Waktu Dan Kamu

Waktu Dan Kamu
SE02-Kecelakaan Saat Badai Hujan


__ADS_3

Hallo, kakak kakak semua. Saya menyapa kalian lagi. Dengan ini demi menyelesaikan novel ini saya akan menambah beberapa episode pendukung untuk karya saya ini. Walaupun, saya masih merasa ini tidak adil. Karena, penulis tidak dihargai disini. Tapi, saya akan berusaha lebih keras lagi.


Maaf baru muncul sekarang. Author, sibuk triding sambil menabung untuk masa depan Author. Jadi lama gak muncul.


Yuk baca episode barunya.


Melbourn, 14 Febuari,2027. Hujan lebat bercampur badai katerina melanda Australia. Jalanan licin melewati hutan terasa berbeda. Tangisan Joanna pecah mengingat segala peristiwa tentang dirinya dan Rengga yang harus berpisah karena kesalah pahaman.


"Rengga, aku sayang kamu." Tangisnya sambil memacu mobil dengan kencang.


Tiba-tiba mobil sulit dikendalikan. Joanna berusaha mengerem mobil yang dia kendarai. Namun, hasilnya nihil. Kecelakaanpun tidak bisa terhentikan. Sedan,Mercedes-Benz putih dengan pekikan dari ban menabrak pohon dihutan dekat penangkaran koala Australia.


"Ngikkkkk...Brukhhhh...Brukkkhh..." Pekikan dari ban mobil Joanna melengking terdengar disepanjang jalan licin.


"Rengga, maafkan aku." Bersimpah darah dan pingsan.


Joanna pingsan dengan luka benturan dikepala. Saat itu petugas kehutanan lewat dan melihat mobil Joanna yang menabrak pohon didekat penangkaran Koala.


"Bro." Ucap Marco.


"What?" Jawab Maurer.


"I see the car in cloud vail. Please,come on. Help me, interrogation the car." Ucap Marco.


"Okey." Mengikuti Marco.


Petugas, itu dengan cepat mebawa Joanna. Kedalam mobil Van patroli mereka untuk evakuasi ke rumah sakit terdekat.


"Puk..puk..mom. Are you listen my voice?" Marco menepuk pipi Joanna.


"Help me!" Bersuara lirih ke telinga Marco.


"Mom, please stay breathe. I bring to you of hospital." Pekik Maurer.


Mobil Van dengan kecepatan kencang mengantarkan Joanna ke rumah sakit The royal Melbourn Hospital Dokter yang menjaga ruang UGD sigap membantu keadaan genting itu. Marco dan Maurer membantu administrasi dan mencari kontak penting di handphone joanna. Marco menelepon tulisan yang disebutkan husband dalam kontak Joanna.


Rengga: Hallo


Marco: Youre wife accidentally in Australia please come to The Royal Melbourn Hospital(Mematikan teleponnya)


Marco dan Maurer meninggalkan rumah sakit. Mereka menaruh tas Joanna di pusat administrasi. Rengga, masih merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar hari ini. Bagaikan petir disiang bolong.

__ADS_1


"Tok...tok..tok..professor." Drian mengetuk pintu.


"Masuk!" Ucap Rengga.


"Prof, hari ini ada operasi. Professor, apa bisa membantu saya?" Ucap Drian.


"Aku harus ke Austarlia." Rengga dengan wajah pucat pasih.


"Ada apa professor kelihatannya anda benar-benar sedang cemas tingkat dewa?"


"Joanna, kecelakaan aku harus segera kesana." Panik dan cemas.


"Tenanglah Prof. Joanna mantan istri professor pasti akan selamat." Menepuk pundak Rengga.


"Tolong kamu handle dulu kerjaan aku. Aku akan segera kembali saat Joanna kupastikan baik-baik saja."


"Baik dok aku akan menghubungi dokter Marten spesialis bedah yang satu divisi dengan professor untuk membantu handle pekerjaan professor Rengga."


"Tolong ya Drian. Kuserahkan semuanya padamu." Memeluk Adrian.


"Baik prof, pergilah akan aku handle semua termasuk menjaga Freya yang sedang dititipkan disini."


"Terimakasih brother." Mengambil jas dikursi dan meninggalkan ruang kerjanya.


"Tuhan, selamatkan Joanna." Berdoa dalam hati.


"Hiks..hiks..Joanna." Memandang foto Joanna.


"Permisi tuan ada yang bisa saya bantu. Sepertinya, tuan sedang bersedih." Brun pramugara pesawat yang ditumpangi Rengga.


"Tidak ada!" Menghapus air matanya.


"Tuan, minumlah susu hangat ini siapa tahu tuan baikan." Memberikan secangkir susu coklat hangat.


"Terimakasih."


"Sama-sama tuan." Meninggalkan kursi penumpang.


05.00 GMT, sampailah, Rengga di bandara Australia. Dia berlari menuju ruang administrasi menanyai Joanna berada diruangan mana. Petugas Administrasi mengarahkan Rengga ke UGD dan memberikan tas milik Joanna.


Joanna masih terbaring lemas tidak sadarkan diri. Rengga masih memandang Joanna dari kaca UGD. Edward, yang masih sibuk bekerja diberi kabar oleh anak buahnya. Kabar yang sangat mengejutkan tentang kekasih yang sampai saat ini tidak tergantikan oleh siapapun.

__ADS_1


"Tok..tok..tok..bos."


"Ada apa?" Membaca kontrak diruangan kerjanya.


"Bos..glek..glek.." Romi menelan ludahnya.


"Cepat! bicara apa yang ingin kau bicarakan."


"Bos, no,no, nona Joanna kecelakaan."


"Apa!!!" Membanting pulpen ke meja.


"Bos." Mengigit bibirnya sambil ketakutan.


"Siapkan mobil antar aku ketempat Joanna berada."


45Menit perjalanan. Edward, sampai ke rumah sakit. Dia berteriak sambil terus membuka semua pintu ruang rawat. Rengga masih terpaku melihat Joanna yang terkapar lemah di UGD.


"Jo..Joanna." Membuka pintu ruang rawat.


"Bos sabar ini rumah sakit." Ucap Romi menenangkan.


Dari kejauhan Edward melihat Rengga berdiri terpaku di depan ruang UGD. Edward berlari sambil mengepalkan tangannya.


"Plak..kurang ajar kamu. Pasti kamu kan Rengga penyebab Joanna kecelakaan." Mengampar muka Rengga.


"Ed..ed..edward." Terbatah- batah.


"Kamu! ash..Sudahlah, ayo masuk atau kucincang kau disini." Mengengam kerah baju Rengga.


Joanna masih tidak sadarkan diri Rengga dan Edward masuk bersama ke ruang UGD. Rengga menangis bak anak kecil yang dirampas permennya dari hadapanya.


"Joanna." Rengga mendekati tangan kanan Joanna.


"Sayang." Edward mengenggam tangan kiri Joanna.


Joanna berada disbuah lorong yang putih penuh dengan kerlap kerlip cahaya. Dia berjalan sendirian bagaikan roh yang tanpa arah dan tujuan. Suara tangisan terdengar namun Joanna seperti sulit untuk menggapai arah suara tangisan itu.


"Jo bangun." Ucap Rengga dan Edward.


"Jo, please bangun." Rengga mengelus lembut rambut Joanna.

__ADS_1


"Sayang, buka matamu. Aku mohon, aku minta maaf selalu sibuk dan mengabaikanmu." Edward mengecup punggung tangan Joanna.


"Hiks..hiks..hiks..Jo." Rengga menangis sambil mengenggam erat tangan Joanna yang terbaring lemah dikasur UGD.


__ADS_2