Waktu Dan Kamu

Waktu Dan Kamu
Embun pagi


__ADS_3

"Tuk..Tuk..Tuk".Suara pisau dapur memotong sesuatu terdengar begitu nyaring.


"Hoammmm..."Drian Menutup mulutnya.


"Pagi ian,Kamu udah bangun."Menyapa ian.


Drian dan jack merengangkan badannya yang kelelahan sehabis olahraga kemarin.


"Kamu masak apa?"Memeluk dari belakang pinggang Nita.Sambil menghembuskan nafasnya ke bawah telinga Nita.


"Ian,Aku gak nyaman kamu giniin."


"Udahlah nit nyamanin aja.Aku lagi kangen banget sama kamu."Memeluk nita makin erat.


"Aku masak Sop Iga kesukaan kamu."Sambil menahan rasa deg degan dalam jantungnya.


"Clap clap clap."Jack meminum air ditempat minumnya dan berpose tanpa dosa meminta makannan ke Nita.


"Kamu masih inget aja aku suka apa.Love banget deh."Berbisik manja ke telinga Nita.


Dari jendela apartemen Nita terlihat embun pagi yang indah dan jarang dia melihatnya.Sedangkan ian masih memeluknya dengan penuh kasih.


"Coba deh kamu lihat jendela luar."Menyudutkan mata sipitnya ke jendela yang berembun.


"Kenapa ian?"Ikut menatap ke jendela.


"Udah lihat aja."Memegang pipi Nita.



"Jendelanya berembun bukan?"Tanya lembut Drian.


"Iya,Sepertinya didepan begitu dingin."Jawab Nita lembut.


"Kamu tahu?"Drian menatap mata Nita.


"Tahu apa?"Penasaran bertanya.


"Embun,itu tidak pernah terlihat.Namun bekas airnya menempel dimana.Didahan,Dipintu,Dijendela bahkan di dedaunan."Mengengam tangan Nita.


"Lantas kenapa drian?"Tanya Nita penasaran.


"Embun itu kaya aku.Aku yang selalu mengharapkan orang yang kusuka juga menyukai diriku.Walaupun aku tahu dia mencintai yang lain.Tapi aku tetap sayang kepadanya hingga saat ini."Menatap Nita lekat lekat.


"Kamu lagi suka sama seseorang Drian?"Bertanya pelan.


"Udahlah gak usah dibahas."Mengacak acak rambut Nita.


Dalam hati Drian bergejolak."Kenapa kamu gak pernah sadar kalau aku menyayangi kamu sepenuh hati dan Jiwaku."


Andai aja bibirku bisa mengatakan sejujurnya.Bukan kak Ditya yang sangat dia cintai.Namun aku yang menjadi yang dia cintai.


"Uhh..ian mesti deh ngacak acak rambut aku."Merapikan rambutnya.


"Habis kamu lucu mukanya kalau lagi ngambek."Mengejek Nita.


"Ih kok gitu.Awas ya kamu."Mengejar Drian yang melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Coba kejar aku."Mengejek Nita.


"Huppp..Ketangkap."Memeluk Drian.


"Kamu masih sama ya.Selalu bisa mengejarku."Menatap Nita.


"Aku gituh."Menjawab dengan bangga.


Drian mencium bibir Nita dan menutup mata Nita agar merasakan setiap sentuhan bibir dari Drian.Muka Nita memerah seakan akan melambangkan ada sesuatu yang berbeda didalam jantungnya.


Jantung Nita berdegup kencang.Nita yang malu langsung masuk ke kamarnya untuk menengangkan Diri.Drian yang khawatir terus mengetuk pintu kamar Nita.


Sebelum mengetuk pintu kamar Nita.Drian memberikan Jack makanan dan mengelus lembut bulu jack.


"Jack..Kamu setuju kan..Aku jadi papamu kelak.."Mengelus lembut Jack dan mencium kening jack.


Jack hanya menatap mata Drian dengan penuh tanya dan bingung.Drian berdiri dan mengetuk lagi kamar Nita.


Nita terus memegang dadanya.Jantungnya terus berdegup kencang.


"Apa aku sekarang mulai ada rasa sama Drian ya?"Menatap kaca sambil memegang jantungnya yang berdegup kencang didalam dadanya.


"Gak..Gak mungkin..Masa secepat itu aku move on dari Ditya?.Ini mustahil..Pasti aku cuma halusinasi..Ayo sadar.."Menepuk nepuk pipinya.


"Tok..Tok..Tok..ta..Maaf aku kelepasan nyium kamu.Buka pintunya please."Mengengam ganggang pintu kamar Nita.


"Iya bentar lagi aku keluar.Drian mandi dulu gih.Biar segar."Menarik nafas dalam dalam.


"Yaudah,deh aku mandi.Handuknya mana?."Tanya drian sambil bertriak.


"Oh..Okay.."Menyalakan shower dan mandi sambil bernyanyi lagu kamu yang pertama dari geisha.


Nita keluar dari kamarnya dan membuatkan satu gelas coklat hangat buat Drian dan mempersiapkan makanan dipiring.15menit kemudian.Drian keluar dari kamar mandi dan mengenakan kacamatanya.


"Wah,Udah siap aja makanan di meja."Tanya drian sambil mengusap handuk ke rambutnya.


"Iya,duduk gih."Mengambilkan coklat hangat yang dia masak di panci.


"Okey.."Duduk di kursi makan.


"Dimakan sarapannya."Dengan tegas menyuruh Drian.


"Iya,Tapi kamu makan juga kan?"Mengengam pergelangan tangan Nita.


"Iya iya aku juga makan."Duduk didepan Drian.


Drian terus menatap Nita sambil mengelus pipi Nita yang putih lembut.Nita terus salah tingkah dengan perlakuan Drian.


"Uhmm..Ian kalau udah selesai makan dicuci ya piring sama gelasnya."Berusaha mengalihkan rasa salah tingkahnya.


"Yes,Mom.."Tersenyum menatap Nita.


Hari itu hari minggu.Mereka berdua sepakat mengajak Jack jalan jalan di daerah kemang.Disana jack bermain dengan bahagia di Puppy Cube.


"Drian makasih ya."Menatap Drian.


"Untuk apa?."Bertanya pada Nita.

__ADS_1


"Untuk semua waktu kamu yang kamu kasih buat aku".Jawab Nita.


"Sama sama.Aku yang harusnya makasih kamu udah selalu buat omaku seneng.Padahal oma dulu setelah mama papa gak ada.Oma selalu murung."Menatap Nita penuh makna.


"Iya..Aku kangen Titi sama lilin."Mengalihkan pandangannya karena jantung yang berdebar tidak berhenti melihat wajah Drian.


"Drian diliat liat ganteng juga.Apaan sih gue.Halusinasi kali."Berbicara dalam hati dan menepuk pipinya.


"Hey,Kamu kenapa?.Kok diem aja?.Malah nepuk nepuk pipi..Mikir apa hayo?"Ledek Drian.


"Ah gak kok gak apa apa."Jawab Nita malu malu.


"Ih mukamu kaya tomat.Merah ciye.."Meledek Nita.


"Apaan sih..uhh.."Ekspresi Kesal Nita.


"Ih lucunya muka kamu."Mencubit gemas.


"Drian sakit pipi aku kamu cubit."Merengek pelan.


"Iya iya maaf."Melepaskan tangannya dari pipi Nita.


"Aku boleh bisikin sesuatu gak?"Tanya Drian ke telinga Nita.


"Mau bisikin apa."Membalas dengan berbisik.


"Hari ini kamu cantik."Tukas Drian.


"Makasih."Menolehkan wajahnya yang memerah.


"Kenapa?.Kok diem nit.Aku salah ngomong ya?."Tanya Drian sambil mengandeng tangan Nita erat ke tempat Jack bermain.


Jack yang bermain riang dilapangan dengan teman teman barunya merasa bahagia.Drian bilang ke penjaga arena untuk mengambil jack yang berada di arena bermain.


Mas Dani penjaga arena bermain:Ada yang bisa saya bantu?.


Drian:Mas saya mau cus pulang Jacknya bisa dibawa kesini?.


Mas Dani Penjaga arena bermain:Bisa ko sebentar ya.(Berlari mengambil jack).


Drian:Berapa mas total biayanya?.


Mas Dani penjaga arena bermain:Rp120.000 ko.


Drian:Oke ini mas uangnya.(Memberikan uang kepada penjaga arena bermain).


Mas Dani penjaga arena bermain:Makasih ya ko.Datang lagi.(Sambil tersenyum).


Nita:Jack jack...


Jack yang bahagia menghampiri Nita.Dengan buntut yang bergoyang menandakan dia sedang bahagia.


Yuk dukung terus author carany like❣


vote dan selalu fav karyanya


maksih kakak*

__ADS_1


__ADS_2