
Hari ini aku masih merindukannya
Aku memandang langit masih sama birunya
Aku memandang awan masih sama putihnya
Aku memandang malam yang masih saja hitam
Kuingin berhenti saja ditempat ini
Kuingin hidup dimasa lalu
Tapi semua tidak bisa berubah
Semua tidak lagi sama
Semua telah berubah
Hidupku dan hidupnya sudah berbeda jalan
----Renita Diaz Putri----
Anak aku sekarang sudah berumur 6 tahun.Aku masih merasa aneh kenapa memilih Jaewon menjadi pendampingku.Aku masih benar benar menyimpan rasa pada tunangan kecilku.Tapi aku tidak boleh egois.Aku ingin koko Adrian mendapatkan wanita yang baik untuknya.
"Morning mama."Jaewon mengecup pipi dan merangkul leher istrinya.
"Morning sayang."
"Morning mama, mama hari ini lee masuk elementary school di Kyung Hee.Mama bangga sama lee gak?"
"Tentu saja, mama sangat banga sama anak mama."Mengelus pipi Lee sung.
"Mama liburan akhir tahun 2026 kita ke singapore ya.Aku penasaran sama om yang selalu mama ceritain waktu kecil.Om Adrian ya ma namanya kalau gak salah."
"Ting..ting..ting.."Jaewon memakan sosies sambil mengunakan pisau untuk makan dengan muka cemburu.
"Sayang kamu cemburu?"Mengelus tangan Jaewon.
"Gak, buat apa aku cemburu."
"Aku tahu kamu cemburu.Aku sekarang milikmu utuh.Bukan milik lelaki lain untuk apa kamu cemburu."
"Gak, aku gak cemburu beneran."
"Matamu bohong, tatap aku."
"Gak lah, udah abisin makanan kamu kita anterin lee bareng bareng ke sekolahan."
"Muach."Renita Diaz Putri mengecup pipi Jaewon.
"Apa sih yank?"
"Aku sayang kamu."Memeluk leher Jaewon manja.
"Ah, mama sama papa mesra mesraan didepan anak kecil."Lee menutup mukanya.
"Udah, gak marah kan sayang?"
"Gak kok, i love you."
"Love you too."Jawab lembut Renita.
"Mama, udah selesai mesraannya?"
"Udah sayang."Kembali duduk di sebelah Lee Sung.
"Mama, beneran ya mau akhir tahun kita ke Singapore please?"Lee Sung memelas.
"Kalau mama sih okey.Papa kamu okey gak?"
"Aku okey aja kalau sayangku okey."
"Makasih papa, muach, muach."Lee sung mendekati Jaewon dan memeluk leher serta mengecup pipi papahnya.
"Puk..puk..puk..sama sama sayang."Mengelus rambut Lee Sung.
"Selesaikan makan kamu lee.Ayo kita berangkat ke sekolah.Nanti kamu telat masa orientasi sekolah."
"Iya pa."Duduk dan memakan makanannya.
Selesai makan keluarga ini bersiap menuju sekolah anak mereka.Lee Sung dengan bahagia menggandeng kedua tangan orang tuanya.
26 Kyungheedae-ro, Hoegi-dong, Dongdaemun-gu, Seoul, Korea Selatan.27juli2020.Musim panas, awal pertama lee sung menjadi murid SD.Jaewon dan Renita bersuka cita.
"Mama, lee berangkat dulu ya.Muach."Mengecup pipi Renita.
"Papa, aku berangkat dulu ya."
"Tos, dulu junior."
"Tos, love you papa dan mama."Kiss bye dari Lee Sung.
__ADS_1
"Love you sayang."Melambaikan tangan bersama sama.
Mount Elizabeth Hospital Singapore, 28Juli 2020, 09.00 SGT.Operasi dari Raggita dimajukan karena kondisi Raggita diposisi tengah tengah.Semakin lama akan semakin berbahaya untuk kondisi Raggita sendiri.Seluruh suster dan dokter bersiap di ruang operasi.
"Dokter, gak sakit kan operasinya."Mengenggam jas dokter Adrian.
"Ini gak akan sakit sayang.Bermimpilah, setelah keluar kamu bisa makan enak bermain bereng teman teman kamu dan bahagia."
"Iya dok."
"Suster pasangkan masker.Mari lakukan mobilitas pasien."
Raggita dipasangkan masker oksigen agar bisa bernafas dengan baik.Ketakutan sangat terlihat jelas dimatanya.
"Raggita, jangan takut ya."
"Iya."Mengangguk pada suster Mika.
"Mari dok kita lakukan mobilitasnya sekarang."
"Baik."
"Semua siap?"
"Siap dok."
Semua kru dan suster ikut menganggkat tubuh Raggita ke ranjang roda.Ruang operasi sudah disterillkan.
"Prof.Rengga peggang seprai bagian bawah kanan kiri ya."
"Baik dokter Adrian."
"1,2,3 hup, bersama sama pindahkan."
"Baik dokter Adrian."Menjawab bersamaan.
Gledek..gledek..gledek..ranjang beroda.Dibawa secara mobilitas dengan berlari bersama sama melewati lorong menuju ruang operasi.
Dokter dan para kru yang mengikuti operasi mencuci tangan terlebih dahulu dengan standart untuk operasi.Satu persatu kru, profesor, dan dokter masuk ke ruang operasi.
"Semua siap?"Teriak dokter Adrian.
"Siap dokter."Menjawab bersamaan
"Dokter Gio, mulai anastesinya."
"Raggita, rileks saja ya jangan tegang ini tidak akan lama."Dokter Gio mengelus kepala Raggita.
"Iya dok."Cemas.
"Kita, mulai anstesinya."Memberi obat anastesi lokal pada pasien.
"Dokter, gak sakit kan operasinya?"
"Gak sayang."
"Mari semuanya mulai."Teriak Adrian.
"Siap dokter."
"Perawat dani, tolong nyalakan stopwatch atur 15menit."
"Baik dok."Berjalan menuju stopwatch.
"Adrian, kamu asisten pertama diresiden saya.Mohon bantuannya."Ucap professor Rengga.
"Baik dok."
"Klik mulai ya dok?"Tanya perawat Dani.
"Ya, atur jam mulai."Teriak profesor Rengga.
Semua bersiap ditempat masing masing.Stopwatch dinyalakan professor Rengga memulai operasi.
"Pisau panjang."Teriak Professor Reggy.
"Ini dok."Perawat Danu memberikan pisau.
"Adrian, perhatikan bagian sayatannya."Mulai menyayat perut.
"Baik Prof."
"Gunting panjang."
"Ini dok."Tukas perawat Danu.
"Suster Mika, perhatikan denyut jantung pasien."Tegas Adrian.
__ADS_1
"Baik dok."
"Adrian suction bagian atas."
"Baik professor."
Setelah 3menit mensayat.Usus buntu mulai terlihat.Dan telah terjadi pembusukan di usus buntu.
"Adrian tolong pegangin bagian sini."Menujuk kulit atas perut.
"Baik dok."
"Dokter Sana, tolong suction bagian bawah."
"Baik dokter ian."Meggunakan suction menghisap permukaan darah.
"Prof. ususnya berada disekitaran pankreas sudah kelihatan."
"Ian, tarik."
"Baik dok."Membantu menarik usus.
"Dokter, pasien menurun detak jantungnya."
"Siapkan alat kejut jantung."Teriak profesor Rengga.
"Baik dok."Perawat dani mengambil alat pacu jantung.
"Nyalakan 60 desibel."Teriak professor Rengga.
"Baik dok."Menyalakan alat pacu jantung.
"Shock..shock.."Mengunakan alat pacu ke tubuh pasien.
"Dokter, detak jantung kembali stabil."
"Syukurlah."Professor Rengga menghela nafas.
"Prof.tinggal 7menit lagi waktunya."Jelas dokter Adrian.
"Baiklah, kita selesaikan ini."Ucap Professor Rengga.
"Gunting panjang."Teriak professor Rengga.
"Ini dok."Perawat Danu memberi gunting.
Pluth..pluth..Usus yang membusuk terpotong.Professor Rengga menyerahkan bagian penjahitan pada dokter Adrian.
"Selesaikan bagian ini adrian."
"Baik prof."Mulai menjahit usus.
"Saya akan melihat dari belakang."
"Baik prof."
Selesai menjahit usus dan menjahit perut yang terbuka.Pasien dipindahkan ke ruang rawat inap pasca operasi.
Raggita mulai membuka matanya.Respon yang bagus diperlihatkan oleh Raggita bagus.Membuatnya cepat siuman dan proses pemulihan selesai operasi cepat.
"Mama."Memanggil pelan dan membuka matanya perlahan.
"Iya sayang."Mengenggam tangan Raggita.
"Selamat siang Raggita."Sapa professor Rengga.
"Siang dok."
"Terimakasih, sudah siuman dan berhasil operasinya."Senyum dokter Adrian.
"Hallo Raggita, om datang jenguk kamu."Rafle om Raggita datang dari Amerika khusus menemui Raggita.
"Rafle."
"Kakak, apa kabar?"
"Baik."Mama Raggita berdiri dan memeluk adiknya.
Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...
yuk baca 2karya aku yang baru
#Cinta untuk merylia
__ADS_1
#Sweet heart
Yuk likeš dan vote ā”serta rate karyaku ya kakak kakak..š„°š„°š„°