Waktu Dan Kamu

Waktu Dan Kamu
SE02-Kau yang mencampakkanku Edward 02


__ADS_3

Joanna masih sibuk menggambar sketsa kasar dan sketsa jadi di ipad apple miliknya.Sementara itu Edward sibuk memandangi wajah Joanna dengan tatapan tidak biasa.



Entah, pikiran terselubung apa yang ada diotak Edward.Joanna berusaha sibuk dengan dunianya meski hatinya terus merasa aneh dengan sosok didepannya.


"Hemm..selesai juga."Menaruh alat alat bantu melukis.


"Wah, sudah selesai."Sambut Edward dengan senyuman penuh misteri.


"Hemm..aku bingung mau ngomong dari apa atau dari mana ke kamu Edward."


"I have to ice breaking for you."Edward perlahan memeggang tangan Joanna."


"Sorry, aku tidak terbiasa dalam situasi seperti ini."Joanna melepaskan genggaman tangannya dari Edward.


"Hem, kenapa dilepasin tanganku?.


Yasudah, biar aku saja yang memulai pembicaraan.Ehm..kamu sudah sejak kapan bekerja jadi designer?"


"Tidak apa apa.Maaf aku cuma belum terbiasa berpeganggan tangan dengan orang baru.Saya sudah sejak 4tahun belakangan ini bekerja menjadi designer."


"Aku lumayan sering nongkrong disini.Tapi aku sama sekali belum pernah melihat kamu berada ditempat ini."


"Iya, this is my first time to work from this cafe.Jadi kamu pasti baru pernah melihat aku disini."Mencoba menggurangi kegugupan dengan memainkan pulpen ditangannya.


"Iya juga, Are you taken or single?"Edward bertanya dengan mantap.


"Menurutmu?This question is privacy for me.Because, i don't like new person open to greeting for me about the privacy status."Menjawab dengan kesal.


"Hem..Okey.Dengan perkataanmu seperti itu aku bisa menyimpulkan bahwa dirimu adalah berstatus lajang."


"Maaf, aku harus pergi.Aku masih banyak urusan.Lebih baik hari ini perjumpaan kita sampai disini dulu saja ya."Memasukan barang barangnya ke tas dan berdiri.


"Tidak aku belum selesai bertanya denganmu.Mau kemana kamu?"Edward menarik pergelangan tangan Joanna.


"Bukan, urusanmu tolong lepaskan tanganmu.


Aku mau pulang."Joanna mencoba menepis tangan Edward.


"Jelas itu urusan aku.Aku suka kamu.


Menikahlah denganku."Edward mencengkram tangan Joanna makin kencang.


"Kita, baru saja berkenalan dan aku tidak bisa semudah itu mempercayakan hatiku pada orang yang baru kukenal.Tolong lepaskan tanganmu.Kau menyakiti tanganku.Tolong lepaskan.Aku kesakitan."Joanna mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Edward.


"Terimalah aku, sebagai kekasihmu.Maka aku akan melepaskan tanganmu."Memaksa sambil terus menatap Joanna.


"Kumohon lepaskan tanganku.Baiklah aku mau menerimamh."Joanna terpaksa menerima Edward.


"Terimakasih banyak gadis cantik."Memeluk Joanna dari belakang.


Joanna, hanya bisa pasrah.Dia masih merasa aneh dengan sosok Edward.Hatinya merasa tidak tenang.Tapi dia berusaha tenang agar tidak salah dalam mengambil langkah dan tidak mencurigakan.



Dalam hati Joanna berkata,"semoga saja ini bukanlah bencana bagi hidupnya.Karena, perasaanku tidak enak melihat sosok pria ini."


"I love you Jo."Mengecup pipi Joanna.


"I..i..iya aku juga sama suka kamu."Dengan bibir gemetaran menjawab Edward.

__ADS_1


"Kamu satu satunya yang spesial untukku."Edward merangkul Joanna erat.


"Aku sangat berharap hidupku tidak akan terjerumus pada lubang kesalahan terfatal dalam hidupku.Setelah dia aku terima walaupun dengan terpaksa.Aku takut aku terintimidasi dan hidupku berantakan.Karena sosok pria yang seperti ini."Tersenyum sambil berbicara dalam hati dengan ketakutan.


"Apa kau tahu aku akan membuatmu menjadi tuan putri yang cantik."Bebisik ke telinga Joanna.


"Bisakah, kau melepaskanku?aku tidak bisa bernapas.Aku masih belum terbiasa dengan perlakuanmu yang seperti ini."


"Okey, maaf aku terlalu bahagia.Karena, bisa menemukanmu.Aku berharap kaulah jodohku yang terakhir.Yang berada dalam hidupku."Menggengam kedua tangan Joanna.


"Okey, disini ramai orang.Tolong jangan seperti ini.Aku mau pulang sekarang."Joanna merasa risih dengan Edward.


"Biar, kuantarkan pulang ya.Kan ini hari pertama kita pacaran."Menggengam erat punggung tangan Joanna.


"Tidak perlu Edward.Lain kali saja kau mengantarku pulang.Aku mau pergi ke suatu tempat dahulu."Melepaskan genggaman tangan Edward perlahan.


"Baiklah, aku mengerti situasinya."Tersenyum dingin.


"Yasudah, aku pamit pulang dulu ya Edward."


"Okey, take care Joanna."


Joanna berpisah dengan Edward dari starbuck tempat mereka bertemu.Sebelum, pulang Edward meminta contact Joanna.


"Aku pulang dahulu ya."Membalikan badannya.


"Tunggu, bagaimana cara agar aku menghubungimu?"


"Kamu additing saja wechat dan lineku hubungi aku lewat 2 aplikasi itu."


"Apa nama idnya.Biar ku additing."


"Sudah aku additing ya."


"Baik, sudah saya additing balik."


"Sampai bertemu lagi."Edward memeluk Joanna.


"Iya."Dengan bibir kaku menjawab dan melepaskan pelukan Edward.


"See you next time."Edward melambaikan tangan.


"See you."Membalikan badannya dan pergo.


Mereka berpisah didepan starbuck.Joanna pergi ke rumah temannya yang psikiater.Dia melakukan terapi depressi.12Juli 2023,19.30GMT.



21 Victoria St, Footscray VIC 3011, Australia


Lantai 5VT.Joanna pergi ke aprtemen Risa menggunakan taksi.


"Tok..tok..tok..Risa."


"Hem..iya, siapa disana?"


"Is me Joanna."Joanna berteriak kencang.


"Oh, Joanna wait me for 3minute please."Risa menjawab dari dapur apartemennya.


"Okey."Joanna menjawab pelan.

__ADS_1


Klek..klek..klek..Risa mematikan kompor gas dan langsung membuka pintu.Risa juga membuka celemek masak miliknya.


"Klek..klek..klek..hi, Joanna.Maaf ya lama."Memeluk Joanna.


"Iya gak apa apa Sa."Melepas pelukan Risa.


"Ayo masuk."


"Makasih ya.


"Iya, jangan sungkan anggap saja rumah sendiri Joanna."


Joanna melepas sepatunya dan masuk ke rumah apartement Risa.Dia duduk dikursi tamu Risa.



Suasana yang sama seperti 4tahun lalu saat mereka berdua masih maggang di perusahaan yang sama yaitu Zara Victoria Australia.Risa bekerja sebagai psikiater kejiwaan karyawan.Dan aku berfokus pada perancangan design busana baru.


"Joanna mau minum apa?"Menawarkan minuman.


"Terserah kamu saja Risa."


"Aku bikinin sirup jeruk dingin ya."Mengaduk air dingin diberi sirup.


"Iya makasih."


"Ini minumnya."Menaruh gelas di depan meja Joanna duduk.


"Thanks ya."


"Ada apa Joanna jauh jauh kesini?"


"Aku mau konsultasi masalah kejiwaan sama kamu."


"Oh,gitu tunggu sebentar aku ambil jas psikiatrisku sama buku catatan ya."Masuk ke dalam kamarnya.


"Iya."


Risa menggambil jas praktek miliknya beserta buku kecil rekam untuk pasien yang berkunjung.Risa juga mengambil beberapa peralatan untuk menunjang kenyamanan pasien.



"Duduklah yang santai Joanna."


"Baiklah."Merebahkan dirinya ke kursi panjang ruang tamu.


"Tarik nafas panjang dan rileks saja ya Joanna."


"Iya Risa."


"Ini aku pasangin kamu headset.Cobalah untuk benar benar menghayati lagu yang ada didalam ipod ini."Risa memasangkan headset ke telinga Joanna.


"Iya Sa."


"Kamu sudah merasa nyaman tidurannya?"Risa merapikan posisi tidur Joanna.


"Sudah."Joanna menaruh tangannya diatas perutnya.


"Okey, sekarang kita mulai terapi hari ini ya Joanna."


"Baik."Mengangguk pada Risa.

__ADS_1


__ADS_2