Waktu Dan Kamu

Waktu Dan Kamu
Apartemen dosen ganteng part 1


__ADS_3

District 8 aprtement.Bertempat di pusat kota tepatnya di Jalan Senopati Dalam No. 8B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12190.Tower infinity 12B, view:city.



"Ehem...Bangun..Ayo bangun udah sampai."Mengoyangkan Pundak Nita.


"Hoam..Maaf pak ketiduran."Menutup bibirnya karena menguap.


"Ayo turun."Membuka pintu mobilnya.


"Iya, pak."


Security membuka pintu selamat datang dari dalam apartemen district 8.Sung Jaewon pergi ke bagian informasi menanyakan apakah ada paket atau tidak.



"Selamat datang, tuan silahkan masuk." Manners security.


"Terimakasih."Dengan nada dingin memasuki apartemen.


"Ehemm..cantik..Eh maaf siapa nama kamu?"Memandang Nita yang berdiri dihadapannya.


"Renita diaz putri pak."


"Ehem..ehem cantik, eh salah Renita kamu duduk di lobby dulu ya.Saya mau ambil sesuatu dibagian receptionist."Menyuruh Nita duduk disofa lobby.


"Iya pak, Jangan lama lama ya."Duduk disofa lobby.


"Siap.."


Lion yang sedang berjalan untuk rapat dengan Kenzo di kawasan District 8 melihat nyonyah besar berada di district 8.Dia langsung memfoto nyonyah besar dan menelepon bos Ditya.


Lion:Halo bos


Ditya:Iya halo, Ini jam berapa kok telepon


Lion:Jam 18.00 WIB.Bos ada berita penting.Nyonyah besar sedang berada dikawasan district 8.Sepertinya dengan seorang pria


Ditya:Apa? (Terbangun dari tempat tidurnya dan duduk dipojok tempat tidur)


Lion:Iya bos nyonyah besar lagi sama seorang pria


Ditya:Awasin dia dan kalau ada yang mencurigakan habisi dia


Lion:Baik bos (Mematikan teleponnya)


Sung Jaewon datang dari receptionist membawa paper bad di tangannya.Nita yang sedang menatap layar kaca terpesona dengan visual pak dosen ganteng.



"Maaf ya lama.Hallo..Renita..hello."


Melambaikan tangan ke depan mata Nita.


"Ini dosen ganteng juga ya."Nita berbicara dalam hati.


"Ren, renita, ren.Hallo ren.."Masih melambaikan tangan.


"A..A..apa pak?"Tersadar.


"Kamu gak apa apa kan? Gak sakit kan? Dari tadi aku manggil kamu kamu diam aja."Memegang kening Nita.


"I..iya pak aku gak sakit kok."


"Ya sudah, Ayo kita ke kamar apartemen saya."Menarik tangan Nita.


"Iya, pak."Berjalan dibelakang Jaewon.


Nita dan Jaewon menaiki lift.Dari belakang dengan menyamar Lion mengikuti mereka.Dia naik ke lantai atas melalui tangga darurat.

__ADS_1


"Hufttt, Ya ampun cari duit susah amat ya.Kagak kaya difilm film korea jadi mata mata gampang."Berhenti sebentar di lantai 11 sambil menghela nafasnya.


Nita dan jaewon sampai dilantai 12.Mereka langsung keluar dari lift.Jaewon masih mengandeng tangan Nita.Tut...tut..tut..Suara dari tombol yang dipencet Jaewon untuk memasuki rumahnya.Cklek..cklek tombol kunci pintu terbuka.



"Selamat datang, di apartement saya.Kamu satu satunya wanita spesial yang pernah datang kesini."Memandang Nita dari kitchen set yang sedang duduk di meja makan.


"Aku?.."Menunjuk diri sendiri.


"Iya kamu."Mendekat ke arah wajah Nita.


"P..p..pak jangan deket deket mukanya."


"Kenapa?Kamu cantik dan aku suka kamu."


"A..a..apa pak?"Jantung Nita berdebar kencang.


"Hem..Ya sudah, saya mandi dulu.Kamu istirahatlah."Membelai lembut wajah Nita.


Jaewon masuk ke kamar mandi.Didalam kamar mandi dia menelepon seseorang.


Leonard:Halo, anak papa?


Jaewon:Halo pa


Leonard:Bagaimana hari, hari kamu mengajar disana?Apakah baik?


Jaewon:Baik pa


Leonard:Semangat terus ya anak papa.Oh iya, ini mama mau ngomong(Memberikan telepon genggamnya ke mama cinta)


Jaewon:Iya pa maksih


Mama cinta:Sayang


Jaewon:Iya ma


Jaewon:Saya disini akan menjadi yang terbaik


Mama Cinta:Mama percaya kamu


Jaewon:Makasih untuk kepercayaan mama.Mama jangan terlalu keras sama adik


Mama Cinta:Mama tahu yang ada di pikiran.Kamu pasti selalu membela adikmu


Jaewon:Apapun dia tetaplah dia adikku


Mama Cinta:Semangat terus ya jaewon.Mama selalu mendukung pergerakan kamu


Jaewon:Makasih ya ma


Mama Cinta:Mama kasih teleponnya lagi ke papa ya nak.See you(Memberikan teleponnya ke papa leonard)


Leonard:Jaewon dalam waktu dekat mama sama papa sama adikmu mau ke jakarta hanya tidak lama.Adikmu masih harus mengikuti pengobatan mental di australia


Jaewon:Baiklah pa aku tunggu kedatangannya


Leonard:Sampai ketemu nanti nak.See you


Jaewon:See you(Mematikan teleponnya)


Jaewon mandi diiringi lagu kesukaan dia dari handphone yang dia nyalakan di kamar mandi.Song for love by lyn.Diiringi suara shower dan suara wastafel yang mengiringinya.


Bagaikan pangeran dengan wajah sempurna dengan ABS yang indah visualnya.sedang memandang kaca.Jaewon bersiap membersihkan wajah dengan sabun muka dan membersihkan rambutnya yang berminyak.Karena terkena sinar UV disiang hari.



"Let me sing a song for love

__ADS_1


I wanna sing a song for love


Let it be a song for love."Bernyanyi sambil menatap kaca dan mencuci wajahnya yang tertimpa sabun muka.


Nita yang menunggu dosen Jaewon yang sedang mandi mendengarkan musik dengan headset sambil menyalakan TV diruang tamu Jaewon.Dia mendengar suara Jaewon menyanyi dan bergegas menghentikan musik yang sedang dia dengar dengan ipod miliknya.


"Suara siapa itu yang bernyanyi? bagus banget."Berbicara dalam hati sambil mendekat kearah suara.


"And you can hum along and someday you'll find it


The way to sing your song for love song for love song for love


Maybe someday you'll find it


The way to sing your song for love."Menikmati part demi part bernyanyi didalam kamar mandi.


"Hemm..Bagusnya."Mendekatkan telinganya ke pintu kamar mandi.



"Kamu sedang apa?"Jaewon yang sudah mengenakan kaos lengan pendek membuka pintu kamar mandi.


"Ah..aaa..Gak lagi ngapa ngapain pak."Tensin mengaruk rambutnya dengan tangannya dan membalikan badannya.


"Hahaaha..Kamu lucu banget sih."Memeluk Nita dari belakang.


Jantung Nita berdebar kencang.Dia sangat takut jika nanti memiliki rasa pada dosen Jaewon.Karena dia tahu dia telah memiliki Drian saat ini.


"Masa sih aku jatuh cinta pada pandangan pertama sama pak dosen.Huhhh, mustahil."Mengelengkan kepalanya sambil berbicara dalam hati.


"Kamu kenapa?"


"Bapak bisa lepasin tangan bapak gak ya.Saya gak nyaman."


"Maaf ya terlalu tiba tiba memeluk kamu."Melepaskan pelukannya.


"Em..Gak apa apa kok pak."Berjalan ke tempat dia duduk tadi.


"Kamu mau makan apa?"


"Terserah bapak aja."


"Tunggu, sebentar ya.Aku ke kamar dulu pakai baju yang rapi.Kamu tunggulah dulu didepan tv."


"Ba..baik pak."Menjawab terbatah batah.


"Aku gimana sih.Bisa bisanya gampang suka sama orang.Bodoh banget, aku kan udah punya Drian.Nanti aku sama drian gimana.Ah..gak tahu ah pusing."Menutupi kepalanya dengan bantal winnie the pooh yang ada dikursi tamu Jaewon.


"Hemm..Kamu kenapa?"Mengambil bantal winnie the pooh dari kepala Nita.


"Gak apa apa pak.Cuma pusing aja."


"Sini aku periksa."Memegang kepala Nita.


"Gak apa apa kok pak."Memandang wajah Jaewon.


"Kamu lucu banget sih.Aku makin tertarik sama kamu."Mencubit pipi Nita sambil memandang matanya dalam.


Mau, tahu kelanjutannya yuk tunggu kehadirannya minggu depan.Ada hubungan apa antara Jaewon dengan keluarga Ditya?.Mengapa mama dan papanya memanggil dia nak?Yuk pantengin terus next ep nya minggu depan........😘😘


Dukung terus ya karya author🥰🥰🥰🥰


Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...


yuk baca 2karya aku yang baru


#Cinta untuk merylia


#Sweet heart

__ADS_1


Yuk like👍 dan vote ⚡serta rate karyaku ya kakak kakak..🥰🥰🥰


__ADS_2