Waktu Dan Kamu

Waktu Dan Kamu
SE02-Missing you 03


__ADS_3

"Mama."Na Heun Cassie mengucek mata dan turun dari ranjang tidurnya.


"Mama, mama, mama."Mencari mamanya diseluruh sudut ruangan kamar hotel.


"Anaknya Diko, kamu bangun nak."Berteriak sambil duduk dikursi tamu kamar hotel.


Karena, Diko dan Gabby butuh space nyaman mereka memesan kamar Presidential suit.Jadi ada ruang tamu tersendiri untuk tamu.



"Mama."Masih mencari sampai ke ruang tamu.


"Hallo, anaknya Diko."Menyapa sambil duduk.


"Om siapa?"


"Kemarilah, biar om jelaskan om siapa."


"Om, bukan penculik kan?"


"Bukanlah sayang.Sini nak duduk disamping om."


"Iya om."Mendekat ke kursi Rengga.


"Perkenalkan om teman dari papa kamu Diko.Nama om, Professor Rengga."


"Wah, om professor.Kerja dimana om?"Duduk sambil menggerakan kedua kakinya.


"Om, kerja di mount elizabeth hospital."


"Berarti satu kantor sama om ganteng Adrian ya om."


"Kamu kenal dokter residen saya?"


"Dia calon suami saya."


"Hahaha, kamu lucu sekali nak.Mirip anak om kamu nak."Mengelus rambut Cassie.


"Memang anak om kemana?"polos bertanya.


"Terdiam."


"Om, om, om kenapa diam?"Menggoyangkan pundak Rengga.


"Gak apa apa sayang.Anak om ikut sama istri om diluar negeri."


"Wah, keren ya om."


"Kamu lebih keren sayang."Rengga mengelus pipi Cassie.


"Kalau sudah besar nanti aku mau jadi dokter kaya mama papa aku om.Biar aku selalu bisa berada disamping om Adrian."


"Cassie, ingat baik baik kata om.Jika, kau mencintai seseorang kejarlah dia sampai dia merasakan kehadiranmu itu penting.Jangan pernah menyerah.Karena, rasa sayang akan membuatmu bertahan dalam hempasan ombak dasyat apapun."Mengenggam tangan Cassie.


"Iya om."


"Tidurlah nak, biar om menunggu papa dan mamamu pulang."


"Iya om."


Na Heun Cassie masuk ke kamarnya kembali.Dia menarik selimut untuk kembali tidur.


"Cass, habis dari mana?"Cavero menanyakan sambil memejamkan mata.


"Aku laper Cav, aku ambil coklat dikulkas."


"Yasudah, cepatlah tidur."Cavero menarik selimut menutupi badan Cassie.


"Tumben, kamu baik Cavero."

__ADS_1


"Sudah, cepat tidur."


"Iya."Memjamkan matanya.


Sementara, itu dimobil milik professor Rengga suaminya telah bersiaga dan menyakakan mesin didalam mobil.Adrian terus berteriak teriak seperti orang tidak waras dan terus memanggil nama Renita.


"Sayang masih lama berdirinya hari udah makin pagi.Kasihan anak anak di hotel."


"Ssstt, diam kamu.Fokus saja dengerin lagu yang diputar dari mobil teman kamu."


"Yaampun, galak banget sih sayang."Diam sambil menyalakan musik di mobil professor Rengga.


"Renita, kamu cuma milikku."Teriak Adrian.


"Aish, tutup mulutmu.Pakai seatbelt kamu atau kuhajar mukamu."Memakaikan seatbelt mobil professor Rengga.


"Gabby, aku gak mau pulang."Adrian meronta ronta.


"Diam kamu, cepat masuk mobil.Terus balik ke apartement tenangkan dirimu."Gabby memeggang erat tangan Adrian didalam mobil.


"Hahaha..biarkan aku mati karena banyak minum Gab.Untuk apa kamu datang membawaku pulang."


"Diam deh, rempeyek.Rempeyek, yang aku kenal bukan kaya gini orangnya.Dia orang yang kuat bahkan saat ditinggal meninggal orang tuanya.Ini kenapa kamu jadi begini."Memeluk Adrian.


"Aku gak mau kehilangan dan sendirian lagi untuk kedua kalinya Gab.Papa, mama bahkan Renita pergi selama lamanya dari hadapanku."


"Emank benar ya kamu tuh mental tempenya gak berubah.Wajar banget aku panggil kamu rempeyek."Gebby menunjuk kepala Adrian.


"Hahaha..aku gila Gab."


"Kamu, tidak pernah sendiri Drian.Aku, Diko, bahkan Renita juga masih sayang banget sama kamu.Please jangan gini.Cobalah, membuka hati untuk yang lain."Memeluk Adrian erat.


"Siapa aku harus membuka hati untuk siapa?"


"Cassie, anakku lihat mataku baik baik."Memeggang wajah Adrian dan menatap matanya.


"Cassie, dia masih kecil."Menatap balik Gabby.


"Baiklah, aku akan berusaha mencoba membuka hatiku untuknya."Menatap Gabby dalam sambil setengah ngefly.


"Gitu donk, anak pintar, ayo aku antarkan pulang.Tidurlah yang banyak dan hilangkan bau alkohol dari mulutmu.Besok siang, Cassie akan aku antarkan ke rumahmu."Gabby menggelus rambut Adrian.


"Tek..tek..bugh."Menutup pintu mobil.


Gabby masuk ke mobil dan Diko menyetir mobil pelan pelan.Agar Adrian tidak mual didalam mobil.


"Aishh, pelan amat kaya siput.Turun, kamu sini aku saja yang menyetir."


"Ta..ta..tapi yank."


"Berani kamu tapi tapian tak hajar sampai mental kamu."


"Ampun yank, yaudah kamu yang nyetir aku turun dulu."Membuka mobil dan pindah ke kursi sebelah setir mobil.


"Cepat naik atau aku tinggal.Lama banget cuman pindah kursi aja jalannya setahun dasar siput."


"Iya yank, iya, kamu mah galak banget."Berlari dan masuk mobil.


"Terus, kenapa kalau galak mau protes?"


"G..ga..gak yank."


"Yaudah, diam pakai sabuk pengaman dan duduk tenang."


"Let's go."


Dengan kecepatan 100km/jam Gabby menyetir mobil SUV milik professor Rengga.Diko ketakutan dan terus memeggang ganggang peganggan tangan yang ada dimobil SUV itu.


"Sayang pelan pelan bawa mobilnya."

__ADS_1


"Diam ah.Berisik banget tinggal duduk manis aja ribet banget."


"Yaudah deh aku diam."


02.00SGT, mereka sampai di apartement Adrian.304 Orchard Rd, Singapura 238863.



"Cepat bantu turunin ian."


"Okey, istriku yang cantik."


Diko membuka pintu mobil dan memapah Adrian.Mereka mengantarkan Adrian masuk ke kamar apartement miliknya.


"Eh, letoy pelan pelan baringin Adrian."


"Iya sayang iya."Diko membaringkan tubuh Adrian ke kasur.


"Bugh..bugh.."Tubuh Adrian merebahkan diri ke kasur.


"Sayang udah, ayo ke hotel."


"Kamu tunggu aku di parkiran.Aku mau pamitan sama Adrian dulu."


"Okey."Diko keluar dan menutup pintu kamar Adrian.


"Ian, ian, ian udah bodoh hidup lagi."Membuka sepatu dan menyelimuti tubuh Adrian yang terbaring dikasur.


"Gabby, thanks ya."Berbicara pelan.


"Iya, sama sama.Gue balik dulu ketempat anak anak.Ada apa apa kabarin gue."


"Iya emak siap."


Gabby, menutup kamar Adrian dan menuju parkiran mobil.Dia masuk ke mobil untuk pulang ketempat dia menginap bersama anak anaknya.


"Huft, lega."Gabby masuk ke mobil dan duduk.


"Kamu pasti stress ya lihat Adrian kaya gini?"


"Pastilah Dik, aku sayang dia kaya keluarga aku sendiri."


"Yaudah, kamu bobok saja biar aku yang nyetir sampai penginapan."


"Iya, makasih ya."


"Untuk apa makasih?"


"Ya, makasih saja."


"Sudah, kewajiban suami selalu ada disamping istrinya dalam setiap keadaan."


"Maaf, aku tadi marah marah.Kamu tahu kan aku kalau panik kaya gimana."


"Iya Gabby sayang.Aku tahu banget kamu kalau panik gimana."Diko mengenggam tangan Gabby.


"Terimakasih, sudah sabar menghadapi aku yang pemarah ini."


"Iya sayang, iya aku selalu sabar buat kamu.Sudah tidurlah dulu dan tenangkan pikiranmu."


"Baiklah."Gabby memejamkan matanya.


Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...


yuk baca 2karya aku yang baru


#Cinta untuk merylia


#Sweet heart

__ADS_1


Yuk likešŸ‘ dan vote ⚔serta rate karyaku ya kakak kakak..🄰🄰🄰


__ADS_2