
28juli 2026, 03.00SGT, 333 Orchard Rd, Singapura 238867.Sampailah, mereka ke hotel tempat menginap mereka sekeluarga.Gabby masih tertidur dikursinya.
Diko membuka seatbelt yang mengikat tubuh istrinya.Dia mematikan ac mobil SUV Rengga dan membangunkan istrinya.
"Yank bangun, sayang bangun yuk, sayang, say."Menggoyangkan tubuh istrinya.
"Hemm, udah sampai ya Diko."
"Udah sayang, ayo turun."
"Iya ayo."Meraba seatbelt.
"Aku udah lepasin seatbeltnya sayang."
"Oh yaudah.Makasih ya sayang."Gabby menjawab pelan.
"Tumben halus."
"Lah, gak mau aku halusin."Melotot ke mata Diko.
"Ampun yank.Peace, damai ya jangan marah marah lagi."
"Iya aku gak marah sama kamu.Ayo turun dari mobil."Membuka pintu mobil SUV milik professor Rengga.
"Bugh..bugh..tek.."Diko membuka pintu mobil.
Mereka mengetuk pintu kamar yang dititipkan pada professor Rengga.Professor yang sedang tertidur dikursi tamu langsung bangun dan membuka pintu.
"Tok..tok..tok..Rengga."
"Hoam, iya bentar ini buka pintu."Professor Rengga membuka pintu.
"Thank you ya udah jagain anak anak aku."
"Gimana kalian udah bawa pulang adik kalian?"
"Udah, barusan udah aku anter ke apartement dia."
"Oh, yaudah."
"Oh, iya ini kunci mobil kamu.Thank you banget udah mau bantu aku."Diko memeluk Rengga.
"Sama sama, kamu itu udah aku anggap sahabat aku jadi ada apa apa jangan sungkan bilang ke aku."
"Iya, brother makasih banget."
"Yaudah, aku pulang dulu ya."Menggambil kunci mobilnya yang diberikan Diko.
"Iya hati hati."
"Sampaikan salam aku ke anak kamu Cassie.Kapan kapan Cassie suruh main ke mount elizabeth hospital."
"Tunggu, mount elizabeth.Berarti professor satu tempat kerja sama adik saya yang kutu kupret itu."Teriak Gebby terkejut.
"Nama adik anda siapa?"
"Adrian Raka Wijaya."
"Oh, dokter Adrian yang hidupnya terlalu melow itu."
"Iya betul prof.dia adik saya yang terkutuk."
"Dokter Adrian adalah salah satu dokter terbaik diresiden yang saya gawangi.Dia orang yang bekerja keras dan memiliki dedikasi tinggi terhadap anak anak."
__ADS_1
"Huft, syukurlah kalau begitu."Gabby menghela nafas lega.
"Yasudah, Diko dan istrinya saya pulang dulu."
"Sebut aku Gabby professor."Mengulurkan tangannya.
"Rengga."Bersalaman.
"Senang bertemu dengamu."Senyum Gabby.
"Saya pamit dulu ya."
"Baik Rengga, hati hati dijalan."Menjawab bersamaan.
Rengga menyalakan mesin mobilnya dan pulang ke apartement miliknya.Wilby Central Service Apartement.15 Queen St, Wilby Central Serviced Apartment, Singapura 188537.Pukul 03.00SGT.
Brum, brum,brum kenalpot mobil masih berbunyi kencang.Rengga mematikan mesin mobil dan beranjak keluar.
"Ahh, hoam, akhirnya pulang juga.Untung besok gak ada jadwal ngantor.Bisa tidur seharian.Apa besok aku telepon anakku saja kali ya?"Berbicara dalam hati.
Rengga masuk ke dalam unit miliknya.Rengga melepaskan pakaian kerjanya dan mandi.Setelah mandi dia langsung locat ke tempat tidur nyaman miliknya.
"Hoam, akhirnya merasakan hidup."Memakai penutup mata dan tidur.
Sementara itu, di apartement Adrian Raka Wijaya terbangun dengan kepala yang sangat pusing.Dia menggambil handphone dimeja kasur miliknya.
"Jam berapa ini?"Meraba samping kasurnya.
Handphone Adrian menunjukan jam 03.00SGT, dia bergegas bangun.Perutnya keroncongan membuat dirinya mencari bahan makanan dikulkas.
"Laper deh."Membuka kulkas.
"Untung, ada mie instant tinggal 1 dikulkas.Yaampun, Renita gak ada kosong amat ini kulkas.Kaya hati gue kosong."
"Akhirnya jadi juga."Menaruh mie yang masih panas ke mangkuk.
"Selamat makan."Memakan mie yang masih panas berlahan.
Selesai makan dia langsung mencuci tempat makan yang dia pakai untuk makan dan melanjutkan kembali tidurnya.Agar kepala pusingnya berangsur angsur mereda.
10.00SGT, Adrian terbangun dan menginggat janjinya kepada Gabby semalam.Dia langsung mandi dengan kilat dan mencari tempat Gabby menginap.
"Duh, bisa bisanya lupa ada janji."Berlari ke mobil langsung menuju hotel tempat Gabby menginap.
Gabby dan keluarganya sedang bersiap siap menuju apartement Adrian.Saat membuka pintu kamar Gabby kaget dan terheran heran melihat Adrian ada didepannya.
"Yank, aku gak mimpi kan?"Teriak Gabby.
"Sini aku cubit."Mencubit tangan Gabby.
"Auh, pelan pelan kenapa.Mau aku hajar kamu."Menggepalkan tangannya pada Diko.
"Ma, ma, maaf yank."
"Morning, ini gue Adrian.Bukan setan lu pikir gue setan disiang bolong."
"Yank, setannya bisa ngomong."Teriak Gabby yang masih kaget.
"Gab, ini aku Adrian."Menatap mata Gabby.
"Loh, kamu kok disini ian.Aku kan udah bilang aku saja yang ketempat kamu.Udah ngagetin datang kaya setan pagi pagi."
__ADS_1
"Hehe..maaf aku lupa."Menggaruk kepalanya mengghilangkan grogi.
"Iya sih, semalam kamu mabok parah soalnya.Pantes saja kalau lupa."
"Kamu ada obat pusing gak Gab."Nyelonong masuk ke kamar hotel Gabby.
"Dasar anak laknat.Main masuk gitu aja.Siapa yang mempersilahkan masuk coba?"Gabby menjewer telinga Adrian.
"Aduh, duh, duh ampun mamak galak."
"Ampun, ampun bisa sopan kan jadi orang."
"Iya, iya maaf lepasin tangan kamu ya.Please nanti kupingku copot."Memelas pada Gabby.
"Alah, ngerayu.Yaudah, aku lepasin tapi ada syaratnya.Ajak Cassie jalan terserah kamu mau kemanapun terserah kamu."
"Boleh, tapi lepasin dulu tanganmu."
"Udah aku lepasin.Makannya jadi bocah jangan laknat kaya gitu."
"Ampun mak, ampun, jangan galak galak jadi orang nanti cepat tua."
"Apa kamu bilang mau aku hajar kamu?"
"Coba aja kalau bisa wek..wek.."Meledek Gabby.
Adrian berlari ke dalam kamar hotel yang Gabby pesan.Saat itu Cassie akan keluar dari kamarnya.Adrian menabrak Cassie membuatnya jatuh kelantai.
"Auch, sakit."Cassie melihat kakinya yang berdarah terkena lantai.
"Maaf Cassie, mana yang sakit biar om obatin."
"Ini om yang sakit."Memeggang tangan Adrian dan menaruh tanganya ke dada Cassie.
"Maksudnya apa ya?"
"Hati aku yang sakit om.Bukan kaki aku.Kaki bisa aja luka tapi hatiku lebih terluka.Karena, om tidak pernah menganggap Cassie ada."
"Sejak kapan Ces, kamu bisa ngegombal."Teriak Diko.
"Sejak lihat buku papa tentang sms sms gombal.Aku jadi belajar ngegombal pa."
"Sayang, kamu yang ngajarin anak kita ngegombal ya?"
"Gak yank."
"Awas kamu sampai ngajarin yang aneh aneh."
"Gak kok, gak ya nggak Cassie?"Diko mengedipkan satu matanya.
"Iya ma, papa gak salah.Aku belajar sendiri kok."
"Huft, yaudah."Gabby menghela nafas panjang."
Adrian terdiam menatap Cassie lekang lekang.Jantungnya mendadak berirama kencang.Seperti perasaan yang sama seperti Renita masih ada didepan matanya.
"Om, om, om, hello om Adrian."Cassie melambaikan tangannya ke arah mata Adrian.
Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...
yuk baca 2karya aku yang baru
#Cinta untuk merylia
#Sweet heart
__ADS_1
Yuk likeš dan vote ā”serta rate karyaku ya kakak kakak..š„°š„°š„°