Wanita Bercadar Milik Mafia

Wanita Bercadar Milik Mafia
part 61


__ADS_3

Di ruangan ICU sungguh tegang para dokter berusaha untuk menyelamatkan pasien yang tengah kejang-kejang.


Kenzo langsung melajukan mobilnya kesetanan ia menerabas keheningan malam. ( sebenarnya kayak menjelang pagi gitu.)


Setibanya di rumah sakit Kenzo langsung berlari masuk menuju ruangan ICU. Terlihat Zella dan Arzen yang tengah duduk khawatir.


" BUKANKAH AKU SUDAH MENGATAKAN AKU TITIP ISTRIKU!! " Bentak Kenzo murka.


Mereka hanya diam takut. Padahal mereka tidak melakukan apapun. Zella menunduk sedangkan Arzen berusaha menjelaskan.


" Kami tidak melakukan apapun. Tiba-tiba leu kejang kami juga tidak tau apa penyebabnya. " Terang Arzen.


Kenzo yang kalut dengan kekhawatiran akan istrinya Murka. Ia langsung melayangkan bogeman mentah ke arah Arzen.


Bughhh


Arzen tersungkur ke lantai dengan darah yang bercucuran di hidung serta Bibir nya. Tidak diam Kenzo langsung berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Arzen.


" JIKA TERJADI HAL YANG TIDAK DI INGINKAN. KU BUNUH KAU " Acam Kenzo penuh penekan. Arzen sungguh ketakutan saat ini. Untung langga sudah tiba dan langsung menarik Kenzo dari Arzen.


" Kau tidak boleh sperti ini!! Nona tidak akan menyukainya " Marah langga dan langsung menolong Arzen.


Kenzo hanya bisa menatap mereka Datar. Karena kondisi tidak kondusif. Akhirnya Karol dan Gevan membawa Arzen dan Zella ke Kantin di RS tersebut sembari membawa kotak p3k.


" Ayo, kami antar ke kantin " Ajak Karol dan Gevan kepada Arzen dan Zella. Mereka mengangguk dan langsung mengikuti Karol dan Gevan.


Setelah kepergian Karol dan Gevan serta Zella dan Arzen. Langga langsung menatap Kenzo yang terduduk khawatir. Langga menghampiri Kenzo dan duduk di sampingnya.


" Aku tau kau kesal. Namun kau juga tidak memiliki bukti untuk memukul teman istrimu. " Nasehat Langga.


Kenzo hanya diam tidak ada sama sekali niat untuk menjawab. Setelah 30 menit akhirnya dokter keluar dengan raut wajah bahagia.

__ADS_1


" Dengan keluarga pasien? " Tanya Dokter itu.


Kenzo dengan sigap langsung berdiri dan menjawab pertanyaan dokter tersebut dengan tegas.


" Saya suaminya!! " Tegas Kenzo.


" Baik Pak. Alhamdulillah Istri ada sudah mulai sadar. Dan seperti ia juga sudah mulai siuman. Ada baiknya kalau bapak menjenguk istri bapak dan memberikan semangat untuknya. " Titah dokter itu.


Langga yang mengerti pun langsung di pamit pada Kenzo, dan ingin langsung pergi ke kantin untuk memberikan tau yg lain.


" Saya permisi bos " Ucap langga sembari membungkuk lalu pergi menuju kantin.


Dokter itu pun mengangguk dan langsung pergi. Kenzo langsung masuk ke dalam ruangan itu terlihat cey yang masih terpejam. Ia langsung menghampiri istrinya.


" Babe...? " Panggil Kenzo sembari menciu* b*b*r cey sekilas/seperti memberi salam.


Kenzo langsung terduduk di kursi samping cey. Kenzo menggenggam lengan cey erat sembari terus mengusap-usap nya lembut sembari berusaha memberikan kehangatan untuk istri tercintanya.


" Ck, cengeng " Ucap cey sembari sedikit Terbata-bata. Kenzo yang mendengarnya langsung menoleh dan...


" Babeeee hikss aku kesepian babeee.... Aku merindukan mu.... Jangan buat aku gila babe.... Jangan tinggalkan akuu.... Hiks " Tangis Kenzo pecah di hadapan istrinya.


" Arghhh shitt " Ucap Kenzo kesal bercampur bahagia akan kesadaran istrinya. Cey hanya tersenyum melihat suaminya.


" Kau merindukanku? " Tanya cey.


" Yaa... Aku sangat merindukanmu!! Sangat, sangat, sangat " Jawab Kenzo murka tulus.


" Kenapa kau terlihat kurus hmm?? Sudah makan? Apa kau mandi dengan benar?? Apa kau masih merokok " Tanya cey langsung memberondong pertanyaan pada suaminya.


Cupp

__ADS_1


Sangking senangnya Kenzo. Ia langsung mel*mat b*b*r cey lembut Setara melampiaskan rindunya selama ini. Ia merasa dirinya akhirnya kembali seperti biasanya. Ia sungguh senang.


" Hm-ph cu-kup " Kata cey kehabisan darah nafas dan langsung memukul d*d* bidang suaminya.


" I'm so Happy babe. I love you!! " Tegas Kenzo tak terbantahkan. " You are mine!! " Tegasnya.


Saat Kenzo ingin menc*um b*b*r cey. Cey langsung memarahi Kenzo.


" Hei.. Aku lelah.. Jawab pertanyaan ku!! " Marah cey. Setelah sekian lama akhirnya Kenzo kembali tersenyum.


" Pertanyaan yang mana babe~ " Goda Kenzo.


" Kenapa kau sekarang kurus¿? " Khawatir cey sembari mengelus rahang tegas Kenzo. Kenzo langsung saja memegang lengan istrinya dan menjawab.


" Aku tidak makan babe~ " Jawab Kenzo santai.


" Kenapa kau Tidak mau makan hah!! Apa kau ingin sakit?!! " Omel cey. Kenzo merasa kekosongan di hatinya terisi kembali oleh istri tercintanya.


" Bukankah aku sudah bilang, aku tidak mau makan jika bukan masakanmu babe~ " Jawab Kenzo.


" Dasar " Keluh cey menyerah dengan suaminya. Kenzo pun tertawa melihat wajah kesal istrinya.


" Hahah... Teruslah seperti ini babe~ aku merindukanmu~ " Ucap Kenzo mulai berbaring di samping cey dan memeluk istrinya posesif.


" Sekarang tidur lah... Besok kita sarapan bersama " Titah cey sembari memejamkan mata.


" Janji? " Tanya Kenzo memastikan.


" Ya, aku janji " Jawa cey dengan sungguh².


" Jangan tinggalkan aku babe... " Ucap Kenzo sembari menyelundupkan wajahnya di ceruk leher cey yang tertutup khimar. Cey hanya bisa tersenyum melihat tingkah suaminya ini.

__ADS_1


Mereka pun tertidur dengan lelap. Sedangkan Zella dan Arzen tengah berada di apartemen dekat dengan RS tempat cey di rawat. Mereka memutuskan untuk beristirahat di sana bersama dengan teman-teman kenzo.


__ADS_2