
Disa memutuskan untuk pindah ke Kalimantan, tepat tiga bulan setelah menikah dengan Reski. Dan, lima bulan kemudian Reski menyusul Disa ke Kalimantan. Cinta dan kasih membuatnya meninggalkan Jakarta, juga mengikuti bisnis yang telah dikembangkan bersama Disa dan Kevin.
Kevin sendiri memutuskan menikahi Maya setahun yang lalu.
Karena kondisi Maya yang sempat drop paska operasi besar. Lalu, ia membawa Maya ke Singapura untuk perawatan yang lebih ekslusif. Selama di Singapura, keduanya pun saling jatuh cinta. Perhatian Kevin, sikap Kevin yang sopan membuat Maya berhasil berdamai dengan masa lalu dan dirinya sendiri. Akhirnya membuka hati untuk menerima sahabat lamanya.
Ariana dan Aris kembali ke Jepang, tepat 8 bulan setelah Ariana melahirkan anak ketiga yang berjenis kelamin laki-laki. Si jagoan yang telah mengubah Aris menjadi lelaki yang lebih setia. Ariana dan Disa pun sudah berbaikan.
Mengikuti kata Sabrina untuk berdamai dengan masa lalu, membuat Disa pada akhirnya bisa menerima permintaan maaf Ariana.
***
Kevin dan Maya kini juga telah mengarungi rumah tangganya. Aris dan Ariana telah berbahagia dengan keluarga besarnya, karena Ariana sedang hamil anak keempat.
Reski dan Aris masih sibuk akan ego masing-masing, menyatukan dua kepala tidak semudah ijab qobul.
***
Lima bulan kemudian.
Wanita cantik itu terlihat berada di lingkungan SMP, sekolah biasa yang dipenuhi banyak orang.
Seseorang memanggilnya dan mengajaknya masuk ke sebuah ruangan yang dihuni oleh puluhan murid beserta orangtua murid.
“Hari ini kita kedatangan tamu, ini kakak Sabrina. Dia seorang penulis yang akan membagikan motivasi untuk kalian anak-anak kelas dua dan kelas tiga,” ungkap ibu guru dengan lemah lembut.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!” ucap Sabrina tersenyum.
“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab semua yang ada di tempat itu dengan serempak.
“Saya ingin bertanya kepada adik-adik yang ada di sini?” kata Sabrina penuh dengan kepercayaaan diri. “Apa adah hal yang paling adik-adik takutkan?” lanjutnya yang disambut berbagai jawaban dari anak-anak itu.
“Mama!” jawab seseorang membuat orang tua yang hadir tertawa.
“Kucing!”
“Ulat!”
__ADS_1
“Setan!”
“Pocong!”
Bahkan, yang takut dengan tetangganya sendiri pun ada.
“Kalau untuk orang tuanya?” lanjut Sabrina bertanya.
“Takut istri!” hawab salah seorang ayah murid, yang membuat semuanya tertawa.
Serta jawaban-jawaban lainnya yang cukup realistis.
“Hidup itu tidak untuk ditakuti, tapi untuk disyukuri. Saat bertemu dengan hal yang tidak disukai, berarti Allah ingin kita mengahadapinya. Karena dengan begitu, kita akan tahu bagaimana caranya untuk bersyukur.”
“Saya mengenal sesorang, perjuangan hidupnya sangat berat. Dia kaya dan jatuh pada kesusahan finansial. Tapi, dia itu jarang bersyukur atau mungkin malah tidak pernah bersyukur!” lanjutnya.
“Dia berkata kepada saya, jika hari itu dia tidak naik bus dengan sepatu heels di tangannya. Mungkin dia tidak akan seperti sekarang. Tapi, apa ada yang tahu seperti apa dia sekarang?”
“Tidak!” jawab mereka menyimak.
“Saya tidak sering bertemu dengannya lagi selama hampir 2 tahun ini. Dia jadi sangat sibuk, di Kalimantan sana. Terakhir saya melihatnya, dia adalah orang yang bangkit dan menjadi jauh lebih baik. Tidak menyerah lagi pada jalan hidupnya.”
“Orang yang saya bilang diawal tadi, juga berhasil melewatinya. Hidup, Cinta, keluarga, sahabat harta, uang serta kepribadiannya telah berubah!”
“Dia bilang kepada saya, satu hal yang membuat dia sejenak berpikir adalah dengan siapa harus menceritakan dan membagi semua masalahnya. Itulah yang dia pikirkan.”
Para hadirin tertegun. Pembicara di hadapan mereka ini tampak bersungguh-sungguh.
“Untuk itu, jika adik-adik maupun orang tua yang ada di sini. Berada dalam satu permasalahan yang sulit untuk diselesaikan bahkan hanya untuk membaginya pun terasa menyedihkan. Carilah orang yang bisa kau percaya untuk meletakkan semua kegelisahan. Nah, jika tidak menemukannya, apa yang salah jika kita membaginya dengan Allah SWT,” ungkapnya tersenyum. Mengambil buku bersampul hijau kebiruan.
“Oh ya, jangan lupa nanti beli novel saya ya!” ucapnya memecah keseriusan di tengah-tengan audience-nya.
“Iya!” ucap mereka ramai-ramai.
“Judulnya ‘Tawa Kecil yang dinanti’, nanti akan ada diskon loh,” ucapnya beriklan.
"Intinya, jika ingin bahagia. Kalian harus yakin pada diri sendiri, bahwa berdamai dengan diri sendiri adalah kunci untuk tetap berdiri pada keputusan yang tepat. Jangan ragu untuk membagi masalg kalian ke orang tua ya adik-adik."
Sabrina kini melampaui cita-citanya. Wanita itu kini bukan hanya seorang penulis novel saja, tapi juga bekerja sebagai seorang motivator anak dengan harga terjangkau. Dia masih harus membiayai pengobatan adiknya. Hingga mungkin, takkan ada kata menyerah dalam kamus hidup Sabrina.
__ADS_1
Wanita bisa memilih untuk menjadi apapun yang diinginkan, tanpa melanggar batasan pelindung yang telah Allah gariskan. Karena tugas, sikap dan kodrat wanita telah ditentukan, kembangkan saja dengan arah dan jalan yang benar.
Ingat, wanita itu kuat, wanita itu istimewa.
***
Dalam Al-Qur'an, At Tahriim ayat 11.
Wanita adalah seorang pejuang. Dalam firman Allah tentang wanita, terdapat kisah Asiyah istri Fir’aun, yang tetap kuat dan berjuang dalam kesholehannya. Ia tidak tertarik pada janji Fir’aun yang semu, ia tetap menjadi wanita yang taat pada Allah walaupun berada dalam kondisi dimana ia dikelilingi oleh kaum yang zalim.
(Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata: “Ya tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”)
Dari Asiyah kita belajar bahwa wanita punya kesempatan untuk memiliki pendirian dan pendapatnya sendiri.
*
Selain itu, ada QS Maryam ayat 20, tentang wanita yang mulia, yaitu yang senantiasa menjaga kesuciannya dan menjauhkan diri dari zina.
(Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan pula seorang pezina!")
Kecantikan wanita dalam islam bukan dilihat dari fisiknya saja, tetapi dari hati yang senantiasa menjaga kesucian karena takut dan ingin mendapatkan ridho Allah.
Dari Siti Maryam, kita belajar bahwa wanita adalah makhluk yang spesial.
*
Terakhir ada QS Al Ahqaf ayat 15, di mana Wanita mendapat keistimewaan dengan kepercayaan dari Allah untuk bisa mengandung dan melahirkan serta mendapat pahala luas karenanya, dan hal tersebut tidak bisa diberikan kepada lelaki.
(Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapak-nya,Ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau, yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu Bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan memberikan kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.")
Dan kehamilan dalam islam hanya dialami oleh wanita ini adalah salah satu anugerah terbesar dari Allah Subhanahu wata'ala.
Dengan itu, kita wajib menghormati ibu, menghargai perempuan. Karena Wanita adalah sosok yang Allah ciptakan penuh dengan keistimewaan, wanita bukan sebuah metafora keburukan.
Wanita adalah harta karun keluarga.
***
Bersambung
__ADS_1
Footnote: Kutipan ayat Al-Quran diambil dan disadur langsung dari Al-Qur'an dan terjemahan. Bukan internet.