
19:00PM Itali.....
" Bangun ken " Seru cey.
Kenzo sedikit menggeliat dan mengeratkan pelukanya. Lalu ia membuka matanya yang pertama kaki ia Lihat, tentu saja wajah cantik istrinya.
" Mhh, Jam berapa sekarang? " Gumam kenzo
" Udah jam 7 siap² sana nanti telat " Dengan raut wajah kesal.
" Ngg~ Babe, I'm Hungry " Dengan raut wajah yang di buat² sedih.
" Iyaa, Mandi dulu baru Makan " Titah cey ingin beranjak dari kasur.
" Janji? " Pasti Kenzo. Cey hanya berdehem dan berlalu menuju dapur.
Kenzo yg melihat kepergian istrinya hanya bisa pasrah, ia pun berjalan ke kamar mandi dan mulai membersihkan diri.
Tak tak tak
Cey membuat Salad dengan pisang dan yogurt beserta kopi untuk suaminya itu. Ia mulai menata masakannya di piring.
Setelah selesai menata ia mulai mengambil bubuk kopi dan menyeduhnya, setelah itu ia membuat susunya. Ia mulai menghias di kopi tersebut.
Ia melihat terlebih dahulu sarapan buatannya itu. Sudah puas melihatnya ia mengambil nampan dan membawa masakan itu kedalam kamar.
Ceklek
Cey membuka pintu kamar dan masuk lalu meletakkan nampan berisi makan itu di meja samping kasur.
Sembari menunggu suaminya selesai mandi ia menyiapkan pakaian untuknya dan suaminya nanti.
" Mm yg ini saja simpel tidak ribet " Gumam cey memilihkan pakaian Kenzo. Ia pun mulai memilih pakaiannya setelah selesai ia bermain ponsel sebentar.
Ting ting ting
Notif di ponselnya terus berdering, ya itu dari Zella banyak sekali notif darinya.
Cklek
Tanpa sepengetahuan cey Kenzo sudah berada di sampingnya dan merebut ponselnya.
" Hey kembalikan " Seru cey.
" Tidak " Jawab Kenzo datar.
" Pergi mandi sana " Titah Kenzo.
" Ish. " Kesal cey lalu berjalan ke kamar mandi dan mulai membersihkan diri.
Kenzo melihat pakaiannya sudah di siapkan tersenyum namun tak memakainya. Biasa lah laki kalo pake Handuk sepinggang ngangin dulu..
" Sarapannya ada di atas meja " Teriak cey dari kamar mandi.
Kenzo yang mendengarnya langsung melihat ke arah meja dan benar saja sudah ada sarapan di atas sana. Ia tersenyum lalu mau memakannya namun ia tahan, ia mau di suapi istri nya.
Drtttt
Drtttt
Ponsel Kenzo berdering, ada panggilan masuk dari karlo. Kenzo langsung mengangkatnya.
" .......... Ken.. Apa kau mau pergi ke spny?? " Tanya Karol.
" Ya. " Jawab Kenzo singkat.
" Berhati-hatilah, sepertinya akan ada hal yang terjadi di sana lebih baik kau waspada " Seru Karol dengan sungguh².
" Baiklah. " Jawab Kenzo, ia pun langsung mematikan ponselnya. Terlihat cey yang sudah selesai mandi.
Cklek
Cey yg melihat sarapan nya tidak di makan, heran tidak biasanya suaminya ini tidak mau makan.
" Babe~ " Panggil Enzo manja.
" Hah? Kenapa? " Linglung cey.
__ADS_1
" Pakai baju. Sudah itu kita sarapan " Tegas Kenzo.
Cey hanya menurut, ia mulai menggunakan baju kaos oversize, kemeja berwarna hitam rok berwarna hitam. Serta khimar berwarna hitam dengan sepatu berwarna coklat. Sungguh serasi.
" Sudah~ " Jawab cey dengan berlari ke arah ponselnya yang berada di atas kasur.
" Jangan main ponsel!! Sarapan dulu!! " Marah Kenzo.
" Ck. " Kesal cey ingin beranjak ke dapur.
" Kemana?? " Tanya Kenzo.
" Makan " Jawab cey.
" Makan sini " Titah Kenzo tak terbantahkan. Kenzo duduk di sofa dan membawa sarapan buatan istrinya tadi yang menurutnya terlalu banyak.
Puk puk
" Duduk sini " Seru Kenzo.
Cey hanya menurut, ia duduk di samping Kenzo dan mulai menghidupkan Tv seperti biasanya cey selalu menonton detektif Konan.
" Aaa " Kata Kenzo sembari ingin menyuapi istrinya itu. Cey pun langsung memakannya.
Amm
" Kenapa kau belum pakai baju?? " Tanya cey Heran.
" Setelah sarapan akan ku pakai " Jawab Kenzo dengan mengunyah sarapannya.
Dan mereka pun melanjutkan sarapan mereka hingga habis. Cey yg tersedak ingin minum berlari ingin menuju dapur malah lengan nya di cengkram kuat oleh Kenzo.
Tanpa bertele-tele, Kenzo langsung meminumkan kopi yg sudah di buatkan Istrinya itu pada cey.
" Sudah?? " Tanya Kenzo dengan raut wajah was-was, cey hanya mengangguk. Kenzo pun langsung meminum kopi itu hingga habis.
" Mau ke mana?? " Tanya cey pada Kenzo melihat suaminya ingin beranjak dari kasur.
" Menaruh mangkok dan gelas " Jawab Kenzo.
" Biar aku saja " Tawar cey.
Jam sudah menunjukkan pukul 20:35 Kenzo sudah siap dengan pakaiannya, dan cey tengah memakai cadarnya.
" Sudah ayo berangkat " Ajak cey yang sudah selesai memakai cadarnya. Kenzo hanya bisa meneguk salivianya susah payah lantaran ia tidak akan bisa menyen*uh istrinya karena akan sedikit memakan waktu untuk ke spny.
" Gengam tangan ku jangan sampai lepas. " Tegas Kenzo yg langsung menggenggam tangan mungil Cey.
" Apa harus? " Tanya cey.
" Ya. Harus " Tegas Kenzo tanpa terbantahkan.
Cklek
Pintu di buka terlihat para pria memakai pakaian serba hitam tengah mengelilingi apartemen itu. Saat Kenzo keluar, mereka langsung membungkuk dan memberi salam.
" Selamat Malam bos!! " Ucap mereka bersamaan. Kenzo hanya mengngguk. Para bodyguard itu langsung mengambil koper cey dan Kenzo untuk di bawakan.
" Eh tidak usah paman. Saya bisa sendiri ko " Cegah cey agar pria itu tidak perlu membawakan kopernya.
" Bawa dan masukan Mobil!! " Tegas Kenzo. Bodyguard itu pun menurut dan melakukan perintahnya dengan sigap.
" Ken.. Aku bisa membawanya sendiri " Kata cey
" Diam. Jangan banyak berbicara " Tegas Kenzo.
' sepertinya mood nya sedang buruk lebih baik aku diam saja ' batin cey mengikuti langkah kaki suaminya menuju rooftop.
Di sana sudah ada helikopter yang tengah menunggu mereka. Kenzo dengan cekatan mengangkat tubuh mungil istrinya masuk ke dalam helikopter. Setelah itu di susul oleh Kenzo yang masuk.
Tanpa mereka sadari helikopter mereka tengah di incar oleh seseorang. Tak hanya helikopter milik Kenzo saja yg terbang namun ada juga helikopter lain yg juga ikut terbang dan membuntuti helikopter mereka.
" Ken apa mereka temanmu " Tanya cey menunjukkan jarinya ke belakang.
Kenzo yg melihatnya sudah mengerti ia memberi kode kepada orang yg menjalankan helikopter agar lebih cepat. Sang pilot pun mengerti dan mulai melajukan helikopter nya.
Sedangkan Kenzo tengah memasukkan peluru ke dalam pistol lalu menembakkannya ke belakang mengenai helikopter orang itu.
__ADS_1
Dorr
Dorr
Dorr
Kenzo yg sedang menembak pun berusaha menutup telinga Istrinya itu agar tidak terlalu bising.
Terlihat helikopter lawan sudah mengeluarkan api, sedetik kemudian helikopter itu meledak.
Duarrrrrr
Helikopter itu hancur berkeping-keping dan jatuh ke sebuah hutan yang lebat. Kenzo tidak peduli mau mereka masih Hidup atau mati yg penting ia bisa bersama dengan istrinya.
" Mereka siapa ken?? " Tanya cey penasaran.
" Apa kau takut babe?? " Tanya balik Kenzo yg langsung mendekap istrinya itu.
" Tidak ko. Aku tidak takut " Jawab cey heran, kenapa ia harus takut??.
" Sebentar lagi kita akan pergi, dan semuanya akan baik-baik saja ok?? " Ucap Kenzo dengan sungguh-sungguh.
" Iyaa " Jawab cey. Akhirnya mereka tiba di bandara pribadi milik Kenzo. Meskipun pribadi namun masih ada orang² yg lalu lalang pergi dari sana untuk pergi ke tempat lain.
Di saat mereka turun dari helikopter dan berjalan menuju pesawat. Ada seorang anak kecil yang menawari cey minuman.
" Kakak, apa kakak mau mencoba minuman buatan ku?? " Tanya anak itu.
" Boleh.. Berapa harganya dik? " Jawab cet dengan tersenyum bahagia meskipun terhalang cadar.
" Hanya 5.000 ko ka " Ucapnya.
" Ini, Terima kasih ya " Balas cey yang langsung menatap Kenzo.
" Kau mau ken?? " Tanya cey pada Kenzo yg tengah menatap kepergian anak tadi dengan tajam.
" Tidak babe. Sudah ayo " Ajak Kenzo menarik lengan cey. Karena cey haus cey meminum minuman yang ia beli dari anak itu namun makin lama kepalanya pusing rasa kantuk yg menyerang sangat berat hingga membuat cey tersungkur jatuh ke depan. Beruntung Kenzo tengah menggenggam lengan cey jadi dengan sigap cey ia tarik ke dalam dekapannya.
" Sial*n. " Umpat Kenzo.
" Babe, bangun babe Heyy bangun " Ucap Kenzo yg mulai panik. Ia segera menghubungi Ace dan Rezim dan beberapa yg lain.
" Bandara. Bawa senjata kalian " Tegas Kenzo tak main-main.
" Baik bos!! " Jawab mereka kompak.
Mereka pun dengan cepat pergi ke bandara dengan membawa senjata mereka masing-masing.
Prok
Prok
Prok
Terdengar suara tepuk tangan dari arah belakang. Kenzo langsung menoleh, dan benar saja lagi² musuhnya. Namun ia terlihat sendiri.
" Bagaimana kabar mu?! " Tanya orang itu.
Kenzo Hanya diam mengacuhkan perkataan orang itu. Orang itu yang kesal pun langsung berjalan ke arah Kenzo dan membogem mentah dirinya. Namun ia berhasil mengelak dan merobek mulut lawanya.
" Arghhhh " Erang pria itu menahan sakit.
Bughhh
Kenzo memukul kepala pria tadi hingga mengeluarkan banyak darah dan mengenai wajahnya.
Tanpa Kenzo sadari ternyata orang itu hanya di jadikan pengalihan. Cey menghilang!!.
Namun ada kertas di tempat hilangnya istrinya.
" Carilah wanita ini di spny, kami menunggumu.."
Terlihat seperti kalimat ejekan di secarik kertas itu. Kenzo yg marah langsung seperti iblis.
Tak berselang lama. Ace, Rezim, Gevan, Karol, Alvero, Langga, dan Asrar tiba. Mereka menghampiri Kenzo yg tengah berdiri tegap di gelapnya malam.
" Ken!! Di mana nona?? " Tanya Gevan.
__ADS_1
" Dia. Diculik " Jawab Kenzo dengan aura iblisnya.