
"Bang adit i love you..My body is so hot..Bang adit."Seakan mendengar Nafas Nita memanggil namanya.
Aditya Putra Wijaya bermimpi sedang melakukan hal yang dia sukai bersama kekasih yang dia campakan.
Prankkkkk.....🥃..prankkkk..🥃prankk...Suara Gelas yang Ditya lempar ke tembok pecah.
"S*i* Lagi lagi aku mimpiin dia.Kenapa sih dulu aku ninggalin dia.Dasar bodoh.Gue ngejar dia lama.Gue dapatin terus gue tinggalin.Nyesel gue..Nyesell.."Menangis sambil memegang kepalanya.
Sedari tadi Drian yang terus memeluk pinggang Nita tanpa sadar bermimpi berjalan di altar dengan Nita.
Tanpa sadar Drian tidak hanya menyentuh Nita.Namun juga mencium Nita.
Drian semakin memuncak pikirannya travelling kemana mana.Mendengarkan suara yang keluar dari bibir mungil.
"Diam diam kamu hot ya ian."Berbisik ke telinga Drian.
"Kamu suka ta.Kusentuh melebihi ini?."Berbisik ke telinga Nita.
"Yes,I do ian."Menjawab lirih.
Drian terhentak dan terbangun dari tidurnya karena suara Nita yang seakan menikmati apa yang dilakukan Drian.Drian mengucek matanya.
"Are you okey ta?"
Drian mulai mencium Nita.Drian yang tadinya memeluk Nita dari samping.Kemudian membaringkan Nita dibawah tubuhnya yang kurus berotot khas koko koko yang berbadan bak model.
Drian yang terbiasa tidur tanpa mengenakan kaos yang membalut badan sixpeacknya.Terliat sangat sexy dengan keringat yang berjatuhan membasahi leher dan dada bidangnya.Bagaikan melihat personal trainee yang sedang keringetan.
Punggung belakang yang bertato naga hitam dan beberapa bagian tubuh yang bertato terlihat begitu menawan mata yang melihatnya.Membuat silau mata para wanita.
"Nita yang silau matanya melihat dada bidang Drian.Hanya bisa diam menatapnya lekang lekang."
Bagaikan mimpi disiang bolong hanya waktunya saja berubah menjadi malam.Satu ucapan saja membuat telinga Nita makin tidak bisa berkata kata.
"Maukah kau melakukannya denganku?"
Menatap wajah Nita lekang.
"A..apa ian?..Yes,I do."Merangkulakan tangannya ke leher Drian sambil terpesona.
"Aku mulai sekarang ya."Mencium kening,mata hingga bibirnya.
"Hummpp..Ian..".Merangkulkan tangannya lebih erat lagi dan menatap mata Drian.
"Iya..ta."Terdiam sambil menatap.
"Aku gak tahu harus mulai dari mana.Tapi aku selalu deg degan kalau sama kamu."
"Ta..Aku mau bilang sesuatu sama kamu.Aku suka kamu."Menundukan badannya dan memeluk Nita di ranjang.
"Aku juga suka kamu."Membalas sambil merona.
"Kita lanjutin lagi ya ta."
"Sayang not call my name please."Tukas Nita.
"Sayang..."
Drian mencium Nita dengan penuh ledakan api yang muncul dari jantungnya.Drian mulai meresapi seluruh bau parfum yang ada ditubuh Nita.Drian merasakan menjadi pria sejati malam ini.
"Feel good sayang?".
"Yes,I feel good bae."
Malam itu malam pertama untuk Nita dan Drian melakukan hal yang sampai sejauh itu.Rasanya, kata cinta tidak cukup untuk mengekspresikan rasa yang ada diantara mereka.
"Eshhhhh..Ahhh...Ian sakitttt.."Jerit Nita Mencengkram erat punggung Drian.
"Maaf,aku terlalu bersemangat sayang."
Drian mulai gerakan layaknya orang bercinta dimalam pertama.Malam yang akan selalu membekas diingatan Nita sampai kapanpun.
__ADS_1
"Ehmmm...ahhh..."Menatap mata Drian dan mengeran kesakitan.
"Maaf..slow be..slow."Mengengam jari tangan Nita yang lembut.
Nita mengigit bawah bibirnya.Sambil menahan rasa sakit bercampur rasa aneh yang berkejambuk dalam dirinya.
"Aku sayang kamu ian."Berbisik manja ke telinga Drian.
"Aku juga sayang kamu."
Keringat bercucuran deras membasahi seluruh tubuh Drian dan Nita.Drian mengecup kening Nita yang kelelahan.Karena, lelah melakukan bercinta dengan Drian.Malam itu keperawanan Nita sudah menjadi milik Drian seutuhnya.
"Ian dingin."Meringkup sambil memeluk Drian.
Drian menarik selimut dan menyelimuti Nita yang kedinginan karena ac kamarnya.Beberapa jam Drian menatap wajah serta membelai lembut rambut Nita yang terurai panjang.
"Akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya ta."Mencium kening Nita.
"Love you."Memejamkan matanya.
Nita tertidur pulas dipelukan Drian semalaman.Hingga akhirnya sinar mentari menembus jendela kamar apartemen Nita.Nita mengucek matanya.
"Hoam..."Merengankan tangannya ke atas sambil menengok ke kanan dan kiri.
"Pagi sayang."Mengecup Kening Nita.
"Pagi ian."Memeluk manja.
"Makasih untuk semalam ya."
"Semalam?.Maksudnya?"
"Semalam kamu dan aku melewati waktu yang indah".Tersenyum bahagia.
"Ih..Ian apa sih?"Mencubit gemas pipi Drian.
"Kejar aku wekkk.."Menyindir Nita.
"Wekkkk....😝😝😝😜Tangkep aku kalau bisa."
"Awas ya aku tangkep kamu."
Drian dan Nita kejar kejaran di kamar apartemen Nita.Jack hanya melihat dari depan pintu kamar yamg terbuka lebar.
"Huppppp..Huppp..Ketangkep."Senyum Nita sambil memeluk Drian dari belakang dengan tangannya.
"Kamu selalu bisa nangkep aku."Membalikan badannya dan menatap Nita lekat.
"Jangan tinggalin aku.Kaya bang Ditya."Menitihkan air mata.
"Ngapain kamu nangis buat cowok yang gak jelas itu.Aku lebih kenal kamu duluan dibanding dia.Jangan nangis lagi.Sekali kamu nangis lagi mending aku pulang nih."Sewot menatap Nita.
"Aku yang nangis kok kamu yang sewot ian."
"Aku gak suka kamu nangis.Brani braninya tu laki laki gak jelas bikin kamu kaya gini.Aku gak terima."Mengepalkan tangan.
"Kamu jangan marah lagi ya..Memang udah takdir Tuhan nasib aku gini."Memeluk Erat Drian.
"Aku sayang kamu."Membalas pelukan Nita.
"Wofttt...Woffttt...Woffftt."
"Yang sepertinya jack lapar."
"Iya,Sekarang jam berapa ian?"
"Jam 08.00 WIB waktu makan paginya Jack bukan?"
"Iya ian.Aku siapin makanan untuk Jack ya."Melepaskan pelukannya ke ian.
"Tunggu,Morning kiss dulu sayang."
__ADS_1
"Muach...😘."Berjinjit dan mencium pipi Drian.
"Bukan gitu caranya tapi gini."Mencium Bibir Nita sambil menunduk.
"Ihhh..ian selalu aja bikin deg degan."
"Biarin..Love you."
Nita menyiapkan makanan untuk Jack.Jackpun makan pagi dan Nita menyiapkan ian sarapan pagi.Pagi itu oma menelepon Drian.Drian yang sedang mandi tidak bisa menjawab telepon dan Nitapun mengangkat teleponnya.
Oma:Hallo ian..Hallo..
Nita:Halo oma.
Oma:Ini suara siapa?.
Nita:Ini Nita oma.(Sedikit berteriak).
Drian yang mendengar suara teriakan Nita membuka sedikit pintu kamar mandinya.Drian sedang menuangkan shampoo ke tangannya.
"Sayang ada apa?Kok teriak?"
"Gak apa apa ian, Oma telepon."
"Oh ya udah, bilang oma nanti aku telepon balik ya yang."Sambil memijat kepalanya dengan shampoo.
"Iya ian.."
Nita melanjutkan pembicaraan di telepon dengan oma.
Nita:Halo oma.
Oma:Ya ampun Nita sayang kamu jadian sama ian cucu oma?
Nita:Iya oma..
Oma:Syukurlah, Akhirnya ian berani ngungkapin rasa sukanya ke kamu.Oma bersyukur sama Tuhan kalau kamu gadis yang dipilih Drian.
Nita:Oma memuji
Oma:Kapan kalian ke Bandung.Oma rindu
Nita:Secepatnya ya oma
Oma:Ya sudah sayang.Oma mau kerja dulu.Oma matikan teleponnya ya
Nita:Iya oma
Drian yang masih mengelap rambutnya yang basah kuyup keluar dari kamar mandi.Dia membuka pintu kamar mandi dan mencari kekasihnya.
"Yang...Dimana?"Berteriak ke arah pintu luar kamar mandi.
"Aku disini."Mengacungkan jari yang membawa pisau.
"Kamu masak apa sayang."Memeluk pinggang Nita.
"Aku cuma masak apa yang ada di kulkas aja.Bisa gak kamu jangan peluk aku kenceng kenceng.Aku deg degan."Pipi merona merah.
"Ah..Biarin..Habis kamu sexy kalau lagi masak."Mengecup leher Nita.
"Yang...Jangan gini aku gak nyaman."
"Apa??Coba ulangin manggilnya."
"Hemmpppp..Sayang."Menghela nafas panjang.
"Ucuh..ucuh...makin sayang deh sama kamu."
Drian mematikan kompor gas yang dinyalakan oleh Nita dan membalikan badannya ke arah Drian."This a real life bae."
Sambil berdiri Drian mencium bibir,jemari tangan,dan kening Nita.Yang menyangahkan tangannya diatas meja Kitchen set dapur apartemen Nita.Nita balas memeluk tubuh kurus dan berotot milik Drian lebih erat lagi.
Yuk dukung terus author carany like❣
__ADS_1
vote dan selalu fav karyanya
maksih kakak*