Wanita Bercadar Milik Mafia

Wanita Bercadar Milik Mafia
part 14


__ADS_3

Dheggg


Bagaikan Guntur yang menyambar di siang bolong Cey yang mendengarnya Merasa hancur sehancur hancurnya.


" Baj*ngan kau " Ucap cey murka.


" Maaf Kan aku,Aku emosi saat kau pergi. " Jawab Kenzo Sedih.


" Kenapa kau melakukan hal itu hah " Dengan dada yang kembang kempis menahan tangis.


" Aku tak suka Jika kau Meninggalkan ku "


Jawab Kenzo Mulai Menciut.


" Tapi kenapa kau membunuh orang tua ku "


Ucap cey yang mulai menangis.


Saat Kenzo ingin menyentuh lengan cey, cey langsung menepisnya Kasar.


" Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu, aku Benci kau ". Ucap cey murka.


" Ja–ngan benci a–ku ba-by " Ucap Kenzo mulai menangis di hadapan cey.


" Tch. Pergilah kau!! " Ucap cey Emosi.


" Ti–dak Jan–gan us–ir ak–u " Jawab Kenzo sesenggukan.


" Ak–u melak–ukan Hal itu kare–na ak–u Tak Mau k–au per–gi " Ucap Kenzo masih sesenggukan. Matanya memerah begitu juga hidungnya.


Dia mulai bersimpuh di hadapan istrinya, sembari menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


" Jangan Tinggalkan ak–uu " Ucap Kenzo Tulus.


Namun cey pun merasakan sakit. Bagaimana rasanya menurut kalian jika lelaki yang menikahh kalian ternyata membunuh orang tua kalian?! Sakit bukan.


" Maaf. Maaf. Maaf " Ucap Kenzo Semakin menangis sejadi-jadinya.


" Tampar atau pukullah aku agar amarahmu reda Jangan tinggalkan akuu Hikss " Ucap Kenzo mulai menangis.


" Jangan pernah ber–pikir untuk meninggalkan akuu " Ucap Kenzo sesenggukan.


" Angkat kepalamu. Kau seorang suami. " Ucap cey dingin.


" Tidak aku tak peduli meski aku suami mu, aku tak peduli jika aku menundukkan kepala di hadapan mu, aku tak peduli jika harga diriku turun untukmu. AKU TAK PERDULI. " Jawab Kenzo tegas.


" Kau hanya miliku, Tak boleh ada orang yang memiliki mu selain aku. " Tegas Kenzo sembari mencium lengan cey lembut tak berhenti.


" Berhentilah, Kau tak boleh seperti ini. Angkatlah kepalamu. Kau pemimpinku. " Sembari menangkup wajah Kenzo dan menghapus air mata yg merah pekat


" Jang-an per-nah Meninggalkan aku " Ucap Kenzo sesenggukan ketika cey mengusap air matanya.


Cey hanya diam Masih setia mengusap air mata Kenzo yang sangat deras bahkan ingusnya pun mulai keluar.


Cey mulai membersihkan ingus Kenzo yang keluar, Dengan menggunakan khimar nya. Karena tak ada tisu.


" Ya-aa Baby~ Jangan tinggalkan ak-uu " Ucap Kenzo sembari memegang lutut cey. Ia masih menangis dan sesenggukan.


" Keluarkan ". Ucap cey sembari mengelap ingus Kenzo.


" Ti-da-kk Nan-ti khi-mar Mu ko-tor yank " Ucap Kenzo menolak sembari sesenggukan dan menjauhkan lengan cey dari hidungnya.


Cupp

__ADS_1


Kenzo kaget saat cey mencium keningnya tiba-tiba. Kenzo sontak melihat cey dengan membekalkan mata.


" Cepat keluarkan " Ucap cey sembari mengelap ingus Kenzo.


Huffttt


" Li-hat hiks khi-mar mu Ko-tor baby " Ucap Kenzo menangis.


Cey yang melihat telinga Kenzo merah ingin tertawa namun ia tahan.


" Duduk sini " Ucap cey Sembari menepuk kursi di samping tempat duduk cey.


Kenzo menggelengkan kepala ia masih tak mau beranjak dari hadapan cey.


" Tutup matamu " Ucap cey masih menangkup Wajah suaminya itu. Lalu mencium mata Kenzo lembut.


Cup


Cup


Kenzo langsung duduk di samping cey lalu memeluk cey posesif. Lalu menyelundupkan wajahnya di ceruk leher cey dan menangis di Sana.


" Jangan pergi tinggalkan aku baby~ " Ucap Kenzo.


Jika kalian ingin tau ini pertama kalinya Kenzo menangis.


Kenzo pun tertidur di pangkuan cey, sangat nyenyak sembari memeluk pinggang cey. Tak membiarkan seseorang mengambil miliknya.


Cey mengusap-usap rambut Kenzo dan melihat wajah suaminya itu lekat-lekat.


" Aku tak berjanji tak meninggalkan mu " Ucap cey lalu mengecup puncuk kepala Kenzo lembut.

__ADS_1


__ADS_2