
#Kisah yang masih tertinggal#
Aku kini sadar
Semakin aku melangkah jauh disana
Semakin aku harus melepaskan
Mungkin rasaku ke kamu terlalu dalam
Aku sempat terjatuh,Aku sempat sakit
Aku sempat menganggap kamu masih disini
Masih memiliki kisah yang tidak ingin kulepaskan
Kisah itu hanya masih membekas
Membekas dibawah kenangan
Kisah yang tertinggal akan aku kubur dalam dalam
Kukubur bersama pahit yang kau goreskan dihatiku
----◇Nita◇----
"Good morning sayang".Drian menatap wajah Nita yang kelihatan sedang serius.
"S...S..Sayang..Ngagetin aja."
"Hayo lagi ngapain?.Serius amat mukanya."Tatap Drian.
"S....Sa...Sayang.Ehmmm..Gak apa apa kok."
"Kamu ya..Kucing kecilku yang imut."Mengusap rambut nita.
"Kucing?..Masa aku kucing..Berarti aku sailormoon donk kalau kucing."Memanyunkan bibirnya.
"Gak sayangku.uhhh....uhhh...kamu bikin aku gemes terus deh."Mencubit pipi Nita.
"Auch...sakit.."
"Yaelah, pacaran mulu sih."Tukas gebby meranggkul leher Drian.
"Ashhhhh...jan..gebby ngeselin banget deh.Kan gak jadi romantis kaya di drama drama korea."
"Huuuu...Udah deh.Liat tuh Nita cewek kamu ngerasa terpojok sama kamu."Mengacak acak rambut Drian.
"Iya iya maaf.."Jawab ketus Drian ke gabby.
"Sayang...."Diko meranggkul gabby.
"Apaan sih.."lepasin tangan kamu.
"Kok gitu sih.."
"Mau aku bogem kamu?"
"Ampun ampun..."Diko melepaskan rangkulan tangannya.
"Ian ngomong ngomong kamu udah jadian belum sih sama Nita."
"Jawab gak ya..tanya Nita aja gab."
"Duduk yuk,Lagian kalian ini mencurigakan mojok mojok kok dikantin.Yang elit dikit kenala.Ini lagi dikantin nagapain bdrdiri gak enak kali berdiri terus nanti aku encok."Gabby menyengol perut Drian dan merangkul Nita.
"Auch...sakit kali geb."Drian memegang perutnya.
"Biarin..Biar jadi cowok kuat..Laki lemah amat si."Membalikan badannya sambil merangkul Nita untuk duduk bersama.
"La aku gimana yank?"Tanya Diko.
"Bodo amat..Wek..😜"Meninggalkan Diko.
"Ikut..."Mencoba meraih tangan Gebby.
"Apa sih! "Menepis tangan Diko.
__ADS_1
"Galak, banget si yank."
"Biarin dasar anak mami."
Nita,Drian dan Gabby duduk di kantin kampus pusat untar.Gabby yang penasaran menanyakan tentang hubungan Nita dan Drian lagi.
"Ehem..ehem..aku mau tanya lagi sama kalian berdua."
"A..a..apa geb?" Tanya Nita pelan.
"Kalian...ehm..Jadian kan.."Berteriak kencang.
"Ssstttt..Jangan kencang kencang teriaknya donk geb."Drian membungkam mulut gebby.
Semua orang yang berada dikantin melongo menatap gabby,nita dan drian yang duduk dipojok pintu masuk kantin.Diko yang memesan makanan dari jauh juga mendengar teriakan gebby.
"Mulutku, yang cantik tega banget lu tutupin."
"Habis, lu juga suaranya kaya towa speaker masjid gimana gue gak langsung bungkam mulut lames lu."Tukas Drian.
"Jadi,Kalian.."
"Sayang, ini makanannya."Diko membawa nampan berisi makanan.
"Ash..kamu ganggu orang lagi mengintimidasi."
Gebby gak mood.
"Ayo, makan yuk."Drian mengalihkan situasi.
"Ayo, makan sayang."Menyuapi roti ke Gabby.
"Gak mau! "
"Beneran, nih gak mau? Enak loh ini.Makanan kesukaan kamu."Mengiming imingi gabby sambil memakan 1 suapan.
"Gak, gak mau."
"Geb, ini enak loh."Bujuk Nita.
"Okey,1suapan aja diko demi 2 temen biadap gue ini."
"Yaampun emank aku anak kecil.Gituh amat sih kamu nyuapinnya."
"Biarin, yang penting aku sayang kamu."Mengacak acak rambut gabby.
"Rusak, dah rambutku."
Dari luar kantin dengan penampilan rapi.Mendekat ke meja drian dan teman temannya.Seorang dosen tampan dengan tubuh proporsional mendekat kearah mereka.
"Ehem..Halo, saya Jaewon pengapuh bahasa inggris baru di kampus ini.Sudah 1bulan saya memperhatikan anda."Memperkenalkan diri kepada Drian dan teman temannya.
"Anda, siap ya pak?"Tanya gabby lantang.
"Anda, kamu yang berambut ikal yang duduk didepan lelaki kacamata."Menujuk Nita.
"Sa..sa..saya pak?"Menunjuk dengan kedua tangannya.
"Iya kamu."
"Memangnya saya kenapa pak?"
"Saya mau memberikan ini buat kamu."Jaewon memberikan buket bunga untuk Nita.
"Dalam rangka apa bapak kasih saya ini?"Tanya nita lembut.
"Karena, kamu menarik.Saya mengagumi anda."
"Terimakasih pak."Tersenyum malu malu.
"Dilain kesempatan kalau kamu tidak sibuk.Maukah kamu jalan berdua denganku?"
"A..a..apa pak?"
"Iya maukah kamu jalan berdua denganku?"
__ADS_1
"Hah..."Bingung dan tidak bisa berkata kata.
"Yasudah, jawablah pertanyaanku ketika kamu telah siap.Saya tulis nomor saya dihandphone anda ya."Membuka handphone Nita dan menuliskan nomornya.
"Saya, sangat senang bisa melihat anda hari ini.Terimakasih telah menerima pemberian saya."
"Hah..sama sama pak."Tersenyum lembut.
Jaewon meninggalkan tempat Nita dan teman temannya makan.Semua mata yang melihat ketampanan dosen baru itu hanya bisa melongo sambil meneteskan air liur dibibirnya.
Semua anak takjub akan ketampanan dosen baru itu.Termasuk gabby yang masih terpanah melihat ketampanan dosen itu bagaikan pangeran pangeran di negeri dongeng.
"Astaga nita...Pake pelet apa lu.Tuh, dosen sampe ngasih bucket bunga ke lu bikin iri aja."Gabby menatap gemas.
"Hah..Aku..Haha..cuma kebetulan aja kali gab."
"Aish..aku ngefans sama tu dosen."
"Apa yank? Ngefans! "Diko mencabik cabik bakso yang dia beli dan tanpa sadar menuangkan 1botol cabai ke mangkok bakso itu.
"Dik, stress lu tu cabe bantak amat lu tuangin."Gabby meletakan tangannya di kening Diko.
"Gak..gak..gak apa apa beneran."
"Sa..sa..sayang itu nasi goreng kenapa kamu tuangin air teh manis kesitu?"
"Hem..ini enak."Drian memakan nasi goreng yang terkena teh manis.
"Sayang, lihat aku.Kamu kenapa?"Nita menatap mata Drian.
"Aku cemburu."
"Susah ya tinggal bilang cemburu? kamu terlalu gengsi sih orangnya."
"Maaf yank tapi aku emank gak bisa ungkapin perasaan seperti orang lain."Mengelus tangan Nita.
"Tuh, kan bener kalian ada sesuatu."Gabby mengagetkan Nita dan Drian.
"Iya tuh, tadi panggil panggil sayang."Diko menambah kata kata untuk mendukung gabby.
"G..g..gak kok cuma keceplosan."Jawab Nita sambil memasukan tangannya ke saku bajunya.
"Iya gak ada apa apa kok gab."
"Awas ya, kalau kalian bohong."Ngambek.
"Gimana nih, ian gabby ngambek."Mengkode lewat bahasa mata dengan Drian.
"Udah, diemin aja."Membalas kode Nita.
"Diko, ayo cabut ke kelas."Gabby menarik Diko.
"Makanan, belum abis ini."
"Udah ayo ah.."Sambil bad mood meninggalkan Nita dan drian dikantin.
"Ta, ian kita kekelas dulu ya."Diko berpamitan pada drian.
"Iya.."
Gabby, yang kesal pergi kembali ke kelasnya di lantai 4.Sementara Drian dan Nita masih berada dikantin.
"Duh, Gabby marah ian.Gimana donk nih?"
"Udah, biarin nanti juga baikan lagi.Tar aku yang jelasin ke dia soal kita."
"Beneran, ya ian aku gak mau kalian saling salah paham gara gara aku."
"Iya, sayang tenang saja."Mengengam tangan Nita.
Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...
yuk baca 2karya aku terbaru😘😘😘
#cinta untuk merylia
__ADS_1
#Sweet heart
Yuk like👍 dan vote ⚡serta rate karyaku ya kakak kakak..🥰🥰🥰