Waktu Dan Kamu

Waktu Dan Kamu
Apartemen dosen ganteng part 2


__ADS_3

Lion menelepon kenzo didekat lift apartemen tower infinity 12B.Rapat hari ini yang mereka rencankan batal dilakukan dikantor office District 8.



Lion:Kamu dimana zo?


Kenzo:Aku sedang di daerah senayan menuju District 8.Ada apa bosku?



Lion:Cepat kamu kesini! Aku tunggu di tower infinity lantai 12


Kenzo:Ada apa? bukannya rapat harusnya dilantai 8F?


Lion:Rapat dibatalin dulu.Aku butuh kamu sekarang!!!


Kenzo:Baiklah tunggu aku disitu(Mematikan teleponnya)


Didalam kamar apartemen.Jaewon menyiapkan alat dan bahan masakan untuk memasak makanan korea.


"Renita, saya masak dulu ya."


"Iya, saya bantu ya pak."Menatap cermat cara masak Jaewon.


"Bisa minta tolong ambilkan sambal cabai korea?"


"Dimana pak ambilnya?"


"Dikulkas sayang, eh maaf renita."Menunjuk tempat kulkas berada.


Nita membuka kulkas milik Jaewon.Sambil melihat lihat isinya.Kulkas milik Jaewon isinya lengkap sekali.Berbeda dengan kulkas dirumahnya.


"Yang, ini bukan ya."Terdiam dan berbicara dalam hati.


"Pak jaewon, yang ini bukan ya bahan baku yang bapak maksud?"Menunjukan bahan baku yang dia ambil dikulkas.



"Iya yang itu sayang, huh salah maaf Renita."


"Terserah bapak aja mau manggil aku gimana.Butuh berapa sendok pak?"


"Ambilkan 1 mangkok kecil aja."


"Baik pak, ehmm sorry tempat mangkok dimana ya pak?"


"Itu diatas kamu."


"Diatas?"



Jaewon mendekati Nita dan mengambil mangkok dirak yang berada diatas kepala Nita.


Supaya Nita tidak kejedut sama lemari Jaewon menutupi keningnya dengan tangannya.


"Diatas pak?"


"Iya diatas, kamu.Awas kena."Menutupi kening Nita dari pintu lemari.


"Hah..I..iya pak."Menjawab terbatah batah.


"Kamu kenapa?"


"Gak apa apa kok pak."Membatu terdiam.


"Kamu mau bantu aku masak gak?"


"Hah, aku..I..i..iya mau."


"Kamu pakai baju untuk masak duluh gih.Aku ambilkan baju dan celemek untuk masak ya.Biar bajumu gak kotor."


"Iya pak."Nita menunggu didepan kompor gas.


"Ini pakailah."


"Makasih ya pak."Masuk ke kamar mandi jaewon.


Dengan pakaian rapi Nita keluar dari kamar mandi jaewon.Dia langsung berjalan menuju dapur tempat Jaewon berada.Senyum sumringah ingin belajar terpancar dari aura Nita.


__ADS_1


"Siap, untuk memasak?"


"Yes, chef saya siap."Tersenyum disamping Jaewon.


"Sekarang, kamu ambilin nasi di rice cooker."


"Yes, chef."Mengambil nasi.


"Siapkan cuka,garam,kaldu ayam,kecap asin,kecap wijen,kecap minyak,penyedap makanan,lada."


"Yes chef."Mengambil bahan baku.


"Tuangkan cuka 1/2sdt,garam sejumput,kaldu ayam bubuk secukupnya,lada secukupnya dan penyedap makanan kedalam nasi yang masih panas."


"Terus chef."Memandang dengan serius.


"Aduk rata, habis itu dicicipi sedikit agar tau tasted rasanya."


"Tugas saya apa chef?"


"Kamu tolong potongin salmonnya.Tipis tipis terserah kreasi kamu mau mentah atau di grill matang,rebus wortel sama kupas mentimun jepang yang ada dikulkas dan kamu bikin telor dadar juga ya."


"Siap chef."


Nita memandang kulkas.Dia mengambil


timun japan,salmon dikulkas,wortel untuk dikupas dan direbus.Dia, juga mengambil beberapa bahan baku untuk mengempukan sayuran dan membuat aroma salmon tidak amis.


"Pak Jaewon, saya boleh pake cuka apple yang dikulkas."


"Boleh sayang ambil aja."


Dari atas atap gedung Lion memperhatikan mereka.Yang bermesraan dengan segala cara mereka mencari tahu kabar paling detail.



Lion:Kenzo kamu masih disitu?ya..kenzo


Kenzo:Masih bos


Lion:Ingat pantau terus setiap pergerakkannya


Kenzo:Baik bos



Kenzo:Baik bos


Lion:Ingat tetap selalu menyamar seaman mungkin


Kenzo:Baik bos siap laksanakan


Jaewon mengambil nori yang dia simpan dikulkas.Suara pisau terdengar indah didapur saat ini.


"Tukk...tuk...tukk..."Nita mulai membersihkan timun dan mengirisnya.



"Begini sayang lebih dekat lagi dengan ujung pisaunya agar kamu mudah memotong timun menjadi beberapa bagian."Memegang jemari Nita.


"Yes, chef."Jantung Nita berdebar amat kencang.


"Kamu gak kenapa kenapa kan?tangan kamu gemeteran."


"Gak apa apa pak mungkin tremor gara gara pisaunya tajam."


"Sebelumnya tidak pernah memasak kah kamu?"


"I love cooked."


"Yasudah, saya pikir kamu gak suka masak.Saya lanjutkan bikin bagian saya ya."


"Yes, chef."


"Aishh, jantungku mau copot gara gara nih dosen.Belum pernah sebelumnya ada cowok yang bisa masak hadir dikehidupan aku.Tidak tidak ingat aku milik drian sekarang."Menggelengkan kepala sambil berbicada dalam hati.


"Sayang, ehm Renita.Susah aku panggil nama kamu.Kamu kenapa menggelengkan kepala terus menerus?"Menatap Nita.


"Gak apa apa pak."


Nita mulai mengupas wortel dan merebusnya didalam panci berisi air.Cuka apple yang tadi dia ambil dia teteskan 1 setengah sendok teh ke dalam salmon.Dia beri kecap asin, garam dan sedikit rum agar lebih enak baunya.Nita mengocok telur untuk dijadikan telur dadar.

__ADS_1


Bagian yang dibuat Jaewon juga sudah selesai.Nasi yang sudah diberi bumbu kemudian diberi sejumput biji wijen yang ditaburkan ke nasi yang sudah dia bumbui.


"Chef ini sayuran, telur dadar dan ikannya sudah siap."


"Baiklah taruh nori di tatami, Masukan nasi dan isiannya lalu digulug dengan alat sushi."



"Wah, hasilnya lebih bagus daripada sushi japan yang kubuat."Berbisik halus.


"Wah, kamu bisa bikin sushi japan?"


"Iya pak bisa."


"Gak sia sia aku suka kamu."


"Apa sih pak?"Merona pipi Nita.


"Gak apa apa, Ayo makan."


"Ayo pak."


"Jangan panggil pak! Panggil Jaewon aja."


"Yaudah om."


"Jangan terkesannya aku nakal nanti."


"Huft ya kakak jaewon."menghela nafas.


"Gituh donk.Biar keliatan seumuran sama kamu."Mencubit pipi Nita.


"Ih bapak sakit..Maaf kakak sakit."Memegang pipinya dengan tangannya.


"Maaf..Yaudah habiskan makanan kamu.Aku anter kamu pulang."


"Iya..k...ka..kakak."Terbatah batah.


"Biasakan panggil aku kakak ya."Tersenyum.


Handphone nita berdering.Telepon dari Drian masuk.Nita yang masih kesal membiarkan telepon itu mati sendiri tanpa jawaban.


"Siapa?kok gak diangkat."


"Ngapain diangkat kak.Bikin sakit hati aja."


"Yasudah."Terus memandang Nita.


Drian menanti Nita di dalam apartemen Nita.Dia juga sudah memberi makan malam dan makan sore untuk Jack.Karena dia tidak mendapati sosok kekasihnya ada didalam unit apartemennya.


"Tok..tok..tok..sayang.."Dengan perasaan bersalah.


"Kok, gak ada yang jawab ya."Masuk ke apartemen dengan smart key yang dia salin pinnya dihp.


"Sayang..sayang..."Mencari ke semua kamar.


"Woft..woft...woft.."Jack mengoyangkan buntutnya melihat Drian.



"Jack sayang..."Mengecup jack.


"Woft...wofttt...wofftt.."


"Laper ya nak.Papa ambilin makanan ya."Berdiri dan mengambil makanan didalam lemari Nita yang isinya makanan khusus jack.


"Hemmm...dia kemana si?Jam segini belum pulang pulang."


Drian rebahan disofa depan tv apartemen Nita.Sambil menonton tv dan melihat jam dinding dia terus menanti Nita pulang.


"Kok masih belum pulang sih dia."Berbicara dalam hati sambil menonton tv.


"Ini jam berapa? bikin khawatir orang aja sih dia.Yaudah, aku tidur aja toh nanti juga pasti dia pulang."Melihat jam tangan sambil rebahan.


Dukung terus ya karya author🥰🥰🥰🥰


Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...


yuk baca 2karya aku yang baru


#Cinta untuk merylia

__ADS_1


#Sweet heart


Yuk like👍 dan vote ⚡serta rate karyaku ya kakak kakak..🥰🥰🥰


__ADS_2