Waktu Dan Kamu

Waktu Dan Kamu
SE02-Ditembak anak Gabby part 1


__ADS_3

Apartement Taman Anggrek,Tower 12BAA.Adrian menanti Gabby datang sambil memainkan laptopnya.



Taman Anggrek Apartement, 11.00WIB,


Jl. Letjen S. Parman No.Kav. 21, RT.12/RW.1, Tj. Duren Sel., Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11470.


Semenjak tidak bersama Renita.Drian menjual unit apartemennya yang dulu dan membeli aprtement ditower yang lain.Untuk menghapus kenangannya bersama Renita mantan tunangannya.Seluruh foto Renita yang bersamanya dia taruh di box.Hanya satu foto yang dia taruh dimeja kerjanya.Foto masa kanak kanak mereka.



"Nita, nita, nita, harusnya aku yang jadi pendamping hidup kamu."Memandang foto masa kecil mereka.


Setelah selesai sedikit membersihkan apartement baru miliknya.Telepon dari Gabby masuk.


Gabby:Eh, manusia rempeyek


Adrian:Aish, mama muda kebiasaan banget manggil aku rempeyek


Gabby:Nyatanya kan kamu kaya rempeyek.Sampai sampai orang yang dicintai lolos gituh aja


Andrian:Nah, kan mulai bikin panas suasana


Gabby:Gue udah nyampek parkiran bawah mall.Otw tempat barumu.Tunggu ya


Adrian:Okey(Mematikan teleponnya)


Gabby masuk ke lobby aprtement.Sebelum naik ke unit dia disecurity check dulu.Karena, untuk masuk apartement Taman Anggrek prosedurnya memang berbelit belit.Untuk menjaga keamanan penghuni Aprtement.


"Nona, ada janji sama siapa."Satpam aprtement.


"Sama mr.Adrian."


"Tunggu disini sebentar ya nona.Saya sambungkan dulu ke tower Mr.Adrian."


Security menelepon unit Adrian.Dia juga bilang ciri ciri tamu yang menunggunya.Trut..trutt..trutt..telepon dari apartement berbunyi.


Adrian:Hallo


Security:Hallo, benar dengan unit milik pak Adrian?


Adrian:Benar, gimana pak?


Security:Bapak ditunggu sama wanita dibawah namanya Mrs.Gabby.Apa sebelumnya sudah ada janji ketemu bapak?


Adrian:Iya pak itu teman saya.Suruh segera naik ke unit ya pak


Security:Baik pak Adrian, laksanakan(Mematikan telepon)


Security memberi tahu Gabby harus naik lewat lift yang mana.Security juga membuka kunci masuk pintu untuk ke lift dengan acsess cars dia.


"Silahkan mrs.Gabby, naik dari lift kanan menuju tower."Jelas security.


"Baik, terimakasih pak."


"Yaelah, ini apartement ribet amat sih."Berbicara dalam hati.


Gabby masuk ke dalam lift menuju tempat Drian.Dia memencet lantai 12 dan jalan ke unit milik Drian.


"Tok..tok..tok..ian."


"Ceklek..ceklek.."Membuka pintu smart key miliknya.


"Gabby."Memeluk gabby.


"Iya ian."Melepaskan pelukannya.


"Ayo masuk."


"Hahh, akhirnya setelah ada drama dibawah aku bisa rebahan dikursi empuk."Loncat ke kursi tamu Drian.


"Ya, disini kan keamanannya gitu gab."


"Kamu kenapa gak beli rumah aja sih?Ribet banget diapartement masuknya susah."


"Ya, aku lebih nyaman kaya gini."


"Iya sih.Kamu dari dulu suka tempat yang keamanannya tinggin banget sih ya."


"Iya, nih minum."


"Glekk..glekk..glekk..tahu aja aku haus.Beda banget sih ini apartement sama unit apartement kamu yang dulu."


"Iya, disini lebih ribet timbang yang dulu masuknya."


"Langsung, inti pembicaraan aja.Gimana kabar kamu?ini udah 6 tahun setelah Renita menikah sama pak dosen ganteng.Kamu kok makin lusuh sih pakaiannya.Gak, mencerminkan kamu banget.Yah, walaupun aku duluan yang menikah sama diko ditahun 2017.Sumpah ian kamu kumel banget ."Memeggang kerah baju Adrian.

__ADS_1


"Ya, gitulah Gab.Hidupku masih kaya gini aja.Sekarang aku udah umur 24tahun.Dan kamu liat aku masih sendiri.Aku masih terjebak dikeadaan dimana Nita masih bersamaku."


"Hemm..susah sih kalau pacaran sama teman masa kecil.Aku beruntung banget dapet Diko sampai menikah sama dia.Coba aku kaya kamu.Pasti aku udah mati muda."


"Ya aku move on ya.Pastilah, move on kamu kan tahu aku gimana."


"Iya sih dri."


Bohong, kalau orang yang kita cintai itu semudah itu move on.Itu hanya kata kiasan memaknai kehancuran hati yang teramat dalam dari Adrian.


"Ian..woy..ian..diem mulu."Gabby melambaikan tangannya.


"Ooohh..iya, iya maaf gak denger."


"Akhir, akhir ini kamu udah jarang kumpul sama aku sama Diko.Kamu masih sedih soal Renita ninggalin kamu ya?itu salah kamu sih ian."


"Salahku?"


"Kamu lupa?apa pura pura lupa?"


"Maksudnya gab?"


"Kamu lupa selama ini kamu terlalu cuwek sama Renita.Kamu sibuk mikirin diri kamu sendiri.Aku kalau jadi Renita pasti bakal ambil keputusan yang sama."


"Padahal aku perduli banget sama dia."


"Perduli gimana?kamu cuwek banget sama dia.Kamu mentingin hidup kamu sendiri.Tanpa sedikitpun mau meluangkan waktu untuk Renita.Kamu juga gak peka waktu Renita lagi sakit hati ke kamu."


"Aku gitu banget ya?"Berfikir.


"Kamu masih mending Renita masih maafin kamu.Dia juga masih jadiin kamu sahabat dia.Kalau aku yang digituin.Boro boro maafin lu kerumah gue aja gue tolak mentah mentah."


Mama..mama...mama..dari kejauhan suara anak kecil memanggil mamanya mulai samar terdengar.Diko juga berjalan menghampirinya dengan menggendong Na heun Cassie.



"Mama, mama, mama."Na Heun Cassie memanggil mamanya.


"Sayang, udah pulang.Sini sini nak."


"Iya Cassie tadi aku jemput.Dia nanyain kamu terus.Katanya mama mana pa?jadi ya aku ajak kesini."Menyerahkan Cassie yang dia gendong.


"Mama."


"Sayang."Jongkok memeluk Cassie.


"Ada dokter Milka yang jaga."


"Oh, yaudah.Rayn mana kamu gak sama Rayn?"


"Tadi, dia bilang mau main ke rumah temannya dulu."


"Oh, yaudah."


"Hi, bro."Memeluk Adrian.


"Hi, bahagia ya kalian udah ada anak.Sementara aku apa?"


"Kamu sih kalah cepat."Menepuk pundak Adrian.


"Hemm.."Diam dan memikirkan kata kata Diko.


"Drian, ngomong ngomong kapan kamu balik ke Singapore?"


"Besok sabtu aku ke singapore."


"Cessie, kenalin tuh om Adrian namanya."Gabby meminta Cassie berkenalan dengan Adrian.


"Iya mama."Cassie mendekati Adrian.


"Om, jongkok deh."


"Iya."Adrian jongkok


Na Heun Cassie memeluk Adrian.Hatinya bahagia seperti saat dia dipeluk pasien anak anak yang berada dirumah sakit tempat dia bekerja.



"Hallo, om Adrian.Kenalin aku Cassie umur aku 8tahun.Muach."Berbisik ke telinga Adrian dan mencium pipi Adrian.


"Hallo Cassie."Memeluk balik cassie.


"Cassie, hemm kamu kalau sama cowok ganteng langsung begitu ya."Geleng gabby.


"Omnya ganteng ma."Melepaskan pelukannya ke Adrian.


Cassie duduk didekat mamanya.Dia menggambil buku gambar dan menggambar dibuku agar tidak mengganggu pembicaraan mamanya dan Drian.

__ADS_1


"Gimana keadaan kamu ian.Apa kamu sanggup tanpa Nita disampingmu?"


"Om ganteng kalau gak punya pasangan tunggu Cessie dewasa ya.Om nanti nikah sama Cessie aja."Celetuk Na Heun Cassie.


"Cassie, bisa aja sayang."Menggelus wajah Cassie.


"Cassie serius om."Cemberut.


"Cassie, ayo gambar lagi disana papa temenin."


Cassie dan Diko duduk menjauh.Agar Drian dan Gabby dapat leluasa mengobrol.


"Gimana ian?kamu pasti terpukul banget sama akhir hubunganmu dan Renita."


"Ya mau gimana?nasi udah jadi bubur.Aku juga yang salah Gab.Harusnya, aku tahu apa yang dia mau.Aku yang pertama ngerusak dia.Tapi, aku yang gak bisa jagain dia selamanya."Berkaca kaca.


"Sabar, ian makannya lain kali kalau sudah cinta benar benar dijaga ya jangan kaya gini lagi."Memegang bahu Drian.


"Iya."


Diko masih mengajak putri mereka menggambar.Sambil menunggu gabby selesai dengan Drian.


"Papa, om ganteng itu siapa?"


"Itu teman sekolah papa waktu dikedokteran."


"Umur om ganteng berapa?"


"24tahun sayang dia kan akselerasi terus jadi lulus dokter masih muda."


"Wah, jauh ya sama cassie."


"Iya sayang."Membelai rambut anaknya.


"Papa, kalau nanti cassie udah gede cessie pinggin nikah sama cowok kaya om ganteng deh."


"Iya, sayang tapi om ganteng itu gak gantle."


"Tapi om ganteng kelihatannya orang yang baik pa."


"Sayang ayo pulang."Teriak gabby ke Diko.


"Okey yank."Memasukan segala keperluan menggambar Cassie ke tasnya.


"Ayo pulang nak."


"Iya pa."Menggandeng tangan Diko.


"Papa, Cassie mau pamitan sama om ganteng."


"Yaudah sana."


Cassie menghampiri Adrian.Dia berpamitan dengan Adrian.


"Om, jongkok donk."Seyum cassie.


"Iya sayang."Jongkok.


"Om, tunggu cassie dewasa ya.Nanti om nikah sama Cassie.Muach.."Menciun pipi Drian.


"Iya sayang."


"Cassie, pulang dulu ya om."Melambaikan tangannya.


"Hati hati ya kalian."


"Iya drian."


Adrian menutup pintu unitnya.Gabby dan keluarga kecilnya pulang.Sekarang, Drian sudah sendiri lagi.Perasaan itu kembali menghiasi otaknya.


"Ian..ian..ian.."Bayangan Renita seolah memanggil namanya.


"Nita, nita, nita."Memanggil Renita sambil menengok kanan kiri.


"Huft, aku lupa Renita sudah bukan milikku lagi."Duduk sambil merenung.


Hi, kakak kakak..gimana pemanasan sama ceritanya?udah hot belum.Terus ikutin cerita rumit mereka ya di extra part season 02 waktu dan kamu.Semoga kalian suka bumbu part pembukaan ini.


Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...


yuk baca 2karya aku yang baru


#Cinta untuk merylia


#Sweet heart


Yuk likešŸ‘ dan vote ⚔serta rate karyaku ya kakak kakak..🄰🄰🄰

__ADS_1


__ADS_2