakan lagu sambil memacu mobilnya dari hotel menuju jalan raya.


Cassie mulai menyanyi dan menyalakan mode lirik di mobil SUV Masareti hitam milik Adrian.


"I want you to breathe me


Let me be your air


Let me roam your body freely


No inhibition, no fear


How deep is your love?


Is it like the ocean?


What devotion? Are you?


How deep is your love?


Is it like nirvana?


Hit me harder, again


How deep is your love?


How deep is your love?


How deep is your love?


Is it like the ocean?


Pull me closer, again


How deep is your love?


How deep is your love?


Open up my eyes and


Tell me who I am."


"Ayo om ikut nyanyi."Merangkul lengan Adrian.


"How deep is your love."Bernyanyi pelan.


"Lebih kencang lagi dong om suaranya."


Adrian dan Cassie bernyanyi didalam mobil.Sebelum pergi jalan jalan.Adrian ke rumah sakit dulu mengecek keadaan Raggita.Karena, badan Cassie yang tinggi bagai model.Semua orang mengira Cassie sudah kuliah.



Mount Elizabeth Hospital, 29 juli 2026.11.00SGT,


3 Mount Elizabeth, Singapore 2285.Adrian memarkirkan mobilnya.


"Ayo turun Cassie."


"Mau kemana om?"


"Kita ketemu pasien om dulu ya."


"Okey om."Berjalan sambil mengenggam tangan Adrian.


"Tok..tok..tok..Pagi."


"Selamat pagi, silahkan masuk dokter Adrian."Mama Raggita membuka pintu kamar inap anaknya.


"Hallo Raggita."Senyum Adrian.


"Hallo dokter."Jawab Raggita.


"Dokter ini calon istrinya ya?cantik ya."Senyum mama Raggita.


"I..i..iya tante."Cassie grogi menjawab.


"Kuliah dimana non."


"Singapore of university te."


"Semester berapa?"


"Semester 1 tante."


"Oh, pasti kedokteran kaya Adrian ya.Ups, salah dokter Adrian maksud saya."Senyum mama Raggita.


"Iya tante."Duduk disebelah mama Raggita.


"Gimana dokter keadaan anak saya?"


"Sudah membaik 2 atau 3hari lagi kalau semakin stabil Raggita sudah diperbolehkan pulang.'

__ADS_1


"Terimakasih dokter."


"Horey, ma pulang."Sapa gembira Raggita.


"Yasudah, saya keluar dulu ya nyonyah."


"Iya dok."


"Ayo Cassie."Adrian mengulurkan tangannya.


"I..i..iya ko.Ayo, ko, ko, koko Adrian."Cassie memegang tangan Adrian.


"Kenapa Cassie?kamu canggung sama aku?"


"Iya."


"Cassie."Professor Rengga berteriak.


"Professor Rengga."Melepaskan genggaman tangan Adrian.


"Cassie."Professor Rengga mendekati Cassie dan memeluknya.


"Om, Rengga."


"Cassie, om kangen Cassie."Memeluk erat.


"Ehem, ehem, kok aku kaya obat nyamuk ya."Adrian menyindir Cassie.


"Om Rengga, bisa udahan meluknya."


"Iya."Melepaskan pelukannya."


"Ciye, Adrian cemburu nih ye!"Menyenggol tangan Adrian dengan sikunya.


"Ah, gak kok professor."Menggaruk kepalanya menghilangkan grogi.


"Gimana keadaan Raggita?aku tanya suster tadi.Kamu habis dari kamar inap Raggita."


"Udah mulai membaik kok Prof. dua apa 3hari lagi bisa pulang."


"Syukurlah."Tersenyum.


"Professor, aku duluan ya.Mau mengajak Cassie jalan."


"Iya, hati hati ya.Nikmatilah, masa masa mudamu yang sempat hilang Adrian."Rengga menepuk pundak Adrian.


"Maksudnya, aku sudah tua gituh professor?"


"Hampir tua.Hahahaaha."Tertawa cekikan.


"Ashh, professor tuh."


"Yaudah, sana jalan jalan.Oh iya kebetulan aku ada 2 tiket ke universal studio.Nih, ajak Cassie kesana."


"Makasih om Rengga."Peluk Cassie.


"Sama sama, manisku."Jongkok dan mencubit pipi Cassie.


"Love you om."


"Love you too."Tersenyum.


"Kita duluan ya professor."Mengenggam tangan Cassie.


"Iya hati hati ya."Melambaikan tangan.


Telepon masuk ke handphone Rengga.Membuatnya berlari ke ruangan kantornya.


Joanna:Hallo professor


Rengga:Hallo


Joanna:Bisakah kita berprilaku seperti dulu.Layaknya sepasang suami istri.Maafkan aku, aku tahu aku salah.Tapi semuanya salah paham Rengga


Rengga:Apa maumu?


Joanna:3tahun lalu ketika kau marah besar padaku.Aku kabur ke rumah sahabatku Edward.Tapi, jujur aku sama sekali tidak ada rasa padanya lagi.Edward, hanya kakak bagiku.Biasakah kau mengerti situasiku


Rengga:Aku susah menerima alasanmu


Joanna:Tunggu aku, akan kujelaskan langsung padamu tentang situasiku secepatnya


Rengga:Sudahlah, aku tidak inggin mendengarnya


Joanna:Kumohon, kembalilah seperti dulu lagi demi anak kita


Rengga:Tunggu aku di Australia.Agustus aku akan berangkat kesana


Joanna:Terimakasih Rengga(Menanggis dan mematikan teleponnya)


Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...


yuk baca 2karya aku yang baru


#Cinta untuk merylia

__ADS_1


#Sweet heart


Yuk likešŸ‘ dan vote ⚔serta rate karyaku ya kakak kakak..🄰🄰🄰


__ADS_2