
" Malam apa ini? " Tanya cey sembari membuka ponselnya.
" Malam... Kamis baby~ " Ucap Kenzo sembari mempererat pelukannya.
" Astagfirullah, hari ini kan Isra mi'raj " Ucap cey ingat dan segera bangkit. Kenzo langsung menahanya.
" Kemana~? " Tanya Kenzo pada cey.
" Lh, ke Masjid lahhhh. Dah ya aku mau pergi " Ucap cey ingin mengalami lengan suaminya itu.
" Aku ikut " Ucap Kenzo serius. Cey mendengus kasar.
" Aishh.. Mm iya lah, pakai sarung sama peci sana. Cepat, aku bungkus-bungkus nasi dulu " Ucap cey bergegas menuju dapur.
" Ha? Sarung, peci?? " Gumam Kenzo. Tanpa pikir panjang ia langsung bersiap sesuai yang istrinya bilang. Ia mencari cara memakai sarung dan peci itu seperti apa. Sesudah paham ia pun mulai mempraktekan nya.
Tap Tap Tap
Kenzo menuruni tangga dengan memakai sarung, baju kemeja dan peci. Ia berjalan ke arah istrinya yang tengah membungkus nasi.
" Dorr " Kaget Kenzo sembari memeluk cey dari belakang. Cey yang terkejut berusaha bersabar atas tingkah suaminya itu.
" Lepas ken. Aku tidak bisa leluasa membungkus nasinya. " Ucap cey risih.
" Mm, ku bantu baby~ " Ucap Kenzo sembari membantu cey. Kenzo sudah seperti ahlinya ia dengan cepat membungkus nasi itu.
" Nah sudah. Jam berapa Sekarang " Ucap cey sembari melihat jam. Ternyata sudah pukul 19:35.
" Berangkat sekarang? " Tanya Kenzo.
" Iyaa. Jalan kaki aja lah ya kalau pakai mobil ribet. Banyak orang di sana banyak anak kecil juga. " Ucap cey panjang lebar.
" Mm, baiklah kalau begitu aku siapkan... " Ucap Kenzo keluar dari mansion biyen.
" Hah? Siapkan apa? " Tanya cey bingung. Tapi ia tak terlalu memikirkan ia mengikuti Kenzo keluar mansion dengan membawa bingkisan/besek.
Brmmm
Brmmm
" Baby~ ayo naik " Titah Kenzo menyuruh cey naik ke motor itu.
" Kau bisa mengendarai motor? " Ucap cey heran.
" Ya, bisa. Masukan nasi itu ke dalam jok agar tidak susah. " Ujar Kenzo membukakan jok motornya.
__ADS_1
" Sudah. Ayo kita pergi sayang~ " Ucap Kenzo dengan suara manjanya.
" Yakin kau bisa? " Tanya cey lagi.
" Iyaa aku bisaa " Ucap ke Kenzo. Pada akhirnya cey naik ke motor itu. Kenzo menyuruh cey berpegang namun cey berpegang ke belakang bukan ke pinggang Kenzo.
" Pegangan baby~ " Suruh Kenzo.
" Sudahh ayo jalan " Ucap cey Kenzo yang melihat istrinya berpegang ke belakang kesal ia pun menggas motornya hingga cey terhantuk ke punggung lebar Kenzo. Cey langsung memegangnya erat.
" Nah ayoo. " Ucap Kenzo sembari melajukan motornya ke Masjid dekat situ.
Butuh waktu sekitar 28 menit akhirnya mereka tiba di masjid. Cey turun dan Kenzo memarkirkan motornya. Setelah selesai ia mengambil besek itu dan berjalan ke arah Istrinya.
" Baby~. Apa punya masker?? " Tanya Kenzo.
" Ada, Nih " Ucap cey menyodorkan maskernya. Dengan mata pupil eys Kenzo berkata.
" Pakaikan~ " Manjannya. Orang-orang yg berada di sana di buat iri setengah dodol. Bahkan ada yang mimisan melihat wajah Kenzo.
" Gitu aja minta di pakein " Ucap cey mengomeli Kenzo sembari memakaikan masker.
" Sudah, sini besek nya aku kasih ke ibu-ibu yang mengurus/panitia " Ucapnya sembari mengulurkan tangan meminta besek itu.
" Tidak, aku yang akan membawanya. Tunjukkan jalanya " Ucap Kenzo tak terbantahkan.
" Hei siapa pria itu? Aku baru melihatnya " Ucap wanita di sana.
" Entahlah mungkin orang baru " Jawab temanya.
" Tapi dia sungguh tampannn " Teriak salah satu orang di sana.
" Hey jangan ribut. " Sentak panitia di sana. Mereka pun terdiam.
Sedangkan cey dan Kenzo tengah memilih tempat duduk di dalam masjid itu. Kalau pria kan biasanya di depan kalau wanita di belakang.
" Ken kau disana aku di sini " Ucap cey menunjuk barisan para pria.
" Kenapa? " Tanya Kenzo tidak mau jauh dari istrinya. Cey menghela nafas sejenak.
Hufttt
" Barisan pria itu memang di sana. Wanita di belakang " Jelas cey Kenzo mengngguk dan dengan berat hati ia duduk di barisan depan.
Acara oun di mulai saat tiba di pertengahan ceramah. Ustadz tu cakap. " Bu.. Pak.. Ini bulan apaa?? " Tanya pak ustadz itu.
__ADS_1
Ibu² pun menjawab. " Bulan Rajabbb... " Riuh di masjid itu. Di lanjutkan dengan pak ustadz.
" Nah, bulan Rajab itu bagusnya membuat keturunan " Omong ustadz itu. Langsung saja ibu-ibu di sana riuh dengan gelak tawa.
" Hhah... Pak ustadz itu ada-ada saja " Ucap salah satu ibu di sana.
" Iya hahha " Saut temanya.
" Jadi... Bapak² ajak istri-istrinya membuat keturunan lagiii... " Ucap ustadz itu di selingi tawa.
Para pria di sana langsung tersenyum dan terkekeh mendengarnya tatkala Kenzo pun otomatis mendengarnya. Ia pun langsung terpikirkan sesuatu.
Singkat cerita akhirnya isra mi'raj pun selesai orang² sudah kembali ke rumah mereka masing-masing. Begitu juga dengan cey dan Kenzo. Mereka pulang ke rumah biyen.
Setelah sampai cey dan Kenzo langsung berjalan ke kamar Kenzo. Cey kaget bagaimana bisa kamar Kenzo penuh dengan fotonya.
" fotoku?? " Ucap cey tercekat kaget.
" Mm~ aku sangat mencintaimu. Oleh sebab itu aku selalu memasang foto dirimu di mana-mana baby~ " Ucap Kenzo tulus.
" Hmm " Singkat cey. Ia pun mulai mengganti pakaian dan merebahkan tubuhnya di king size milik Kenzo.
Bugh
" Hahhh selesee nyeee " Ucap cey sembari berguling-guling. Kenzo hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Istrinya itu.
Kenzo pun langsung merebahkan tubuhnya di samping cey dan memeluknya erat. " Baby~ orang ceramah tadi kan bilang, ini bulan yang bagus untuk berhubangan " Ucap Kenzo me*um.
Cey yang mendengarnya sudah mengerti apa yang akan di bahas. Langsung saja cey berdalih.
" Akhh aku lelahh.. Good night Kennn " Ucap cey sembari memejamkan matanya. Kenzo yang tidak Terima langsung menindih tubuh mungil cey.
" Baby~ jangan mempermainkan aku " Ucap Kenzo mulai tersiksa dengan hawa nafsu nya.
" Aku serius! Aku lelah " Ucap cey. Tanpa pikiran panjang Kenzo langsung ******* bibir cey rakuss.
" Hmph... Le-... " Ucapan cey langsung tercekat perkara Kenzo mel*at habis bibir kecilnya itu.
Tangan Kenzo tak tinggal diam ia menjalar ke mana-mana. Cey yang mulai kesal langsung saja mengatakan.
" Aku tidak bisa, bulanan ku tengah melanda " Ucap cey setengah kesal. Dengan hati yang sedih Kenzo mengurungkan niatnya dan menjauhkan hawa nafsu nya.
" Tidak berbohong baby~? " Tanya Kenzo dengan suara seraknya. Dengan terpaksa ia urungkan niat junior nya.
" No boy " Ucap cey. Kenzo langsung saja memeluk tubuh cey dan membenamkan wajahnya.
__ADS_1
" Setelah selesai aku akan menerkamu hingga pagi " Ucap Kenzo dengan tegas. Cey yang mendengarnya hanya bisa meratapi nasib.
Akhirnya mereka pu tertidur lelap.