Waktu Dan Kamu

Waktu Dan Kamu
SE02-Luka terdalam Joanna 03


__ADS_3

Freya, masih berlari diruangan besar keluarga Rengga.Dia terus berlari menuju ruang makan yang terdapat dirumah besar milik keluarga Rengga.



Papa dan mama Rengga sedang mengoles selai untuk makan pagi mereka.Freya langsung berlari ke arah opa nya yang duduk didepan kaca besar ruang makan.


"Oma, opa."Freya menghampiri kakeknya.


"Freya, cucu kesayangan opa."Papa Rengga memeluk Freya dan menaruh pisau selai.


"Opa."


"Hup, sini sayang."Papa Rengga memangku Freya.


"Opa.Muach."Kecupan manis mendarat di pipi papa Rengga.


"Uh, cucu opa."Mengelus rambut Freya.


"Mama, papa."Teriak Rengga dan Joanna.


"Eh, anak mama pulang.Sama menantu mama pulang."Memeluk Rengga dan Joanna.


"Iya ma."Memeluk bersamaan.


"Selamat natal ya sayang."


"Selamat natal mama."Melepaskan pelukan bersamaan.


"Ayo ayo duduk."


"Iya ma."Menjawab bersamaan.


"Grek, grek, grek.Silahkan duduk tuan putriku tersayang."Menarik kursi untuk Joanna.


"Yaampun, sayang so sweet deh.Muach."


Mengecup lembut bibir Rengga.


"Freya, gak boleh lihat."Papa Rengga menutupi mata Freya.


"Kenapa opa kok gak boleh lihat?"


"Freya kan masih krucil cukup tahu mainan, film kartun dan dunianya saja.Gak boleh tahu pacar pacaran atau apapun yang berbau cinta.Bolehnya kalau Freya udah ABG aja."Papa Rengga menjelaskan pada Freya.


"ABG itu apa opa?"Bertanya polos.


"ABG itu anak baru gede biasanya diusia Junior High School."


"Oh, oh gitu opa."


"Iya sayang."


"Bibik Lisa."


"Iya nyonyah."


"Tolong, siapkan makanan dikulkas yang kemarin saya masak.Panaskan terlebih dahulu dimicrowave ya."


"Baik nyonyah."Berjalan menuju dapur.


Lisa dan asisten rumah tangga serta supir dari keluarga Rengga membantu menyiapkan segala kudapan untuk natal hari ini.Sebagian memanaskan ikan, sebagian membuat toasted, dan kudapan lain penyerta hari natal.


Satu persatu makanan ditaruh dimeja makan.Pelayan silir berganti tugas menaruh makanan dari dapur.



"Wah, mah makananya banyak banget kaya buat satu RT."Kaget.

__ADS_1


"Hahaha, kan ada Freya sama ada menantu kesayangan mama harus spesial donk makanannya."Mama Rengga tertawa melihat Rengga kaget.


"Dulu mama gak kaya gini sama aku waktu aku kecil.Paling mama cuma siapin pasta sama cake strowberry cream putih rasa susu.Giliran ada Freya sama Joanna jadi banyak gini makanannya."Protes Rengga.


"Yakan, dirumah kita cuma ada 1anak.Sama beberapa pembantu dan sopir saja.Masa harus banyak makanannya."


"Iya sih ma."Berfikir.


"Freya, sini duduk sebelah mama.Kasian opa mau makan."


"Iya ma."Freya turun dari pangkuan papa Rengga.


"Mari berdoa dulu semuanya."Ucap papa Rengg saling bergandengan tangan dimeja makan.


"Iya pa."


"Rengga, perwakilan doa."


"Okey pa, Ya ,Tuhan , berkatilah kami dan perjamuan ini, yang merupakan bukti kebaikanmu kepada kami.Terimakasih, telah membuat kami dapat berkumpul merayakan hari natal bersama keluarga kami ini.Berkatilah juga mereka yang telah menyiapkan makanan dan minuman kepada saudara- saudara kami yang tidak memilikinya dan tidak mampu merayakan natal seperti kami.Amin."


"Amin."Menjawab bersamaan.


"Ayo makan semuanya."Teriak papa Rengga.


"Selamat makan."Menjawab bersamaan.


Selesai makan natal ronde pertama dilanjutkan dengan makan ronde ke 2.Seluruh pelayan dan sopir menggambil piring yang kosong dan menggantikannya dengan yang baru.


Ada sedikit yang spesial.Mereka menyiapkan kembang api kecil untuk memeriahkan natal keluarga Rengga saat itu.



"Silahkan dimakan nona, tuan dan tuan besar juga queen of the house ini."Bibik Lisa membungkuk.


"Lisa, panggil semua kru dibelakang ayo ikut makan ronde ke 2 bersama sama."Suruh mama Rengga.


"Ta..ta..tapi nyonya."


"Baik nyonyah."


Bibik Lisa beserta para pelayan dapur dan sopir menuju ruang makan dengan seragam lengkap.Semua berdiri dan berbaris didepan mama Rengga.


"Kenapa kalian formal sekali.Kalian adalah keluarga kami juga.Cepat duduk dan nikmati makan bersama kami."Suruh mama Rengga.


"Baik nyonyah."Menjawab pelan.


"Apa saya tidak dengar jawaban kalian."


"Baik nyonyah."Menjawab kencang bersama sama.


Seluruh pelayan, supir dan tuan rumah menyantap makanan natal pada hari ini.Semua merasa damai dan bersuka cita aras berkat hari ini.Mereka juga ikut menyalakan kembang api bersama sama.


"Nyonyah dan semuanya terimakasih menerima kami dengan perlakuan layaknya keluarga."Maeta kepala asisten rumah tangga terharu.


"Tentu saja Maeta.Kalian semua adalah bagian dari keluarga Rengga.Dan saya bahagia memiliki kalian."Jawab mama Rengga.


Selesai perayaan natal dirumah Rengga.Seluruh pelayan dan sopir membawa masuk piring kotor dan mencucinya.


"Mama, papa Rengga pulang dulu ya."Pamit Rengga.


"Sering seringlah main kesini nak."Peluk papa Rengga.


"Iya pa, diusahakan sering kesini."Melepaskan pelukannya.


"Papa, Joanna pulang ya."Memeluk papa rengga.


"Salam buat papa kamu ya nak di Australia.Kapan kapan suruhlah papamu dan mamamu mampir kesini."

__ADS_1


"Tentu saja pa.Dengan senang hati aku akan mengatakan pada papa mamaku salam dari papa mertua."


"Titip Rengga ya sayang.Jangan capek capek didunia pekerjaan."


"Iya papa."Melepaskan pelukannya.


"Mama, Joanna sama Rengga pulang ya."


Memeluk mama Rengga bersamaan.


"Iya sayang.Kalau ada waktu seringlah main kesini."


"Iya mama."Melepaskan pelukannya.


"Freya, pamit dulu sama opa dan oma."Pinta Joanna.


"Opa, oma, Freya pulang ya."


"Iya sayang."Papa dan Mama Rengga jongkok memeluk Freya.


"Saranghae, oma opa."


"Love you too Freya."Melepaskan pelukan dan berdiri.


"Kita pulang ya mama dan papa."Berpamitan bersamaan.


"Iya hati hati."Melambaikan tangannya.


"Mama gendong."Pinta manja Freya.


"Sini sayang."Jongkok dan menggendong Freya.


"Mama nanti Freya dipangku ya duduknya.Freya lagi pinggin duduk sama mama."


"Iya sayang."


"Ayo masuk tuan putri."Rengga membukakan pintu mobil untuk Joanna.


"Pa."


"Iya ma."


"Mama, senang lihat anak kita banyak berubah semenjak menikah dengan wanita pilihan papa."Merangkul pinggang Papa Rengga.


"Iya ma, papa juga senang melihat Rengga lebih dewasa berkat Joanna."


"Tin..tin..tin..mama, papa pulang dulu ya."


Rengga membuka kaca dan berpamitan.


"Hati hati dijalan."Melambaikan tangan bersamaan.


Keluarga kecil mereka meninggalkan rumah Rengga.Dalam hati Joanna:"selalu berharap jika hidup keluarganya akan selalu bahagia seperti ini."


Sebab dia hanya mencintai satu pria dalam hidupnya yaitu Rengga.Memang dimasa lalu dia yang bodoh sangat mencintai Edward.


Walaupun, orang tuanya melarang.Karena, Edward yang hanya memperdulikan dirinya sendiri dan tidak pernah memperdulikan Joanna.


Edward yang hanya sibuk mencari kekayaan.Dan keluarga dia yang perfectionis membuat hubungan yang terjalin antara Joanna dan Edward sangat tidak sehat.


Hampir setiap hari disaat dulu dia bersama Edward menjalin hubungan.Dia, bolak balik ke psikiater untuk konsultasi masalah stress berlebih yang dia alami.


Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...


yuk baca 2karya aku yang baru


#Cinta untuk merylia

__ADS_1


#Sweet heart


Yuk likešŸ‘ dan vote ⚔serta rate karyaku ya kakak kakak..🄰🄰🄰


__ADS_2